Ritual Tiwah Antarkan Arwah Leluhur ke Lewu Tatau

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Masyarakat Hindu Kaharingan menggelar ritual tiwah yang diselenggarakan di halaman Balai Basara Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Jumat (21/7/2017).

Ritual ini untuk menghantarkan roh leluhur yang telah meninggal ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung.

Dalam ritual ini ada 32 roh leluhur yang menjalani prosesi tiwah, sedangkan hewan yang dikurbankan ada 13 ekor. Prosesi tiwah ini dilaksanakan dengan dua kali tabuh.

Acara tabuh kedua yang dilaksanakan, Jumat (21/7/2017) pagi ini juga dihadiri Walikot Palangka Raya HM Riban Satia bersama Wakilnya Mofit Saptono Subagio serta Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian, Murni.

Dari beberapa keluarga yang melaksanakan ritaul tiwah ini salah satunya adalah keluarga dari Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, Mambang Isil Tubil.

Mambang menjelaskan tiwah ini merupakan ritual kematian tingkat akhir bagi masyarakat suku Dayak, khususnya bagi penganut Agama Kaharingan yang merupakan agama nenek moyang suku Dayak.

Selain ritual yang wajib dilaksanakan, ternyata acara tiwah ini juga bisa dimanfaatkan untuk menarik kunjungan wisatawan dan membantu pemerintah dalam peningkatan sektor kepariwisataan.

Di sisi lain pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota yang selama ini sangat besar memberikan perhatian dalam setiap kegiatan ritual maupun adat Dayak yang dilaksanakan.

“Pelaksanaan tiwah ini dilakukan tidak kurang dari satu bulan yang digelar oleh sejumlah keluarga besar agama Kaharingan, dimana telah menghajatkan untuk menghantarkan arwah leluhurnya agar bisa masuk surga atau menuju lewu tatau,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemko Palangka Raya Kirim Dua Perahu Karet ke Katingan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Musibah banjir yang menimpa beberapa kecamatan di Kabupaten Katingan menjadi perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya dengan mengirimkan dua unit perahu karet ke Kasongan.

“Dua perahu milik BPBD kota sedang di-BKO-kan ke Katingan untuk membantu di sana,” kata Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio seusai gelar apel pasukan dan peralatan dalam rangka kesiapan menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor di halaman Polres Palangka Raya, Jumat (21/7/2017).

Musibah banjir di 3 (tiga) kecamatan beberapa hari yang lalu di Kabupaten Katingan karena hujan deras, air di hulu sungai katingan meluap sehingga mengakibatkan banjir.

Meski tidak ada lagi perahu karet di BPBD, tapi Mofit menyebut masih ada bantuan dari TNI dan Polri yang sewaktu-waktu bisa digunakan jika terjadi bencana banjir di wilayah Palangka Raya.

Namun dia berharap bencana alam tidak terjadi. Di sisi lain pemerintah kota sedang membangun tiga saluran drainase di Jalan Hiu Putih, Umpu Kakah, dan Yos Sudarso.

“Sekarang tahap pekerjaan oleh balai sungai yang nanti kita tembuskan ke DAS Sebangau,” katanya. Mofit berharap pembangunan drainase primer ini bisa mengurangi genangan air di wilayah perkotaan.

Di sisi lain masyarakat juga diminta membantu pemerintah dalam memelihara drainase. RT, RW dan warga harus membersihkan drainase di depan rumahnya, sehingga saat hujan deras turun, air dapat mengalir dengan normal.

“Saat ini juga ada Perda agar warga tidak menutup saluran air. Kalau mau menutup, sifatnya jangan permanen. Harus ada lubang untuk mengontrol,” tuturnya.

Sementara itu AKBP Lili Warli berharap wilayah Palangka Raya tidak ada bencana banjir. “Bencana alam memang tidak bisa kita hindari. Tapi minimal kita dapat meminimalisasi terjadi dampak dari banjir,” katanya. (MC. Isen Mulang/engga)

Di Hari yang Sama SDN 4 Langkai Juga Terbakar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hanya berselang beberapa menit setelah petugas berhasil menjinakan api yang menluluhlantakan bangunan SDN 4 Menteng di Jalan Thamrin, Kota Palangka Raya, musibah kebakaran kembali terjadi.

