Unit Uji Kir Palangka Raya Dapat Akreditasi B

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kementerian Perhubungan memberikan penilaian atau akreditasi B terhadap Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUPKB) Kota Palangka Raya.

Nilai B ini diberikan setelah pihak Dirjen Perhubungan Darat melakukan penilaian terhadap fasilitas yang dimiliki UPUPKB Kota Palangka Raya pada Agustus 2018.

Hasilnya, sembilan item atau alat untuk KIR bisa dipenuhi oleh dinas perhubungan, sehingga mulai September 2018 UPUPKB Palangka Raya boleh melayani KIR kendaraan bermotor.

“Selama penilaian itu UPUPKB tidak boleh melayani KIR per 3 Agustus 2018, namun sekarang sudah bisa setelah dapat akreditasi B,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy, Rabu (26/9/2018).

Eldy mengatakan fasilitas yang dimiliki UPUPKB Palangka Raya terbilang lengkap jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Tengah, karena masih ada yang dapat akreditasi C.

Di antaranya UPUPKB Kabupaten Murung Raya, sehingga proses layanan KIR harus nebeng ke daerah lain yang fasilitas uji kendaraannya lebih lengkap. (MC. Isen Mulang/engga)

Wonderful Sail, Ratusan Yacther Berlayar ke Teluk Kumai

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setidaknya 250 yacther internasional sudah berlayar di perairan Indonesia mulai bulan Juni sampai November 2018 dalam misi Wonderful Sail to Indonesia 2018, telah menyinggahi sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Salah satunya para yacther internasional ini akan singgah ke salah satu destinasi wisata di Kumai atau tepatnya di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata, Dwisuryo Indroyono, dalam rilisnya mengatakan, wonderful sail to Indonesia, mengatakan acara penyambutan di Kumai akan diadakan pada tanggal 8-11 Oktober 2018, dan para yacther diharapkan untuk tiba di teluk Kumai pada tanggal 7 Oktober 2018.

“Kumai menjadi satu-satunya destinasi singgah di Kalimantan. Karena ada TN Tanjung Puting yang sudah mendunia,” tuturnya.

Kata Dwisuryo, dari 10 Bali Baru hanya Tanjung Puting yang memiliki alam dan satwa liar yang dilindungi.” Maka itu kita berharap agar TN Tanjung Puting dapat masuk dalam destinasi Bali Baru ke-11,”ucapnya.

Terkait dengan kedatangan yacther internasional pada kegiatan Wonderful Sail to Indonesia 2018, ke Kumai, menurut Kepala Dinas dan Kebudayaan Pariwisata Provinsi Kalteng, Guntur Talajan, para travel agent di Kobar telah menyiapkan sejumlah paket wisata pilihan menarik. Ketujuh paket wisata tersebut adalah Tanjung Harapan, Pondok Tangguo, Pesalat, Pondok Ambung, Camp Leakey, Sungai Buluh Besar, dan Sungai Arut serta Sungai Perlu.

“Nantinya para yacther akan diajak berkeliling dan bermalam dengan menggunakan kapal klotok. Untuk bisa menikmati paket wisata itu,”sebutnya, Rabu (26/9/2018).

Sementara itu tambah Guntur, untuk pihak Taman Nasional Tanjung Puting telah menyediakan 127 guide selama Wonderful Sail to Indonesia 2018 di Kumai. Sehingga para wisatawan bisa menikmati alam indah dan budaya Kumai secara maksimal. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Destinasi New Bali ke-11, Tanjung Puting Go Internasional

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Baru-baru ini Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), diusulkan menjadi Bali ke-11 pada 2019.

Masuknya TN Tanjung Puting sebagai destinasi New Bali ke-11 menunjukan Kalteng memiliki kekayaan alam serta satwa liar yang mampu dieksplor menjadi tujuan wisatawan kelas dunia.

Plt Sekertaris Daerah Kalimantan Timur, Fahrizal Fitri dalam relisnya, Rabu (26/9/2018) menyampaikan, TN Tanjung Puting memiliki keunggulan daya tarik wisata berupa hutan tropis sebagai habitat asli orangutan di Indonesia.

Tercatat bahwa jumlah wisatawan ke Tanjung Puting pada 2017 berjumlah 25.145 orang, di mana wisatawan asing 15.170 orang dan wisatawan dalam negeri 9.975 orang.

Pada April 2018, jumlah wisatawan mencapai 16.778 orang, di mana wisawan asing 10.518 orang dan 6.260 orang wisatawan dalam negeri. 

