Dirjen Cipta Karya akan Tangani 105,2 Ha Kawasan Kumuh di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya bersama fasilitator Kotaku mengadakan Forum Discussion Group (FGD) Penyusunan RAKSI Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan 2018-2023, Selasa (22/8/2017).

Acara FGD yang dibuka Asisten II Setda Kota Palangka Rata, Rahmadi HN di Hotel Royal Global Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 ini diikuti pejabat dari Bappeda, dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pihak kelurahan dan kecamatan.

Tujuan diadakannya FGD ini membahas program rencana aksi yang akan dilakukan pemerintah untuk menanggulangi kawasan kumuh yang berada di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Jekan Raya.

Koordinator Kotaku (Korkot) Kota Palangka Raya, Purna Icha memaparkan target nasional ada 50 hektare kawasan kumuh Palangka Raya yang akan segera ditangani oleh pemerintah. Ke-50 Ha kawasan kumuh ini berada di Kelurahan Langkai, Palangka, dan Pahandut.

Dipetakannya kawasan kumuh ditiga kelurahan seluas 50 Ha ini merujuk RPJMN. Ternyata luas kawasan kumuh yang ditetapkan pemerintah pusat justru lebih luas yang dikeluarkan pemerintah kota sesuai SK Walikota Nomor 188 Tahun 2016 mencapai 105,2 Ha.

Hanya saja Icha belum memberikan detail penataan seperti yang akan dilaksanakan Dirjen Cipta Karya melalui Program Kotaku, karena masih dibahas melalui FGD ini. Dalam penanganan kawasan kumuh nanti akan dilakukan pencegahan di wilayah di luar kumuh.

Sedangkan di lokasi kawasan kumuh akan dilakukan peningkatan perbaikan infrastruktur di delapan kelurahan yang dimaksud. Ada 8 indikator perbaikan kawasan kumuh yang akan dilakukan seperti perbaikan jalan dan pembuatan saluran drainase.

Selain itu akan disediakan air bersih, pengelolaan limbah, pengelolaan sampah, pencegahan musibah kebakaran, dan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup banyak.

“Nantinya kawasan kumuh akan dilakukan dari Dirjen Citpa Karya, tapi penanganannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Dua Rumah di Jalan Sumbawa Palangka Raya Terbakar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Musibah kebakaran kembali melanda Kota Palangka Raya. Kali ini giliran rumah warga yang terbakar. Musibah kebakaran ini menghanguskan dua rumah warga di Jalan Sumbawa, Kota Palangka Raya, Senin (21/8/2017).

Musibah kebakaran ini terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Ternyata rumah yang terbakar ini milik Jumransyah dan Syahrani Utuh, Anggota Balakar 620 Borneo.

Untungnya dalam sekitar dua jam kobaran api bisa cepat dipadamkan oleh anggota, sehingga tidak merembet ke bangunan lain. Apalagi di Jalan Sumbawa ini merupakan kawasan padat penduduk.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Anwar Sanusi Umarnur Gayo cepat dipadamkannya kobaran api ini karena kesigapan petugas merespon laporan warga yang memberitahukan adanya musibah kebakaran.

Dalam hitungan detik petugas langsung turun ke lokasi kejadian dengan membawa mobil pemadam. Tiga unit mobil pemadam milik pemerintah kota dibantu oleh Balakar 620, PDAM, PLN, dan warga, sehingga proses pemadaman cepat dilakukan.

Untungnya dalam insiden yang menghanguskan bangunan ukuran 8 meter x 6 meter ini tidak ada korban jiwa, namun akibat musibah ini kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta. 

Hanya saja Anwar Sanusi belum menyebutkan penyebab musibah kebakaran yang dialami warga Jalan Sumbawa RT 02 RW 020, Kelurahan Pahandut ini, karena masih penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Di sisi lain Anwar yang juga mantan Kepala BPBD Kota Palangka Raya ini mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya musibah kebakaran dengan tidak menyalakan lampu dan benda yang mudah terbakar. (MC. Isen Mulang/engga)

Empat Mahasiswa LP3I Palangka Raya Dapat Beasiswa

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Raut wajah kebahagiaan terpancar dari empat mahasiswa LP3I Kota Palangka Raya. Tanpa disangka keempatnya mendapatkan bantuan biaya pendidikan.

