Disperindag Usulkan 5 UKM Dapat Sertifikat Halal

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya akan mengusulkan lima usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Usulan ini disampaikan Hadriansyah mantan pegawai Disperindag yang saat ini menjabat Kasubag Protokol Komunikasi Setda Kota Palangka Raya saat membuka acara pelatihan program sistem informasi belanja online usaha kecil (Siboncil), Kamis (20/7/2017).

Menurut Adouw panggilan akrab Hadriansyah biaya untuk mendapatkan sertifikat halal ini nantinya akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Alfamart dan Indomaret.

Tujuan difasilitasinya UKM untuk mendapatkan sertifikat halal ini agar semua produk yang dijual ke pasar mendapat legalitas jelas dan pembeli tidak ragu untuk mengonsumsinya.

Sementara itu Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio saat membuka pelatihan ini sangat mendukung akan adanya fasilitasi para UKM untuk mendapatkan sertifikat halal.

Setahu saya biaya pengurusan sertifikat halal tidak mahal. Yakni sekitar Rp50 ribu saja kata Mofit. Di sisi lain Mofit menegaskan dengan adanya sertifikat halal ini bukan berarti bisa menjamin barang milik UKM cepat laku.

Laku tidaknya sebuah produk itu menurutnya tergantung dengan kemahiran manajemen dalam memasarkan produk, sehingga status sertifikat halal tidak ada kaitannya dengan cepat lakunya sebuah produk. (MC. Isen Mulang/engga)

50 UKM Ikuti Pelatihan Toko Online Siboncil

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebanyak 50 pelaku usaha kecil menengah (UKM) mengikuti pelatihan program sistem informasi belanja online usaha kecil (Siboncil), Kamis (20/7/2017).

Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Fairuz ini sekaligus dilakukan launching Siboncil oleh Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio.

Ikut hadir dalam launching ini Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Murni, sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Afendi sebagai nara sumber. Peluncuran website sekaligus pelatihan ini juga dihadiri Pimpinan Alfamart Kalselteng Yoseph, Pimpinan Indomaret Kalselteng, Andika, dan perwakilan BRI.

Dalam sambutannya wakil walikota mengatakan hadirnya toko online ini sudah tidak bisa dihindari lagi di zaman modern. Pelaku UKM harus bisa mengikuti perkembangan ilmu teknologi.

Jika tertinggal, maka para pelaku UKM akan ketinggalan dan pasti akan kalah bersaing dalam memasarkan produknya. Sebab saat ini dengan sistem online, pedagang tidak perlu lagi memasarkan produknya secara manual.

Tapi cukup memasarkan melalui toko online sebuah produk sudah dipasarkan secara luas. “Dengan pasar online ini memudahkan penjualan dan pembeli tanpa harus datang sudah bisa beli barang,” tuturnya.

Hanya saja yang perlu diperhatikan menurut wakil walikota adalah jaminan terhadap barang yang dipesan harus sesuai yang ditampilkan di toko online untuk memberikan kepuasan kepada pembeli.

Sementara itu Pimpinan Indomart Kalselteng Andika sangat mendukung diluncurkan toko online Siboncil ini. Bahkan seluruh gerai Indomart juga siap menampung semua produk UKM. (MC. Isen Mulang/engga)

Ritual Tampung Tawar Awali Kegiatan Napak Tilas KBN

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebelum mengikuti kegiatan napak tilas ke lokasi pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut di Batu Banama, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) menjalani ritual adat Dayak.

Ada dua ritual yang harus diikuti peserta KBN dari 34 provinsi, kontingen dari Vietnam, dan 14 kontingen dari kabupaten, kota se kalteng. Yakni ritual tampung tawar dan mamapas. Proses ritual ini dipimpin oleh demang kepala adat dan Pengelola Objek Wisata Batu Banama Tangkiling Yudi Untung.

Sebelum acara ritual dimulai, terlebih dulu Yudi Untung bersama demang kepala adat mempersiapkan berbagai peralatan dan bahan yang akan digunakan untuk melaksanakan ritual mamapas dan tampung tawar.

