Peserta KBN Tanam Pohon Endemik Kalimantan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anak-anak peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) yang sedang melaksanakan kemah di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya diajak menanam berbagai jenis pohon, Selasa (18/7/2017).

Penanaman pohon endemik Kalimantan ini dilakukan setelah mereka mengikuti kegiatan bakti sosial. Semua bibit pohon ditanam di lokasi Kambariat Tuah Pahoe.

Aksi penanaman pohon ini dipimpin Dirjen Sejarah Triana Wulandari dan Andalan Nasional Kwarnas Pramuka, Yusak. Ada 10 jenis bibit pohon yang ditanam oleh anak-anak penggalang ini.

Yakni ketapang kencana, flamboyan, ulin, malam-malam, plepek, meranti merah, meranti batu, belangiran. Semua bibit pohon ini merupakan bantuan dari BPDAS Kahayan.

Khusus di lokasi Kambariat Tuah Pahoe ditanam 500 bibit pohon berbagai jenis. “Kalau dalam momen KBN ada 1.590 bibit yang kami tanam,” ucap pegawai BPDAS Kahayan, Demantoro.

Selain di lokasi KBN, 1.090 bibit sisanya menurut Demantoro dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam di lokasi tempat ibadah dan sebagiannya dibagikan ke kelurahan.

Dia mengharapkan dengan adanya aksi penanaman pohon melalui even KBN ini bisa merangsang para generasi muda agar bisa mencintai lingkungan dengan gemar menanam pohon.

Sebab dengan menanam pohon maka lingkungan akan lestari dan hijau, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk manusia sendiri, tapi juga untuk menjaga ekosistem lingkungan.

Sebalinya, jika lingkungan rusak dan tidak ada pohon, maka menurut Demantoro bisa memicu terjadi bencana banjir, erosi, dan pemanasan global.

Maka dari itu melalui momen KBN merupakan saat yang tepat untuk mengajari anak-anak untuk ikut menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup yang lebih baik. (MC. Isen Mulang/engga)

Temu Tokoh Budaya Bersama Penggalang Dari 34 Provinsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Perwakilan Pramuka penggalang  dari 34 provinsi seluruh Indonesia dan 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah mengikuti sesi temu tokoh budaya, Senin (17/7/2017).

Temu tokoh ini diadakan setelah mereka mengikuti pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya.

Dalam temu tokoh ini menghadirkan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Wakil Kwarnas Budi Prayitno, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, dan pengamat budaya Provinsi Kalimantan Tengah Kusni Sulang.

Melalui temu tokoh ini banyak pelajaran yang diperoleh para anak-anak sekolah menengah pertama (SMP) ini tentang keanekaragaman adat dan budaya mulai dari Aceh sampai Papua.

Mereka juga diberikan pemahaman akan pentingnya mengikuti Pramuka. Dengan Pramuka mereka akan kenal adat dan budaya orang lain, sebab dalam berpramuka mereka pasti akan berteman dengan anak-anak dari berbagai daerah.

Sementara itu dalam sesi tanya jawab pengamat budaya Kusni Sulang mendapat pertanyaan dari peserta. Salah satunya pertanyaannya soal apa untung dan ruginya jika tidak mengikuti Pramuka?

Menurut Kusni Sulang, bagi generasi muda tidak mengikuti Pramuka tidak apa-apa, tapi rugi. Sebaliknya bagi yang ikut Pramuka akan mendapat ilmu, karena selain bisa belajar berorganisasi juga akan didapat berbagai pengalaman.

“Melalui Pramuka inilah bekal untuk bisa jadi pemimpin. Melalui Pramuka banyak yang jadi pemimpin. Pramuka bisa melahirkan mualim bangsa,” jawab Kusni.

Sementara itu Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio menambahkan melalui KBN ini para peserta bisa saling mengenal budaya satu degan yang lainnya.

“Jika tidak ikut Pramuka sangat rugi. Kalian yang sudah menjadi anggota Pramuka ini sudah berada di jalan yang benar,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Mendikbud : Anak Didik akan Diberikan Dua Raport

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberikan materi seminar nasional bertema tentang membangun Provinsi Kalimantan Tengah dalam perspektif pendidikan dan kebudayaan, Senin (17/7/2017).

Seminar ini diadakan di rumah jabatan Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia di Jalan Diponegoro pukul 14.00 WIB. Dalam kesempatan ini Mendikbud membeberkan pentingnya penguatan karakter dalam pendidikan.

