Lima Program Prioritas Petuk Katimpun Dibawa ke Musrenbang Kecamatan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kamis 18 Januari 2018 lalu Kelurahan 
Petuk Katimpun mengadakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) untuk membahas usulan program dari tingkat rukun tetangga (RT) yang akan direalisasikan di 2019.

Musrenbang itu dihadiri perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kota Palangka Raya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, dan Bappeda Kota Palangka Raya. 

Dalam Musrenbang yang dipimpin Lurah Petuk Katimpun Zaid Bachsin tersebut menerima 30 usulan program prioritas dari seluruh RT. Namun dari 30 usulan ini kemudian dirangking untuk mengetahui skala prirotas tingkat kelurahan.

Hasilnya, dari 30 usulan tersebut diperoleh lima program prioritas yang akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kecamatan Jekan Raya. Ke-5 program prioritas ini adalah pembuatan jalan titian di RT 01 dan RT 02, RW 01.

Kemudian penataan kawasan Danau Hanjalutung, pembuatan box culvert di Jalan AMD ujung, rehabilitasi jalan RT 06, dan peningkatan Jalan Pandidikan mulai dari jalan utama atau samping kantor kelurahan sampai ke Danau Ilung. 

“Namun dari ke-5 usulan ini tergantung kecamatan apakah akan diakomodir semua atau tidak, karena untuk Kecamatan Jekan Raya hanya punya jatah 20 usulan program prioritas dari seluruh kelurahan,” tutur Ketua LKK Kelurahan Petuk Katimpun, Sukiran, Senin (22/1/2018).

Sukiran menjelaskan mulai tahun ini mekanisme pembahasan program saat Musrenbang berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini setiap RT langsung menyampaikan kepada pejabat SOPD yang hadir dalam Musrenbang tersebut, kemudian mereka menyampaikan dasar skala prioritasnya.

“Saat itu juga pejabat SOPD melakukan rangking terhadap usulan per RT. Setelah skor usulan diketahui maka disepakati program prioritas tingkat kelurahan sebagai dasar untuk dibawa pada Musrenbang tingkat kecamatan,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Tahun Ini Pembangunan SDN 3 Bukit Tunggal Dilanjutkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setelah meninjau SDN 2 Banturung, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit Karyawan Yunianto bersama dua anggota dewan lain yakni Neni Adriaty Lambung dan Vina Panduwinata menyempatkan singgah ke SDN 3 Bukit Tunggal, Senin (22/1/2018).

Di sekolah yang beralamat di Jalan Bondang ini ketua dewan diajak oleh Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Ersa untuk melihat realisasi pembangunan delapan ruang SDN 3 Bukit Tunggal.

Ke-8 ruang SD yang dibangun ini enam di antaranya untuk ruang belajar dan dua ruang untuk guru. Hanya saja pembangunan ke-8 ruang tersebut belum tuntas 100 persen, karena dinding belum diplester, plafon belum ada, dan lantai belum keramik.

Meski begitu ke-6 ruang kelas ini sudah digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar. Ersa mengatakan pada 2017 Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mendapatkan dana Rp748 juta untuk melakukan rehab total ke-8 ruang SDN 3 Bukit Tunggal.

Karena alokasi anggaran sangat minim, sehingga rehab total tidak bisa dilakukan. Karena itu pada APBD perubahan 2018 Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya berharap ada tambahan anggaran untuk menuntaskan rehab total SDN 3 Bukit Tunggal ini.

Usulan Ersa ini langsung diiyakan oleh Sigit beserta anggota dewan lainnya. Bahkan Sigit meminta kepada Ersa untuk menghitung total biaya yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembangunan gedung SDN 3 Bukit Tunggal tersebut.

Sigit bersama anggota dewan lainnya akan berjuang agar di APBDP 2018 usulan tambahan anggaran dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya tersebut bisa direalisasikan, sehingga ruang belajar yang sudah dibangun bisa digunakan untuk belajar dalam kondisi nyaman. (MC. Isen Mulang/engga)

Anggota DPRD Palangka Raya Cek Usulan Pembuatan Pagar SDN 2 Banturung

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto bersama tiga anggota dewan yakni Neni Adriaty Lambung, Vina Panduwinata, dan Ida Bagus Mas Gunawan mendatangi SDN 2 Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Senin (22/1/2018).