Disebutkan TN Tanjung Puting merupakan destinasi wisata yang sudah taraf mancanegara. Di sana mereka akan melihat kawasan hutan alam yang berdiri di atas gambut, di situ juga ada aliran sungai yang hitam gambut, konservasi orangutan seluas 500.000 hektar.

“Ada kurang lebih 5.000 orangutan yang dipelihara. Ini akan ditunjukkan ke dunia, bahwa inilah salah satu satwa yang dilindungi, dan mereka dapat memberitahukan kepada orang banyak melalui media sosial mereka,” tutur Fahrizal.

Sementara itu Marsetio selaku Staff Ahli Menteri Untuk Pariwisata dan Ketua tim Percepatan Pembangunan Kalimantan Tengah, dalam relisnya mengatakan, usulan TN Tanjung Puting sebagai New Bali ke-11 ini merupakan satu-satunya yang ada di Pulau Kalimantan.

TN Tanjung Puting sebagai ‘New Bali’ ke-11 nantinya akan melengkapi atraksi yang dimiliki di 10 New Bali, yaitu atraksi danau (Danau Toba-Sumut); atraksi pantai/bahari (Belitung-Babel, Tanjung Lesung-Banten, Kepulauan Seribu-DKI Jakarta, Mandalika-Lombok NTB, Pulau Komodo-NTT, Taman Nasional Wakatobi-Sulawesi Tenggara, dan Morotai-Maluku Utara); atraksi gunung (Gunung Bromo-Jatim); atraksi budaya (Candi Borobudur-Jateng), dan nantinya dilengkapi dengan atraksi hutan (Taman Nasional Tanjung Puting-Kalteng).

“Kegiatan Wonderful Sail to Indonesia 2018 akan singgah di Kumai, Kalteng untuk mempromosikan Tanjung Puting. Destinasi Bali baru yang go internasional,” cetusnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Permintaan Legalisir KTP di Kantor Dukcapil Membludak

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dalam beberapa hari ini suasana di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Palangka Raya ramai dikunjungi warga.

Kedatangan mereka tidak untuk mengurus dokumen kependudukan seperti KTP dan KK, namun cuma untuk mendapatkan legalisir KTP yang sudah di-foto copy.

Legalisir foto copy KTP ini akan digunakan untuk mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayah Kota Palangka Raya maupun di kabupaten lain di Kalimantan Tengah.

Jumlah warga yang mengurus legalisir KTP ini cukup banyak. Bahkan karena banyaknya, loket pelayanan yang biasanya dilakukan di lantai satu terpaksa dipindah ke lorong gedung (model kantor berbentuk rumah panggung, red).

Karena banyaknya warga yang mengurus, maka mereka harus antri berjam-jam untuk menunggu panggilan jika foto copy sudah dilegalisir dan bisa diambil.

Dari pantauan Media Center Isen Mulang pada Selasa (25/9/2018), sampai pukul 15.30 WIB pegawai Dukcapil baru menutup layanan. Ratusan map berisi lembaran foto copy yang baru diajukan terpaksa dikerjakan hari berikutnya.

Dari ratusan warga yang antri ini salah satunya bapak Lodewik. Dia juga ikut antri untuk mengambilkan legalisir anaknya yang akan mendaftar menjadi CPNS. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Palangka Raya Berjanji Melanjutkan Pembangunan Para Pendahulunya.

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya mengadakan acara ramah tamah dan pisah sambut dari walikota dan wakil walikota masa jabatan 2013-2018 kepada walikota dan wakil walikota masa jabatan 2018-2023.

Acara ramah tamah ini diadakan di rumah jabatan Walikota Palangka Raya di Jalan Diponegoro, Senin (24/9/2018) pukul 20.00 WIB. Acara ini juga dihadiri para kepala SOPD, kapolres, dandim, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para pendukung Fairid-Umi.

Momen pisah sambut ini dimanfaatkan oleh Riban Satia dan Mofit Saptono Subagio beserta istri untuk pamitan kepada masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya.

“Saya berkarir menjadi PNS sejak 1986. Sejak saat itu sampai sekarang saya tidak pernah santai. Maka setelah tidak menjadi walikota lagi, maka saya akan fokus bersama keluarga,” tuturnya.

Sementara itu dalam sambutannya Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin berjanji akan melanjutkan pembangunan para pendahulunya. Dia akan menuntaskan program pembangunan yang belum tuntas.

Fairid juga berjanji akan menjadikan Palangka Raya sebagai kota yang maju. Oleh karena itu dia mohon dukungan masyarakat untuk mewujudkan harapannya tersebut. (MC. Isen Mulang/engga)

Sertijab dan Penyampaian Visi Misi Walikota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya mengadakan rapat paripurna istimewa dengan agenda serah terima jabatan Walikota Palangka Raya dan penyampaian visi misi Walikota Palangka Raya masa jabatan 2018-2023.

