Walikota Sampaikan LKPj APBD 2016 ke DPRD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2016 melalui sidang paripurna DPRD, Senin (12/6/2017).

Bagi walikota, penyampaian LKPj APBD 2016 sangat istimewa karena laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) mendapat penilaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Capaian ini merupakan prestasi yang berhasil diraih oleh pemerintah kota untuk pertama kalinya. Prestasi WTP ini merupakan puncak dari upaya pemerintah kota dalam mempersiapkan LKPD untuk mencapai opini WTP yang dimulai dari beberapa tahun terakhir.

“Capaian ini merupakan hasil yang sangat baik dan saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh SKPD dan tentunya dukungan dari DPRD,” sebutnya.

Walikota berharap prestasi WTP ini tidak membuat jajarannya tenggelam dalam kebahagiaan yang berlebihan, tapi justru menjadi cambuk untuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangan setiap tahun dan terus meningkatkan reputasi serta kinerja pengelolaan keuangan daerah.

Dengan status laporan keuangan yang baik ini walikota berharap tradisi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah akan terus semakin dijaga. Sebab APBD merupakan instrumen kebijakan pembangunan yang sangat penting.

Untuk itu reputasi dan kredibilitas harus dijaga dan yang penting pelaksanaan APBD benar-benar bisa dinikmati masyarakat dalam mencapai tujuan bernegara.

Adapun LKPD yang sudah diterapkan Pemerintah Kota Palangka Raya sesuai Permendagri Nomor 64 Tahun 2013 adalah laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo, neraca keuangan, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

Dalam laporannya realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tahun anggaran 2016 sebesar Rp119,9 miliar dan pendapatan transfer Rp955,3 miliar.

Sementara itu belanja daerah ditarget Rp1.210,8 miliar, namun terrealisasi Rp1.183.6 miliar. Realisasi pembiayaan Rp91.462 miliar dari target Rp91.346 miliar. (MC. Isen Mulang/engga)

Empat Sanggar Seni Tampil Perdana di Gedung Teater Terbuka

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Peresmian Gedung Teater Terbuka milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang terletak di Jalan Temanggung Tilung XIII, Kota Palangka Raya ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi empat sanggar seni.

Istimewanya karena ke-4 sanggar tersebut bisa tampil perdana di gedung teater super megah dan mahal ini seusai diresmikan oleh Pejabat Sekretaris Daerah Kalteng, Syahrin Daulay mewakili gubernur, Sabtu (10/6/2017) sore.

Ke-4 sanggar itu adalah Sanggar Tanjung Nyaho, Sanggar Darung Tingang, Sanggar Nansarunai dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Pajawan Tingang Production, dan group seni tari dari SMP Muhammadiyah.

Giliran pertama adalah Sanggar Tanjung Nyaho yang menampilkan tarian Bintap Talawang Bapenyang Menteng. Tari garapan baru ini menggambarkan fungsi talawang dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Selain digambarkan pula fungsi talawang sebagai perisai yang memiliki kekuatan untuk menangkis bahaya, ancaman, atau serangan yang tidak terduga dalam kehidupan masyarakat suku Dayak.

Selanjutnya giliran kedua adalah tarian yang ditampilkan para pelajar
SMP Muhammadiyah. Para pelajar ini menampilkan tari ‘Kahanjak Atei’. Tari ini menggambarkan suka cita antar kelompok masyarakat Dayak dalam kerja sama dan bahu membahu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Dalam menari, para pelajar ini mengenakan kelengkapan pakaian yang digunakan berupa selendang yang sudah berkolaborasi dengan perkembangan zaman, tapi tidak meninggalkan khasnya sebagai masyarakat suku Dayak.

Dipertunjukan ke-3 diperlihatkan adegan drama yang dibawakan dari Sanggar Pajawan Tingang Production. Drama ini menampilkan judul KHUP (Kasih Uang Habis Perkara). Drama karya Arthur S Nalan ini menceritakan tentang budaya korupsi yang telah menjadi ideologi.