Kali ini musibah kebaran menghanguskan ruang kelas SDN 4 Langkai di Jalan Ais Nasution, Jumat (21/7/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Sontak, puluhan petugas pemadam langsung bertolak menuju ke lokasi kebakaran bersama aparat TNI dan Polri.

Di sini petugas langsung memadamkan kobaran api yang membakar bagian ruang kelas III dan IV. Untungnya, dua ruang kelas ini terpisah di antara ruang kelas lainnya.

Sehingga tidak merembet ke bangunan lainnya. Dalam hitungan menit kobaran api berhasil dikuasi, sehingga api hanya membakar dua ruang kelas SDN 4 Langkai.

“Saya mendegar teriakan kebakaran lalu melihat api sudah membesar di ruang kelas III dan IV,” kata Ijim, warga sekitar.

Sementara itu guru MIN Langkai yang tinggal di komplek perumahan, Umi baru mengetahui jika ada kebakaran setelah mendengar teriakan dari anaknya. Ia kemudian melihat api muncul dari ruang kelas IV.

Ia menuturkan sejak pagi listrik di daerahnya ini padam, namun sesaat sebelum kejadian, listrik menyala. Dari keterangan warga, kebakaran di sekolah ini diduga akibat korsleting listrik. (MC. Isen Mulang/engga)

Ruang Kelas SDN 4 Menteng Terbakar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Lagi-lagi musibah kebakaran kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Kali ini giliran SDN 4 Menteng di Jalan MH Thamrin yang terbakar, Jumat (21/7/2017) pukul 13.15 WIB.

Terbakarnya bangunan ini menambah daftar gedung sekolah yang terbakar, sebelumnya SDN 1 Palangka dan SDN 6 Palangka tebakar disaat yang bersamaan, karena lokasinya berbelakangan.

Terbakarnya SDN 4 Menteng ini tentu sangat mengejutkan semua warga Kota cantik, termasuk Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio.

Setelah dapat kabar SDN 4 Menteng terbakar, wakil walikota langsung meluncur ke lokasi kejadian. Hebatnya, Mofit juga basah kuyup setelah ikut membantu petugas memadamkan api.

“Hari ini mengalami musibah yang saya rasa cukup memukul dunia pendidikan. Ada tiga ruang kelas, satu ruang kepala sekolah dan dua ruang guru yang memang harus total dipercepat pengadaannya serta satu ruang kantin,” katanya.

Mofit menegaskan musibah ini tidak menjadi kendala untuk melaksanakan proses belajar. “Tidak ada pengecualian. Secara teknis nanti akan diatur, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, dimulai pada Sabtu (22/7/2017) besok harus ada perubahan formasi dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah ini. “Artinya, kalau tiga kelas berarti sekitar 96 siswa harus dievakuasi berbagi kelas. Kalau di kelas SDN 4 Menteng, kemungkinan tidak ada maka berbagi dengan kelas SD terdekat seperti SD Percontohan atau Percobaan,” bebernya.

Mengenai ruang guru dan kepala sekolah, Mofit meminta Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya untuk mencari perumahan guru. Jika ada guru yang sudah memiliki rumah di luar dari perumahan diharapkan dapat mengosongkan.

“Sehingga bisa digunakan untuk ruang kepala sekolah dan guru demi tercapai proses belajar mengajar,” jelasnya.

Mofit mentaksir total kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp.700-an juta. Sementara itu Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli mengatakan kebakaran di SDN 4 Menteng diduga dari korsleting listrik. (MC. Isen Mulang/engga)

55 Kontingen KBN Pawai Karnaval Budaya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebanyak 55 kontingen peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-VIII mengikuti kegiatan pawai karnaval budaya di Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Jumat (21/7/2017).

Pawai budaya yang dimulai pukul 14.00 WIB mengambil rute Bundaran Besar – Jalan DI Panjaitan – Jalan S Parman – Jalan Ahmad Yani dan finish di lapangan Sanaman Mantikei, kemudian berkumpul untuk mengikuti upacara penutupan KBN pukul 17.00 WIB.

