Perputaran Uang Selama Palangka Raya Fair 2017 Capai Rp3 Miliar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan Palangka Raya Fair yang dimulai sejak 5-9 Agustus 2017 ternyata mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kondisi ini bisa dilihat dari banyak perputaran uang selama digelarnya pameran. Ternyata perputaran uang selama lima hari ini telah mencapai Rp.3 miliar lebih.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio saat menutup secara resmi Palangka Raya Fair di Lapangan Sanaman Mantikei, Rabu (9/8/2017) malam.

Banyaknya perputaran uang ini menandakan gelaran pameran pembangunan yang diselenggarakan untuk memeriahkan HUT Kota Palangka Raya ke-60 dan HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke-52 ini berakhir dengan sukses.

Suksesnya acara tahunan ini menurut wakil walikota tidak lepas dari kerja sama semua pihak, khususnya seluruh satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) yang terlibat serta pihak swasta, UKM, dan para pedagang kaki lima (PKL).

Sementara itu dalam gelaran Palangka Raya Fair ini sekaligus juga dilakukan penilaian terhadap stan terbaik. Dimana perdikat stan terbaik diberikan kepada Bank Pembangunan Kalteng.

Selanjutnya terbaik ke-2 diberikan kepada stan dinas pertanian dan terbaik ke-3 stan sekretariat DPRD. Malam itu juga piagam penghargaan langsung diserahkan oleh wakil walikota.

Dalam acara penutupan pameran ini menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya, Afendie juga diserahkan juara lomba tangkas terampil kepada siswa SMA yang sebelumnya mengikuti lomba cerdas cermat tentang perkoperasian.

Sebagai SOPD pelaksana Palangka Raya Fair 2017, Afendie mengucapkan banyak terima kasih kepada mitra kerja karena telah ikut berpartisipasi meramaikan acara pameran hingga selesai. (MC. Isen Mulang/engga)

Badan Litbang Pamerkan Kantong Semar Sebagai Ikon Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setiap satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) memamerkan produk atau program unggulannya diacara Palangka Raya Fair 5-9 Agustus 2017.

Salah satunya Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kota Palangka Raya. Diacara pameram pembangunan ini Badan Litbang ingin menyajikan sesuatu yang unik dan selama ini belum pernah dipamerkan oleh SOPD sebelumnya.

Apa itu? Badan Litbang mencoba mempopulerkan kantong semar. Dipilihnya spesies endemik Kalimantan ini karena ternyata kantong semar mulai disukai oleh pasar.

Bahkan saat ini saja bila ada orang luar jika ingin membawa kantong semar dari luar Pulau Kalimantan harus melewati Balai Karantina. Ini artinya spesies langka ini keberadaannya sudah mulai diperhitungkan.

Maka dari itu Kepala Badan Litbang Kota Palangka Raya, Barit Rayanto beserta jajarannya mencoba mengekplor tanaman khas Kalimantan ini agar ke depannya memiliki nilai tambah bagi kepentingan daerah.

Barit sengaja mempopulerkan kantong semar melalui even Palangka Raya Fair, karena atas perintah walikota. Sebab mulai 2018 Badan Litbang diminta melakukan kajian terhadap kantong semar.

Targetnya, walikota mengharapkan spesies kantong semar akan dijadikan sebagai ikon Kota Palangka Raya. Tidak hanya itu, kantong semar juga akan dijadikan motif batik khas Kalimantan.

Atas dorongan walikota itulah maka Badan Litbang akan melibatkan BPPT Kalimantan Tengah dan orang pribadi agar melakukan penelitian guna mengetahui semua jenis kantong semar, termasuk manfaatnya untuk kepentingan medis.

