Perekonomian Indonesia telah mengalami perubahan struktur ekonomi selama 10 (sepuluh) tahun terakhir terutama dibidang teknologi dan informasi, serta transportasi yang berpengaruh terhadap pola distribusi dan munculnya produk-produk baru, dan Rekomendasi PBB tentang pergantian tahun dasar dilakukan setiap 5 (lima) atau 10 (sepuluh) tahun. Hal ini mendasari dilakukanyan pembaharuan tahun dasar pada PDRB

Data Statistik Penentu Arah Ekonomi Masa Depan

Kondisi dan arah ekonomi Kota Palangka Raya adalah salah satu motivasi yang menggerakkan pelaku ekonomi dan stakeholders di Kota Palangka Raya. Meskipun tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi masa depan, stakeholders, dalam hal ini pemerintah, dan pelaku ekomoni selalu mencari tanda-tanda perubahan yang mungkin mempengaruhi perekonomian di masa depan melalui indikator-indikator ekonomi yang diantaranya dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ketika indikator-indikator ekonomi yang rilis melebihi atau gagal dari ekspektasi, mereka bereaksi berdasarkan indikator–indikator ekonomi yang dirilis tersebut.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah nenek moyang indikator ekonomi. Sebagai pengukuran agregat dari total produksi ekonomi untuk suatu daerah atau regional, PDRB mencerminkan nilai pasar dari semua barang dan layanan yang dihasilkan oleh seluruh pelaku ekonomi selama periode tertentu. PDRB menyajikan banyak indikator dengan sangat komprehensif dan rinci yang yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku ekonomi dan pemerintah.

Laju pertumbuhan PRDB atau disebut juga pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang mengatakan tentang kesehatan perekonomian sebelum dirilis dan hampir selalu akan menggerakkan para pelaku ekonomi. Indikator ini banyak didiskusikan oleh para ekonom, analis, investor dan para pembuat kebijakan. Konsensus umum menyatakan bahwa 2,5-3,5 persen per tahun pertumbuhan ekonomi cukup untuk memberikan pekerjaan dan pertumbuhan keuntungan perusahaan namun belum cukup untuk tidak menghapus kekhawatiran inflasi yang tidak semestinya. Jika perekonomian baru keluar dari resesi (definisi umum resesi ekonomi adalah dua tahun berturut-turut pertumbuhan PDRB negatif), adalah baik jika angka pertumbuhan ekonomi melompat ke dalam kisaran 6-8 persen. Pertumbuhan di kisaran tersebut menunjukkan bahwa perekonomian sedang tumbuh, namun belum tentu dapat bertahan lama. Sehingga investor akan mencari tingkat jangka panjang untuk menanamkan modalnya.

RINGKASAN EKONOMI PALANGKA RAYA

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil, ekonomi Palangka Raya tumbuh pada tingkat terendah selama empat tahun terakhir di tahun 2015 sebesar 7,18 persen diantaranya disumbang oleh Lapangan Usaha/Kategori berikut:

  •   Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial sebesar 1,53 persen, persen, dimana Kategori ini yang tumbuh sebesar 11,94 persen pada tahun 2015 meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan laju sebesar 4,67 persen.
  •   Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 1,31
  •   Kategori Industri Pengolahan sebesar 0,78 persen, yang tumbuh sebesar 1,66 persen
  •   Kategori Konstruksi sebesar 0,76 persen, yang tumbuh sebesar 12,48 persen

o PDRB Kota Palangka Raya atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 11.289,0 miliar pada tahun 2015. Kontributor-kontributor terbesar terhadap PDRB pada tahun 2015 adalah sebagai berikut:

  •   Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial sebesar 22,795 persen
  •   Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 17,12 persen
  •   Kategori Pengolahan sebesar 11,11 persen

o PDRB Kota Palangka Raya mempunyai peranan 11,28 persen terhadap PDRB Kalimantan

Tengah. Besaran ini merupakan yang terbesar ketiga se-Kalimantan Tengah setelah

Kotawaringin Timur (17,16 persen), Kotawaringin Barat (13,07).
o Inflasi PDRB atau tingkat perubahan harga di tingkat produsen sebesar 7,20 persen.