Ke-55 kontingen KBN ini berasal dari 34 provinsi, perwakilan dari Vietnam, Kwarda Provinsi Kalimantan Tengah, 14 Karcab kabupaten dan kota serta 5 Ranting Pramuka.

Rupanya kegiatan pawai budaya yang dilaksanakan para  Pramuka penggalang terbaik dari seluruh Indonesia ini juga menyedot perhatian dari warga Kota Cantik Palangka Raya.

Karena banyaknya warga yang menonton pawai budaya ini mengakibatkan jalur lalu lintas dari Tjilik Riwut ke Bundaran Besar dan dari Imam Bonjol ke Bundaran Besar serta dari DI Panjaitan ke Bundaran Besar ditutup sementara.

Secara simbolis tanpa acara penyampaian sambutan, pelepasan peserta pawai budaya ini dilakukan oleh Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono dan dihadiri beberapa kepala dinas.

Hadir pula Dirjen Sejarah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan.

Pawai para Pramuka penggalang atau setingkat SMP ini cukup menarik, karena selain mengenakan baju khas daerahnya mereka juga menampilkan tarian khas daerahnya masing- masing.

Dari 55 kontingen ini ada pula yang melakukan atraksi seni di depan wakil walikota, para pejabat, dan Kwarnas sesaat sebelum meninggalkan Bundaran Besar untuk meneruskan pawai hingga finis ke Lapangan Sanaman Mantikei. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemerintah Kota Palangka Raya Bersama TNI dan Polri Siaga Banjir

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini bencana banjir terjadi dibeberapa daerah di Provinsi Kalimantan Tengah. Di Palangka Raya, bencana alam ini masih nihil. Namun demi kesiapan dalam mengantisipasi bencana banjir, maka pemerintah Kota Palangka Raya bersama Polri dan TNI menggelar apel pasukan dan peralatan dalam rangka kesiapan menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor. Apel kesiapsiagaan ini digelar di halaman Polres Palangka Raya, Jumat (21/7/2017) pagi. 

Selain dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio juga ada Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli.
“Saat kita bicara ada atau tidaknya bencana, kita harus selalu siap. BPBD sebagai leading sektor, juga dibackup dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dan Dinas Sosial serta Satpol PP. Tidak lepas peran serta aktif dari Polri dan TNI serta pemerintah kota. Ini yang menguatkan kita semua dalam menghadapi apabila terjadi bencana,” kata Mofit.

Mofit menuturkan, dari sisi barat, daerah rawan banjir yang perlu diantisipasi yakni Kelurahan Marang, Tangkiling dan Sei Gohong. Sedangkan sisi timur Kelurahan Pahandut, Tumbang Rungan, Langkai dan Palangka.
“Namun jangan itu diterjemahkan dalam peta kelurahan  sebab hanya terjadi pada warga yang bermukim di pinggiran sungai. Saya selalu menolak menyebut banjir, tapi itu luapan air sungai,” jelasnya.

Sementara itu Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli telah mensiagakan  200 personel. Jumlah ini bisa bertambah jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kapolres menuturkan, bencana alam memang tidak bisa dicegah. Namun berupaya untuk meminimalisasi dampak dari bencana itu. Pihaknya bersama pemerintah dan TNI siap menghadapi potensi bencana alam.

“Tujuan digelarnya apel ini membangun sinergitas serta konsolidasi satuan penanggulangan bencana dan diharapkan ada tindaklanjut yang terkoordinir dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ungkapnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Peserta KBN Diwisuda Laskar Tjilik Riwut Angkatan VIII

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Perjuangan peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-VIII dari 34 provinsi seluruh Indonesia dan Vietnam membuahkan hasil.

Malam ini sekitar pukul 20.00 WIB, Kamis (20/7/2017) sebanyak 1.220 plus pendamping diwisuda oleh tim Kwarnas Pramuka di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya.

