6 Pasangan Terima Penghargaan Lomba KB Lestari

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPKB PPPA) Kota Palangka Raya memberikan penghargaan kepada peserta KB lestari 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, dan juga penghargaan kepada petugas lapangan KB (PLKB) teladan 2017.

Penghargaan ini diberikan sesaat sebelum dimulainya acara sosialisasi tentang pengayom medis terhadap peserta KB yang dilaksanakan DPPPKB PPPA di aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (20/6/2017).

Adapun penerima penghargaan KB Lestari untuk kategori terbaik I (15 tahun) adalah pasangan Ny Nurul Qumaril-Tn Kaeran, kategori terbaik II (15 tahun) pasangan Ny Mastika-Tn Andrement, kategori terbaik III pasangan Ny Endah Iswanti-Tn Salumbo Matali.

Selanjutnya kategori terbaik I KB Lestari (10 tahun) pasangan Ny Masdiah-Tn Abdul Samada, kategori terbaik II (10 tahun) pasangan Ny Silvi-Tn Dino Ario K dan kategori terbaik III (10 tahun) pasangan Ny Setiawati-Tn Ebiyam Abel.

Sementara itu juga diberikan penghargaan kepada PLKB Teladan 2017. Untuk juara I diberikan kepada Mery Damayanti (wilayah binaan Kelurahan Menteng), juara II diberikan kepada Agus Reres (wilayah binaan Kelurahan Tangkiling dan Marang), dan juara III diberikan kepada Riswati (wilayah binaan Kelurahan Pahandut dan Tumbang Rungan).

Secara bergiliran mulai dari kabid dan Kepala DPPPKB PPPA Kota Palangka Raya, dr Tiur Simatupang didaulat untuk menyerahkan piagam penghargaan. Adapun bentuk penghargaan yang diberikan berupa tropy, baju batik, dan uang pembinaan.

Diharapkan melalui penghargaan ini bisa menginspirasi masyarakat Kota Palangka Raya untuk berlomba-lomba mengikuti program KB. Sebab dengan program KB bisa meningkatkan kualitas hidup rumah tangga menjadi sejahtera. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Sidak Tempat Hiburan Malam

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia bersama Wakilnya Mofit Saptono Subagio melakukan inspeksi mendadak (Sidak) tempat hiburan malam (THM), Sabtu (17/6/2017) pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Ikut mendampingi Sidak Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli, Komandan Kodim 1016, Kepala Dinas Perizinan Renson, Kepala Satpol PP Baru I Sangkai, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Norma Hikmah, dan Kepala Dinas Perindag, Aratuni Djaban.

Ada lima THM yang dilakukan Sidak dalam rangka untuk mengetahui jam operasional selama Ramadan ini. Yakni D’8 Cafe, Platinum, Vino Club, Batang Garing, Hapy Papy. Dimana sesuai aturan THM hanya boleh buka mulai pukul 08.30 WIB sampai pukul 12.30 WIB.

Dari rumah pribadi walikota di Jalan G Obos, pertama kali tim Sidak gabungan mendatangi D’8 Cafe. Di sini walikota mengecek ruangan yang digunakan para pengunjung untuk bernyanyi dan tidak ditemukan adanya pelanggaran.

Sidak ke-2 dilanjutkan ke THM Platinum. Kedatangan walikota sempat membuat warga sekitar tercengang. Di Platinum ini walikota disambut dengan ramah oleh sang pemilik. Di sini walikota juga mengecek ruangan yang digunakan pengunjung untuk karaoke.

Kemudian sidak dilanjutkan ke THM di Hotel Aquarius. Di sini rombongan walikota sempat menemui tiga pengunjung yang tidak membawa KTP. Di sini pula wartawan sempat dilarang tidak boleh mengambil gambar oleh pengunjung laki-laki.

Adu mulut antara wartawan dengan laki-laki tersebut sempat membuat gaduh. Walikota dan rombongan pun lalu keluar dan sidak dilanjutkan ke
THM di Batang Garing. Di Batang Garing ini tim sidak mendapati tiga pemuda sedang menimum bir.