Adapun perlengkapan yang disiapkan di antaranya gelas untuk menaruh air dan cawan atau mangkok untuk menaruh berbagai kebutuhan yang diperlukan.

Sedangkan bahan yang dibutuhkan berupa sangku, daun sawang, daun palis, sawang papas, telur, beras, dan air. Sebelum prosesi mapas dan tampung tawar dimulai, demang kepala adat membacakan doa di depan peserta yang sudah berbaris memanjang.

Sambil membaca doa, tetua adat ini kemudian memercikan air dengan menggunakan dedaunan yang sudah dirangkai menjadi satu dan mengoleskan telur ayam kampung di tangan peserta. Adapun peserta yang mendapat kesempatan pertama menerima ritual ini adalah kontingen dari Vietnam dan Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio sebagai pimpinan rombongan dan dilanjutkan dengan peserta lainnya.

Sementara itu Yudi Untung menjelaskan makna dari ritual mamapas ini tujuannya untuk membersihkan badan dari unsur sial dan celaka, sehingga diharapkan selama peserta KBN mengikuti napak tilas tidak ada mendapat gangguan dari makluk gaib.

Sedangkan makna tampung tawar agar para peserta KBN terhindar dari unsur-unsur aneh. Diharapkan melalui tampung tawar ini kondisi kesehatan mereka tetap prima dan terhindar dari segala penyakit, sehat dan selamat (MC. Isen Mulang/engga)

Wakil Walikota Ikut Merayap Lintasi Rintangan Napak Tilas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mofit Saptono Subagio tidak canggung lagi mengikuti rangkaian napak tilas ke Batu Banama Tangkiling yang diadakan panitia Kemah Budaya Nasional (KBN), Rabu (19/7/2017).

Dengan cepat dia memimpin jalannya napak tilas ke lokasi pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut. Tanpa memikirkan baju kotor, dia juga ikut merayap di bawah Batu Rinjing.

Padahal selain menjadi Ketua Panitia Lokal KBN ke-VIII, Mofit Saptono Subagio juga menjabat Wakil Walikota Palangka Raya. Tapi semua atribut kepangkatan itu ditinggalkan demi suksesnya acara kemah yang diikuti Pramuka penggalang  dari 34 provinsi, kontingen Vietnam dan 14 kabupaten, kota se kalimantan tengah itu.

Rintangan selanjutnya yang diikuti wakil walikota adalah turun tebing. Dengan memegang tali, Mofit secara perlahan-lahan menuruni bukit dan kemudian langsung merayap lagi di bawah tali.

Aksi merayap ini pun dengan cepat diikuti 1.200 peserta KBN. Aksi heroik lainnya, Mofit juga dengan cekatan melintasi rintangan jembatan gantung yang terbuat dari tali.

Adapun rintangan lainnya melewati spider net, lari zig-zag di lubang ban bekas, dan naik dan turun tangga. Khusus tiga rintangan ini hanya dilanjutkan peserta KBN sampai ke puncak Bukit Tangkiling.

Sekitar pukul 13.00 WIB proses pendakian selesai. Acara selanjutnya peserta KBN mengikuti napak tilas dengan mengadakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya pukul 15.00 WIB.

Selain didampingi para pejabat daerah, rangkaian napak tilas ini juga langsung dipimpin oleh Yusak selaku Andalan Kwarnas Pramuka. (MC. Isen Mulang/engga)

Peserta Asal Bangka Belitung Juara I Lomba Menangkap Ikan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Selasa (18/7/2017) sore di lokasi Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya mendadak ramai.

Ya, di lokasi Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-VIII ini diadakan lomba maloto/malutu merupakan tradisi masyarakat Dayak untuk menangkap ikan dengan tangan (tanpa bantuan alat) di danau yang airnya sudah surut (dilakukan terutama pada musim kemarau).

Dalam lomba ini para peserta hanya boleh menangkap ikan dengan menggunakan tangan kosong. Bagi peserta luar daerah yang tidak bisa menangkap ikan mungkin akan kesulitan.

