Museum Balanga Museum ini terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 dengan luas kurang lebih 5 (lima) Ha. Museum ini berada didalam kota Palangka Raya dan mudah untuk dikunjungi karena dibuka setiap hari dari jam 08.00 – 12.00 WIB,dan ada petugas pemandu. Museum Belanga ini berkiprah sebagai lembaga pelestarian, pendokumentasian, serta penyajian berbagaikoleksi peninggalan budaya suku Dayak dan segala yang berkaitan dengan sejarah kehidupan suku dayak,seperti ethnografika, barang-barang warisan leluhur dayak yang banyak memiliki kekuatan megic. Di museum initersimpan juga berbagai alat tradisonal yang biasa dipakai oleh suku Dayak pada jaman dahulu seperti―Mihing― (sebuah penangkap ikan tradisional), baju sakarut atau baju Karungkong Sulau, atau juga bajuBasurat yang biasa dipakai pada upacara ritual, senjata-senjata suku Dayak seperti Mandau, Sumpitan, Duhung,dan sebagainya.


Taman
Wisata Alam Bukit Tangkiling
Obyek wisata ini berjarak sekitar ± 34 Km dari Pusat Kota PalangkaRaya, dengan waktu tempuh kirakira 45 menit dengan menggunakankendaraan roda dua maupun roda empat, dengan melewati jalanaspal dan untuk mencapai ke puncak bukit dengan melewati jalansetapak. Lokasi obyek wisata ini secara geografis terletak di KelurahanBanturung dan Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu. Luaskeseluruhan kawasan wisata ini adalah 2.594 Ha, dengan rinciansebagai berikut: Cagar Alam seluas 2.061 Ha dan Taman Wisata Alam seluas 533 Ha.

 

Batu Banama Obyek wisata Batu Banama ini selain menawarkan panorama alam yang indah juga bisa dikategorikan sebagaiwisata yang mengandung relegius, karena pada lokasi areal wisata ini terdapat Pura Agung Sali Paseban/SatyaDharma. Disamping itu legenda mengenai terjadinya batu banama itu sendiri yang dilihat dari samping miripseperti sebuah bahtera yang terdampar.

 

Taman Wisata Fantasi Beach Obyek wisata ini berjarak sekitar ± 21 Km dari Pusat Kota PalangkaRaya, dengan waktu tempuh kira-kira 20 menit dengan menggunakankendaraan roda dua maupun roda empat. Lokasi obyek wisata yangdikelola oleh pihak swasta ini, menawarkan berbagaihiburan/permainan seperti, memancing, flying fox, sepeda air, Outbond, dan pada event tertentu juga terkadang menghadirkanpanggung hiburan berupa pertunjukan musik. Kedepannya, pengelola tempat wisata ini berencana akanmenambahkan beberapa fasilitas hiburan/permainan lainnya seperti jet-ski, kolam renang, water boom, gunalebih menambah minat pengunjung ke lokasi wisata ini.

 

Kum Kum Tempat wisata ini berada tidak terlalu jauh dari pusat Kota Palangka Raya, dengan menggunakan kendaraanroda 2 (dua) atau 4 (empat) hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 10 (lima) menit sudah sampai di lokasiwisata tersebut. Wisata ini cocok sekali bagi mereka yang sudah berkeluarga karena disediakan pondok-pondokperistirahatan sambil menikmati suasana alam di tepian Sungai Kahayan. Di dalam lokasi kum-kum ini, selainterdapat beberapa jenis binatang seperti buaya, beruang, monyet dan beberapa jenis burung, juga terdapatbeberapa permainan untuk anak-anak, dan pada hari-hari libur ditambah dengan suguhan pertunjukan hiburanmusik oleh artis lokal Kota Palangka Raya.

 

Danau Tahai Obyek wisata Danau Tahai terletak di Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, berjarak sekitar 29 Km dari Pusat Kota Palangka Raya. Untuk mencapai lokasi ini sangat mudah, yaitu hanya memerlukan waktu 45 menit baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan kondisi jalan aspal yang cukup bagus. Selain memiliki panorama yang indah, obyek wisata Danau Tahai juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang, seperti Sepeda air angsa, shelter, Gazebo, perahu dayung/bermotor yang dapat disewa, jembatan/titian penghubung, tempat karaoke, rumah makan, WC Umum dan areal parkir yang cukup luas dilengkapi dengan Pos Keamanan di pintu masuknya. Selain itu pada obyek wisata Danau Tahai ini juga terdapat rumah penginapan/Villa yang cukup bagus dan relatif murah.