Saat kelompok teater ini sedang memparadekan perilaku korupsi di negeri ini, tiba-tiba di tengah pertunjukan drama dibredel karena dianggap berbahaya.

Terakhir, giliran Sanggar Nansarunai menampilkan tari Ragam Gerak Ngatengkang Galang. Tari ini memperlihatkan kepiawaian dalam memainkan dan membunyikan gelang.

Perpaduan ini menciptakan keserasian yang terkolaborasi dengan musik tradisional khas Dayak. Tarian ini diangkat dari filosofi dan gerak dalam suku Dayak Ma’anyan dan Lawangan Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Barito Timur. (MC. Isen Mulang/engga)

Teater Seni Megah dan Gratis ada di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini warga Kota Palangka Raya, khususnya Provinsi Kalimantan Tengah sudah memiliki Gedung Teater Terbuka super megah.

Gedung teater ini terletak di Jalan Temanggung Tilung XIII, Palangka Raya. Gedung teater baru diresmikan Pejabat Sekda Kalteng, Syahrin Daulay mewakili gubernur, Sabtu (10/6/2017) sore.

Di lahan seluas 6 hektare ini dibangun gedung untuk pertunjukan seni dan gedung pameran seni. Gedung pertunjukan dibangun dengan biaya Rp7 miliar.

Sedangkan pameran seni menghabiskan dana Rp6 miliar. “Semua anggaran pembangunan itu berasal dari APBN, kecuali untuk pengurukan lahan dan pembangunan kantor,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalimantan Tengah, Guntur Talajan didampingi Kepala UPT Gedung Teater Terbuka, Wilbertus Wilson.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaat gedung teater ini dipersilahkan mendaftar ke pengurus UPT. Apalagi pemanfaatan gedung milik publik ini masih digratiskan.

Sebab pihak pengelola UPT belum ada payung hukum untuk memungut biayanya, karena keberadaan gedung teater ini belum menjadi bagian dari sumber pendapatan untuk dinas pariwisata.

“Kecuali sudah menjadi salah satu sumber pendapatan dan ada perdanya, maka kami berani memungut, tapi untuk saat ini masih kita gratiskan,” timpal Wilson.

Atas nama masyarakat, pelaku seni, dan pemerintah pusat, Guntur sangat bersyukur karena gedung teater ini sudah bisa dimanfaatkan untuk memajukan seni daerah.

Guntur menyebut fasilitas gedung teater ini sangat representatif dan strategis, karena lokasinya berada di tengah kota, sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku seni, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat.

Adapun lahan di lokasi gedung teater ini masih ada 6 hektera, sehingg masih banyak lagi yang harus dibangun. Sebab menurut Wilson paling tidak dibangun sekitar 30-an gedung teater dengan berbagai kategori, termasuk gedung gedung olah seni, studio seni, dan religi keagamaan belum ada. (MC. Isen Mulang/engga)

Pembagian Santunan Kepada Anak Yatim Piatu

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar DPRD, Jumat (9/6/2017).

Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Palangka Raya, Baihaqi, waka polres, Dandim, ketua KPU beserta tiga komisionernya dan beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Semua anggota dewan yang non muslim pun juga hadir. Seperti tahun lalu, acara buka puasa bersama ini juga mengundang anak yatim piatu dari berbagai yayasan.

Dalam sambutannya walikota berpesan kepada umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa agar memperbanyak amalan selama Ramadan ini sehingga pahala yang akan didapat berlipat ganda.

“Mudah-mudahan amal ibadah puasa yang kita jalankan mendapat pahala yang besar sesuai janji Allah yang akan menempatkan umatnya di surga bagi yang beriman dan bertaqwa,” tutur walikota.

Sementara itu dalam tausiahnya Ustad Normuslim Zarkasih, M.Ag mengatakan makna puasa bagi umat Islam itu ada tiga. Yakni melatih orang untuk bersikap jujur, disiplin, dan amanah.