Ke depan, target Badan Litbang lainnya harus bisa membudidayakan kantong semar secara massal. Harapannya agar bunga atau bisa juga disebut tumbuhan yang memiliki warna hijau kemerahan dan ungu ini bisa dipasarkan secara luas seperti halnya tanaman hias pada umumnya, sehingga memiliki nilai ekonomis. (MC. Isen Mulang/engga)

Dit Samatpa Polda Kalteng Adakan Penyuluhan Cinta Tanah Air

MEDIA CENTER, Palangka Raya – SMAN 5 Palangka Raya dapat kunjungan tamu istimewa dari tim Direktorat Samapta Polda Kalteng, Rabu, 9 Agustus 2017. Kunjungan ini merupakan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Kehadiran bapak polisi di sekolah yang terletak di Jalan Tingang Km 3,5 ini dalam rangka Penyuluhan Cinta Tanah Air melalui tema ‘Dengan Semangat Hari Kemerdekaan Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Bingkai NKRI’. 

Kehadiran 10 anggota kepolisian ini mendapat apresiasi hangat dari para siswa dan siswi. Mereka langsung dapat berdialog dengan penuh keakraban.

“Adik-adik adalah para siswa generasi penerus bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa ini harus terus dijaga dan dipertahankan. Kita harus saling menghormati dan menghargai banyak perbedaan di negeri kita. Suku, agama, warna kulit, dan status boleh berbeda, tapi persatuan harus tetap terjaga,” kata AKBP Andi Hari Wibowo.

AKBP Andi berkeyakinan jika para siswa SMAN 5 Palangka Raya pasti bisa menjaga persatuan dengan menghargai keberagaman. Apalagi siswa di sekolah ini memang berasal dari berbagai daerah dengan beragam suku dan agama.

“Saya yakin adik-adik di sini bisa menjadi pelopor persatuan yang tidak mudah dihasut dan dipecah-belah oleh siapa pun. Oleh karena itu kami berharap para siswa akan mampu menjadi agen perubahan ke arah yang lebih baik untuk bangsa ini,” tambahnya, spontan mendapat aplaus meriah dari siswa kelas X.

Para siswa begitu semangat dan gegap gempita menyatakan tekadnya untuk dapat menjadi agen perubahan. Sungguh, agen perubahan ke arah perbaikan yang tetap meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (MC. Isen Mulang/engga)

51,9 Ha Lahan di Palangka Raya Terbakar Sejak Januari-Agustus 2017

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia bersama Wakilnya Mofit Saptono Subagio memimpin rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (9/8/2017).

Rapat yang digelar di aula Bappeda dihadiri Komandan Kodim 1016 Palangka Raya Letkol Czi Alfius Navirinda Krisdinanto yang juga Ketua Satgas Karhutla.

Hadir pula Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Suprianto, Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Anwar Sanusi, serta beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).

Dalam Rakor ini Ketua Satgas Karhutla lebih banyak memaparkan data terakhir tentang kondisi data hot spot (titik panas) dan luas lahan yang terbakar selama 2017.

Dalam paparan yang disampaikan Letkol Czi Alfius diketahui titik panas sejak Januari hingga Agustus 2017 paling banyak terpantau di wilayah Kapuas sebanyak 62 titik.

Kemudian disusul Kabupaten Kotawaringin Barat 35 hot spot, Kabupaten Katingan 34 hot spot, Lamandau 28 hot spot, Sukamara 28 hot spot, dan Kota Palangka Raya 17 hot spot.

Sementara itu jika dilihat kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Palangka Raya paling banyak yakni sebanyak 19 kali, selanjutnya Katingan 8 kali, Kotawaringin Barat 5 kali, Gunung Mas 4 kali.

Begitu pula jika dilihat dari luas lahan yang terbakar di wilayah Palangka Raya juga paling luas mencapai 51,9 Ha. Kemudian disusul Katingan 12,03 Ha, Sukamara 6 Ha, Pulang Pisau 5,44 Ha, Kotawaringin Barat 3,53 Ha, dan Gunung Mas 3,32 Ha.

Menyikapi banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan ini, Komandan Kodim 1016 Palangka Raya menyarankan semua tim yang tergabung dalam Satgas Karhutla harus siaga melakukan patroli dan pelakukan pencegahan sejak dini. (MC. Isen Mulang/engga)

E-Warong Tokonya Warga Penerima Program Subsidi Pemerintah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tahun ini pemerintah melalui kementerian sosial membuatkan enam elektronik warung gotong royong (E-Warong) kube dibeberapa kelurahan di Kota Palangka Raya.

