UKS Harus Wujudkan Sekolah Yang Bersih dan Sehat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang ada disetiap jenjang pendidikan sekolah di Kota Palangka Raya, diharapkan  mampu membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat dan bersih melalui program pendidikan dan pelayanan kesehatan di sekolah.

Harapan tersebut disampaikan Asisten II Setda Kota Palangka Raya, Ikhwansyah saat membuka sosialisasi UKS, di ruang Peteng Karuhei (PK) I kantor walikota Palangka Raya, Kamis (30/8/2018).

Menurut Ikhwansyah, UKS  yang ada disetiap jenjang pendidikan sekolah diharapkan mampu menjalankan fungsi dan perannya dengan tujuan akhir mengantarkan sekolah maupun peserta didik  dalam hal peningkatan mutu pendidikan.

Sekolah juga harus berupaya membina dan mengembangkan kebiasaan hidup sehat, terutama melalui program serta usaha pendidikan pentingnya penerapan kesehatan di lingkungan sekolah.

“Sekolah dgn lingkungan yang sehat akan melahirkan pendidikan yang berkualitas dan anak didik yang kompeten dan berprestasi,” tuturnya.

Karena itulah kata dia, pentingnya keberadaan UKS harus ditanamkan bagi peserta didik, dimana kesehatan itu tidak hanya didapat dari pusat-pusat kesehatan semata, tetapi melalui sekolah juga bisa dijalankan.

“Melalui sosialisasi UKS ini, kita harapkan ada sinergitas dan pemahaman yang sama disetiap jenjang sekolah, yakni bagaimana  mengarahkan sekolah menjadi lingkungan belajar yang sehat. Baik bagi peserta didik, pendidik maupun lingkungan sekolah,” tutupnya.

Adapun sosialisasi yang dilaksanakan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pada  Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palangka Raya, itu diikuti para guru-guru pembina UKS sekota Palangka Raya, mulai dari tingkat PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTS dan SMA/MA/SMK. (MC. Isen Mulang.1/engga)

PUPR Palangka Raya Fokus Bangun Infrastruktur Pengairan di Tiga Zona

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ditahun anggaran 2019 mendatang, Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya, akan  fokus menangani pembangunan infrastruktur pengairan (drainase) berdasarkan zona.

Plt Kepala PUPR Kota Palangka Raya, Albert Tombak mengatakan, setidaknya ada tiga zona yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur pengairan tersebut. Diantaranya pada titik kawasan Jalan Temanggung Tilung, poros kawasan jalan di sekitar Panarung dan poros Jalan Rajawali.

Tiga zona di dalam Kota Palangka Raya ini sudah mencakup kawasan jalan disekitar setiap zona itu sendiri. Misalkan zona di Jalan Temanggung Tilung maka akan mencakup beberapa Jalan Menteng maupun beberapa Jalan Temanggung Tilung dengan memilah drainase mana yang prioritas diperbaiki. Hal serupa juga berlaku pada zona lainnya.

“Intinya ketiga zona ini menjadi prioritas pembangunan infrastruktur pengairan dalam Kota Palangka Raya ditahun 2019 mendatang,” ungkap Albert Tombak, Kamis (30/8/2018).

Terlepas dari tiga zona tersebut kata Albert, pihaknya juga akan fokus melakukan pembangunan maupun perbaikan saluran pengairan ke poros jalan lainnya. Terutama mengacu pada hasil usulan musrenbang.

“Anggaran telah ditetapkan melalui renja (rencana kerja). Kalau ada permintaan sekarang belum bisa. Jadi di tahun 2019 mendatang PUPR masih menangani tiga zona tersebut maupun hasil musrenbang,” jelasnya.

Ditambahkan Albert, dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur terutama program pembangunan saluran pengairan di Kota Palangka Raya, maka pihaknya juga tetap berharap banyak dari berjalannya alokasi dana khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Ya, seperti Jalan Sisingamangaraja ataupun Jalan Badak, dimana kedua jalan ini dibangun mengggunakan DAK. Maka diharapkan untuk lanjutan pembangunan saluran pengairan atau drainasenya bisa mendapatkan DAK lagi,” harapnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Endrawati Pimpin Bawaslu Palangka Raya Untuk Kedua Kalinya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Seleksi calon anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palangka Raya telah selesai dan dilantik oleh Ketua Bawaslu di Jakarta 15 Agustus 2018.

Tiga anggota Bawaslu Kota Palangka Raya yang baru adalah Endrawati, Eko Wahyudi, dan Sri Siswanti. Endrawati dan Eko Wahyudi merupakan komisioner Bawaslu yang lama, sedangkan Tri Siswanti merupakan hasil seleksi yang baru.