Khusus bagi pejabat, kata Ustad Normuslim tiga makna puasa itu merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat, karena jabatan yang telah dipercayakan kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam ceramahnya Ustad Normuslim juga menceritakan sejarah adanya puasa. Di antaranya diceritakan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa syariat Islam hanya sempat menjalani sembilan kali puasa Ramadan sepanjang hidupnya.

Sebab perintah menjalankan ibadah puasa itu beberapa tahun kemudian setelah Nabi Muhammad menerima wahyu sebagai pembawa syariat Islam.

Sedangkan umat Islam setelah Nabi Muhammad bisa menjalani puasa berpuluh-puluh kali. Tentunya dengan makin banyaknya kesempatan menjalani ibadah puasa ini bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah kepada Allah SWT.

Sementara itu seusai salat magrib berjamaah dan dilanjutkan makan bersama, acara selanjutnya dilanjutkan dengan pembagian santunan kepada anak yatim piatu yang diberikan secara simbolis oleh Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto. (MC. Isen Mulang/Engga)

Gubernur Mengharapkan Presiden Hadiri Kemah Budaya Nasional di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palanga Raya, Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio beserta jajaranya melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, Kamis (8/6/2017).

Audiensi yang diselenggarakan di Istana Isen Mulang rumah jabatan gubernur di kawasan Bundaran Besar ini dalam rangka menyampaikan rencana kegiatan Kemah Budaya Nasional (KBN) yang akan dilaksanakan pada 17-23 Juli 2017.

Ikut hadir Kwarda Kalteng Sipet Hermanto, Pembina Kwarda Kalteng Nahson Taway, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalteng, Guntur Talajan, dan beberapa pengurus Kwarcap Palangka Raya.

Dalam laporannya walikota mengatakan hingga saat ini progres kesiapan tuan rumah sudah mencapai 30 persen. Diharapkan pemerintah provinsi bisa membantu penyiapan infrastruktur jalan dalam kondisi baik di lokasi KBN di Kambariat Tuah Pahoe.

Sementara itu gubernur menyambut baik Kota Cantik Palangka Raya dipercaya sebagai tuan rumah KBN 2017. Bahkan Sugianto mengharapkan para tamu yang datang dari 34 provinsi dan mancanegara nanti jangan sampai dibuat kecewa.

Untuk itu gubernur meminta kepada jajaran pemerintah kota dan provinsi bahu membahu menyediakan fasilitas yang bagus bagi peserta KBN. Selain itu gubernur juga mengintruksikan agar lokasi yang akan dikunjungi peserta KBN agak dipercantik.

Misalnya lokasi objek wisata susur sungai di Flamboyan Bawah harus dipercantik. Begitu pula dengan kondisi perahu susur sungainya harus dicat, sehingga kelihatan bagus dan rapi.

Selain itu gubernur juga mengharapkan kondisi kantor dinas yang catnya sudah kusam harus dicat. Dalam arahannya Sugianto juga mengimbau kepada panitia lokal, termasuk masyarakat Palangka Raya untuk bisa menunjukan sikap yang ramah kepada peserta KBN.

Sebab momen KBN ini menurutnya merupakan kesempatan untuk memperlihatkan jika selama ini warga Kalteng, khususnya Palangka Raya sangat nasionalis, ramah, dan rukun meski warganya berbeda-beda suku dan agama.

Gubernur ingin memperlihatkan Provinsi Kalimantan Tengah yang dijuluki Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila benar-benar dirasakan peserta KBN, sehingga setelah mereka pulang nanti ada keinginan untuk berkunjung kembali ke Kota Palangka Raya.

Dalam pertemuan ini gubernur juga meminta panitia lokal untuk membuat surat kepada panitia pusat agar bisa memohon Presiden Joko Widodo bisa membuka acara KBN pada 17 Juli 2017.