Karena sulitnya menangkap ikan dengan tangan kosong inilah sehingga memicu kemeriahan. Mereka saling berlomba untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya.

Celakanya ikan yang ditangkap ini sangat sulit dan licin, karena ikan yang dilepas di kolam buatan ini adalah ikan gabus dan lele. Bagi yang tidak bisa memegang ikan mungkin jijik, sehingga mereka susah untuk menangkapnya.

Meski begitu, setelah perjuangan cukup lama dan melelahkan, akhirnya peserta KBN asal Bangka Belitung berhasil menjadi juara satu dengan memperoleh 13 ekor ikan.

Sedangkan juara II diraih oleh kontingen dari Kabupaten Sukamara dengan memperoleh 12 ekor ikan, dan juara III diraih kontingen Kecamatan Sabangau dengan memperoleh 11 ekor ikan.

Selanjutnya juara IV diraih oleh peserta dari Aceh dengan memperoleh 10 ekor ikan, dan juara V diraih peserta dari Jawa Timur dengan memperoleh 10 ekor ikan. (MC. Isen Mulang/engga)

Kepala DKISP Sukses Mendaki Bukit Tangkiling Bersama Peserta KBN

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Semangat untuk sukses melakukan pendakian ke atas Bukit Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya ternyata tidak hanya dari peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) dari seluruh Indonesia.

Rupanya dari beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SPOD) yang ikut melakukan pendakian hingga finish hanya dua orang. Yakni Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Murni dan Kepala Dinas Peindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban.

Aratuni lebih dulu naik dan finish ke lokasi, sedangkan Murni naik sambil mengiringi peserta Pramuka penggalang. Baru sekitar pukul 12.00 WIB, Murni bersama jajaranya sampai di puncak Bukit Tangkiling.

Di atas Batu Tingkes ini, Murni bersama jajarannya, termasuk para peserta KBN menyempatkan diri beristrirahat sejenak sambil menikmati indahnya panorama sekitar Objek Wisata Bukit Tangkiling, yang juga lokasi pertapaan Pahlawan Nasional Tjilik Riwut.

Dari atas bukit ini Murni bersama jajarannya tidak menyia-nyiakan waktu indah dan langka ini untuk mengabadikan sejumlah kegiatan kepramukaan. Beliau juga menyempatkan foto bersama dengan peserta KBN asal Papua Barat.

Dari atas bukit ini pula jajaran DKISP mengambil beberapa momen objek menarik untuk diabadikan. Foto-foto yang diambil ini menurut Murni akan dijadikan sebagai bahan galeri foto yang akan ditampilkan di website resmi milik pemerintah kota, palangkaraya.go.id dan mediacenter.palangkaraya.go.id

Selain itu foto-foto yang diambil juga akan digunakan sebagai bahan untuk disajikan dalam even Palangka Raya Expo yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 mendatang.

Sebagai pimpinan SOPD yang mengelola informasi untuk publik, Murni merasa perlu memberikan informasi ke masyarakat. Informasi tersebut  bisa berupa berita maupun foto.

Secara pribadi dan kedinasan, pihaknya sangat mendukung digelarnya napak tilas ke wilayah Batu Banama dan Bukit Tangkiling lokasi Pertapaan Tjilik Riwut oleh peserta KBN, karena momen ini bisa dimanfaatkan Kota Palangka Raya untuk mempromosikan kepada dunia luar.

Apalagi saat ini Palangka Raya sedang gencar-gencarnya diberitakan oleh media karena menjadi salah satu kota yang sedang dilakukan pengkajian dalam rangka wacana pemindahan ibukota pemerintahan ke Provinsi Kalimantan Tengah. (MC. Isen Mulang/engga)

Merah Putih Naungi Seluruh Anak Bangsa

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Jurnal hari kedua pelaksanaan Kemah Budaya Nasional (KBN) di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, para Pramuka penggalang diajak mengikuti kegiatan bakti sosial atau Pramuka peduli sesama dan lingkungan, Selasa (18/7/2017).