Setelah mereka dilantik, ketiganya kemudian melakukan musyawarah dan mufakat untuk memilih dan menetapkan Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya masa jabatan 2018-2023.

Hasilnya, Endrawati yang merupakan mantan wartawan ini lagi-lagi dipercaya menjadi Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya untuk kedua kalinya yang sebelumnya bernama Panwaslu Kota Palangka Raya.

“Dalam musyawarah itu kami sepakati pula pembagian tugas untuk masing-masing divisi,” tutur Endrawati, Rabu (29/8/2018). Selain menjabat ketua, Endrawati juga menjadi koordinator divisi hukum, penindakan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa.

Sedangkan Eko Wahyudi ditunjuk sebagai koordinator divisi pengawasan, hubungan masyarakat, dan hubungan antar lembaga dan Tri Siswanti koordinator divisi sumber daya manusia, organisasi, dan data informasi. (MC. Isen Mulang/engga)

BMKG: Agustus Hujan, September-Oktober Kering Lagi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sampai saat ini wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam periode musim kemarau. Namun mulai Sabtu 25 Agustus 2018 hingga akhir Agustus 2018 diprediksi curah hujan akan mengalami peningkatan dibandingkan awal Agustus.

Berdasarkan model cuaca yang dianalisa oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya baik model dinamis seperti luaran model ECMWF, GFS dan POAMA serta model prediksi statistik diketahui semua model menunjukkan trend peningkatan curah hujan di Minggu ke-3 Agustus.

BMKG memprediksi wilayah Kalteng, termasuk Kota Palangka Raya masih berpeluang hujan hingga beberapa awal September. Namun jika ditotal curah hujan bulanan masih kategori hujan di musim kemarau yaitu kurang dari 150 mm per bulan.

“Musim kemarau di wilayah tropis, terutama Kalimantan Tengah bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Hujan masih ada secara lokal maupun luas, namun intensitasnya masih dalam kategori hujan musim kemarau,” tulis Prakirawan BMKG Palangka Raya dalam group WhatsApp, Rabu (29/8/2018).

BMKG melihat saat ini indeks ENSO atau biasa kita kenal El Nino dan La Nina dalam kategori netral. Artinya pola iklim di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini akan mempunyai pola mirip dengan pola normalnya.

BMKG memprediksi kondisi kering layaknya musim kemarau akan meningkat lagi diawal September hingga Oktober. “Kami prediksi awal musim hujan di wilayah Kalteng akan dimulai sejak Oktober dasarian I untuk wilayah bagian barat laut dan utara, kemudian seluruh wilayah Kalteng akan memasuki musim hujan di Minggu ke-3 Oktober,” tulisnya. (MC. Isen Mulang/engga)

3 M Plus Cegah Pengembangbiakan Nyamuk DBD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Palangka Raya, selama tahun 2018 masih terbilang cukup tinggi. Hal itu dapat dilihat sejak Januari-Agustus ini telah tercatat ada 84 kasus DBD.  

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo, cukup tingginya kasus DBD di Kota Palangka Raya, lebih dikarenakan  kondisi cuaca, sehingga mempercepat pengembangbiakkan nyamuk jenis aedes aegypti.

Namun demikian terdapatnya 84 kasus DBD ini jelas Andjar, tidaklah terfokus disatu titik wilayah Palangka Raya saja, akan tetapi menyebar di beberapa kelurahan, maupun berdasarkan data pasien dari sejumlah rumah sakit.

“Seperti didapatnya pasien DBD di Rumah Sakit Muhammadiyah Palangka Raya. Lalu pasien-pasien di Puskesmas antara lain di Kelurahan Bukit Tunggal, Menteng, Pahandut, Panarung, Palangka, Langkai dan Kereng Bangkirai,” tutur Andjar, Rabu (29/8/2018).

Dikatakan, untuk mengantisipasi meluasnya DBD ini, maka masyarakat diimbau untuk memperkuat kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan, guna mencegah pengembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD tersebut.

Disisi lain, masyarakat dinilai  justru memiliki peran utama dalam menggencarkan langkah promotif dan preventif. Seperti menerapkan 3 M Plus (menguras, mengubur dan menutup). “Plusnya memakai obat nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur atau istirahat,” cetusnya.