Selain dari Kwarnas, acara wisuda Laskar Tjilik Riwut Angkatan VIII ini juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono dan Kwarda Provinsi Kalimantan Tengah, Sipet Hermanto.

Acara wisuda ini dilakukan setelah peserta selesai mengikuti penyalaan api unggun. Wisuda ini dilakukan sebagai tanda jika mereka telah selesai mengikuti rangkaian kegiatan KBN 2017.

Sementara itu dalam sambutannya Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mengharapkan kepada para Pramuka penggalang yang sudah diwisuda ini lebih bersemangat lagi dalam mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dengan ilmu yang didapat melalui KBN ini diharapkan pula semangat mereka untuk terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan semakin kuat dan tidak tergoyahkan lagi.

Tidak hanya itu, para penggalang terbaik dari Aceh sampai Papua ini juga diharapkan nantinya menjadi generasi tangguh, sehingga akan membawa kejayaan diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara.

Sementara itu sebelum acara penutupan KBN, Jumat (21/7/2017) pukul 14.00 WIB para peserta masih akan mengikuti karnaval budaya dengan rute Bundaran Besa-DI Panjaitan-S Parman-Ahmah Yani, kemudian berkumpul di Lapangan Sanaman Mantikei untuk mengikuti acara penutupan pukul 16.00 WIB. (MC. Isen Mulang/engga)

Peserta KBN Diajak Lihat Benda Bersejarah di Museum Balanga

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tidak lengkap rasanya jika tidak mengajak peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-VIII singah ke Museum Balangka di Jalan Tjilik Riwut Km2, Palangka Raya.

Di hari ke-4 pelaksanaan KBN, seluruh Pramuka penggalang dari seluruh Indonesia dan Vietnam melakukan jelajah budaya, Kamis (20/7/2017). Salah satu tujuan jelajah budaya yang dikunjungi adalah Museum Balanga.

Dalam kunjungannya ke Museum Balanga ini peserta dapat penyambutan sangat istimewa. Mereka disambut dengan tarian khas Kalimantan Tengah yang dibawakan oleh putra-putri Dayak dari sanggar Marajaki.

Sebelum mereka masuk ke dalam museum terlebih dulu dilakukan ritual tampung tawar. Makna ritual ini simbol mengucap syukur dan mengharap berkah serta menolak bala.

Setelah proses penyambutan adat, seluruh peserta KBN dipersilahkan untuk masuk ke dalam museum. Di dalam museum ini mereka bisa melihat berbagai benda bersejarah khas Dayak.

Mulai dari senjata tradisional khas Dayak seperti mandau dan sumpit, mihing sapundu, serta aneka macam balanga atau guci. Karena penasarannya, sebagian anak-anak berjalan-jalan sambil mengawasi barang bersejarah khas Kalteng. Sebagian dari mereka ada yang sibuk mengabadikan momen langka ini dengan berfoto di dalam museum.

Sementara itu Kepala UPT Museum Balanga, Maliaki mengaku senang dengan kunjungan dari peserta KBN ini. Dia berharap melalui kunjungan ini mereka banyak mengetahui tentang budaya Dayak.

“Setelah kembali ke daerahnya diharapkan mereka bisa menceritakan budaya dan kearifan lokal suku Dayak,” harapnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Kaos Gratis Dari Tuan Rumah Untuk Peserta KBN

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kegiatan Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-VIII yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya tidak hanya membawa berkah kepada masyarakat sekitar, tapi juga kepada peserta KBN.

Berkah untuk seluruh peserta Pramuka penggalang ini karena medapat baju kaos gratis dari Pemerintah Kota Palangka Raya. Setiap peserta dapat kaos dengan wara dan corak yang berbeda. Pemerintah kota menyediakan kaos dengan 5 warna dasar yang dimiliki suku dayak, hitam putih merah hijau dan kuning.

Sedangkan pembagian kaosnya pada waktu upacara HUT Kota Palangka Raya yang bertepatan dengan pembukaan KBN. Pembagian kaos gratis ini merupakan kebijakan tuan rumah untuk memberikan bingkisan kepada peserta KBN yang berlangsung sejak 16-22 Juli 2017.