Namun sebelum aksi peduli lingkungan ini dilaksanakan, para penggalang dari 34 provinsi seluruh Indonesia dan kontingen dari Vietnam diajak baris di lapangan di tengah teriknya matahari pagi. Barisan laki-laki dan peremuan dipisah.

Di tengah panasnya matahari inilah mereka disuruh membentangkan kain merah dan putih. Kain merah dibentangkan oleh penggalang putra, sedangkan kain putih dibentangkan oleh penggalang putri.

Setelah dibentangkan, seluruh penggalang untuk bernaung di bawah kain merah putih ini. Adapun makna berteduh di kain ini menurut kakak pembina, Yusak adalah Bendera Merah Putih menaungi seluruh anak bangsa yang bersuku-suku, tetapi tetap satu dalam bingkai NKRI.

“Indahnya bernaung di bawah merah putih, kerena menaungi seluruh anak bangsa dari berbagai suku, tetapi kita tetap bersatu,” pesan Yusak yang juga Andalan Kwarnas Pramuka ini.

Yusak menjelaskan warna putih melambangkan kesucian dalam perbuatan, sedangkan warna merah melambangkan sikap berani. Maka dari itu Yuzak mengajak para penggalang yang merupakan generasi penerus bangsa ini untuk berbuat kebaikan demi kuatnya NKRI.

Pesan moral lainnya para penggalang diajak memerangi perbuatan yang membuat rugi diri sendiri dan diminta mengajak anak-anak lainnya untuk berbuat kebaikan dan tidak melanggar hukum.

“Banyak yang mati muda karena narkoba dan tawuran. Sebagai anggota Pramuka wajib hukumnya untuk mengingatkan mereka ke jalan yang benar,” pesannya.

Selanjutnya para penggalang putra dan putri ini disuruh membubuhkan nama dan tanda tangan di atas kain putih dan merah sebagai bukti jika mereka komitmen menjadikan Indonesia negara yang besar meski terdiri dari berbagai suku dan budaya. (MC. Isen Mulang/engga)

Peserta KBN Tanam Pohon Endemik Kalimantan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anak-anak peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) yang sedang melaksanakan kemah di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya diajak menanam berbagai jenis pohon, Selasa (18/7/2017).

Penanaman pohon endemik Kalimantan ini dilakukan setelah mereka mengikuti kegiatan bakti sosial. Semua bibit pohon ditanam di lokasi Kambariat Tuah Pahoe.

Aksi penanaman pohon ini dipimpin Dirjen Sejarah Triana Wulandari dan Andalan Nasional Kwarnas Pramuka, Yusak. Ada 10 jenis bibit pohon yang ditanam oleh anak-anak penggalang ini.

Yakni ketapang kencana, flamboyan, ulin, malam-malam, plepek, meranti merah, meranti batu, belangiran. Semua bibit pohon ini merupakan bantuan dari BPDAS Kahayan.

Khusus di lokasi Kambariat Tuah Pahoe ditanam 500 bibit pohon berbagai jenis. “Kalau dalam momen KBN ada 1.590 bibit yang kami tanam,” ucap pegawai BPDAS Kahayan, Demantoro.

Selain di lokasi KBN, 1.090 bibit sisanya menurut Demantoro dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam di lokasi tempat ibadah dan sebagiannya dibagikan ke kelurahan.

Dia mengharapkan dengan adanya aksi penanaman pohon melalui even KBN ini bisa merangsang para generasi muda agar bisa mencintai lingkungan dengan gemar menanam pohon.

Sebab dengan menanam pohon maka lingkungan akan lestari dan hijau, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk manusia sendiri, tapi juga untuk menjaga ekosistem lingkungan.

Sebalinya, jika lingkungan rusak dan tidak ada pohon, maka menurut Demantoro bisa memicu terjadi bencana banjir, erosi, dan pemanasan global.