Kedatangan empat anggota dewan ini untuk mengecek kondisi sarana dan prasarana SDN 2 Banturung pasca mendapat usulan pembuatan pagar dari para guru dan orangtua murid.

Kedatangan keempat wakil rakyat yang ‘terhormat’ ini juga didampingi Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Ersa.

Di sekolah yang beralamat di Jalan Pariwisata ini Sigit dan anggota lainnya menyempatkan berdialog dengan para guru dan orangtua murid sambil melihat kondisi bangunan sekolah. Alasan Kepala SDN 2 Banturung, Muyasaroh beserta guru dan orangtua murid mengusulkan pembuatan pagar keliling sekolah karena patok batas lahan sering hilang.

Mereka khawatir jika tidak cepat dipagari, maka lahan sekolah yang seluas lebih dari tiga hektare tersebut lama-lama bisa menyempit karena dicaplok warga. Muyasaroh tidak berharap usulan mereka bisa direalisasikan segera. “Kami sabar saja. Ya kalau tidak bisa tahun ini ya mudah-mudahan tahun depan bisa dikabulkan,” harapnya.

Menurutnya saat ini yang mendesak untuk segera dibangun oleh Pemerintah Kota Palangka Raya adalah pagar sekolah, karena sebagai bentuk pengamanan aset daerah. Sedangkan untuk fasilitas lainnya, misalnya gedung sekolah, saat ini ruang kelas SDN 2 Banturung masih dalam keadaan bagus. “Ya kalau ada rehab paling cuma plafon,” timpal Vina Panduwinata.

Setelah mendengar dan melihat kondisi SDN 2 Banturung, Sigit selaku ketua dewan akan memperjuangkan usulan para guru dan para orangtua murid tersebut. Saat itu juga Sigit memerintahkan kepada Kabid Pendidikan SD pada Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Ersa untuk menghitung total biaya yang dibutuhkan untuk membuat pagar sekolah.

Sigit berjanji pada APBD perubahan 2018 usulan pembuatan pagar SDN 2 Banturung ini bisa direalisasikan. (MC. Isen Mulang/engga)

Petugas KPU Palangka Raya Datangi Rumah Warga Untuk Coklit Daftar Pemilih

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mulai Sabtu 20 Januari 2018 hingga 18 Februari 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya melalui petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) akan datang ke rumah-rumah warga.

Kedatangan mereka untuk melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilih tetap (DPT). Saat Coklit, petugas PPDP juga menempelkan stiker di dinding rumah warga. Stiker ini sebagai bukti jika warga tersebut sudah dicoklit.

Kegiatan pencoklitan ini dimulai dari rumah Atu Narang, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Kemudian dilanjutkan ke rumah Marcos Tuwan selaku Damang Kecamatan Pahandut dan berlanjut ke rumah Aries M Narang serta dan Rizki Mahendra Nihin.

Dalam pencoklitan ini petugas PPDP juga didampingi anggota KPU Kota Palangka Raya sebagai bentuk monitoring. Setiap warga yang didatangi harus menyiapkan KTP elektronik atau surat keterangan dan kartu keluarga (KK).

Anggota KPU Kota Palangka Raya, Qismatul Khairiyah menjelaskan kegiatan pencoklitan ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia yang akan melaksanakan Pilkada serentak 27 Juni 2018.

Karena itu ia menghimbau kepada masyarakat Kota Palangka Raya untuk menginformasikan kepada keluarga dan tetangganya agar bisa dilakukan pemutakhiran data pemilih sebagai syarat bisa memberikan hak pilih saat hari pencoblosan 27 Juni 2018. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Turunkan 50 Atlet Forki Ikuti Kejuaraan Inkanas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kota Palangka Raya menurunkan 50 atlet Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) untuk mengikuti Kejuaraan Provinsi Open Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) piala Kapolda Kalimantan Tengah ke-II. 

Kejuaraan ini dibuka oleh Kapolda Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Anang Revandoko di aula Graha Bhayangkara Markas Polda Kalimantan Tengah dengan ditandai penabuhan gong, Jumat (19/1/2018). 

Total atlet yang bakal bertanding sebanyak 407 orang dari berbagai daerah. Secara rinci dari Inkanas sebanyak 64 atlet dan Inkai 43 atlet. Lemkari 36 atlet dan Amura 20 atlet. 