 

 

Arboretum Arboretum Nyaru Menteng terletak di sebelah Timur Jalan Tjilik Riwut Km 28 dari Kota Palangka Raya menujuKota Sampit. Secara administratif terletak di wilayah Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu. Arboretum ini dibangun pada tahun 1988 merupakan bekas areal HPH yang telah dieksploitasi pada tahun 1974. Luasnya 65,2 Ha, merupakan kawasan pelestarian plasma nuftah ekosistem hutan rawa, termasuk ke type hutantropika dataran rendah dengan kondisi tanah berawa dan bergambut. Di Arboretum ini terdapat berbagai jenistumbuhan yang dapat digolongkan kedalam 43 famili dengan jumlah species 139 jenis, termasuk jenis tumbuhanlangka. Disamping itu, di kawasan ini juga terdapat berbagai jenis burung, biawak, ular, monyet dan juga orangutan.

 

Rumah Betang Rumah Betang (rumah panjang, rumah besar) merupakan rumah adatDayak. Sesuai dengan namanya rumah ini berukuran besar yangmampu menampung puluhan orang atau keluarga yang mempunyaiikatan keluarga. Rumah betang sudah jarang ditemui, namun di KotaPalangka Raya terdapat satu rumah betang yang sengaja dibangunsebagai percontohan di Jl. D.I Penjaitan Kota Palangka Raya. Padamomen-momen tertentu, di rumah betang ini sering dijadikan lokasipertunjukan/festival budaya Dayak. Rumah betang ini juga seringdijadikan tempat/objek foto bagi sebagian masyarakat baik wargapendatang maupun lokal. Walaupun rumah betang sudah semakin jarang dipergunakan olehmasyarakat Dayak, namun falsafah hidup rumah betang masihtertanam dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat Dayak. Masyarakat Dayak misalnya, sangat menghargai perbedaan dan itucermin dalam kehidupan rumah betang dimana di dalam satukeluarga biasa terdiri dari berbagai macam kepercayaan atau agama.Seperti Islam, Kristen dan Hindu Kaharingan. Mereka dapat hiduprukun dan saling menghargai walaupun berbeda-beda kepercayaandan agama. Kekeluargaan, kegotong royongan, persatuan dankesatuan merupakan sikap dan prilaku kehidupan sehari-hari masyarakat Dayak yang tercermin dalam falsafahhidup rumah betang.

 

Sandung Di Kota Palangka Raya terdapat Sandung Ngabe Sukah, terletak di Kecamatan Pahandut merupakan makam pendiri Kota Palangka Raya yang berbentuk rumah kecil (sandung). Sandung merupakan sebuah bangunan kecil persegi panjang beratap, bertiang terbuat dari kayu ulin/beton, tempat menyimpan tulang belulang orang yang telah meninggal (setelah ditiwahkan). Sandung ini didirikan di Bukit Pahandut, di belakang rumah Ngabe Sukah (seorang tokoh yang disegani di Desa Pahandut, dan sebagai kepala desa yang pertama, di bawah Kademangan Sawang, sekitar tahun 1928). Terletak di jalan Dr. Murjani membelakangi jalan Darmosugondo (arah pelabuhan Rambang). Pada tahun1988 (15 November 1988) sandung ini mengalami musibah kebakaran. Sandung tersebut telah mengalami pemugaran yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Palangka Raya.

 

Perahu Wisata Susur Sungai

Perahu wisata yang diberi nama Rahai’i Pangun ini, merupakan perahu wisata yang dibuat dengan konseptradisionil-modern (hasil rancangan pembuat perahu lokal dan arsitek kapal dari perancis). Perahu wisata inimemiliki 5 (lima) dobel kabin yang terletak di bawah dek dengan 3 (tiga) kamar mandi (western style) yang sangatnyaman. Dek tengah di bagian belakang dengan dapur, ruang makan, dan tempat duduk yang dilengkapidengan perpustakaan dan snack-bar. Dek atas dengan atap terpaulin, kursi lipat dan sofa rotan untuk bersantaidan melihat keunikan sungai di Kalimantan Tengah. Kapal wisata ini melayani berbagai paket wisata seperti, paket liburan keluarga, jamuan makan siang, pestaulang tahun, pertemuan/rapat, dll. Terdapat 4 (empat) rute wisata susur sungai yang ditawarkan, yaitu:

  1. Rute Pemancingan (lokasi Danau Tundai, Sungai Rungan dan sekitarnya)
  2. Rute Wisata, atraksi burung elang (lokasi Sungai Kahayan)
  3. Rute Wisata Orang Utan (lokasi Pulau Kaja Tangkiling)
  4. Rute Wisata Pilihan (lokasi Bukit Rawi-Sandung Tmg. Surapati; lokasi pulau monyet, dll.)