 

PERTUMBUHAN EKONOMI

Perekonomian Palangka Raya telah mencatat pertumbuhan yang kuat selama beberapa tahun terakhir juga disertai dengan inflasi yang stabil. Pada tahun 2015, Palangka Raya mengalami penguatan pertumbuhan ekonomi setelah mengalami pelemahan pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah gambaran makro mengenai hasil dari proses pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh seluruh stake holders, baik pemerintah, dunia usaha mapun masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi juga merupakan suatu gambaran dari peningkatan pendapatan yang berakibat pada peningkatan kemakmuran dan taraf hidup. Untuk melihat perkembangan pertumbuhan ekonomi tersebut secara riil dari tahun ke tahun tergambar melalui penyajian PDRB atas dasar harga konstan. Sumber pertumbuhan digunakan untuk mengidentifikasi peranan masing-masing kategori terhadap perekonomian total (total PDRB). Sumber pertumbuhan menunjukkan besaran persentase yang disumbangkan oleh masing-masing kategori ekonomi terhadap pertumbuhan total ekonomi. Besaran angka tiap kategori dapat menambah pertumbuhan total ataupun mengurangi pertumbuhan total. Pertumbuhan dan kontribusi masing-masing kategori adalah yang menentukan besaran sumber pertumbuhannya.

Perekonomian Palangka Raya terus tumbuh dari tahun ke tahun dengan rata-rata pertumbuhan 7,25 persen dan telah tumbuh pada tingkat tertinggi di tahun 2013 sebesar 7,53 persen. Pertumbuhan ekonomi sedikit melambat di tahun 2014 yaitu sebesar 6,91 persen dan kembali menguat pada tahun 2015 menjadi sebesar 7,18 persen.

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 apabila dilihat dari pelaku di luar Lapangan Usaha/Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (O) tumbuh sebesar 5,89 persen. Pada tahun 2012, 2013, dan 2015 tumbuh di bawah pertumbuhan PDRB secara umum, hal ini menunjukkan bahwa pada tahun tersebut peranan luar Lapangan Usaha/Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (O) masih cukup dominan dalam menggerakkan perekonomian di Kota Palangka Raya. Melemahnya Laju PDRB Tanpa Kategori O di Tahun 2015 menunjukkan bahwa giatnya pelaku dunia usaha dalam membangun perekonomian Palangka Raya masih kurang optimal untuk mempertahankan laju pertumbuhan tahun sebelumnya.

Tingkat harga PDRB, atau tingkat perkembangan di tingkat produsen masih relatif stabil, karena masih di bawah 10 persen pada beberapa tahun terakhir. Dan pada tahun 2015 laju implisit PDRB sebesar 7,20 persen. Perkembangan harga yang demikian memberikan iklim ekonomi yang aman bagi semua pelaku ekonomi.

Apabila kita melihat lebih jauh pertumbuhan tiap Kategori sebagaimana pada tabel 2.1, Kategori yang tumbuh paling tinggi tahun 2015 adalah Kategori Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 22,33 persen. Meskipun laju kategori ini cukup fantastis namun peranannya dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 0,02 persen.

Pada posisi kedua, Kategori Konstruksi mengalami laju yang cukup tinggi di tahun 2015 yaitu sebesar 12,48 persen dengan laju tersebut pertumbuhan ekonomi naik sebesar 0,76 persen.

Kemudian, Kategori yang mengalami pertumbuhan tertinggi ketiga adalah Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 11,94 persen, pertumbuhan di atas 10 persen ini merupakan sinyal perkembangan aktivitas ekonomi di Palangka Raya yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,53 persen kepada pertumbuhan total pada tahun 2015. Kategori ini rata-rata tumbuh sebesar 8,62 persen selama lima tahun terakhir. Kategori ini mencakup kegiatan legislatif, perpajakan, pertahanan Negara, keamanan dan keselamatan Negara, pelayanan imigrasi, hubungan luar negeri dan administrasi program pemerintah, serta jaminan social wajib. Kegiatan yang diklasifikasikan di kategori lain dalam KBLI tidak termasuk pada kategori ini, meskipun dilakukan oleh badan pemerintahan. Sebagai contoh administrasi sistem sekolah, (peraturan, pemeriksaan, dan kurikulum) termasuk pada kategori ini, tetapi pengajaran itu sendiri masuk kategori Pendidikan (P) dan rumah sakit penjara atau militer diklasifikasikan pada kategori Q.