Kemudian Sidak dilanjutkan ke Happy Puppy. Di sini rombongan walikota juga mengecek ruangan yang digunakan pengunjung untuk karaoke. Tidak lama kemudian pengelola Happy Puppy menutup karena waktu sudah menunjukan pukul 00.00 WIB.

Dari Sidak ini walikota mengonfirmasi kepada pengelola sudah menerima surat edaran jam buka THM selama Ramadan. “Selama ini belum ada laporan dari masyarakat terhadap jam operasional THM. Artinya surat edaran yang kita sampaikan sudah ditaati,” tegas walikota. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Dampingi Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Praktik ke Kasongan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia berkenan mendampingi mahasiswa program studi ilmu komunikasi (IlKom) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) melakukan praktik lapangan ke Kasongan, Kabupaten Katingan, Jumat (16/6/2017) pukul 13.30 WIB.

Lokasi praktik mahasiswa IIKom UMP ini adalah kantor Bupati Katingan. Di sini para mahasiswa diterima oleh kasubag humas dan Asisten Ahmad Rubama, karena Plt Bupati Katingan Sakariyas sedang ada tugas ke luar daerah.

Sebelum para mahasiswa diajak lebih mendetail mengenai tugas dan peran kehumasan, terlebih mereka melakukan tatap muka dengan kasubag humas dan Asisten Ahmad Rubama.

Di sini walikota menjelaskan kedatangan mahasiswa IIKom ke Kasongan ini dalam rangka untuk mengetahui secara konkrit bagaimana tugas dan peran kehumasan di pemerintahan dilaksanakan.

Selanjutnya para mahasiswa diajak masuk ruangan humas dan beberapa kantor dinas. Di sini para mahasiswa bisa menggali sistem kehumasan yang telah diterapkan dalam pemerintahan.

Walikota yang juga Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Palangka Raya ini menjelaskan mahasiswa IIKom sudah mendapatkan mata kuliah dasar public realtion atau kehumasan dan manajamen kehumasan, namun secara praktek baru didapat.

Maka dari itu untuk membekali mahasiswa bidang kehumasan secara teori maupun praktik, maka diperlukan kunjungan lapangan dengan melakukan dialog dan sharing dengan insan humas.

Diakui, peran humas ini sangat penting, karena fungsinya sebagai corong informasi pemerintah kepada masyarakat. Walikota juga mengibaratkan fungsi ilmu komunikasi ini ibarat seorang dokter.

Bila salah dalam memberikan informasi akan fatal. Begitu pula bila seorang dokter salah memberikan resep juga fatal bagi pasien. Maka dari itu perlu adanya skill dalam penyampaian informasi ke publik.

Diketahui, Prodi Ilmu Komunikasi di UMP baru dua tahun berjalan, namun para mahasiswanya sudah cukup banyak. Bahkan UMP menargetkan tahun ajaran 2017-2018 akan membuka prodi serupa di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Kasongan. (MC. Isen Mulang/engga)

ASN Pemko Palangka Raya Rutin Ikuti Bimbingan Rohani

MEDIA CENTER, Program Pelayanan Pembinaan Mental dan Rohani bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya rutin diselenggarakan baik yang beragama Islam, Kristen Protestan maupun Katolik yang dilaksanakan 1 (satu) kali setiap bulan.

Bimbingan Mental dan Rohani (Bintalroh) bagi ASN dan PTT yang dilaksankan pada hari 
Jumat (16/06/2017) diruang Peteng Karuhei II Kantor Walikota Palangka Raya kali ini dilaksanakan Bintalroh Kristen dan Katolik.

Bintalroh dihadiri oleh Pejabat Eselon II, III, IV, dan ASN serta PTT di Lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya yang beragama Kristen dan Katolik.

Dalam pelaksanaan Bintalroh, dilayani oleh Pendeta, Pastur, dan Gembala Sidang, serta petugas/koordinator kegiatan dari SKPD secara bergantian, untuk saat ini dikoordinir oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya.

Walikota Palangka Raya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Trecy Anden mengharapkan agar kegiatan Bimroh ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam upaya 
pendewasaan karakter bagi setiap ASN dan PTT

Selanjutnya diharapkan dapat menjadi pribadi yang dewasa secara mental dan rohani karena hal tersebut sangat 
penting dalam bersikap dan berperilaku dalam bekerja, pekerjaan yang dilaksanakan dengan baik tentu akan berbuah baik pula.