E-Warong merupakan tempat usaha atau keagenan yang dikelola dan dimiliki oleh fakir miskin penerima program kelompok usaha bersama (KUBE), program keluarga harapan (PKH), dan  beras utk keluarga miskin (Rastra) yang pelaksanaannya secara non tunai.

Sedangkan fungsi E-Warong untuk menjual bahan pangan murah berkualitas dan kebutuhan pokok rumah tangga. Selain itu sebagai agen bank penyalur bantuan sosial non tunai dan tempat pemasaran hasil produksi KUBE.

Dalam pelaksanaannya, pembuatan E-Warong ini difasilitasi Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Ke-6 E-Warong yang sudah dibuat dan operasional yakni di Jalan Tjilik Riwut Km 34 Kelurahan Tangkiling dan E-Warong Pahari Jalan G Obos 8 Gang Sejati 1 Kelurahan Menteng.

Kemudian itu E-Warong Jekan Raya Itah Jalan Mendawai Kelurahan Palangka, E-Warong Sebangau Jaya Jalan Sudirman No 13 Kelurahan Kalampangan, E-Warong Harapan Jaya Jalan Pantai Cemara Labat Kelurahan Pahandut Seberang, dan E-Warong Jalan Uria Jaya No 26 Kelurahan Langkai.

“E-Warong awalnya cuma enam unit, tapi kita usulkan lagi, sehingga dapat tambahan dua unit. Jadi totalnya ada 8 unit,” kata Kepala Dinas Sosial Palangka Raya, Fauliansyah.

Dijelaskan E-Warong ini dibentuk oleh 10 anggota penerima manfaat seperti program KUBE, PKH, dan Rastra. Setiap E-Warong akan melayani 300-500 jiwa penerima KUBE, PKH, dan Rastra. 

Mulai 2018, semua penerima KUBE, PKH, dan Rastra akan mendapatkan bantuan Rp110 ribu yang akan disalurkan ke rekening bank. Jadi setiap warga kurang mampu wajib membuat rekening.

Nantinya semua penerima program pemerintah wajib beli di E-Warong. Adapun barang yang dijual berupa beras, gula, tepung, minyak, dan lainnya. Nantinya semua yang dijual oleh E-Warong harus disuplai oleh Bulog. (MC. Isen Mulang/engga)

Buku Tamu Elektronik di Stan Diskominfo Statistik Persandian Disukai Pengunjung

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan Palangka Raya Fair 2017 yang dipusatkan di Lapangan Sanaman Mantikei Jalan Ahmad Yani sudah berlangsung selama lima hari dan akan berakhir, Rabu (9/8/2017) malam.

Ternyata pameran pembangunan yang digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kota Palangka Raya diselenggarakan dalam rangka HUT Kota Palangka Raya ke 60 dan HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke 52 ini cukup mendapat simpati dari masyarakat dari seluruh penjuru Kota Cantik. 

Dari beberapa stan milik satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) ternyata stan milik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya juga sangat ramai dikunjungi masyarakat.

Sebab dari berbagai produk yang dipasang, di stan DKISP ini ada salah satu fasilitas yang sangat nenarik dan disukai pengunjung. Yakni buku tamu elektronik, berbasis teknologi. Karena buku tamu biasanya memakai buku dan ditulis tangan.

Sesuai namanya, dalam buku tamu elektronik ini para pengunjung cukup mengisi biodata dengan menggunakan aplikasi yang sudah disediakan dalam komputer.

Nama aplikasi ini adalah guest book. Sebagai bukti telah mengisi biodata, maka sebagai pengganti tanda tangan, maka pengunjung diwajibkan untuk foto yang kemudian langsung terekam dalam aplikasi guest book.

Yang menarik, para pengunjung yang ingin foto diaplikasi guest book ini juga bisa berselfi ria dengan pasangannya,  rekannya bahkan dengan anaknya. Karena begitu menariknya, ternyata aplikasi buku tamu elektronik ini tidak hanya disukai oleh para pengunjung dewasa.