Maka dari itu melalui momen KBN merupakan saat yang tepat untuk mengajari anak-anak untuk ikut menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup yang lebih baik. (MC. Isen Mulang/engga)

Temu Tokoh Budaya Bersama Penggalang Dari 34 Provinsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Perwakilan Pramuka penggalang  dari 34 provinsi seluruh Indonesia dan 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah mengikuti sesi temu tokoh budaya, Senin (17/7/2017).

Temu tokoh ini diadakan setelah mereka mengikuti pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya.

Dalam temu tokoh ini menghadirkan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Wakil Kwarnas Budi Prayitno, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, dan pengamat budaya Provinsi Kalimantan Tengah Kusni Sulang.

Melalui temu tokoh ini banyak pelajaran yang diperoleh para anak-anak sekolah menengah pertama (SMP) ini tentang keanekaragaman adat dan budaya mulai dari Aceh sampai Papua.

Mereka juga diberikan pemahaman akan pentingnya mengikuti Pramuka. Dengan Pramuka mereka akan kenal adat dan budaya orang lain, sebab dalam berpramuka mereka pasti akan berteman dengan anak-anak dari berbagai daerah.

Sementara itu dalam sesi tanya jawab pengamat budaya Kusni Sulang mendapat pertanyaan dari peserta. Salah satunya pertanyaannya soal apa untung dan ruginya jika tidak mengikuti Pramuka?

Menurut Kusni Sulang, bagi generasi muda tidak mengikuti Pramuka tidak apa-apa, tapi rugi. Sebaliknya bagi yang ikut Pramuka akan mendapat ilmu, karena selain bisa belajar berorganisasi juga akan didapat berbagai pengalaman.

“Melalui Pramuka inilah bekal untuk bisa jadi pemimpin. Melalui Pramuka banyak yang jadi pemimpin. Pramuka bisa melahirkan mualim bangsa,” jawab Kusni.

Sementara itu Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio menambahkan melalui KBN ini para peserta bisa saling mengenal budaya satu degan yang lainnya.

“Jika tidak ikut Pramuka sangat rugi. Kalian yang sudah menjadi anggota Pramuka ini sudah berada di jalan yang benar,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Mendikbud : Anak Didik akan Diberikan Dua Raport

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan materi seminar nasional bertema tentang membangun Provinsi Kalimantan Tengah dalam perspektif pendidikan dan kebudayaan, Senin (17/7/2017).

Seminar ini diadakan di rumah jabatan Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia di Jalan Diponegoro pukul 14.00 WIB. Dalam kesempatan ini Mendikbud membeberkan pentingnya penguatan karakter dalam pendidikan.

Salah satunya menggunakan prinsip manajemen berbasis sekolah atau manajemen pendidikan berbasis sekolah. Pola pendidikan seperti dia sampaikan saat membuka acara seminar terkait wacana pemindahan ibu pemerintahan RI di Kalimantan Tengah.

“Pusat pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat harus berjalan sama-sama. Selama ini tiga ini berjalan sendiri,” kata Effendy di hadapan para kepala sekolah dan ratusan guru yang hadir.

Selain dihadiri para guru, acara seminar ini juga dihadiri Walikota Palangka Raya Riban Satia, tokoh masyarakat, anggota dewan, tokoh pemuda, TNI, dan Polri.

Dalam sambutannya Mendikbud juga akan menyinkronkan waktu libur guru dengan aparatur sipil negara (ASN) agar memiliki waktu cukup dengan keluarga. Akhir pekan juga bisa dimanfaatkan untuk penguatan pendidikan karakter bersama keluarga.

“Jadi guru memiliki 8 jam dalam tugasnya, termasuk memantau belajar di masyarakat. Di masyarakat sendiri menggunakan aktif learning,” tuturnya.

Mendikbud menambahkan ke depan akan ada dua raport yang akan diterima anak didik, sehingga guru tidak hanya mencatat berupa nilai angka yang bersumber dari kurikulum, namun juga mencatat kepribadian atau karakter anak.

“Raport yang kedua sampai pada penilaian karakter dan prestasi di sekolah, masyarakat maupun keluarga,” tegasnya. (MC. Isen Mulang/engga)