Terpenting lagi tambah Andjar, manakala ada anggota keluarga terkena demam maka sesegera mungkin untuk berobat ke puskesmas ataupun rumah sakit. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Peserta Cerdas Cermat Tingkat Nasional lakukan audiensi dengan Kadis Budpar

MEDIA CENTER, Palangka Raya -SMP Negeri-2 Palangka Raya mewakili Provinsi Kalimantan Tengah dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Kebudayaan dan Permuseuman Tingkat Nasional, yang dilaksanakan di Museum Nasional Indonesia, pada 3-7 September 2018 mendatang.

Tiga orang siswi kelas IX SMP Negeri-2 Palangka Raya yang terdiri dari, Griselda Yolanda, Sintikhe Claudia Yacamina Laritmas dan NI Wayan Adethasya Swastika akan beradu pengetahuan kebudayaan dan permuseuman, dengan tim cerdas cermat tingkat SMP dari provinsi lainnya. 

“Sebelumnya tim dari SMP Negeri-2 Palangka Raya ini berhasil mengungguli tim-tim lainnya dalam ajang yang sama tingkat Provinsi Kalteng yang digelar oleh pihak Museum Balanga Palangka Raya baru- baru ini,” ungkap Kepala UPT Museum Balanga Palangka Raya, Maliaki, saat mengajak Griselda Yolanda mewakili dua temannya lain, serta guru pendamping tim melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Guntur Talajan, Rabu (29/8/2018).

Dikatakan Maliaki, pada tahun sebelumnya Kalteng juga mengirim perwakilan tim cerdas cermat pada ajang yang sama, dimana ketika itu diwakili oleh SMP Negeri-1 Palangka Raya. Sedangkan untuk tahun ini SMP Negeri-2  Palangka Raya yang siap mengikuti kompetisi tersebut.

“Kita dari pihak museum telah membantu menyiapkan segala sesuatunya guna menghadapi  kompetisi tingkat nasional nantinya,” tutur Maliaki.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Guntur Talajan meminta agar tiga orang siswa tersebut untuk menyiapkan kemampuan, fisik, kesehatan  serta mental sebagai modal utama mengikuti kompetisi.

“Saya berharap kalian semua menyiapkan kemampuan yang terbaik, sehingga bisa membawa keberhasilan dan prestasi untuk mengharumkan nama daerah Kalteng dan Kota Palangka Raya pada khususnya,” pesan Guntur. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Palangka Raya Fair Resmi Ditutup, Perputaran Rupiah Capai 4,5 Milyar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Event Palangka Raya Fair 2018 yang berlangsung sejak 24-28 Agustus di lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya, secara resmi ditutup oleh Walikota Palangka Raya HM Riban Satia pada Selasa (28/8/2018) malam.

Event tahunan dalam rangkaian peringatan hari jadi Kota Palangka Raya ke-61 dan HUT ke-53 Pemerintah Kota Palangka Raya itu, digelar dengan menonjolkan pameran ekonomi kerakyatan. Event ini pun mampu menyedot perhatian masyarakat.

“Selama lima hari pelaksanaan event ini, tercatat nilai transaksi perputaran uang rupiah mampu mencapai 4,5 milyar, tidak jauh beda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mencapai 5 milyar,” ungkap ketua panitia Palangka Raya Fair 2018, Afendie, usai acara penutupan  Palangka Raya Fair.

Lebih lanjut pria yang juga Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palangka Raya itu mengatakan, tujuan akhir dari pelaksanaan Palangka Raya Fair ini adalah sebagai sarana untuk mempromosikan beragam produk maupun industri usaha mikro kecil menengah (UMKM), agar dapat lebih bersaing mendapatkan pangsa pasar, sekaligus mampu memikat perhatian pihak investor maupun perbankan.

Sebelumnya Walikota Palangka Raya HM Riban Satia mengatakan, pelaksanaan Palangka Raya Fair diharapkan mampu berimbas pada peningkatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kemitraan antara pemerintah, investor, perbankan dengan dunia usaha.

“Selain untuk mempromosikan potensi unggulan UMKM, juga  sebagai sarana untuk memperkenalkan potensi bidang lainnya. Termasuk hasil pembangunan yang telah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan,” terang Riban. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Walikota Palangka Raya Minta Naskah RKA APBD-P 2018 Cepat Selesai

MEDIA CENTER, Palangka Raya -Rencana kerja anggaran (RKA) yang dimasukan kedalam APBD merupakan kerja rutin yang harus disusun oleh tim anggaran setiap pemerintah daerah. Namun demikian dalam penyelesaiannya harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Hal ini disampaikan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia ketika menyikapi penilaian adanya keterlambatan penyerahan RKA yang dilakukan tim anggaran selama ini kepada pihak lembaga DPRD

Menurut Riban, setiap kali  ketika tim anggaran diminta menyelesaikan naskah RKA APBD, maka ia pun selalu mengingatkan upaya cepat dalam hal penyelesaian RKA tersebut.