Acara Bintalroh ini diisi dengan ibadah menyanyikan 
puji-pujian bagi kemuliaan nama Tuhan dan diselingi dengan paduan suara 
dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya.

Pelayanan Firman Tuhan disampaikan oleh Pendeta Elnathan, S.Th. Dalam 
khotbahnya yang terdapat dalam Alkitab Perjanjian Baru injil Yohanes 15 : 1-8 dengan perikop/judul “Pokok Anggur yang Benar”

Yang intinya Yesus adalah “Pokok Keselamatan”, apabila kita melekat pada-Nya dengan taat dan setia maka kita
berbuah untuk melakukan pekerjaan dengan baik.

Kita tidak dapat hidup tanpa kehadirat Tuhan, karena Tuhan yang menjamin dan 
memelihara hidup kita. (MC Isen Mulang/MB/engga)

Rapat Lanjutan Bahas Kemah Budaya Nasional Dibagi 4 Kelompok

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Panitia lokal kembali menyelenggarakan rapat lanjutan untuk memantapkan pelaksanaan kegiatan Kemah Budaya Nasional (KBN) yang akan dilaksanakan di Kota Palangka Raya pada 17-23 Juli 2017.

Rapat yang dibuka oleh Walikota Palangka Raya Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio ini awalnya dilaksanakan di ruang Peteng Karuhei II, Kamis (15/6/2017) pukul 09.00 WIB.

Tapi agar lebih fokus, maka wakil walikota membagi acara rapat menjadi empat kelompok. Dimana kelompok satu mengambil tempat di ruang Peteng Karuhei 2, kelompok dua di ruang Peteng Karuhei I, kelompok tiga di ruang Bappeda, dan kelompok empat di ruang kerja sekda.

Adapun tugas kelompok satu khusus membahas sekretariat, acara welcome party, penerima tamu, upacara pembukaan, upacara penutupan, tari kolosal, api unggun, liaison officer, dan konsumsi.

Tugas kelompok 2 membahas sarana, prasarana, perlengkapan, dan transportasi. Tugas kelompok 3 membahas bidang kegiatan-kegiatan, perkemahan, dan kesehatan. Tugas kelompok 4 membahas bidang keamanan, akomodasi, humas, dokumentasi, dan publikasi.

Tujuan dibaginya empat kelompok untuk membahas KBN ini agar lebih fokus. Mofit mengharapkan pada rapat ke-3 setelah Idul Fitri semua bidang sudah bisa mempresentasikan kesiapannya, setelah itu baru dilakukan simulasi.

Diharapkan H-7 semua jadwal kegiatan KBN tidak ada perubahan lagi, sehingga saat pelaksanaannya tidak ada lagi hal-hal yang diperdebatkan lagi. Bahkan sebelum H-7 pengurus Kwarnas juga akan datang lagi ke Palangka Raya untuk mengecek kesiapan panitia lokal.

Sementara itu Sekretaris Kwarda Provinsi Kalimantan Tengah, Bambang Mantikai mengharapkan sebelum acara KBN dimulai setidaknya panitia lokal melakukan sosialisasi kepada warga sekitar di bumi perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kelurahan Sabaru.

Selain itu panitia lokal juga dihimbau untuk memfasilitasi para peserta untuk mendapatkan tempat penginapan di dekat lokasi kemah. Dalam rapat lanjutan ini selain dihadiri seluruh anggota panitia lokal juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan selaku pengarah kegiatan. (MC. Isen Mulang/Engga)

Pemko Palangka Raya Kucurkan Rp11,3 Miliar Untuk Kemah Budaya Nasional

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Keseriusan Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Kemah Budaya Nasional (KBN) tidak diragukan lagi.

Bukti keseriusan ini bisa dilihat dari besarnya alokasi dana yang sudah digelontorkan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk membiayai kegiatan panitia lokal dan memoles fasilitas pendukung di bumi perkemahan Kambariat Tuah Pahoe.