Bantuan beasiswa ini mereka terima dimomen acara peresmian kampus baru LP3I Kota Palangka Raya yang terletak di Jalan Seth Adji, Senin (21/8/2017) pagi.

Pemberi bantuan beasiswa dari pihak swasta dan dari Pemerintah Kabupaten Lamandau. Secara simbolis, pemberian beasiswa ini diserahkan owner LP3I Palangka Raya, Muhammad Qodari kepada mahasiswa asal Nanga Bulik, Lamandau.

Salah satu pihak swasta yang peduli terhadap dunia pendidikan kali ini adalah BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya yang berkenan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa LP3I.

Dengan adanya pemberian beasiswa ini membuktikan jika pemerintah dan pihak swasta teryata juga peduli dengan mahasiswa yang sedang kuliah di lembaga pendidikan non pemerintah.

Ke depan M Qodari yang juga Direktur Indobarometer lembaga survei bidang politik yang berkedudukan di Jakarta ini mengharapkan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah juga peduli dengan LP3I.

Sebab lulusan LP3I merupakan sarjana siap kerja. Apalagi semua mahasiswa LP3I yang berjumlah sekitar 313 orang ini merupakan putra putri dari seluruh kabupaten dan kota di Kalteng.

Sehingga sudah sewajarnya pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap putra putri dari seluruh Bumi Tambun Bungai yang sedang menempuh ilmu bidang kejuruan di LP3I Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Resmikan Kampus Baru LP3I Business College

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia meresmikan kampus baru Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Business College, Senin (21/8/2017).

Ikut hadir Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, DR Bulkani dan para pejabat lainnya.

Sebelumnya kampus LP3I yang lama berada di Jalan Kinibalu, Kelurahan Palangka dan sekarang pindah lokasi di Jalan Seth Adji, Kelurahan Langkai.

Bedanya, gedung kampus LP3I yang baru ini terlihat lebih besar, megah, dan mewah. Dibangun di lahan yang luas dan bertingkat dua. Lokasinya dekat Bundaran Seth Adji.

Peresmian gedung baru LP3I ini merupakan yang ke-61 dari total 65 di seluruh Indonesia. Di Palangka Raya, owner LP3I adalah Muhammad Qodari pengamat politik yang juga Direktur Indobarometer salah satu lembaga survei terkenal.

Sama dengan di daerah lain, keberadaan LP3I Palangka Raya ini ternyata juga diminati. Buktinya para mahasiswa yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Pimpinan LP3I Palangka Raya, Sugeng mengatakan pada tahun ajaran 2017/2018 ini ada 313 mahasiswa. Dari 313 mahasiswa ini terbanyak dari Palangka Raya, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Lamandau, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Sukamara.

Ternyata kipra LP3I Palangka Raya cukup memberikan sumbangsih terhadap dunia pendidikan di Kota Cantik. Ini terlihat dari lulusan LP3I cukup banyak yang terserap dunia kerja.

Misalnya pada 2014 LP3I Palangka Raya meluluskan 51 mahasiswa dan terserap 38 orang, sedangkan sisanya memilih berwirausaha dan melanjutkan ke jenjang S1.

Kemudian pada 2015 LP3I meluluskan 67 mahasiswa dan yang sudah diserap dunia kerja 13 orang. Kemudian pada 2016 ada 94 mahasiswa aktif dan akan masuk jenjang senior. pada 2017 ini ada 101 mahasiswa baru dan akan memulai perkuliahan September 2017.

Sementara itu Walikota Palangka Raya, Riban Satia mengatakan hadirnya LP3I ini adalah salah satu solusi untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan dunia pendidikan di Kota Cantik, khususnya Kalimantan Tengah.

Walikota sangat mengapresiasi gagasan cemerlang dari Qodari yang telah mampu menyediakan lembaga pendidikan yang lulusan siap kerja. Bahkan katanya LP3I Palangka Raya dalam waktu dekat juga akan membuka jurusan politeknik.