“Saya inginkan kawan-kawan teknis bisa mengerti dan memahami . Menurut hemat saya tidaklah sulit dalam menyiapkan RKA. Terlebih ini merupakan kegiatan saban tahun, maka itu segera diselesaikan,” cetus Riban, Selasa (28/8/2018).

Tidak ada yang salah lanjut Riban, bilamana baru-baru ini pihak DPRD telah memberi teguran, bahkan lembaga legislatif tersebut mengeluhkan kebiasaan selalu terlambatnya penyerahan RKA APBD oleh tim anggaran pemerintah Kota Palangka Raya.

“Jadi hal yang wajar manakala pihak DPRD mengeluhkan hal ini. Sebenarnya upaya mempercepat tidak perlu ketika ada teguran atau keluhan, namun semestinya sudah kewajiban eksekutif dalam menyelesaikan,” ucapnya lagi.

Tambah Riban, seperti halnya penyusunan naskah RKA APBD Perubahan di tahun 2018 ini, maka bila dapat dipercepat akan lebih baik dan pihak DPRD pun segera membahasnya bersama-sama. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Titik Panas di Kalteng Berkurang Drastis

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hujan yang mengguyur wilayah Provinsi Kalimantan Tengah berdampak cukup signifikan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Titik panas atau hotspot berkurang drastis. Lahan yang terbakar padam dengan sendirinya. Hasilnya, titik api terpantau sangat sedikit, bahkan ada disalah satu daerah nihil hotspot.

Berdasarkan data yang diperoleh mediacenter.palangkaraya.go.id dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya bahwa hotspot pada 27-28 Agustus hanya terpantau 11 titik saja.

Akumulasi hotspot ini terpandau dari lima daerah yakni Kabupaten Sukamara 5 titik, Kabupaten Katingan 1 titik, Kabupaten Pulang Pisau 3 titik, Kabupaten Seruyan 1 titik, dan Kabupaten Kotawaringin Barat 1 titik, Kota Palangka Raya nihil.

11 hotspot ini terpantau oleh satelit TERRA, AQUA, dan SNPP
pada 27 Agustus 2018 pukul 07.00 WIB hingga 28 Agustus 2019 pukul 06.00 WIB.

Sementara itu khusus untuk wilayah Kota Palangka Raya hingga sore kondisi cuaca mendung, sedangkan untuk Kabupaten Sukamara dilaporkan diguyur hujan. (MC. Isen Mulang/engga)

Perputaran Rupiah Saat Palangka Raya Fair Diyakini Capai Target

MEDIA CENTER, Palangka Raya -Pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palangka Raya, optimis perputaran uang rupiah pada pelaksanaan Palangka Raya Fair 2018, yang dihelat sejak tanggal  24-28 Agustus 2018 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Kepala Diskop dan UMKM Kota Palangka Raya sekaligus ketua panitia Palangka Raya Fair 2018, Afendie mengatakan, meski pihaknya belum tuntas merangkum perputaran dana transaksi yang terjadi pada perhelatan yang rutin digelar Pemerintah Kota Palangka Raya tersebut, namun bila melihat tingginya animo masyarakat yang datang ke arena event serta banyaknya stand para pedagang maupun UMKM. Maka diyakini perputaran uang rupiah akan meningkat.

“Untuk mengetahui hal ini, maka kita akan menunggu data hasilnya dari Bank Kalteng, sebab bank inilah yang setiap pelaksanaan Palangka Raya Fair melakukan survei lapangan,”ujar Afendie, Selasa (28/8/2018).

Lanjut Afendie, bila berkaca dari pelaksanaan event ini ditahun sebelumnya, dimana pencapaian perputaran uang rupiah mampu mencapai Rp 5 Miliar lebih, maka ditahun ini diyakini bisa melampaui hasil capaian sebesar itu.

“Ya, nanti saat malam penutupan, hasil transaksi perputaran rupiah akan didapat seberapa besar capaiannya,” sebutnya.

Pun demikian, tambah Afendie, selain untuk melihat laju perputaran transaksi uang rupiah, namun ada yang penting pula untuk dilihat dari capaian pelaksanaan Palangka Raya F9air ini, yakni dari sudut pandang keberhasilan event untuk menarik8 animo kepariwisataan serta minat investor terhadap produk-produk unggulan yang dipampang pada stan UMKM.

“Kita berharap, banyak investor yang mau berinvestasi bagi pengembangan UMKM di Kota Palangka Raya,”tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)