Walikota Palangka Raya Beri Tanggapan Tiga Raperda Inisiatif Legislatif

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bila sebelumnya rapat paripurna penyampaian pidato pengantar Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto tentang tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif DPRD kota. Kini DPRD Kota Palangka Raya menggelar rapat paripurna ke 6 masa sidang III dalam agenda pendapat walikota Palangka Raya terhadap pidato pengantar terhadap tiga Raperda inisiatif DPRD tersebut, Selasa (16/10/2018), di ruang sidang paripurna DPRD Palangka Raya.

Dalam tanggapannya, Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin mengungkapkan bahwa pihaknya di lingkungan pemerintah kota (Pemko) memiliki beberapa pertanyaan dan masukan bagi ketiga raperda inisiatif yang telah disampaikan sebelumnya.

Untuk Raperda tentang pembentukan produk hukum daerah, kami berharap agar DPRD bisa menjelaskan bagaimana mekanisme dalam pembentukan produk hukum, serta mempertegas dan memperjelas tahap demi tahap  dalam ketentuan perencanaan perda yang dimaksud,” bebernya.

Sedangkan untuk Raperda tentang penyelenggaraan pendidikan lanjut Fairid, setidaknya ada tiga poin yang disoroti pihaknya. Yang pertama, sesuai amanat undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, maka pihak DPRD perlu menjelaskan bagaimana sistem dan fungsi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, sebagaimana amanat undang-undang.

Selain itu, bagaimana pengawasan bagi sistem pendidikan yang dikelola oleh pihak swasta, yang menyalahgunakan bantuan yang disalurkan oleh pemerintah. Dan juga bagaimana cara mengimplementasikan kurikulum pendidikan dalam rangka jaminan mutu pendidikan yang berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi yang telah ditetapkan oleh badan standar nasional pendidikan.

Sedangkan untuk Raperda penataan ternak komersil, pihaknya kata Fairid menyadari, jika di Palangka Raya masih banyak terdapat usaha peternakan yang dilakukan oleh pihak perseorangan yang dijalankan di area pemukiman masyarakat. 

“Namun demikian, bagaimana pengawasan pihak DPRD terhadap fenomena itu. Lalu, bagaimana penanganan limbahnya nanti,” tanya Fairid.

Dia pun menyatakan jika pemko sendiri secara umum menyetujui tiga raperda inisiatif DPRD tersebut, namun dengan catatan agar dikoordinasikan serta diharmonisasikan maupun disinkronisasi pemantapan konsepsi. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Membakar Lahan Akan Menambah Masalah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Kota Palangka Raya, Ikhwansyah mengatakan, asap tipis yang mulai melanda “Kota Cantik” Palangka Raya, tentu akan membawa pengaruh bagi sendi kehidupan masyarakat.

Karena itu ia pun berharap agar warga Palangka Raya dapat disiplin, terutama tidak membakar lahan dalam kondisi saat ini.

“Membakar lahan disaat kota ini sudah mengalami polusi udara, maka sama artinya akan menambah masalah,” tuturnya, Selasa (2/10/2018).

Tidak membakar lahan dimusim kemarau saat ini lanjut Ikhwansyah, berlaku pada semua aktivitas yang bisa mempengaruhi kondisi udara. Yakni tidak membakar lahan meskipun sekadar di pekarangan rumah kita masing-masing seperti membakar sampah.

“Bayangkan saja meskipun sampah yang dibakar sedikit, tapi jika setiap lingkungan membakar tentu akan menambah masalah asap juga di kota kita ini,” tandasnya.

Kata Ikhwansyah, kondisi udara yang tercemar akibat kabut asap bukan hanya akan berkaitan langsung dengan kesehatan, tetapi juga sektor lainnya.

Seperti berpengaruh pada dunia pendidikan, dimana aktivitas peserta didik akan terhambat. Begitupula dari sudut pandang ekonomi, penerbangan akan terhambat.

“Ya, dari sudut pandang perdagangan, maka akan terjadi keterlambatan pasokan bahan pokok, terutama yang didatangkan dari luar kota Palangka Raya. Hal ini juga akan mengganggu sendi perekonomian,” tambahnya.

Sebab itulah imbuh Ikhwansyah, dirinya mengimbau agar segenap elemen masyarakat Kota bisa menjaga lingkungan masing-masing, terutama jangan melakukan aktivitas membakar lahan maupun sampah di pekarangan.

Sebelumnya Kabid Penanggulangan Bencana pada Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Koffeno Nahan mengatakan, kabut asap yang terasa pekat, bisa jadi merupakan kiriman dari daerah lain.

Akan tetapi di Palangka Raya itu sendiri masih ada dua titik area lahan yang masih dilakukan pemadaman, karena masih mengeluarkan asap. Seperti di area lahan Kalampangan dan area lahan komplek Universitas Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Ingin Rumah Sakit Palangka Raya Miliki Keunggulan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Salah satu komitmen kuat pemerintah Kota Palangka Raya adalah ingin  memiliki rumah sakit dengan berbagai pelayanan berkualitas dan mampu bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu diungkapkan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia saat ditanya terkait perkembangan pembangunan Rumah Sakit Palangka Raya saat ini, Minggu (16/9/2018).

Riban berharap, rumah sakit milik Pemko Palangka Raya yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, diharapkan kedepan memiliki semangat serta konsep dalam hal meningkatkan kinerja dan pelayanan prima kepada masyarakat. 

“Bila  rumah sakit Palangka Raya telah selesai dibangun, maka manajemennya sudah memiliki konsep dan perencanaan yang kuat, seperti  harus ada keunggulan tersendiri,” cetusnya.

Kata Riban, jangan heran bila saat ini banyak sekali terdengar ada warga yang memilih rumah sakit yang memiliki keunggulan tersendiri, sebut saja hingga rumah sakit di negara Singapura. Hal itu bukanlah tanpa sebab, karena masyarakat memiliki pertimbangan, utamanya dengan melihat sisi manajemen serta  keunggulan.

“Tidak salahnya kita bisa berkhayal memiliki rumah sakit seperti yang ada di Singapura. Dalam arti, inginnya rumah sakit Palangka Raya memiliki keunggulan secara medis pada penyembuhan penyakit dalam,” tandasnya.

Menurut Riban, perkembangan pengelolaan rumah sakit, baik dari aspek manajemen maupun operasional sangat dipengaruhi oleh berbagai tuntutan atas potensi-potensi yang muncul dari keinginan masyarakat, yaitu antara lain bahwa rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, sehingga berujung pada tingkat kepuasan masyarakat.

“Saya katakan, buat apa kita memiliki rumah sakit dengan bangunan yang mewah, tapi tanpa didukung prasarana serta SDM didalamnya yang kurang berkualitas. Maka itu kita harus berbeda dan saya yakin hal itu bisa dilakukan,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Palangka Raya Gelar Doa Bersama Bagi Masyarakat NTB

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama jajaran pimpinan daerah serta tokoh agama, tokoh adat, mahasiswa dan ribuan masyarakat, menggelar doa bersama lintas agama, sekaligus  penyalaan lilin, Senin (6/8/2010) malam, di Bundaran Besar Palangka Raya.

Kegiatan itu digelar sebagai bentuk nyata keprihatinan dan bela sungkawa masyarakat dan pemerintah Palangka Raya kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilanda gempa berkekuatan 7 skala richter. 

Hadir dalam doa bersama dan penyalaan lilin  itu Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar, anggota DPRD Kota Sugianor dan perwakilan dari TNI, ASN dan lainnya.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mendoakan dan memberikan kekuatan bagi masyarakat saudara kita di NTB,” ucap Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, usai kegiatan tersebut.

Kata Mofit melalui kegiatan ini, setidaknya memiliki nilai sugesti untuk mendorong masyarakat NTB, terus memiliki semangat dan tabah dalam menghadapi musibah tersebut. 

“Jujur saya takjub dengan kegiatan ini, karena dihadiri ribuan masyarakat. Saya yakin ini bisa menjadi penyemangat dan memotivasi saudara kita di NTB,” katanya.

Dalam kesempatan itu Mofit juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa saling membantu memberikan sumbangsih  menghimpun dana untuk membantu masyarakat NTB

“Namun perlu diingat, dalam menghimpun dana harus mematuhi aturan dengan melaporkan kepada instansi terkait. Sehingga bisa dikalkulasi berapa dana terkumpul hingga bisa disalurkan secara tepat,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Sosialisasi Program Pelayanan Darah Lintas Sektor

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengadakan sosialisasi program pelayanan darah lintas sektor di Ruang Peteng Karuhei II, Senin (31/7/2018). 

Peserta sosialisasi merupakan para pegawai puskesmas, dinas kesehatan, UPTD Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palangka Raya, lurah, dan camat. 

Tujuan diadakan sosialisasi untuk menginformasikan pelayanan darah melalui lintas sektor guna meningkatkan pencapaian keberhasilan program kerja sama dengan dinas kesehatan melalui puskesmas dalam membangun komitmen bersama lintas sektor dalam pelaksanaan program pelayanan darah.

Tujuan lainnya untuk meningkatkan capaian program pelayanan darah dalam tercapainya kebutuhan darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Palangka Raya.

Dalam sosialisasi ini pihak panitia menghadirkan nara sumber dari Dinas Kesehatan Proviunsi Kalimantan Tengah dan Plt Direktur RSUD Palangka Raya, Abram Sidi Winasis.

Asisten III Setda Kota Palangka Raya, Kandarani membacakan sambutan walikota mengatakan saat ini terkadang masyarakat kesulitan untuk mencari darah.

Karena itu menurutnya perlu kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah melalui UPT PMI. Jadi melalui sosialisasi ini diharapkan para lintas sektor bisa membantu PMI dalam menyediakan stok darah.

Di sisi lain Kandarani mengimbau dinas kesehatan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk melobi anggaran guna menambah sarana dan prasana yang masih kurang.

Apalagi tidak lama lagi RSUD Palangka Raya sudah operasional pasca dibangun gedung yang baru, sehingga pelayanan pasti juga akan meningkat, sehingga sudah barang tentu harus didukung dengan peralatan dan fasilitas yang memadai. (MC. Isen Mulang/engga)

Meriahnya Sepeda Nusantara di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ratusan orang dari berbagai kalangan di Kota Palangka Raya mengikuti kegiatan Sepeda Nusantara 2018. Star gowes ini dimulai dari Lapangan Sanaman Mantikei, Minggu (15/7/2018).

Dalam gowes ini juga diikuti Walikota Palangka Raya Riban Satia bersama Wakilnya Mofit Saptono Subagio, Kapolres Palangka Raya, dan Komandan Kodim 1016 Palangka Raya.

Bahkan Walikota Palangka Raya terpilih, Fairid Naparin juga ikut naik sepeda, termasuk Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Ibnu Elmi AS Pelu.

Kegiatan Sepeda Nusantara yang juga dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif pada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Joni Madrizal ini berlangsung meriah, karena pihak panitia menyediakan puluhan hadiah dan organ tunggal.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya, Gunawan Abel mengatakan diselenggarakannya Sepeda Nusantara ini merupakan tindaklanjut kick off kegiatan ungggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dilaksanakan di 70 kabupaten dan kota di 34 provinsi.

Secara nasional kegiatan Sepeda Nusantara ini diawali star dari Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta dan finishnya di Bali, November 2018.

Gunawan menjelaskan dalam kegiatan ini pula disosialisasikan kegiatan Asen Game dan Asen Paragame 2018. Tujuan kegiatan ini yakni untuk mendukung gerakan masyarakat sehat sesuai Perpres Nomor 1 Tahun 2017 yang bertujuan menggelorakan dan mengajak masyarakat melalui hidup sehat dan melakukan aktivitas olahraga, khususnya bersepeda.

Tujuan lainnya adalah untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-61 dan HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke-53. “Peserta Sepeda Nusantara ini terdiri dari ASN, PTT, TNI, Polri, komunitas sepeda, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Akan Ikuti Apeksi di Tarakan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya mengadakan rapat menyusun pelaksanaan dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XIII 24-28 Juli 2018 di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei I, Kamis (28/6/2018) yang dipimpin Staf Ahli Walikota Palangka Raya, Renson, membahas kesiapan Kota Palangka Raya yang akan menjadi tuan rumah Rakor Apeksi Regional Kalimantan pada 2019.

Dalam rapat ini dipilih satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) mana saja yang bisa berangkat ke Kota Tarakan, karena dalam kegiatan ini tidak bisa diikuti oleh semua SOPD.

Di Apeksi Tarakan nanti ada lima kegiatan yang akan diikuti yakni (1) rapat kerja membahas program Apeksi 2019, (2) pameran Indonesia City Expo, (3) pawai budaya, (4) penampilan budaya daerah, dan penanaman pohon.

Dalam rapat ini pula disepakati SOPD mana yang akan menjadi koordinator dalam setiap kegiatan. Misalnya bidang pameran Indonesia City Expo ditunjuk sebagai koordinator adalah kepala Bappeda dan wakil koordinator adalah kadis perindag.

Kemudian untuk bidang pawai ditunjuk sebagai koordinator adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya. Sementara itu untuk tiga bidang lainnya juga ditunjuk koordinator dan wakilnya disesuaikan SOPD yang sesuai dengan tema kegiatannya.

Sementara itu Inspektur Kota Palangka Raya, Alman Pakpahan menyarankan hendaknya para pejabat yang diberangkatkan mengikuti Apeksi di Tarakan nanti benar-benar yang memiliki hubungan dengan kedinasan, sehingga tidak menimbulkan temuan. (MC. Isen Mulang/engga)

Selamat Untuk Para Pemenang Lomba Musikalisasi Puisi di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar lomba musikalisasi puisi, berlangsung selama dua hari, 3-4 Mei 2018 digelar di halaman Balai Kalimantan Tengah.

Lomba diikuti oleh pelajar SMA/ MA se Kota Palangka Raya. “Luar biasa, keenam tim yang memang sangat pantas masuk babak final Jumat (4/5/2018). Mereka sudah menunjukkan kepercayaan diri dan konsentrasi luar biasa. Semua punya penampilan yang bagus menunjukkan kemampuan bahwa para pelajar SMA dapat bermusikalisasi puisi dengan baik. 

Namun harus diingat bahwa kemenangan dalam lomba ini bukan segala-galanya. Kekalahan dalam lomba juga bukan akhir segalanya. Yang penting besok atau ke depan kita tetap meningkatkan kreativitas. Lomba hanya salah satu pembangkit kreativitas, bukan satu-satunya,” tutur Untung, salah satu juri seusai penampilan para finalis.

Dewan juri yang sudah sangat berpengalaman dari Sanggar Bambu Yogyakarta yakni Ikbal, Untung Basuki, dan Agus serta dari Balai Bahasa Kalteng yakni Nurhadi dan Elis Setiati. 

Pada akhir lomba diputuskan bahwa juara I diraih SMAN 2 Palangka Raya, juara II SMA Golden Christian School Palangka Raya, dan juara III SMAN 5 Palangka Raya. 

Sementara itu, juara harapan I adalah SMAN 1 Palangka Raya, juara harapan II SMAN 1 Senaman Mantikei, dan juara harapan III SMAN 4 Palangka Raya. 