Menurut Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio untuk kegiatan kepanitiaan lokal saja dianggarkan Rp2,5 milair. Dana sebesar ini digunakan untuk kegiatan panitia lokal, konsumsi para peserta dari 34 provinsi dan mancanegara.

Sebab selama mengikuti KBN, kebutuhan konsumsi para peserta Pramuka ditanggung sepenuhnya oleh tuan rumah, termasuk biaya akomodasi saat melakukan napak tilas.

Selain itu pemerintah kota melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman juga mengalokasikan dana sekitar Rp5,6 miliar. Dana sebesar ini digunakan untuk merevitalisasi sejumlah fasilitas di dalam kawasan Bumi Perkemahan Tuah Pahoe.

Dianggarkan pula Rp3,2 miliar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Palangka Raya. Dana ini khusus untuk melakukan revitalisasi di luar kawasan Bumi Perkemahan Tuah Pahoe, misalnya untuk memperbaiki jalan yang rusak dan lainnya.

Selain itu pemerintah provinsi kabarnya juga akan suporting kegiatan KBN, namun apakah dukungan itu dalam bentuk uang atau fasilitas, tapi masih belum diketahui persis.

Diketahui, pada KBN 17-23 Juli 2017 nanti ada sekitar 2.000 orang dari seluruh Indonesia dan mancanegara akan datang ke Kota Palangka Raya. Pelaksanaan KBN ini akan berbarengan dengan HUT Kota Palangka Raya 17 Juli 2017. (MC.Isen Mulang/engga)

Walikota Sumbang Dana untuk Buka Puasa di Rutan Kelas IIA

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ternyata Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia sangat peduli dengan nasib warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIA Palangka Raya.

Bentuk kepedulian walikota ini dengan memberikan bantuan, sehingga terselenggara acara buka puasa bersama sekaligus dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran, Rabu (14/6/2017).

Pemberian bantuan ini disampaikan Kepala Rutan Kelas II A Palangka Raya Tunggul Buwono seusai acara buka puasa bersama. “Semua kegiatan ini memang disokong bapak walikota, sehingga dapat terselenggara dengan baik,” katanya.

Dalam kegiatan ini sejumlah pejabat pemerintah kota hadir. Namun untuk walikota, karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga diwakilkan oleh pejabat dinas sosial. Selain itu juga dihadiri pejabat Kementerian Agama Kota Palangka Raya.

“Kami berharap dengan kegiatan ini kerukunan dan kebersamaan terus terjalin dengan baik,” ungkapnya.

Acara buka puasa ini diikuti ratusan warga binaan baik berstatus nara pidana maupun tahanan. Tunggul menuturkan saat ini warga binaan di Rutan berjumlah 560 orang dengan 40 persen di antaranya didominasi kasus narkotika.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak walikota atas bantuannya, sehingga Buka Puasa bersama di Rutan ini terselenggara dengan baik. Kami berharap, kegiatan ini juga dapat meningkatkan iman dan taqwa warga binaan,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Santuni Anak Yatim

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Palangka Raya mengadakan acara buka puasa bersama, Rabu (14/6/2017).

Acara buka puasa yang diadakan di aula kantor BPPRD di Jalan Yos Sudarso ini setidaknya membawa berkah bagi 10 anak yatim dari Yayasan Budi Mulia.

Di momen Ramadan ini Kepala BPPRD Kota Palangka Raya, Ikhwanudin memberikan santunan berupa uang kepada anak-anak yatim dari Yayasan Budi Mulia tersebut.

Dengan pemberian santuan ini setidaknya para pegawai BPPRD Kota Palangka Raya ingin berbagi kepada sesama, khususnya yang sebentar lagi akan merayakan Idul Fitri.

Apalagi anjuran berbagi rejeki kepada sesama, bagi umat Islam sangat dianjurkan dan bila perlu harus diperbanyak di bulan suci Ramadan, sehingga akan memperbanyak pahala.

Sementara itu sisi lain diadakannya acara buka puasa ini sekaligus dilakukan sosialisasi arti pentingnya membayar pajak tepat waktu untuk menunjang pembangunan bangsa dan daerah.