Rapat paripurna yang dihadiri mantan Walikota Palangka Raya Riban Satia dan mantan Wakilnya Mofit Saptono Subagio ini dimulai pukul 15.00 WIB, Senin (24/9/2018).

Acara paripurna diawali dengan pembacaan surat keputusan pelantikan walikota oleh Sekretaris DPRD Kota Palangka Raya, Sitti Masmah dan dilanjutkan sambutan oleh mantan walikota.

Namun sambutan mantan walikota tersebut dibacakan oleh mantan wakil walikota Mofit Saptono. Atas nama pribadi, Mofit mengucapkan selamat kepada Fairid-Umi yang telah dilantik sebagai walikota dan wakil walikota.

Mofit mendoakan dengan kepemimpinan Fairid-Umi, Kota Palangka Raya semakin jaya. Mofit juga memberikan apresiasi kepada DPRD, FKPD, dan masyarakat yang telah mendukung kebijakan dan program selama kepemimpinan Riban-Mofit.

Mofit mengajak semua kepala SOPD, ASN, dan masyarakat untuk mendukung program yang akan dijalankan oleh kepemimpinan Fairid-Umi untuk lima tahun ke depan.

Terakhir, Mofit berpesan kepada Fairid-Umi agar tidak membanding-bandingkan pemimpin sebelum dan setelahnya, karena setiap pemimpin memiliki cara dan seni kepemimpinan sendiri, sehingga pasti ada kekurangan dan kelebihannya. (MC. Isen Mulang/engga)

Fairid-Umi Diminta Terus Dukung Kemajuan UMKM

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Langkah strategis disampaikan kalangan Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, yakni meminta walikota Palangka Raya yang baru Fairid Nafarin dan wakilnya Hj.Umi Mastikah, untuk terus mendukung para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Palangka Raya.

Dalam bagian lain diharapkan juga toko modern dapat diarahkan untuk terus menampung dan memasarkan produk-produk UMKM, sehingga pergerakan perekonomian maupun pertumbuhan UMKM semakin lebih baik dan maju. 

“Menjamurnya toko modern ini harus memberikan dampak yang positif. Kita tidak ingin adanya toko modern waralaba harus mematikan usaha mayarakat seperti UMKM. Maka itu pemko kedepan harus terus mendukung, “kata Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung, Senin (24/9/2018).

Dikatakan, selama ini pihak Komisi B terus toko modern agar bisa menampung produk-produk UMKM yang ada di Kota Palangka Raya. Dengan begitu produk mereka dapat tersebar dan laku di pasaran.

“Kita sudah rumuskan dalam perda agar toko modern menampung hasil produk UMKM serta membantu penjualan produk UMKM yang ada, sebab produknya tidak kalah dalam bersaing,” tegas Nenie.

Ditambahkannya, dengan perhatian lebih dari pemerintah daerah maka diharapkan UMKM bisa menjadi penggerak perekonomian dan tulang punggung ekonomi bagi pemerintah daerah, yakni melalui pajak maupun hal lainnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Launching Buku Tentang Rekam Jejak Pembangunan Kota Palangka Raya.

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tak terasa 10 tahun Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dan 5 tahun Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio memimpin pemerintahan dan masyarakat “Kota Cantik” Palangka Raya. Kini keduanya sudah mengakhiri tugas yang diemban tersebut.

Tepat dihari terakhir masa kepemimpinan mereka berdua, atau Minggu malam (23/9/2018), Riban-Mofit menggelar acara pamit dan ramah tamah, dengan mengundang seluruh ASN dan jajaran OPD maupun Forkopimda lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Pada kesempatan itu turut dihadiri Walikota Palangka Raya yang baru, Fairid Nafarin dan wakilnya Hj.Umi Mastikah. Acara itu digelar dihalaman rumah jabatan walikota Palangka Raya Jalan Diponegoro.

“Tidak terasa  10 tahun saya bersama wakil walikota sebelumnya Pak Maryono dan selanjutnya bersama Pak Mofit menjalankan amanah memimpin Kota Palangka Raya,” ungkap Riban dalam sambutannya pada acara malam itu.

Kata Riban, tidak banyak yang bisa disampaikan, apabila selama kepemimpinan mereka banyak hal-hal atau tindak tanduk serta tutur kata yang salah, maka kata dia mohon berkenan dimaafkan.