Kehadiran Jokowi sangat diharapkan karena peserta KBN yang akan datang nanti diperkirakan mencapai 1.800 dari 34 provinsi dan 9 nagara Asean. (MC. Isen Mulang/engga)

Pansus I DPRD Tanah Bumbu Belajar Retribusi Telekomunikasi ke Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – 12 Anggota Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan melakukan studi banding ke Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya, Kamis (8/6/2017).

Kehadiran Ketua Pansus I DPRD Tanah Bumbu, Hasanudin beserta 11 anggota ini diterima Kabid Elektronik dan Goverment pada Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya, Mistam Yulinto dan dua stafnya.

Agenda studi banding ini dalam rangka DPRD Tanah Bumbu yang akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengawasan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Seluler.

Sebab Perda yang ada saat ini sudah tidak sesuai dengan kondisi perkembangan teknologi telekomunikasi yang makin pesat. Target revisi Perda selain untuk mengatur keberadaan menara telekomunikasi juga untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari pajak menara seluler.

Sebab menurut Hasanudin di wilayah Tanah Bumbu banyak sekali berdiri menara seluler, namun saat ini tarif yang diberlakukan masih kecil, sehingga dianggap kurang menguntungkan bagi daerah.

Diakui Hasanudin keberadaan tower telekomunikasi merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari lagi, apalagi Tanah Bumbu merupakan kabupaten yang sangat maju disektor jasa dan industri.

Sehingga kebutuhan akan telekomunikasi sangat dibutuhkan para investor guna menunjang usahanya. Hasanudin melihat keberadaan menara seluler antara di Tanah Bumbu dan Palangka Raya ada perbedaan.

Jika di Tanah Bumbu, tower telekomunikasi yang dibangun oleh provider sangat tinggi-tinggi dan jaraknya antara satu dengan yang lainnya sangat jauh.

Sedangkan kalau di Palangka Raya lokasi pendirian tower jaraknya dekat-dekat. Ada pula yang memanfaatkan atap ruko untuk menaruh perangkat menara seluler, sehingga dianggap menguntungkan bagi masyarakat signal kuat dan pemerintah untung dari segi pajak.

Sementara itu dalam penjelasannya Mistam Yulianto mengatakan pendirian menara telekomunikasi di Palangka Raya tidak asal berdiri. Tapi sudah ditentukan dalam zonasi dan dalam satu zona jumlah menara yang dibangun juga dibatasi.

Jika ada provider yang hendak mendirikan di zona yang sudah ditentukan, namun jumlah menara yang berdiri sudah cukup, maka disarankan untuk bergabung dengan menara yang sudah berdiri tersebut.

Dalam pertemuan ini Pansus I DPRD Tanah Bumbu juga diberikan pencerahan mengenai tarif pajak tower telekomuniasi yang diberlakukan di Palangka Raya.

Saat ini Dinas Kominfo Palangka Raya menerapkan tarif tunggal untuk pajak tower. Alasannya potensi pajak yang dihasilkan bisa lebih besar ketimbang menerapkan sistem variabel. (MC. Isen Mulang/engga)

Pansus II DPRD Tanah Bumbu Belajar Pajak Parkir ke Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sembilan Anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan yang tergabung dalam panitia khusus (Pansus) II melakukan studi banding ke Pemerintah Kota Palangka Raya, Kamis (8/6/2017).

Agenda Pansus II ini dalam rangka studi banding soal pengelolaan perparkiran di Kota Cantik Palangka Raya. Hasil kajian ini diharapkan bisa dijadikan referensi DPRD Tanah Bumbu untuk merevisi Peraturan Daerah tentang Perparkiran.

Kehadiran rombongan Pansus II DPRD Tanah Bumbu yang diketuai HM Aini ini disambut oleh Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio beserta jajarannya di ruang Peteng Karuhei I.

Dalam sambutannya HM Aini mengatakan saat ini Tim Pansus Pajak Parkir DPRD Tanah Bumbu sedang memperbanyak kajian guna menambah referensi aturan yang akan diterapkan dalam pembuatan Perda Parkir.