Salah satunya menggunakan prinsip manajemen berbasis sekolah atau manajemen pendidikan berbasis sekolah. Pola pendidikan seperti dia sampaikan saat membuka acara seminar terkait wacana pemindahan ibu pemerintahan RI di Kalimantan Tengah.

“Pusat pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat harus berjalan sama-sama. Selama ini tiga ini berjalan sendiri,” kata Effendy di hadapan para kepala sekolah dan ratusan guru yang hadir.

Selain dihadiri para guru, acara seminar ini juga dihadiri Walikota Palangka Raya Riban Satia, tokoh masyarakat, anggota dewan, tokoh pemuda, TNI, dan Polri.

Dalam sambutannya Mendikbud juga akan menyinkronkan waktu libur guru dengan aparatur sipil negara (ASN) agar memiliki waktu cukup dengan keluarga. Akhir pekan juga bisa dimanfaatkan untuk penguatan pendidikan karakter bersama keluarga.

“Jadi guru memiliki 8 jam dalam tugasnya, termasuk memantau belajar di masyarakat. Di masyarakat sendiri menggunakan aktif learning,” tuturnya.

Mendikbud menambahkan ke depan akan ada dua raport yang akan diterima anak didik, sehingga guru tidak hanya mencatat berupa nilai angka yang bersumber dari kurikulum, namun juga mencatat kepribadian atau karakter anak.

“Raport yang kedua sampai pada penilaian karakter dan prestasi di sekolah, masyarakat maupun keluarga,” tegasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Mendikbud Buka Seminar Wacana Pemindahan Ibukota RI ke Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendy membuka Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Dalam Mewujudkan Wacana Pemindahan Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia di Provinsi Kalimantan Tengah.

Seminar yang diadakan di rumah jabatan Walikota Palangka Raya di Jalan Diponegoro ini menghadirkan dua nara sumber. Yakni pakar hukum tata negara Refly Harun dan pengamat politik, Qodari. Seminar ini dimulai pukul 14.00 WIB, Senin (17/7/2017).

Dalam seminar yang digagas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Kalimantan Tengah ini juga dihadiri Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, anggota dewan, kepala sekolah, dan guru.

Sementara itu dalam sambutannya Mendikbud Muhadjir Efendy menyambut positif seminar ini. Tapi dia berpesan sebelum wacana pemindahan ibukota pemerintahan RI ini terrealisasi, maka terlebih dahulu masyarakat Kalimantan Tengah harus mempersiapkan sumber daya manusianya (SDM).

Jika SDM masyarakat Kalteng tidak siap dikhawatirkan nantinya akan menjadi penonton. Warga Kalteng akan kalah bersaing dengan warga pendatang yang akan mencari pekerjaan.

“Kalau mau ibukota pindah, tapi mulai sekarag SDM-nya disiapkan dulu. Kalau tidak disiapkan maka warga Kalteng akan menyambut pemindahan ibukota RI dengan cara menjual tanah,” ucapnya.

“Jadi kalau mau ibukota pemerintahan RI pindah ke Kalteng, maka harus dilakukan perbaikan pendidikan besar-besaran dulu. Kalau tidak jadi pindah alhambudilah, tapi kalau jadi pindah ya alhamdulilah,” pesannya.

Sementara itu Ketua KAHMI Kalimantan Tengah, Rusliansyah mengharapkan wacana pemindahan ibukota pemerintahan RI kelak akan menjadi kenyataan. Sebab Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya memiliki historis jika dibanding dengan daerah lain.

Dimana saat pemancangan tiang pertama tanda dimulainya pembangunan Kota Palangka Raya oleh Proklamator RI, Soekarno pada 17 Juli 1957 silam, kala itu Presiden RI Soekarno sudah menyebut jika Kota Palangka Raya ini akan dicadangkan menjadi calon ibukota RI.

Pertimbangan Soekarno kala itu Kota Palangka Raya letaknya berada di tengah Indonesia. “Maka dari itu melalui seminar ini ada kebulatan tekad dan persepsi dalam menyambut wacana ini pemindahan ibukota pemerintahan RI dan segala konsekuensinya,” tuturnya.