Dalam acara tersebut Riban juga berkesempatan memaparkan sekaligus launching sejumlah buku hasil karyanya bersama tim yang melakukan kajian serta riset. Buku-buku itu mengupas tentang rekam jejak pembangunan Kota Palangka Raya.

“Pembangunan Kota Palangka Raya akan terus berjalan dengan kepemimpinan yang baru, serta gaya yang baru pula. Namun pada hakekatnya tujuan pembangunan adalah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Diungkapkan, selama ini masih ada beberapa program yang masih belum dapat terselesaikan sempurna, karenanya segenap pegawai OPD lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya dapat terus meningkatkan efektivitas kerja dalam melaksanakan semua program yang diemban tersebut.

“Semua aparatur harus mendukung program pemerintah, termasuk nantinya program walikota dan wakil walikota baru. Bekerjalah dengan baik dan jujur serta disiplin,”pinta Riban yang saat itu didampingi Mofit Saptono Subagio. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemko dan DPRD Palangka Raya Serahkan Bantuan Korban Gempa di NTB

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebagai bentuk rasa duka cita dan kepedulian antara sesama anak bangsa Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bersama dengan pihak DPRD kota setempat, ikut memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada 20 September 2018 yang lalu, pemberian bantuan itu  langsung diserahkan oleh Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, didampingi anggota DPRD Kota Palangka Raya Riduanto, Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palangka Raya, Absiah dan sejumlah pejabat BPKAD pemko lainnya.

“Bantuan berupa dana sebesar  Rp 150 juta, diserahkan oleh Walikota Palangka Raya kepada Sekda Provinsi NTB, H. Rosiady Husaenie Sayuti, bertempat di kantor Pemrov NTB,” ungkap anggota DPRD Kota Palangka Raya, Riduanto, ketika dikonfirmasi, Minggu (23/9/2018).

Disampaikan, selain menyerahkan bantuan kemanusian, disana rombongan Pemko maupun DPRD Palangka Raya meninjau secara fisik sejumlah lokasi korban gempa.

Dimana dituturkan kondisi pasca gempa di Lombok memang sangat parah, bangunan hancur dan rusak. Bahkan berdasarkan data, ada sekitar 70 ribu rumah terkena dampak gempa.

“Kunjungan kami di NTB memakan waktu dua hari, yakni dari tanggal 20 sampai 21 September, terutama melihat lokasi dan kondisi wilayah Lombok Utara dan Lombok Barat sebagai pusat yang terkena dampak gempa paling parah,” terangnya lagi.

Semoga imbuh Riduanto, dengan adanya bantuan Pemko dan DPRD Palangka Raya, setidaknya bisa berkontribusi bagi upaya recovery dan memulihkan kondisi masyarakat. Termasuk aktivitas kepariwisataan dapat menggeliat kembali seperti semula.

Untuk diketahui tambah dia, pemko dan DPRD Palangka Raya telah mengalokasikan dana khusus bagi para korban gempa Lombok, yakni sebesar Rp 150 juta, yang bersumber dari dana tak terduga dalam APBD Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1)

DKPP Palangka Raya Bakal Gelar Operasi Steril Anjing Lokal

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya akan mengadakan operasi steril bagi anjing jantan lokal
pada momen memperingati hari rabies sedunia (HRS) yang jatuh pada tanggal 28 September ini. 

Kepala Seksi Kesehatan Hewan (Keswan) pada DKPP Kota Palangka Raya, Eko Hari Yuwono mengatakan, kegiatan tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada 27 September atau sehari sebelum peringatan HRS.

“Steril merupakan salah satu cara untuk mengendalikan jumlah anjing liar. Kelebihan jumlah anjing akan mengakibatkan banyak anjing menjadi terlantar dan tak bertuan sehingga rentan kena rabies,” ungkap Eko, Minggu (23/9/2018).

Untuk diketahui lanjut Eko, kegiatan steril pada anjing maupun terhadap kucing betina yang sering dilakukan selama ini, yakni mengacu pada pengangkatan organ reproduksi (ovarium, saluran telur, rahim), sementara steril pada hewan jantan berarti mengangkat testisnya.

Sterilisasi juga bertujuan mencegah hewan berkembang biak sehingga mengurangi over populasi hewan peliharaan. 

“Sterilisasi memberikan banyak manfaat kesehatan untuk hewan peliharaan dan juga mengurangi masalah perilaku tertentu yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai keuntungan dari sterilisasi inilah maka DKPP tambah Eko, memasukkan kegiatan ini dalam rangkaian HRS di Palangka Raya tahun 2018. (MC. Isen Mulang.1/engga)