Bahkan para anak-anak sekolah juga sangat menyukainya. Tidak hanya itu, para polisi yang sedang melaksanakan tugas berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang pun mereka juga ikut mengisi buku tamu elektronik ini. (MC. Isen Mulang/engga)

BPPRD Lakukan Kerjasama Pemetaaan PBB dengan PSEKP-UGM

Palangka Raya – Terhitung sejak tanggal 4 Mei 2017, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Palangka Raya melakukan kerjasama dengan Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik – Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk kegiatan Pemutakhiran Data Spasial Pemetaan Objek dan Subjek PBB-P2 Kota Palangka Raya. Kerjasama yang dilakukan dengan Perjanjian Kerjasama Nomor 870/04.04/Sekt/BPPRD/V/2017 dan 111/PSEKP.UGM/PnL/V/2017 difokuskan untuk 4 kelurahan di wilayah Kecamatan Jekan Raya, yaitu Kelurahan Palangka, Kelurahan Menteng, Kelurahan Bukit Tunggal dan Kelurahan Petuk Katimpun. Kegiatan ini dilakukan selama 6 (enam) bulan dengan kegiatan meliputi  penentuan / identifikasi batas wilayah, sosialisasi kepada aparat kelurahan dan aparat RW/RT, pembangian peta, pengisian peta secara partisipatif, monitoring pengisian peta oleh aparat RT/RW, pengolahan peta melalui SIG, pemaparan hasil.

Kerjasama ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan administrasi pengelolaan PBB-P2 dengan perbaikan peta objek/subjek pajak terlebih dahulu. Terlebih lagi dimana pihak aparat RT/RW disini mempunyai keterlibatan dan andil yang besar dalam perkejaan ini. Kedepan nantinya diharapkan semua objek PBB dapat dipetakan secara keseluruhan.

Pesan Sekda : Penerbitan SKT Harus Disertai Titik Koordinat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Kandarani menyarankan kepada lurah untuk tidak gegabah saat menerbitkan surat keterangan tanah (SKT).

Saran Sekda, SKT yang diterbitkan harus diberikan titik koordinat, sehingga lokasi dan tempatnya jelas, sehingga akan meminimalisasi kasus sengekata lahan.

Selain itu sebelum menerbitkan SKT, pihak kelurahan disarankan melibatkan instansi teknis. Saran Sekda ini sangat beralasan, sebab selama ini SKT yang dikeluarkan pihak kelurahan banyak yang tumpang tindih, sehingga berujung konflik.

Jadi dengan akuratnya data pendukung penerbitan SKT, sehingga masyarakat merasa aman dan tidak was-was lagi. Saran Sekda ini disampaikan saat mengikuti rapat membahas program perluasan JKN-KIS dengan BPJS Kesehatan di Ruang Peteng Karuhei I yang dihadiri seluruh lurah, Senin (8/8/2017).

Sekda mengharapkan pertemuan seperti ini sebaiknya dilakukan setiap bulan, sehingga permasalahan yang terjadi di masyarakat segera diketahui dan bisa dicarikan solusinya.

Sementara itu Lurah Bukit Tunggal, Heri Fauzi mengatakan daerahnya merupakan masuk tiga besar paling banyak kasus sengketa tanah. Jadi kondisi ini tentu harus disikapi dengan serius.

Ke depan Heri Fauzi akan memperketat dalam penerbitan SKT. Bagi warga yang akan mengurus SKT tidak mudah seperti sebelumnya. Heri akan memberikan syarat tambahan untuk bisa mengurus SKT.

“Nantinya akan ditambah redaksinya, misalnya tidak hanya bukti tanda tangan warga kanan kiri dari pemilik tanah, tapi juga harus disertai surat pernyataan surat kepemilikan tanah,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Wakil Walikota Pimpin Rapat Bahas Perluasan JKN-KIS

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio memimpin rapat membahas perluasan program JKN-KIS bersama BPJS Kesehatan, Senin (8/8/2017).

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei I ini juga diikuti Plt Sekda Kandarani, Kepala Dinas Sosial Palangka Raya, Fauliansyah dan seluruh lurah.