Setiap Kaos yang dibagikan ini berasal dari satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) Kota Palangka Raya. Dalam kaos yang dibagikan ini bertuliskan sesuai visi misi SOPD masing-masing.

Namun kebijakan tersendiri oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya selain membagikan kaos pada waktu pembukaan BKN, pada hari ini kamis (20/7/2027) kontingen Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Bali, dan Provinsi Sumatera Barat yang dapat kaos gratis langsung diserahkan di lokasi kemah di Kambariat Tuah Pahoe, Kelurahan Sabaru, Palangka Raya oleh pegawai DKSIP, Yuliadi dan Adi yang kebetulan mereka berdua ini sebagai Liaison Officer (LO) pada KBN 2017.

Setiap kontingen dapat jatah 18 lembar kaos. Jumlah ini disesuaikan dengan total peserta KBN dari setiap provinsi. Khusus DKSIP, dalam kaos yang dibagikan ini bertuliskan ‘Saya’ berlogo gambar hati sebagai kata ganti (Cinta) Kota Palangka Raya “Keterbukaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kerahasiaan”.  (MC.Isen Mulang/engga)

Peserta KBN Jelajah Budaya ke Monumen Tugu Soekarno

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Jurnal hari ke-4 pelaksanaan Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-VIII, para  Pramuka penggalang terbaik dari 34 provinsi seluruh Indonesia, kontingen Vietnam dan 14 kontingen dari kabupaten kota di kalimantan tengah mengikuti kegiatan jelajah budaya, Kamis (20/7/2017).

Jelajah budaya ini dibagi dalam empat group, sedangkan lokasi yang dikunjungi adalah ritual tiwah, Rumah Betang Hapakat, Monumen Tugu Soekarno, dan Museum Balanga.

Seperti biasa, kegiatan jelajah budaya ini juga dipimpin Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio. Setelah ke Museum Balanga peserta diajak ke Tugu Soekarno.

Melalui jelajah budaya ini menurut wakil walikota banyak informasi yang diperoleh peserta KBN dari seluruh Indonesia. Mereka jadi tahu jika dulunya Kota Palangka Raya ini berupa hutan belantara.

Namun berkat Presiden RI pertama Soekarno Desa Pahandut yang semua hanya sebuah perkampungan kecil, sehingga dipilih dijadikan sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.

Kala itu 17 Juli 1957 pemancangan tiang pertama berdirinya Kota Palangka Raya dilakukan oleh Proklamator RI Ir. Soekarno juga sudah mewacanakan jika suatu saatnya nanti Kota Palangka Raya ini layak dijadikan sebabagi daerah yang dicadangkan untuk pemindahan ibukota pemerintahan RI.

“Jadi melalui jelajah budaya ini peserta KBN harus tahu jika Kota Palangka Raya ini betul-betul dirancang dan didirikan oleh anak negeri Ir Soekarno bahwa wacana Palangka Raya akan dijadikan ibukota pemerintahan RI itu sudah sejak disampaikan sejak awal berdirinya kota ini,” tutur wakil  walikota.

Mofit berharap kepada seluruh peserta KBN mulai dari Aceh sampai Papua setelah pulang ke daerahnya mereka bisa menceritakannya kepada teman dan keluarganya mengenai kondisi Palangka Raya terkait wacana pemindahan ibukota pemerintahan RI ke Provinsi Kalimantan Tengah.

“Mudah-mudahan setelah kegiatan KBN mereka tahu tentang sejarah Palangka Raya dan diharapkan mereka menjadi duta untuk memperkenalkan kondisi Kota Palangka Raya,” imbuhnya.

Mofit menjelaskan dalam kegiatan jelajah budaya ini fokusnya tetap kepada Pahlawan Nasional Tjilik Riwut pendiri Provinsi Kalimantan Tengah.

Setelah mengunjungi Monumen Tugu Soekarno di Jalan S Parman, para peserta KBN kemudian diajak ke Galery & Resto Tjilik Riwut yang merupakan rumah Tjilik Riwut. (MC. Isen Mulang/engga)