Riban mengharapkan LP3I Palangka Raya bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah seluruh Kalimantan Tengah, sehingga para lulusannya nanti bisa diserap oleh pemerintah daerah. (MC. Isen Mulang/engga)

Warga Sapan Raya Potong Tumpeng Syukuran HUT RI ke-72

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Warga Komplek Jalan Sapan Raya RT 09 RW 09 Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya mengadakan acara syukuran memperingati HUT RI ke-72.

Acara syukuran yang diadakan Sabtu (19/8/2017) malam ini dilakukan dengan potong tumpeng dan hiburan. Makna potong tumpeng ini sebagai representasi doa agar Indonesia tetap jaya, maju, dan menjadi bangsa yang besar.

Acara syukuran ini juga dihadiri ketua-ketua RT di lingkungan Jalan Sapan Raya. Sebagai bentuk penghargaan kepada tokoh warga, Ketua RT 09 RW 09 Jalan Sapan Raya, Fitriadi Yusuf memberikan potongan tumpeng pertama kepada haji Akhyar Jantarmin.

Kemudian nasi tumpeng yang khas warna kuning dengan aneka lauk pauk ini selanjutnya dibagikan kepada warga yang hadir untuk disantap bersama-sama sebagai menu makan malam.

Acara syukuran ini terbilang meriah, karena panitia juga menyajikan hiburan organ tunggal. Begitu meriahnya, acara syukuran ini pun berakhir sampai larut malam.

Sambil menikmati makanan, para warga juga sambil berjoget. Ada pula yang menyumbangkan lagu. Selain untuk memperingati HUT RI, tujuan diadakan acara ini untuk silaturahmi antar tetangga yang selama ini sibuk dengan pekerjaannya. (MC. Isen Mulang/engga)

SMAN 5 Palangka Raya Tuan Rumah Penyelenggara Gebyar Nusantara

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Era globalisasi turut menimbulkan dampak positif terhadap daya saing ketenagakerjaan di seluruh nusantara. Disadari atau tidak, tenaga kerja dituntut bergerak cepat meningkatkan daya saing agar mampu memenuhi kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Kondisi ini tentu memerlukan perhatian khusus menyangkut kesejahteraan tenaga kerja. Berangkat dari hal itu Karya Salemba Empat (KSE) 2017 dan BPJS Ketenagakerjaan menggelar Gebyar Nusantara dengan tema Merdeka dan Sejahtera (Mesra).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh tanah air oleh penerima beasiswa KSE. Mereka adalah mahasiswa dan alumni yang pernah mendapatkan pelatihan yang bermanfaat dan memberi solusi masalah yang dihadapi masyarakat.

Beberapa sponsor yang telah berkontribusi pada penyelengaraan kegiatan ini. Di Kota Palangka Raya, Gebyar KSE digelar di SMAN 5 Palangka Raya, Sabtu 19 Agustus 2017 pagi.

SMAN 5 ini beruntung karena mendapatkan kesempatan menjadi satu-satunya tuan rumah even ini bersama beberapa sekolah di tanah air. Acara diawali dengan gerak jalan mulai dari gerbang sekolah menelusuri Jalan Tingang, Jalan Gurame, dan Jalan Bukit Keminting.

“Terima kasih kepada KSE dan sponsor yang telah memilih sekolah ini sebagai tuan rumah Gebyar Nusantara KSE,” kata Kepala SMAN 5 Palangka Raya, H Arbusin sesaat sebelum melepas peserta gerak jalan.

Ratusan siswa bergerak sambil bernyanyi penuh semangat di bawah gerimis hujan. Nuansa Agustusan semarak kemerdekaan masih menggelorakan gempita meski sebagian siswa masih kelelahan setelah berpartisipasi dalam lomba gerak jalan 17 Km dan 45 Km. Mungkin kantuk itu terlupakan sejenak.

Seusai gerak jalan santai, bubur kacang hijau, pisang dan singkong rebus sudah menanti di depan aula dan mengajaknya sarapan. Meski harus antri, nikmat hangat sarapan pagi di akhir pekan itu pun tercipta.

Berlanjut acara bergeser ke dalam aula. Kegembiraan melalui yel-yel, senam bersama dan dialog digelar. Para siswa gembira dan semangat meski hari itu sebenarnya saat libur karena sekolah ini menerapkan lima hari sekolah (LHS).

