Palangka Raya Masih Kekurangan 15 Orang Dokter

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini Kota Palangka Raya masih kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter umum dan spesialis. Jika dihitung totalnya masih kekurangan 15-an dokter lagi.

Masih kurangnya tenaga dokter ini menurut Walikota Palangka Raya HM Riban Satia bukan karena lulusan fakultas kedokteran tidak ada, namun lebih pada lokasi penempatan yang dianggap terpencil, sehingga menyebabkan kebutuhan tenaga dokter selalu kosong.

“Kalau kita menerima dari luar, sedangkan orang luar tidak mau tugas di sini. Contoh saja kita sudah punya dokter malah mau minta pindah ke provinsi, padahal dia juga sudah tugas di wilayah ibukota provinsi,” tutur walikota, Selasa (13/6/2017).

Saat ini pemerintah kota sedang mencari formula untuk memenuhi kekurangan tenaga dokter. Salah satunya dengan mengadakan program beasiswa untuk jurusan kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, dan apoteker.

Formula ini sudah dilaksanakan dengan mengikutsertakan program beasiswa kedokteran di Universitas Palangka Raya dan yang baru akan dimulai lagi kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diharapkan para lulusan kedokteran baik itu dari Universitas Palangka Raya maupun dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini nantinya bisa kembali mengabdi ke Kota Cantik Palangka Raya.

Dengan demikian kasus kekurangan tenaga dokter maupun tenaga kesehatan lainnya tidak akan ada lagi, meski pun kebutuhan akan tenaga medis selalu bertambah seiring perkembangan zaman dan jumlah masyarakat yang dilayani.

Apalagi menurut walikota saat ini dengan adanya kerja sama dengan BPJS Kesehatan, sesuai aturan setiap puskesmas wajib ada dua dokter spesialis dan dokter umum. Namun untuk saat ini ketentuan ini belum bisa dipenuhi oleh daerah. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan