Badan Litbang Lakukan Kajian Empat Bidang Pariwisata

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Palangka Raya sedang melakukan kajian terhadap enam bidang kegiatan. Dari enam kajian ini empat di antaranya tentang pariwisata.

Sedangkan dua kajian lainnya tentang analisa dampak lingkungan sosial. Kepala Badan Litbang Kota Palangka Raya, Barit Rayanto mengatakan khusus empat kajian bidang pariwisata ditangani Lembaga Pengkajian Penelitian Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Sedangkan dua kajian tentang analisis dampak lingkungan sosial dikerjakan oleh tim dari Universitas Palangka Raya. Ke-6 kajian ini ditarget tuntas pada 2017 karena hasilnya akan ditindaklanjuti di 2018.

Barit menjelaskan salah satu kajian bidang pariwisata yang sedang diteliti yakni mengenai potensi profil suatu wilayah apakah ke depannya layak dikembangkan untuk dijadikan sebagai kawasan pariwisata terpadu.

Secara umum semua wilayah Kota Palangka Raya sedang dikaji, namun dari empat kajian itu salah satu wilayah yang sedang fokus dilakukan penilitian adalah wilayah Flamboyan. Konsepnya di sini nanti bakal dijadikan water front city.

Dia menjelaskan alasan Badan Litbang Palangka Raya melakukan kajian ini dalam rangka menindaklanjuti visi misi kepala daerah. Selain itu sebagai kebijakan kreatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Alasan lainnya karena ke depan sumber-sumber ekonomi yang berasal dari sumber daya alam akan habis. Maka dari itu mulai sekarang pemerintah kota harus kreatif menciptakan peluang pendapatan dari sektor jasa,
hal ini sesuai dg visi kota palangka raya terwujudnya kota palangka raya sebagai kota pendidikan, jasa dan pariwisat yg berwawasan lingkungan berdasarkan falsafah budaya betang. Jadi tidak ada istilah terlambat untuk memulai dari sekarang dalam rangka menggali potensi pendapatan dari sektor jasa. (MC. Isen Mulang/engga)

ASN Peserta Bimtek Diajari Design Website

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Di hari kedua pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), sebanyak 47 aparatur sipil negara (ASN) yang merupakan perwakilan dari seluruh satuan oragnisasi perangkat daerah (SOPD) Kota Palangka Raya mengikuti pelatihan yang bersifat teknis.

Jika pada hari pertama para peserta Bimtek lebih banyak diberikan pemahaman mengenai manfaat dan pentingnya suatu SOPD memiliki website, namun untuk hari ini mereka diajari atau praktek langsung cara membuat atau mendesain tampilan website.

Selain itu peserta juga diajari cara editing foto sebelum nantinya di publish ke website. Diharapkan dengan adanya pelatihan di hari kedua ini para peserta mahir dalam mendesain website.

Tidak hanya mahir, tapi peserta harus bisa membuat tampilan website sebaik mungkin, sehingga bisa menarik pengunjung untuk selalu menjadi pelanggan media onlie yang dikelolanya.

Di sisi lain peserta juga diberikan pemahaman bahwa ternyata tampilan website yang baik belum tentu akan banyak dikunjungi pembaca bila berita atau informasi yang disajikan tidak update. Untuk itu peserta juga harus bisa menggali informasi apa saja yang layak ditampilkan melalui dunia maya sesuai kebutuhan warganet. 

“Intinya dari pelatihan ini para admin atau operator website disetiap SOPD mampu membuat, mengolah, dan mengelola seluruh desain grafis yang akan digunakan, sehingga diharapkan website nantinya menarik untuk dipandang,” ujar Alfrianto, Kepala Seksi Tata Kelola E- Goverment di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya,  Rabu (26/7/2017). 

Diketahui, dalam Bimtek ini para peserta dibimbing oleh empat pemateri yang berlatar belakang IT. Mereka adalah Saptonugroho, Slamet Setiawan, Julian Fitrahadi, dan Andika Afriadhy. Ke-4 nara sumber ini merupakan ASN DKISP Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

68 Stand Siap Ramaikan Palangka Raya Fair 2017

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengan (UKM) Kota Palangka Raya menggelar rapat dalam rangka persiapan Palangka Raya Fair masih dalam rangka HUT Pemerintah Kota yang ke 52 dan HUT Kota Palangka Raya yang ke 60,  Rabu (26/7/2017).

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei II ini dipimpin Asisten I Sulaksmi dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya, Afendie.

Dalam rapat ini juga hadir semua perwakilan satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) yang akan terlibat dan pihak kontraktor PT Kita Multi Kreasi.

Pelaksanaan Palangka Raya Fair 2017 dimulai 05-09 Agustus 2016 di Lapangan Sanaman Mantikei. Rapat ini lebih teknis membahas persiapan, pemasangan tenda, dan saat pelaksanaan.

Dalam rapat ini diketahui jumlah stan yang akan didirikan oleh penyelenggara sebanyak 68 stand dengan rincian outdoor 42 stand dan indoor 26 stand.

Adapun biaya sewa stand untuk indor Rp12,5 juta dengan spesifikasi ukuran 3 meter x 3 meter, tinggi 2,5 meter, daya listrik 450 watt, karpet, dan fazia name.

Sedangkan untuk outdor dengan biaya sewa Rp10,5 juta dengan fasilitas tenda ukuran 5 meter x 5 meter, floaring, karpet, daya listrik 450 watt, dan fazia name.

Tapi khusus dari universitas, pihak panitia menggratiskan biaya sewa stand, sedangkan dari SKPD dipungut biaya sesuai dengan klasifikasi stand yang ditawarkan tersebut.

Nanti pihak panitia juga akan menyediakan stand untuk pasar rakyat yang lokasinya berada di luar Lapangan Sanaman Mantikei, sehingga diperkirakan jumlah stan yang akan mengikuti Palangka Raya Fair 2017 mencapai ratusan stand.

Dalam arahannya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya, Afendie mengatakan gelaran Palangka Raya Fair 2017 ini bisa sukses jika semua SOPD bisa bersinergi.

Khusus dari dinasnya juga sudah menyurati pihak perbankan agar bisa ikut berpartisipasi meramaikan Palangka Raya Fair 2017 misalnya dengan memasang umbul-umbul di sekitar Lapangan Sanaman Mantikei. (MC. Isen Mulang/engga)

Dinas Kesehatan Adakan Sosialisasi Gerakan Cerdas Memakai Obat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengadakan acara ‘Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Memakai Obat’, Selasa (25/7/2016).

Acara sosialisasi yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei II ini khusus ditujukan kepada siswa-siswi dan mahasiswa. Juga dihadiri para tenaga kesehatan.

Dalam sosialisasi ini dinas kesehatan menghadirkan nara sumber Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya, M Soeja’i dan Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Tengah, Trikoranti Mustikawati.

Dalam sosialisasi kepala BNN lebih banyak mengupas jenis narkoba atau obat keras lainnya yang sering disalahgunakan. Misalnya heroin, putaw, ganja, cocain, opium, candu, ectasy, dan sabu.

Kesemua jenis obat di atas ini masuk kategori obat berbahaya bila disalahgunakan, tapi sangat bermanfaat untuk kepentingan kesehatan, misalnya bius untuk operasi.

Ternyata selain obat terlarang di atas itu, saat ini yang lebih tren disalahgunakan seperti zenith, somadril, magadon, dextro. Tiga jenis obat murah tapi sudah dilarang edar ini menurut Soeja’i harus dihindari, karena juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dengan dikenalkannya ciri dan jenis obat keras dan berbahaya ini diharapkan para anak didik, khususnya generasi penerus bangsa bisa menjauhi narkoba.

Dalam sosialisasi ini Soeja’i juga menjelaskan penyebab seseorang bisa terjerus ke jurang narkoba, karena faktor lingkungan meliputi tinggal di daerah peredaran, sekolah di lingkungan narkoba, bergaul dengan pemakai, dorongan kelompok sebaya, dan keluarga kurang harmonis.

Faktor lainnya dengan mudahnya seseorang bisa diperdaya oleh bandar, mitos jika menggunakan narkoba bisa meningkatkan tenaga, dan karena minimnya mendapatkan bekal ilmu agama.

Maka dari itu melalui sosilisasi ini kepala BNN mengharapkan mulai saat ini para generasi penerus bangsa harus melawan peredaran narkoba demi menyongsong masa depan yang lebih cerah. (MC. Isen Mulang/engga)

47 ASN Ikuti Pelatihan Pengelolaan Domain Website

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Domain dan Subdomain palangkaraya.go.id Selasa (25/7/2017).

Bimtek yang mengambil tempat di aula kantor Bappeda Kota Palangka Raya Jalan Tjilik Riwut Km 5 ini dibuka oleh Asisten I Sulaksmi mewakili Walikota Palangka Raya HM Riban Satia.

Dalam laporannya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya Murni menyampaikan tujuan diadakan Bimtek untuk mendidik dan melatih sumber daya manusia (SDM) admin operator SKPD menuju penerapan e-goverment.

Selain itu untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat, mengolah, menyalurkan, dan mendistribusikan informasi bidang pemerintahan ke publik melalui website.

Sementara itu peserta Bimtek berjumlah 47 orang dari awal yang ditarget 35 orang. Banyaknya peserta ini menurut Murni merupakan respon positif terhadap penyelenggaraan Bimtek Pengelolaan Domain dan Subdomain palangkaraya.go.id.

Dalam Bimtek ini menghadirkan empat nara sumber dari DKISP yakni Saptonugroho, Slamet Setiawan, Julian Fitrahadi, dan Andika Afriadhy. Ke-4 nara sumber ini merupakan ASN yang berlatar belakang IT.

Dijelaskan, seiring kemajuan teknologi informasi (IT) saat ini sebuah instansi pemerintah wajib hukumnya untuk membuat website sebagai wujud implementasi UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Rupanya hadirnya UU Keterbukaan Informasi Publik ini sudah direspon positif oleh jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya. Buktinya dari 32 SKPD sudah ada 22 SKPD yang aktif mengelola website.

Khusus untuk kecamatan sudah ada dua website dari total lima kecamatan dan lima kelurahan dari total 30 kelurahan. Maka dari itu melalui Bimtek ini pihak DKISP mengharapkan bagi SKPD yang belum membuat website untuk segera membuatnya.

Sementara itu dalam sambutannya Asisten I Setda Kota Palangka Raya, Sulaksmi mengucapkan terima kasih kepada peserta, karena di tengah kesibukannya menjalan tugas kedinasan masih bisa mengikuti pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari.

Sulaksmi menjelaskan di era serba maju saat ini sebuah SKPD sangat penting untuk memiliki webiste, karena manfaatnya bisa digunakan untuk menyebarkan informasi sekaligus untuk menarik investasi.

Maka dari itu melalui Bimtek ini asisten I mengharapkan SKPD bisa membuat website dengan tampilan bagus dan menarik, sehingga bisa menarik banyak pembaca.

Dalam kesempatan ini SKPD diminta menganggarkan dana untuk mengelola web. Anggaran itu untuk memberikan tunjangan kepada pengelola website. Dengan demikian keberadaan website memberikan informasi yang selalu update atau terkini. (MC. Isen Mulang/engga)

Halal Bihalal Pemko Palangka Raya Bertabur Hadiah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya menghadiri acara halal bihalal yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Palampang Tarung, Selasa (25/7/2017).

Halal bihalal akbar ini terselenggara atas kerja sama antara pemerintah kota dengan panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita, dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

Acara halal bihalal pasca lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah ini sangat berbeda dibandingkan tahun lalu. Bedanya, tahun ini panita menyediakan berbagai hadiah, sehingga memacu para ASN untuk hadir diacara halal bihalal yang juga dihadiri Walikota Palangka Raya, Riban Satia beserta istri yang juga Ketua TP PKK Palangka Raya, Ny Norlaina Riban Satia.

Seperti biasanya, acara halal bihalal ini juga diawali dengan penampilan seni qasidah atau rebana yang dibawakan oleh anak-anak dari pondok pesantren.

Adapun tema halal bihalal tahun ini adalah ‘Dengan Halal Bihalal Kita Perjuang Kembali Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di Bumi Tambun Bungai’.

Dalam sambutannya walikota mengharapkan melalui suasana halal bihalal ini menjadikan ASN untuk bersatu ke depan menjadi orang yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

Menurut walikota tradisi halal bihalal ini hanya ada di Indonesia dan merupakan prakarsa dari founding fathers Ir Soekarno dan para tokoh-tokoh lainnya.

Dalam kesempatan ini walikota juga menyinggung isu wacana pemindahan ibukota pemerintahan RI ke Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.

Menurutnya isu wacana tersebut bukan masyarakat Kota Palangka Raya yang meminta, namun sudah ada diwacanakan oleh Presiden pertama Soekarno saat pemancangan tiang pertama pendirian Kota Palangka Raya pada 17 Juli 1957.