Rusliansyah menjelaskan dalam seminar ini juga menghadirkan Profesor DR Nursani Darlan dari Universitas Palangka Raya. Adapun materi yang disampaikan dari pengamat politik, Qodari terkait tema membuka keterisolasian. (MC. Isen Mulang/engga)

Mendikbud Tinjau Gedung SMP-SMA Islam Terpadu Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendi dalam rangka kunjungan kerjanya ke Kota Palangka Raya menyempatkan meninjau Gedung Harapan Insan Kalimantan (Hasanka) Boarding School SMP-SMA Islam Terpadu, Palangka Raya, Senin (17/7/2017).

Peninjauan sekolah yang menerapkan sistem full day school (FDS) ini dilakukan seusai Mendikbud membuka Kemah Budaya Nasional (KBN) di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya 10.30 WIB.

Ikut hadir dalam peninjauan ini Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Habib H Said Ismali, Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Ade Supriadi dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Slamet Winaryo.

Dalam sambutannya Mendikbud Muhadjir Efendi menyambut positif dengan adanya Hasanka Boarding School SMP-SMA Islam Terpadu, Palangka Raya ini. Hadirnya FDS ini menurutnya merupakan lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Diakui saat ini sekolah yang menerapkan sistem ajar FDS sedang menjamur di seluruh Indonesia. Hal ini menurutnya merupakan salah satu respon untuk mempercepat guna memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sebab menurutnya saat ini pembangunan bidang pendidikan di Indonesia sangat tertinggal jauh dibandingkan dengan Singapura yang lebih maju 15 tahun, sedangkan jika dibandingkan dengan Australia, Indonesia sudah tertinggal 10 tahun.
Namun ketertinggalan ini menurutnya masih bisa diperbaiki. Salah satunya dengan banyak hadirnya sekolah FDS dan sekolah-sekolah milik pemerintah.

Sementara itu pemilik Yayasan Hasanka Boarding School SMP-SMA Islam Terpadu, Iwan Kurniawan mengatakan sekolah unggulan miliknya ini didirikan murni dari uang pribadinya. Dia juga berharap nantinya ada bantuan dari pemerintah.

Dia mengatakan motivasi mendirikan sekolah ini untuk mempercepat pembangunan dibidang pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah. Ternyata respon masyarakat cukup baik dengan hadirnya Hasanka Boarding School SMP-SMA Islam Terpadu ini.

Respon positif ini bisa dilihat dari minat para orangtua untuk mensekolahkan anaknya di Hasanka Boarding School SMP-SMA Islam Terpadu. Dimana baru dibuka pertama kali sudah ada 117 anak sekolah di sini. (MC. Isen Mulang/engga)

Selamat Datang di Media Center Isen Mulang Kota Palangka Raya 500 Pemain Kecapi Meriahkan Pembukaan Kemah Budaya Nasional

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Suasana pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah tambah meriah dengan ditampilkannya permainan alat kecapi dan karungut khas Dayak, Senin (17/7/2017).

Uniknya, permainan kecapi ini dibawakan oleh sekitar 500 murid sekolah dasar (SD). Mereka dengan gemulai memetik senar kecapi. Sambil diiringi lagu karungut khas Dayak, para penonton, termasuk para pejabat pun terhipnotis takjub.

Karena penasarannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendi pun ikut turun ke area permaian. Dia juga ikut memainkan kecapi sambil mengeliling anak-anak yang sedang memetik senar kecapi.

Tak ayal, para pejabat lainnya seperti Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi (Budpar) Kalimantan Tengah Guntur Talajan serta beberapa Dirjen dari Kemendikbud juga ikut memainkan kecapi.

Kecapi merupakan alat musik tradisional khas Dayak. Bentuknya seperti gitar, namun tali senarnya ada yang dua dan ada empat, sedangkan kalau gitar memiliki enam senar.

Dengan mengenakan baju khas Dayak dan lawung (ikat kepala), para murid SD ini dengan rileks memainkan kecapi. Mereka sama sekali tidak grogi meski baru pertama kali memainkan alat tradisional ini di hadapan ribuan orang dari seluruh Indonesia dan mancanegara.

Kepala Dinas Budpar Provinsi Kalimantan Tengah Guntur Talajan mengatakan musik kecapi ini merupakan warisan nenek moyang Suku Dayak yang saat ini terus dilestarikan. Dulunya, musik kecapi dijadikan sebagai sarana hiburan dan acara diperayaan ibadah untuk mengiringi lantunan lirik karungut.