Adapun Kategori yang mengalami laju terendah bahkan pelemahan laju adalah Kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dengan laju sebesar -0,13 persen, meski demikian maasih mampu menggerakkan PDRB sebesar 0,01 persen. Kategori ini sempat mengalami laju yang tertinggi selama lima tahun terakhir sebesar 16,06 persen pada tahun 2014. Posisis kedua pada tahun 2015 dengan laju pertumbuhan ekonomi tersendah sebesar 1,33 persen adalah Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi yang menyumbang 0,57 persen terhadap pertumbuhan total. Kategori ini mencakup Lembaga pembiayaan baik bank maupun lembaga keuangan bukan bank yang mana semakin dibutuhkan dalam mendukung aktivitas pada industri riil. Industri Pengolahan mampu menggerakkan ekonomi Palangka Raya sebesar 0,78 persen meski lajunya cukup rendah yakni hanya 1,66 persen.

secara rinci, gambar diatas memberikan gambaran kategori yang berperan besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi Palangka Raya. Melalui gambar tersebut sekali lagi menunjukkan bagaimana Kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (O) adalah kategori utama penggerak perekonomian Palangka Raya. Kategori ini dimainkan oleh pemerintah sehingga untuk melihat ekonomi Palangka Raya secara riil sebaiknya unsur ini dihilangkan sehingga dapat diketahui kontribusi riil kategori-kategori terhadap perekonomian Kota Palangka Raya.

Sedangkan sumber pertumbuhan tertinggi lainnya adalah Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (G) yang memberi sumber pertumbuhan sebesar 1,31 persen pada tahun 2015. Barang yang diperdagangkan di Palangka Raya hanya sedikit yang dihasilkan oleh Kategori primer (pertanian dan pertambangan) Palangka Raya sendiri. Supply dan distribusi barang diperoleh dari kabupaten dan provinsi lain.

Sebagai kota yang berkembang, seperti umumnya kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah, Kategori Konstruksi terus menggerakkan perekonomian Palangka Raya. Konstruksi masih.

 

STRUKTUR EKONOMI

Struktur ekonomi yang dibangun oleh kategori-kategori produksi bergerak menjadi kekuatan ekonomi. Kategori dengan NTB terbesar akan menjadi tulang punggung perekonomian suatu daerah dan semakin besar NTB suatu kategori maka semakin besar pula tingkat ketergantungan suatu daerah terhadap kategori ekonomi tersebut. (BPS Kalimantan Tengah)

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku merupakan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh Palangka Raya. Pada tahun 2015 nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 11.289,0 Miliar, ini merupakan total nilai tambah bruto (NTB) yang dibentuk oleh seluruh kategori-kategori ekonomi di Kota Palangka Raya. PDRB Kota Palangka Raya mempunyai peranan 11,28 persen terhadap PDRB Kalimantan Tengah. Besaran ini merupakan yang terbesar ketiga se-Kalimantan Tengah setelah Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.

Kedua kabupaten tersebut memiliki komoditas unggulan di Kategori pertanian dan pertambangan. Berbeda dengan dua kabupaten tersebut, sumber daya ekonomi Palangka Raya bersumber pada kelompok Kategori tersier yaitu Kategori perdagangan, konstruksi, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, dan jasa-jasa. Sedangkan Kategori Pertanian dan Pertambangan Palangka Raya hanya berkontribusi kurang dari 5 persen.

Setelah melihat besaran yang dihasilkan, untuk gambaran yang komprehensif tentang perkonomian Kota Palangka Raya, maka dapat dilihat lebih dalam pada strukturnya. Struktur Ekonomi menggambarkan komposisi dari berbagai lapangan usaha atau kategori dalam membentuk perekonomian suatu wilayah, dari struktur dapat diketahui lapangan usaha mana yang dominan dalam perekonomian. Pada Tabel 1.5 halaman 10, dapat kita lihat bahwa besarnya sumbangan Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB Kota Palangka Raya menunjukkan nilai yang rendah, yaitu dibawah lima persen. Hal ini berarti bahwa, ekonomi Kota Palangka Raya tidak bergantung pada sumber daya alam (resource base). Namun demikian kontribusi kategori ini dari tahun ke tahun cenderung menurun. Menurunnya kontribusi Kategori Pertanian ini tidak berarti bahwa NTB yang dibentuk oleh kategori ini menurun, tetapi lebih disebabkan oleh meningkatnya kontribusi pada kategori-kategori lainnya. Peningkatan kontribusi terjadi pada kelompok tersier yang telah disebutkan sebelumnya. Peranan kelompok kategori ini mengalami peningkatan selama periode 2011-2015. Meningkatnya arus barang dan aktivitas ekonomi masyarakat mendorong peningkatan kontribusi kelompok kategori ini.

Adapun lima kategori ekonomi yang merupakan tulang punggung perekonomian Kota Palangka Raya adalah Kategori O, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Kategori pada posisi ke dua adalah Kategori G, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. Pada posisi ke tiga adalah Kategori F, Konstruksi,. Berturut-turut pada posisi empat dan lma adalah Kategori C, Industri Pengolahan dan Kategori H, Transportasi dan Pergudangan.