Jika wacana itu jadi pindah ke Palangka Raya, walikota mengharapkan masyarakat Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya jangan sampai menjadi penonton, tapi harus bisa menjadi pelaku pemerintahan.

Namun agar masyarakat Palangka Raya tidak terpinggirkan, maka mulai sekarang harus disiapkan sumber daya manusianya agar handal dalam menyambut wacana pemindahan ibukota pemerintahan RI tersebut. 

Sementara itu sebelum diakhirinya acara halal bihalal Ust KH Ahmad Muntoha Habiburahman memberikan tausiah yang diselingi dengan melantunkan salawat nabi yang diikuti oleh para ASN. (MC.Isen Mulang/engga)

Semua Instansi Pemerintah Diimbau Pasang CCTV

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Kepala Kepolisian Palangka Raya Kompol Bronto Budiono mengimbau seluruh kantor pemerintah agar segara memasang kamera closed circuit television (CCTV).

Himbauan ini disampaikan Kompol Bronto saat menghadiri pertemuan dengan Walikota Palangka Raya Riban Satia, tokoh agama, dan masyarakat menyikapi musibah terbakarnya empat gedung sekolah dasar (SD) secara beruntun yang terjadi pekan lalu.

CCTV yang dipasang disarankan berinfra merah, sehingga jika malam hari masih bisa terpantau. Selain itu jaringan CCTV harus terhubung dengan internet, sehingga jika server diambil pelaku tindak kejahatan, namun datanya tidak hilang, karena tersimpang di internet.

Kompol Bronto mencontohkan kasus penyikapan yang terjadi di Jakarta bisa cepat terungkap karena data rekaman CCTV masih tersimpan di internet, sehingga polisi bisa cepat menangkap pelakunya.

Berbeda dengan kasus terbakarnya empat SD secara beruntun yang terjadi di Kota Palangka Raya pada Jumat (21/7/2017) siang dan Sabtu (22/7/2017) malam di lokasi kejadian tidak terpasang CCTV.

Sehingga aparat kepolisian sulit untuk mengungkap pelakunya. Meski demikian Kompol Bronto mengharapkan doa masyarakat agar pelakunya bisa cepat ditangkap. 

Bronto menyarankan kepada pihak sekolah bisa mengkonsultasikan kepada komite untuk pengadaan CCTV. Sebab jika menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak ada juknisnya.

Dia percaya jika pihak sekolah dengan komite sepakat maka untuk membeli CTTV ini sangat mudah, apalagi tujuannya untuk melakukan pengamanan lingkungan sekolah, sehingga pasti didukung.

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palangka Raya, Harmain Ibrohim sepakat dengan instruksi walikota yang memerintahkan para RT dan RW segera menghidupkan pos kamling.

Tidak hanya itu polisi masyarakat (Polmas) yang sudah dibentuk juga harus diaktifkan lagi, sehingga dengan keberadaan mereka, maka potensi gangguan Kamtibmas bisa dicegah. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Undang Tokoh Agama dan Masyarakat Bahas Kamtibmas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Musibah kebakaran sekolah dasar (SD) secara beruntun langsung disikapi serius oleh Walikota Palangka Raya HM Riban Satia beserta jajarannya.Jika pada Minggu (23/7/2017) pagi walikota mengumpulkan seluruh guru SD sampai SMA sederajat, RT, RW, lurah, dan camat, kini giliran tokoh agama dan tokoh masyarakat yang diundang ke Ruang Peteng Karuhei I, Senin (24/7/2017) pagi.

Diundangnya para tokoh agama dan masyarakat ini dalam rangka menyikapi musibah kebakaran SD yang terjadi secara beruntun pada Jumat (21/7/2017) siang. Dimana ruang kelas SDN Menteng 4 dan SDN Langkai 4 terbakar.

Kemudian pada Sabtu (22/7/2017) dini hari giliran ruang kelas SDN Langkai 1 dan SDN Langkai 5 juga terbakar. Lalu paginya bangunan kantin dekat Kolam Renang Isen Mulang juga terbakar.

Ikut hadir dalam pertemuan ini Komandan Kodim 1016 Palangka Raya Letkol Zni Alfius Navirinda Krisdananto, Waka Polres Palangka Raya Kompol Bronto Budiono, dan Kepala Pengadilan Negeri Palangka Raya Jumongkas Lumban Gaol.