Sedangkan dari Forki adalah Kota Palangka Raya 50 atlet, Kabupaten Katingan 10 atlet, Kabupaten Kotawaringin Timur 40 atlet, Kabupaten Seruyan 13 atlet, Kabupaten Kotawaringin Barat 40 atlet, dan Kabupaten Lamandau 1 atlet.

Kemudian Kabupaten Sukamara 6 atlet, Kabupaten Gunung Mas 2 atlet, Kabupaten Pulang Pisau 10 atlet, Kabupaten Kapuas 8 atlet, Kabupaten Barito Selatan 12 atlet, Kabupaten Barito Timur 17 atlet, Kabupaten Barito Utara 30 atlet, dan Kabupaten Murung Raya 9 atlet.

Kejuaraan yang akan berlangsung hingga Minggu (21/1/2018) ini memperebutkan piala bergilir Kapolda Kalimantan Tengah, piala tetap, mendali, sertifikat dan uang pembinaan untuk juara I sebesar Rp15 juta, juara II Rp10 juta dan juara III Rp5 juta. 

Pertandingan menggunakan sistem gugur terdiri dari KATA perorangan dan beregu, KUMITE putra dan putri meliputi 65 kelas. Yakni usia 8-9 tahun 6 kelas. Pra pemula usia 10-11 tahun 8 kelas. Pemula usia 12-13 tahun 8 kelas. 

Kemudian Kadet usia 14-15 tahun 10 kelas. Junior usia 16-17 tahun 8 kelas. Under 21 usia 18-21 tahun 9 kelas. Senior usia 22-30 tahun 6 kelas. TNI-Polri usia bebas 8 kelas dan Kumite kelas bebas 2 kelas. 

Pada kesempatan itu kapolda juga menyampaikan pada Februari 2018 Polri kembali membuka pendaftaran untuk Tamtama, Bintara dan akademi kepolisian. Bagi yang memiliki keahlian bisa menjadi modal menjadi bagian anggota Polri maupun TNI. 

“Potensi anak muda Kalimantan Tengah cukup luar biasa, sehingga dapat menjadi salah satu modal masuk sebagai anggota Polri maupun TNI. Minimal mental dan fisik sudah jadi karena telah terlatih,” katanya. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Palangka Raya Launching Pendistribusian Bansos Rastra 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia melaunching pendistribusian bantuan sosial (Bansos) beras sejahtera (Rastra) di Gudang Bulog Divre Kalimantan Tengah Jalan Tjilik Riwut Km 7, Palangka Raya, Kamis (18/1/2018) pukul 15.30 WIB.

Peluncuran distribusi beras untuk keluarga kurang mampu ini juga dihadiri Wakil Walikota, Kepala Bulog Divisi Regional (Dirve) Kalimantan Tengah dan Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Erni Herminie.

Di 2018 ini ada 5.313 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Palangka Raya yang menerima Bansos Rastra. Mulai Januari 2018 ini pula setiap KPM tidak lagi menerima 15 kilo gram beras, namun hanya 10 kilo gram beras.

Bedanya, jika tahun sebelumnya setiap KPM dapat 15 kilo gram beras dengan cara membayar, namun mulai tahun ini dapat 10 kilo gram beras tapi tanpa uang tebus. Berubahnya sistem pemberian Bansos Rastra ini merupakan kebijakan dari pemerintah.

Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Erni Herminie mengatakan tahun ini penerima Bansos Rastra untuk seluruh Kalimantan Tengah berjumlah 80.625 KPM. Bansos Rastra ini akan diberikan setiap bulan.

Erni menuturkan berdasarkan rapat terbatas antara Kementerian Sosial di Jakarta, Bolog diminta untuk mendistribusikan Bansos Rastra untuk tahap I mulai 17-20 Januari 2018, sedangkan untuk Kalimantan Tengah sudah dimulai sejak Rabu (17/1/2018).

Sedangkan daerah di Kalimantan Tengah yang pertama kali meluncurkan pendistribusian Bansos Rastra adalah Kabupaten Kotawaringin Barat dengan jumlah 8.163 KPM dan Kamis (18/1/2018) giliran Kabupaten Katingan 4.961 KPM dan Kota Palangka Raya 5.313 KPM.

Erni memastikan Bansos Rastra yang diterima masyarakat kurang mampu dijamin layak konsumsi, karena beras yang dibagikan berkualitas medium. (MC. Isen Mulang/foto: protkom/engga)

DPRD Kota Palangka Raya Rapat dengan KPU Bahas Tahapan Pilkada 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anggota DPRD Kota Palangka Raya menggelar rapat dengar pendapat (RDP dengan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya di ruang rapat komisi, Jumat (19/1/2018). 