Dalam pertemuan ini pihak BPJS Kesehatan kembali memaparkan progress cakupan peserta JKN-KIS yang preminya dibayarkan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya.

Hingga Agustus 2017 ini penerima kartu JKN-KIS gratis dari Pemkot Palangka Raya mencapai 20.520 jiwa. Bulan ini saja tagihan BPJS Kesehatan ke Pemkot Palangka Raya mencapai Rp471,960,000.

Angka 20.520 peserta JKN-KIS gratis ini menurut Fauliansyah setiap bulan selalu berubah-ubah, karena ada peserta mandiri kemudian masuk menjadi peserta PBI.

Sementara itu Plt Sekda Kandarani meminta kepada lurah untuk mendata lagi warganya, sehingga bisa diketahui masih atau tidaknya warganya yang berhak menerima JKN-KIS gratis atau tidak.

“Jika memang masih ada warga yang tidak mampu bisa dialihkan kepersertaannya,” pesannya. Saran Kandarani ini masuk akal, karena dana yang disiapkan Pemkot Palangka Raya untuk program kesehatan gratis ini ternyata masih sekitar Rp5 miliar lagi.

Mewakili lurah lainnya, Lurah Kalampangan siap melakukan pendataan lagi. Hanya saja dalam pertemuan ini pihaknya menyayangkan kebijakan BPJS Kesehatan yang dalam mendistribusikan kartu JKN-KIS tidak koordinasi dengan aparatur kelurahan.

Dampak tidak koordinasi ini mengakibatkan dalam pendistribusian kartu JKN-KIS mengalami permasalahan, sebab ada ratusan kartu JKN-KIS ternyata bukan warga Kalampangan.

Maka dari itu Lurah Kalampangan mengharapkan lurah yang berada terdekat dengan rakyatnya untuk segera mengecek ke kantornya, siapa tahu identitas dalam kartu JKN-KIS itu adalah warganya. (MC. Isen Mulang/engga)

Pasca Kebakaran Murid SD Belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Semangat ratusan murid SDN 1 Menteng, Kota Palangka Raya tetap membara untuk menuntut ilmu meski ruang kelasnya terbakar pada, Minggu (30/7/2017).

Untungnya lokasi SDN 1 Menteng di Jalan Yos Sudarso ini berdekatan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Palangka Raya, sehingga murid-murid bisa menumpang belajar.

Dijadikannya ruang STIE untuk menampung murid SDN 1 Menteng ini setelah dilakukan rapat oleh Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio dan Kepala Dinas Pendidikan Sahdin Hasan dengan pihak STIE dan para guru, Minggu siang.

Untuk memastikan proses belajar dan mengajar berjalan lancar, Senin (31/7/2017) pagi wakil walikota menyempatkan diri meninjau ke STIE. Di sini Mofit mendapati para murid sedang serius belajar.

Bedanya, para murid belajar layaknya seorang mahasiswa. Para murid belajar hanya menggunakan kursi, tidak seperti pada umumnya yang harus menggunakan meja dan kursi.

Meski begitu perbedaan belajar ini tidak mengendurkan semangat mereka untuk terus giat belajar di tengah kesedihan mereka meratapi ruang kelasnya yang hangus terbakar.

Selain itu para siswa-siswi SMK Isei juga menumpang belajar di STIE ini. Bedanya jumlah mereka agak sedikit, karena ruang kelas di sekolahnya yang ikut terdampak kebakaran dari SDN 1 Menteng hanya dua ruang kelas plus ruang UKS.

Khusus murid yang sedang belajar di STIE ini ditunggui para orangtuanya. Tidak disangka, sambil menunggu anaknya, para orangtua ini juga mendapat berkah. Mereka diberi kaos gratis dari pemerintah kota.

Tentunya dengan pemberian kaos ini membuat mereka bahagia. Apalagi saat pembagian kaos juga ada wakil walikota. Momen ini pun dimanfaatkan para ibu-ibu untuk foto bersama. (MC. Isen Mulang/engga)