Tapi seiring perkembangan jaman, musik kecapi sudah menjadi materi pembelajaran di sekolah sebagai muatan lokal. Saat ini dinas budpar provinsi kalteng terus mendorong para muda-mudi untuk melestarikan musik tradisional ini. (MC. Isen Mulang/engga)

Mendikbud Buka Kemah Budaya Nasional di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy secara resmi membuka Kemah Budaya Nasional (KBN) ke-8 di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (17/7/2017).

Upacara KBN untuk peserta Pramuka penggalang atau anak SMP tahun ini sangat istimewa karena pelaksanaannya dibarengkan dengan peringatan HUT ke-52 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kota Palangka Raya.

Selain Mendikbud, acara pembukaan KBN ini juga dihadiri Dirjen Kebudayaan Hikmar Farid, Dirjen Sejarah Triana Wulandari, Wakil Ketua Kwarnas Pramuka Budi Prayitno, Kasubdit PTK Saptari Vovita Sari, dan Kepala Biro Kwarnas Desi Apriani.

Hadir pula Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Habib H Said Ismail mewakili gubernur, Walikota Palangka Raya Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono dan beberapa kepala daerah dari 13 kabupaten di Kalimantan Tengah.

Adapun proses pembukaan KBN 2017 ini diawali dengan devile dari peserta kemah. Kontingen dari Vietnam mendapat kesempatan pertama untuk melakukan devile di depan tribun penghormatan, kemudian disusul kontingen Aceh dan diikuti oleh kontingen dari 33 provinsi lainnya.

Sedangkan kontingen Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya dapat giliran penutup devile. Suasana devile cukup meriah, karena diselengi penampilan tarian dan lagu daerah dari 34 provinsi yang dibawakan oleh putra putri dari tuan rumah.

Secara simbolis pembukaan KBN ini ditandai dengan manyipet atau menyumpit dengan sasaran sebuah balon yang diletakkan di bawah. Setelah balon terkena jarum sumpit, maka meletus, sehingga tali yang di atasnya ada banyak balon maka akan lepas ke udara.

Dalam sambutannya Mendikbud Muhadjir Effendy mengucapkan selamat berkemah kepada peserta KBN. Melalui KBN ini diharapkan bisa meningkatkan rasa nasionalisme, sehingga kelak mereka menjadi partner yang bisa membangun jaringan secara nasional guna membangun Indonesia masa depan yang lebih baik.

“Saya melihat di wajah kalian semua, senyum adik-adik ku semua, di dalam ketawa adik-adik semua ada janji dan masa depan yang cerah untuk masa depan Indonesia. Selamat berkemah, selamat berbudaya, selamat membangun rasa nasionalisme melalui rasa kebhinekaan,” pesan Mendikbud. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Jamu Makan Malam Peserta Kemah Budaya Nasional

MEDIA CENTER, Pakangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia memberikan jamuan makan malam kepada peserta Kemah Budaya Nasional (KBN). Jamuan makan malam ini diadakan di rumah jabatan, Minggu (16/7/2017).

Dalam jamuan makan malam ini hanya perwakilan dari 34 provinsi yang diundang, sedangkan untuk peserta dari Vietnam diundang semua. Acara gala diner ini juga dihadiri Menteri Pendidikan Nasional, Muhadjir Efendi.
Hadir pula Dirjen Kebudayaan Hikmar Farid, Dirjen Sejarah Triana Wulandari, Wakil Ketua Kwarnas Pramuka Budi Prayitno, Kasubdit PTK Saptari Vovita Sari, dan Kepala Biro Kwarnas Desi Apriani.

Sedangkan dari tuan rumah juga hadir Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Pejabat Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Mugeni, Kepala Dinas Pariwisata Kalteng, Guntur Talajan, dan Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kalimantan Tengah, Krisnayadi Toendan serta Ketua Kwarda Kalteng Sipet Hermanto.

Dalam gala diner ini peserta KBN dan para pejabat disuguhi menu khas Kalimantan. Dari semua menu yang disajikan yang menarik adalah tumis kelakai. Menu khas Dayak ini sangat disukai, termasuk Menteri Pendidikan pun juga ikut makan.

Seusai acara makan malam, peserta KBN dan para pejabat yang hadir disuguhi pertunjukan tarian Batuah Marajaki. Tarian ciptaan Benny Tundan ini menceritakan semangat kebersamaan untuk menuju kehidupan yang lebih baik lagi.