Mengingat Pansus II DPRD Tanah Bumbu sedang mengkaji aturan parkir khusus di tepi jalan. Saat ini Pemkab Tanah Bumbu agak kesulitan untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dari sektor perparkiran.

HM Aini menjelaskan Tim Pansus II DPRD Tanah Bumbu punya wacana bagaimana jika proses pemungutan pajak parkir ini nantinya dilakukan kepada setiap pengendara yang akan memperpanjang masa berlaku STKN di kantor Samsat, sehingga potensi PAD parkir bisa meningkat.

Sementara itu Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio dalam sambutannya mengakui sulitnya mengelola pajak parkir hampir dialami semua daerah di Indonesia. “Mau tidak kita urusi, masalah parkir ini harus diurus,” tuturnya.

Setahu Mofit yang bikin susah menangani masalah parkir ini jika menghadapi orang yang sebenarnya paham soal aturan parkir, namun seolah-olah tidak mengerti, sehingga menyulitkan petugas untuk memungutnya.

Di sisi lain Mofit menyadari makin peliknya mengurusi masalah parkir ada dampak positifnya bagi daerah. Apa itu? ternyata problem perparkiran ini menurut Mofit sebagai tanda jika suatu daerah itu akan menjadi kota besar.

Mofit menambahkan saat ini masalah parkir menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab saat ini selain potensi pajak parkir yang bisa digenjot juga sektor pariwisata dan jasa, sedangkan kalau mengandalkan sektor sumber daya alam (SDA) akan habis. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemko Palangka Raya Selenggarakan Rapat Kerja Bulanan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, H.M Riban Satia memimpin Rapat Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dijajaran Pemerintah Kota Palangka Raya di ruang rapat BAPPEDA, kamis (8/6/2017).

Raker ini dilaksanakan setiap bulan, yang dihadiri semua Kepala SKPD, Pejabat Eselon III dan IV dan yang menjadi leading sektor raker ini adalah BAPPEDA Kota Palangka Raya.

Dalam paparannya Kepala BAPPEDA Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, menjelaskan antara lain bahwa sesuai siklus APBD (bulan Juni dan Juli) Pemerintah Kota Palangka Raya akan menyusun KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2018 dan bagi SKPD yang sudah ada Pagu Anggaran pada perubahan APBD 2017 segera menyusun rencana kerja anggaran (RKA).

Walikota Palangka Raya dalam arahannya kepada semua SKPD agar penyerapan anggaran harus mengacu sesuai target yaitu untuk Triwulan I sebesar 30%, Triwulan II 50%, Triwulan III 80% dan Triwulan IV 100%.

Selanjutnya kepada Kepala SKPD agar menjadi motivator yaitu dapat memberikan motivasi kepada teman-teman disekililing unit kerja masing-masing dan mengharapkan melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Palangka Raya memprogramkan untuk mengundang motivator dari pusat guna memberikan motivasi kepada seluruh SKPD yang bersifat nilai akademis dan non akademis juga sifat masalah mental dan finansial.

Pada kesempatan raker itu Walikota meminta kepada Inspektur Kota Palangka Raya Alman Pakpahan untuk menyampaikan rencana aksi yang akan ditindak lanjuti oleh SKPD yakni Atribusi Aset,
Aset yang Tidak Diketahui Keberadaannya (TDK), Validasi PPB, SAKIP/LKIP.

Untuk diketahui Pemerintah Kota Palangka Raya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Kalteng atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Palangka Raya Tahun 2016. (MC. Isen Mulang/engga)

BPBD, Camat, dan Lurah Diinstruksikan Backup Posko Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat dan lurah untuk mem-backup posko satuan tugas (Satgas) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhula).

Pesan ini disampaikan saat menghadiri acara pembukaan latihan posko 1 penanggulangan Karhutla di Korem 102 Panju Panjung, Rabu (7/6/2017) pukul 08.00 WIB.