Rapat ini juga dihadiri komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palangka Raya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palangka Raya, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palangka Raya, dan Asisten I Setda Kota Palangka Raya Ikwansyah. 

RDP yang dipimpin Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya Beta Syailendra juga dihadiri delapan anggota dewan seperti Subandi, AT Prayer, Suhardi Lentam Nigam, Siti Salhah, Riduanto, Anna Agustina Elyse, Alfian Batnakanti, dan Abdul Hayie. Sedangkan dari KPU Kota Palangka Raya dihadiri lima komisioner yakni Eko Riadi, Wawan Wiraajmaja,  Ibrohim, Qismatul Khairiyah, dan Sastriadi. 

Sementara itu dari Panwaslu Kota Palangka Raya juga dihadiri ketua Endrawati. Dalam rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.45 WIB ini lebih banyak membahas persiapan dan tahapan yang dilaksanakan KPU Kota Palangka Raya dalam menghadapi Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018. Di antaranya KPU telah melaksanakan tahapan Pilkada seperti penerimaan berkas dukungan bakal calon walikota dan calon wakil walikota Palangka Raya dari jalur perseorangan dan pendaftaran bakal calon walikota dan calon wakil walikota dari jalur partai politik. 

KPU juga menjelaskan dalam waktu dekat ini petugas KPU akan melaksanakan pencocokan dan penelitian (Coklit) data calon pemilih yang akan dilakukan oleh semua petugas KPU daerah dan dihadiri anggota KPU RI. Dalam RDP ini diketahui jika dalam Pilkada Kota Palangka Raya 27 Juni 2018 diperkirakan jumlah data pemilih tetap (DPT) akan berkurang jika dibandingkan dengan DPT pemilihan calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Tengah pada 2015. Dimana pada Pilgub 2015 DPT di Kota Palangka Raya sebanyak 196.966 jiwa.

Sedangkan pada Pilkada 2018 menurut Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Kota Palangka Raya, Ardewi Suriadi jumlah warga Kota Palangka Raya yang wajib KTP hanya 188.300 jiwa. Sementara itu jumlah warga Kota Palangka Raya hingga Desember 2017 ini berjumlah 258.550 jiwa. 

Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra menambahkan dalam Pilkada 2018 ini ada rasionalisasi jumlah DPT berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri. Secara umum Beta melihat pelaksanaan atau tahapan Pilkada yang sudah dilaksanakan oleh KPU tidak mengalami kendala. Sementara itu bagian Setda Kota Palangka Raya juga telah membentuk desk Pilkada untuk mengatasi bila ada masalah dalam pelaksanaan tahapan Pilkada. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Palangka Raya Kumpulkan Lurah dan Camat Bahas Pendistribusian Bansos Rastra

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Riban Satia memimpin rapat koordinasi penjelasan kebijakan distribusi bantuan sosial (Bansos) beras sejahtera (Rastra) di Ruang Peteng Karuhei II, Jumat (19/1/2018) pukul 08.30 WIB. 

Dalam rapat ini dihadiri perwakilan dari Bulog Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Sekda Kota Palangka Raya Rojikinnor, dan perwakilan dari Dinas Sosial Kota Palangka Raya. 

Karena materi Rakor dianggap penting, maka seluruh camat dan lurah dihadirkan dalam pertemuan ini. Dalam arahannya walikota mengharapkan pendistribusian Bansos Rastra dapat berjalan baik dan tidak menimbulkan masalah. Karena itu para camat dan lurah diminta untuk melakukan sosialisasi pendistribusian Bansos Rastra kepada keluarga penerima manfaat (KPM). “Saya minta lurah kumpulkan dahulu warga penerima Rastra, kapan warganya akan menerima Rastra, harus disampaikan dahulu,” pesannya.

Anjuran walikota agar camat dan lurah mensosialisasikan Bansos Rastra ini agar beras yang sudah didistribusikan oleh Bulog tidak tertahan lama di kantor kelurahan dan paling tidak dalam waktu satu Minggu sudah diambil oleh KPM. Sebab jika tertahan lama di kantor keluarahan dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas beras. 