Dalam sambutannya Walikota Palangka Raya Riban Satia mengucapkan selamat datang kepada peserta KBN yang sudah datang ke Kota Cantik untuk mengikuti kemah tingkat penggalang/SMP dari 16-23 Juli 2017. Walikota mengharapkan para peserta KBN dapat mengikuti kemah dengan baik sampai selesai.

Sementara itu Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Efendi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palangka Raya yang telah bersedia menjadi tuan rumah penyelenggara KBN 2017. (MC. Isen Mulang/engga)

247 Calon Haji Ikuti Bimbingan Manasik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebanyak 247 calon jemaah haji asal Kota Palangka Raya mengikuti bimbingan manasik di Asrama Haji Al Mabrur Jalan G Obos, Rabu (12/7/2017).

Ke-247 calon haji ini terdiri dari 113 laki-laki dan 137 perempuan. Dari 247 orang ini calon haji termuda bernama Janatunnisa (30 tahun) dan usia tertua bernama Abdul Mu’is (80 tahun).

“Tujuan dilaksanakannya bimbingan manasik ini agar para jemaah bisa memahami pelaksanaan ibadah haji dengan benar, sehingga pelaksanaan haji dari tahun ke tahun semakin baik dan bisa menjadi haji mabrur serta menjadi calon haji lebih aktif dan mandiri,” kata ketua panita, Bahrani.

Dalam bimbingan manasik ini para calon haji diberikan pengetahuan tentang kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan haji, teknis kesehatan, pembentukan kloter, keselamatan penerbangan, dan melestarikan kemabruran haji.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Baihaqi berharap para calon jemaah bisa memahami pelaksanaa ibadah haji dengan benar.

“Mudah-mudahan bagus secara keilmuan, sehingga apa yang dilaksanakan nantinya dapat menghasilkan perilaku kesempurnaan dalam rukun Islam,” tuturnya.

Baihaqi menambahkan calon haji ini akan diberangkatkan pada 12 Agustus dan 15 Agustus 2017. Saat ini ada sekitar 3.300 calon jemaah yang menjadi daftar tunggu.

Karena terlalu banyaknya daftar tunggu ini, maka urutan berangkat paling lama bisa 18 tahun lagi. Saat ini juga ada 500-an calon jemaah yang menjadi daftar tunggu melalui jalur khusus. Dengan jalur ini daftar tunggunya paling lama hanya 5 tahun. (MC. Isen Mulang/engga)

Jajaran Pemko Palangka Raya Ziarah ke Makam Pahlawan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono bersama jajarannya melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jalan Tjilik Riwut Km 3, Rabu (12/7/2017) pukul 07.00 WIB.

Ziarah dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kota Palangka Raya dan Kota Palangka Raya ini juga diikuti Komandan Kodim 1016 dan Wakil Kapolres Palangka Raya.

Dalam ziarah ini wakil walikota bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan peserta upacara dari aparatur sipil negara (ASN), Satpol PP, TNI, dan kepolisian.

Seusai upacara dilakukan proses peletakan karangan bunga di tugu taman pahlawan. Selanjutnya dilakukan tabur bunga di pusara makam Pahlawan Nasional Tjilik Riwut.

Kemudian dilanjutkan penaburan bunga ke pusara makam pahlawan lainnya yang diikuti jajaran TNI, kepolisian, dan para pejabat satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).

Dalam ziarah ini wakil walikota juga menyempatkan untuk memberikan doa dan tabur bunga di makam almarhum mantan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Asmawi Agani.

Acara selanjutnya rombongan wakil walikota melakukan ziarah ke makam mantan Walikota Palangka Raya, Tuah Pahoe di komplek pemakaman Kristen di Jalan Tjilik Riwut Km 2.

Di sini rombongan wakil walikota sudah ditunggu oleh keluarga almarhum. Sebelum acara penaburan bunga terlebih dari pihak keluarga Tuah Pahoe memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada jajaran pemerintah kota yang setiap tahun selalu melakukan ziarah ke makam Tuah Pahoe.

Selanjutnya wakil walikota bersama istri menaburkan bunga di pusara makam Tuah Pahoe disertai pembacaan doa dan penghormatan yang diikuti oleh kepala SOPD.

Seusai tabur bunga di makam Tuah Pahoe, di komplek makam Kristen ini rombongan wakil walikota juga ziarah dan tabur bunga ke makam walikota Donnis Nixson Singaraca dan Waldus Sandy. (MC. Isen Mulang/engga)