“Saya instruksikan organik yang menanggulangi kebakaran hutan dan lahan harus supporting dengan pemadam kebakaran. Camat dan lurah di seluruh Kota Palangka Raya juga diinstruksikan untuk membackup posko satgas dengan cara kesiapsiagaan tim serbu api kelurahan (TSAK)” katanya.

Sementara itu Danrem 102 Panju Panjung Kolonel Arm M Naudi Nurdika ditunjuk oleh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran sebagai komandan satuan tugas (Dansatgas) penanggulangan Karhutla. Korem juga sudah melakukan kesiapan dengan matang sejak jauh hari.

“Saya melihat secara langsung hari ini Korem sangat siap. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, komunikasi di setiap posko harus tertata dengan rapi,” ungkapnya.

Intinya bagaimana informasi itu bisa berjalan dengan cepat dan baik, sehingga penanggulangan itu bisa dilakukan dan diatasi.

Mofit berharap Karhutla di Palangka Raya tidak terjadi. Oleh sebab itu untuk mewujudkan harapan ini bukan hanya posko satgas di Kodim 1016 Palangka Raya yang bekerja keras, tapi juga seluruh lapisan masyarakat.

“Masyarakat juga harus memahami ini. Dalam arti tidak melakukan kegiatan yang bisa menimbulkan kebakaran. Apalagi di musim yang kritis yakni musim kemarau,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Panitia Lokal Siap Laksanakan Kemah Budaya Nasional

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio memimpin rapat panitia lokal kegiatan kemah budaya nasional (KBN), Rabu (7/6/2017).

Rapat yang dilaksanakan di ruang Peteng Keruhei II ini dihadiri semua pantia lokal dari semua satuan organisasi perangkat daerah (SOPD), TNI, dan Polri. Ikut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan selaku pengarah.

Rapat kali ini panitia lokal baru dibagikan Keputusan Walikota sebagai dasar pelaksanaan KBN. Dalam keputusan tersebut KBN akan melaksanakan 17 jenis kegiatan.

Kegiatan tersebut antara lain ibadah keagamaan, olahraga dan senam pramuka, bakti sosial dan penghijauan.

Selanjutnya ada permainan tradisional balogo, bagasing, maloto, bagonjen/enggrang. Dan ada juga festival masakan tradisional, cerita sejarah pahlawan daerah, pameran budaya, temu tokoh dan karnaval budaya/pentas seni.

Tak lupa juga kegiatan pramuka lainnya yakni api unggun, bazar pramuka, budaya pembuatan wadi, seni kriya dan pengerahan masa.

Kegiatan karnaval budaya yang diikuti 34 provinsi, 13 kabupaten, dan satu kota di Kalteng dengan rute karnaval mulai dari Lapangan Sanaman Mantikai ke Istana Isen Mulang atau rumah jabatan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah.

Ada pula kegiatan napak tilas di Bukit Batu, Batu Banama, dan makam Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. Peserta KBN juga akan melakukan penjelajahan budaya ke Rumah Betang, Galeri Tjilik Riwut, Monumen Soekarno, Museum Balanga, Perkampungan Nelayan Air Hitam Kereng Bangkirai, dan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Upacara pembukaan KBN tanggal 17 Juli 2017 bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kota Palangka Raya, sehingga upacara HUT Kota Palangka Raya dipusatkan di bumi perkemahan Kambariat Tuah Pahoe di Kelurahan Sabaru dengan mengambil tema “Harmoni Dalam Kebhinekaan di Bumi Tambun Bungai”

Semua agenda kegiatan setiap bidang dinyatakan siap, namun khusus persiapan infrastruktur yang disampaikan dari dinas perumahan rakyat dan permukiman masih 30 persen.

Sesuai rencana, peserta KBN sudah datang ke Palangka Raya 16 Juli 2017. Keesokannya dilakukan upacara pembukaan dan sebagai inspektur upacara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy (MC. Isen Mulang/engga)