Dalam sambutannya Kepala BPPRD Kota Palangka Raya, Ikhwanudin dalam acara buka puasa bersama ini juga mengundang para wajib pajak. Mereka diundang karena paling aktif membayar pajak.

Sementara itu dalam tausiahnya ustad Supiani menjelaskan manfaat orang berpuasa hakekatnya untuk menahan nasfu. Dimana saat siang hari bagi yang berpuasa tidak boleh makan dan minum.

Kata ustad Supiani dengan berpuasa orang juga bisa mengendalikan diri. Makna mengendalikan diri ini sangat luas, tidak hanya mengendalikan nafsu makan juga perbuatan. (MC. Isen Mulang/engga)

Perusahaan Wajib Bayar THR Seminggu Sebelum Lebaran

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Palangka Raya, Said Sulaiman mengharapkan kepada seluruh perusahaan untuk membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya paling lambat seminggu sebelum lebaran.

Jika lewat dari ketentuan itu maka perusahaan akan mendapatkan sanksi berupa denda bunga THR. Menurut Said besaran bunga THR 5 persen dari total THR yang dibayarkan kepada karyawan.

Agar perusahaan tertib dan taat membayar THR, maka jauh-jauh hari dinas tenaga kerja sudah mengirimkan surat ke semua perusahaan di wilayah Palangka Raya.

Nantinya setelah Idul Fitri, pejabat dinas tenaga kerja juga akan memantau dengan mendatangi perusahaan guna mengetahui apakah THR tersebut sudah dibayarkan kepada karyawan atau belum.

Diimbau kepada karyawan bila seminggu sebelum lebaran juga belum menerima THR disarankan untuk melaporkan ke dinas tenaga kerja supaya bisa ditindaklanjuti.

Di sisi lain Said menjelaskan maksud pemberian THR ini guna membantu keuangan karyawan yang akan merayakan hari raya. Bisa juga uangnya untuk mudik ke kampung halaman.

Apalagi mudik kampung saat lebaran ini sudah menjadi tradisi di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Diketahui sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Palangka Raya ini sebagian karyawannya berasal dari luar daerah.

Sudah barang tentu setiap Idul Fitri mereka akan mudik dan pasti akan butuh biaya transportasi cukup banyak. Oleh karena itu dengan adanya THR itu maka dinilai bisa meringankan beban bagi karyawannya yang akan merayakan lebaran. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Masih Kekurangan 15 Orang Dokter

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini Kota Palangka Raya masih kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter umum dan spesialis. Jika dihitung totalnya masih kekurangan 15-an dokter lagi.

Masih kurangnya tenaga dokter ini menurut Walikota Palangka Raya HM Riban Satia bukan karena lulusan fakultas kedokteran tidak ada, namun lebih pada lokasi penempatan yang dianggap terpencil, sehingga menyebabkan kebutuhan tenaga dokter selalu kosong.

“Kalau kita menerima dari luar, sedangkan orang luar tidak mau tugas di sini. Contoh saja kita sudah punya dokter malah mau minta pindah ke provinsi, padahal dia juga sudah tugas di wilayah ibukota provinsi,” tutur walikota, Selasa (13/6/2017).

Saat ini pemerintah kota sedang mencari formula untuk memenuhi kekurangan tenaga dokter. Salah satunya dengan mengadakan program beasiswa untuk jurusan kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, dan apoteker.

Formula ini sudah dilaksanakan dengan mengikutsertakan program beasiswa kedokteran di Universitas Palangka Raya dan yang baru akan dimulai lagi kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diharapkan para lulusan kedokteran baik itu dari Universitas Palangka Raya maupun dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini nantinya bisa kembali mengabdi ke Kota Cantik Palangka Raya.

Dengan demikian kasus kekurangan tenaga dokter maupun tenaga kesehatan lainnya tidak akan ada lagi, meski pun kebutuhan akan tenaga medis selalu bertambah seiring perkembangan zaman dan jumlah masyarakat yang dilayani.

Apalagi menurut walikota saat ini dengan adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan, sesuai aturan setiap puskesmas wajib ada dua dokter spesialis dan dokter umum. Namun untuk saat ini ketentuan ini belum bisa dipenuhi oleh daerah. (MC. Isen Mulang/engga)