Selamat kepada para pemenang tutur Kepala Balai Bahasa Kalteng, Haruddin. Semua telah menampilkan kreativitas terbaik dalam bermusikalisasi puisi. Teruslah kreatif dan tidak berhenti pada lomba. Jadikan ini sebagai partisipasi para pelajar untuk meningkatkan dinamika dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memajukan kebudayaan. (MC. Isen Mulang/engga)

Kuliner Taman Tunggal Sanggumang Masih Belum Dimanfaatkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Taman Tunggal Sangumang Yos Sudarso ujung telah diresmikan oleh Walikota Palangka Raya Riban Satia pada Senin 5 Februari 2018.

Di lokasi taman ini pula sudah ada 50 pedagang kaki lima (PKL) yang sudah mendapatkan tempat berdagang berupa peti kemas yang didesain untuk berjualan.

Namun sayangnya sudah dua bulan berjalan ini cafe ‘peti kemas’ hasil relokasi dari Yos Sudarso dekat Bundaran Besar ini belum digunakan untuk berjualan.

Pada waktu malam kawasan Taman Tunggal Sanggumang nampak sepi dari pengunjung. Peti kemas yang sudah disulap jadi tempat jualan tidak dibuka.

Malam itu yang terlihat justru pedagang bakso keliling yang mangkal di sekitar cafe peti kemas. Di lokasi hanya terlihat beberapa pemuda yang sedang nongkrong. 

Belum dimanfaatkannya cafe peti kemas oleh para pedagang ini pun dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban sewaktu dikonfirmasi melalui telp seluler Senin Malam (23/4/2018).

“Nanti akan kita rapatkan lagi,” kata Aratuni singkat. Di sisi lain Aratuni mengharapkan para PKL segera membuka cafe peti kemas tersebut, sehingga lama kelamaan kawasan Taman Tunggal Sanggumang akan ramai. (MC. Isen Mulang/engga)

KPU Sosialisasikan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Palangka Raya Untuk Pileg 2019

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya mengadakan sosialisasi penetapan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD provinsi, kabupaten, dan kota dalam pemilihan umum 2019.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Royal Global, Kamis (12/4/2018) malam, dihadiri oleh pengurus partai politik, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palangka Raya, Panwaslu Kota Palangka Raya, dan TNI/Polri.

Dalam sosialisasi ini Ketua KPU Palangka Raya Eko Riadi bersama komisioner lainnya memberikan penjelasan mengenai syarat pencalonan bagi masyarakat yang berniat menjadi calon legislatif dan jumlah kursi dalam setiap daerah pemilihan (Dapil).

Saat pemilu legislatif (Pileg) 2019 nanti KPU pusat telah menetapkan total kursi di DPRD Kota Palangka Raya tetap 30 kursi, namun untuk dapil mengalami perubahan, sehingga ada beberapa kelurahan digabung dengan kecamatan lain.

Adapun Dapil I meliputi Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Jekan Raya (Kelurahan Bukit Tunggal dan Petuk Katimpun), dan Kecamatan Rakumpit dengan total 8 kursi.

Data sementara Dapil I Kecamatan Bukit Batu memiliki potensi pemilih 12.178 jiwa, Kecamatan Jekan Raya (Bukit Tunggal 48.883 jiwa dan Petuk Katimpun 2.545 jiwa), dan Kecamatan Rakumpit 3.812 jiwa.

Kemudian Dapil II Kecamatan Jekan Raya meliputi Kelurahan Menteng dan Kelurahan Palangka dengan total 10 kursi. Sedangkan potensi pemilih untuk Kelurahan Menteng 43.332 jiwa dan Kelurahan Palangka 43.697 jiwa.

Selanjutnya Dapil III meliputi Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Sabangau dengan total 12 kursi, sedangkan potensi pemilih untuk Kecamatan Pahandut 83.214 jiwa dan Kecamatan Sabangau 20.989 jiwa. (MC. Isen Mulang/engga)