Dalam sambutannya walikota meminta kepada aparat kepolisian segera mengusut penyebab terjadinya kebakaran SD secara beruntun tersebut, sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi negatif.

Baik walikota, Dandim, waka polres, dan kepala pengadilan sepakat jika mulai saat ini masyarakat mengaktifkan lagi pos kampling, sehingga potensi gangguan Kamtibmas bisa ditangkal sejak dini. “Kemampuan pemerintah, aparat TNI dan Polri untuk jaga keamanan terbatas. Maka dari itu kita harus saling kerja sama untuk awasi kamtibmas,” ucap Dandim.

Pasca terbakarnya gedung SD secara beruntun itu Dandim 1016 Palangka Raya langsung memerintahkan seluruh babinsa untuk mengimbau para RT dan RW untuk mengaktifkan pos kampling.

Dandim percaya dengan pengamanan terpadu ini bisa mencegah gangguan kamtibmas. “TNI dan Polri tidak mungkin bisa cegah ancaman gangguan Kamtibmas jika tidak didukung oleh masyarakat. Salah satunya dengan cara mengaktifkan pos kampling,” timpal Kepala Pengadilan Negeri Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Kemah Budaya Nasional 2017 di Palangka Raya Resmi Ditutup

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Perhelatan akbar kegiatan Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-VIII yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya resmi ditutup, Jumat (21/7/2017) pukul 17.00 WIB.

Acara penutupan KBN yang diikuti Pramuka penggalang terbaik dari 34 provinsi dan kontingen Vietnam ini dipusatkan di Lapangan Sanaman Mantikei, Palangka Raya.

Penutupan KBN yang dimulai sejak 16-22 Juli 2017 ini dilakukan setelah semua kontingen mengikuti karnaval budaya dari Bundaran Besar menuju Jalan Ahmad Yani pukul 14.00 WIB.

Acara KBN ini ditutup oleh Walikota Palangka Raya Riban Satia berserta Wakilnya Mofit Saptono Subagio. Ikut hadir Dirjen Sejarah pada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari.

Dalam sambutannya walikota mengatakan digelarnya KBN di Kota Palangka Raya ini sangat bermanfaat bagi peserta yang mayoritas merupakan generasi muda bangsa.

“Kalian sudah tahu apa itu Kota cantik. Lalu apa itu Isen Mulang dan Apa itu Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila,” tuturnya. Tujuan KBN lainnya adalah menanamkan nilai budaya Indonesia kepada generasi muda dan salah satunya melalui gerakan Pramuka.

Sebagai tuan rumah, walikota mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mempercayakan Kota Cantik Palangka Raya sebagai penyelenggara KBN 2017. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemkot Palangka Raya Sumbang Rp200 Juta Untuk Acara Tiwah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap umat Kaharingan cukup besar. Tahun ini saja pemerintah kota mengalokasikan dana Rp200 juta untuk diberikan kepada umat Kaharingan.

Uang sebanyak ini menurut Walikota Palangka Raya HM Riban Satia digunakan untuk membantu umat Kaharingan yang salah satunya telah melaksanakan ritual tiwah di Balai Basarah, Kelurahan Kereng Bangkirai.

“Bantuan ini kita berikan untuk membantu warga kurang mampu yang akan melaksanakan tiwah, tapi karena biayanya cukup mahal, sehingga kita bantu,” tutur walikota di sela menghadiri acara tiwah di halaman Balai Basarah, Kelurahan Kereng Bangkirai, Jumat (21/7/2017).

Sebagai kepala daerah pihaknya merasa berkewajiban memberikan bantuan kepada masyarakatnya baik itu yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Kaharingan.

Riban menjelaskan makna tiwah bagi umat Kaharingan ini untuk menghantarkan roh leluhur ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju tempat yang bernama sandung.

Walikota sangat menyambut baik digelarnya acara tiwah ini, karena selain sebagai ungkapan berbakti kepada leluhur juga tradisi ini bisa dimanfaatkan untuk memajukan budaya Dayak dan pariwisata di Kota Palangka Raya, khususnya Kalimantan Tengah.

“Menurut walikota acara tiwah ini hanya ada di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga harus tetap dipertahankan,” tegas walikota seraya mengatakan jika kakek dan neneknya dulu juga merupakan pemeluk agama Kaharingan. (MC.Isen Mulang/engga)