Menurut walikota yang perlu disosialisasikan para camat dan lurah adalah mengenai teknis pendistribusian Rastra, apalagi mulai tahun ini pembagian Rastra tidak lagi 15 kilo, tapi cuma 10 kilo per bulan. Walikota tidak ingin melihat atau mendengar pembagian Bansos Rastra di Kota Palangka Raya mengalami kendala. Dia ingin Kota Palangka Raya sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Tengah harus memberikan contoh kepada daerah lain bahwa dalam pendistribusian Bansos Rastra dapat berjalan baik. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemko MoU dengan BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan penandatangan memorandum of understanding (Mo) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kota Palangka Raya, Jumat (19/1/2018).

Penandatangan MoU ini dilakukan oleh Walikota Palangka Raya Riban Satia dengan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya dr Elke Winasari disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dr Andjar Hari Purnomo.

Penandatangan MoU yang dilakukan di ruang kerja walikota ini guna percepatan perluasan cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kota Palangka Raya dalam rangka menuju universal healt converage (UHC) di 2018.

Dr Elke mengatakan maksud dilakukannya MoU ini adalah sebagai tindaklanjut Intruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN untuk percepatan perluasan cakupan kepesertaan program JKN-KIS menuju tercapainya cakupan semesta di Kota Palangka Raya per 1 Agustus 2018 sebagai program strategis nasional.

Sedangkan tujuan dilakukannya MoU ini adalah untuk peningkatan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kualitas pelayanan guna mencapai sustainabilitas program JKN-KIS dan optimalisasi peran pemerintah daerah.

Dokter Elke menjelaskan hingga 15 Januari 2018 jumlah kepesertaan di Kota Palangka Raya mencapai 82 persen yang sudah menjadi peserta program JKN-KIS. Jadi masih ada 18 persen lagi masyarakat Kota Palangka Raya yang belum menjadi peserta BPJS-KIS.

Karena itu ia berharap melalui MoU ini masyarakat Palangka Raya yang belum menjadi peserta BPJS sudah menjadi peserta paling lambat 1 Agustus 2018.

Adapun langkah yang akan diambil Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mempercepat cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan ini adalah dengan membentuk tim yang terdiri dari dinas pendidikan, dinas sosial, dinas kesehatan, dan dinas tenaga kerja.

Nantinya tim tersebut akan bekerjasama membantu BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya dalam melakukan pendataan guna mengakomodasi masyarakat kurang mampu agar bisa dimasukan atau memperoleh kartu BPJS-KIS yang iuruan bulanannya dibayari oleh pemerintah daerah. (MC. Isen Mulang/engga)

Doa Bersama Menjelang Pemilihan Walikota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Riban Satia beserta pejabat Pemerintah Kota Palangka Raya lainnya mengikuti kegiatan doa bersama di halaman Polres Palangka Raya, Kamis (18/1/2018). 

Doa bersama ini dilakukan untuk keselamatan keamanan dan ketertiban kota Palangka Raya menjelang pemilihan calon walikota dan calon wakil walikota Palangka Raya yang akan digelar 27 Juni 2018. 

Melalui momen doa bersama ini pula juga dimanfaatkan para pejabat untuk mempererat tali silahturahmi seluruh komponen masyarakat di Kota Palangka Raya. Kegiatan yang diprakarsai Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar ini juga dihadiri Dandim 1016 Palangka Raya Letkol Czi Candra Adibrata, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. 

Selain dihadiri anggota DPRD Kota Palangka Raya, dalam acara doa bersama ini juga dihadiri Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, Eko Riadi termasuk sejumlah bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Palangka Raya. 
Doa bersama dilakukan secara bergantian dari setiap agama. 

AKBP Timbul mengatakan dengan adanya doa bersama ini bisa menyatukan misi terciptanya situasi aman dan kondusif mulai dari tahapan, penetapan, pemilihan hingga selesai. “Segala sesuatu harus diawali dengan doa. Kita sedang menghadapi pesta demokrasi 2018, sehingga kita duduk bersama, berdoa dan menyatukan visi misi supaya terciptanya situasi aman, tertib dan lancar,” katanya. 

Mengenai situasi saat ini, kapolres memastikan bahwa Kota Cantik  “Kondisi saat ini cukup kondusif, aman dan tertib. Ini semua berkat kesatuan kita, Polres, Kodim, Batalyon, Denpom, KPU, Panwaslu dan semuanya yang turut serta menjaga situasi sehingga betul-betul kondusif,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)