Ketua Panita KSE, Harumta menuturkan kegiatan ini untuk menyalurkan semangat cinta tanah air dan bela negara. “Para pemuda mesti terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Rasa kepedulian terhadap permasalahan bangsa juga perlu ditumbuhkan. Indonesia memanggil generasi milenia. Indonesia butuh kamu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bagian Pemasaran Badan Penyeleggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya, Adhie Wibowo menjelaskan jika selama ini masyarakat lebih banyak hanya mengenal BPJS Kesehatan.

Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki empat program unggulan manfaat yaitu jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakan kerja (JKK), jaminan kematian (JK), dan jaminan pensiun (JP) perlu disosialisasikan. Salah satunya melalui talk show di sekolah.

Dia mengatakan BPJS Ketenagakerjaan komitmen melindungi dan mensejahterakan pekerja dan keluarganya, meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja, serta mendukung pembangunan dan kemandirian perekonomian Indonesia.

Sementara itu Ketua Serikat Buruh Sejahtera Iindonesia (SBSI) Provinsi Kalimantan Tengah, Hatir Sata Tarigan mendukung program perlindungan tenaga kerja yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan.

Hatir mengatakan ketertarikannya terhadap program ini. Oleh karena itu dia mengimbau kepada para siswa untuk mengajak para orangtuanya agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Program ini sangat bermanfaat untuk memberikan jaminan perlindungan. Lagi pula ada preminya hanya Rp16.800 per bulan. Manfaatnya luar biasa,” dukung Hatir sambil menunjukkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada para siswa. (MC. Isen Mulang/engga)

2018 Baru Dianggarkan Dana Rehab Gedung Sekolah yang Dibakar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – DPRD Kota Palangka Raya menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian laporan tim pelapor Badan Anggaran DPRD tentang hasil pembahasan APBD perubahan 2017.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit Karyawan Yunianto dan dihadiri Walikota Palangka Raya Riban Satia ini menyampaikan teknis pembahasan APBDP 2017.

Juru bicara tim pelapor Badan Anggaran DPRD Palangka Raya, Beta Syailendra mengatakan tidak semua usulan program dari satuan kerja perangkat daerah (SOPD) bisa diakomodasi karena keterbatasan anggaran.

Kondisi ini terjadi akibat adanya rasionalisasi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat, sehingga berimbas terhadap pemeraintah di daerah.

Meski begitu dewan menjanjikan sebagian program yang belum bisa terakomodasi di APBD perubahan 2017 ini akan diperjuangkan pada APBD murni 2018.

Salah satunya rehab total terhadap 7 gedung sekolah dasar (SD) yang dibakar orang yang tidak bertanggungjawab beberapa waktu lalu. Di sisi lain dewan mengharapkan dinas pendidikan menginfentarisasi berapa biaya yang dibutuhkan untuk rebah total gedung sekolah.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan mengakui jika pada APBDP 2017 ini 7 gedung SD yang terbakar tersebut belum bisa dilakukan.

Alasannya selain karena belum tersediannya anggaran, dia berharap jika dilakukan rehab pada 2018 bisa maksimal. Sebab dia ingin rehab yang dilakukan nanti tidak sekedar merehab, tapi kualitasnya harus lebih baik dari sebelumnya.

Apalagi dari beberapa sekolah yang terbakar itu dinas pendidikan menginginkan rehab gedung SD bisa dilakukan bertingkat, sehingga perlu anggaran yang cukup besar. Jadi dia sepakat jika pelaksanaan rehab dilakukan pada 2018, sehingga diharapkan anggaran yang dialokasikan sesuai yang dibutuhkan. (MC. Isen Mulang/engga)

100 Persen Layanan Telekomunikasi di Kalteng Sudah Gunakan Jaringan Fiber Optik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pembangunan bidang telekomunikasi di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya maju pesat, bahkan diklaim lebih maju dibandingkan dengan daerah lain.

Komitmen PT Telkom Indonesia terus meningkatkan mutu layanan telekomunikasi tidak diragukan lagi. Kini semua kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah sudah terkoneksi.

Capaian pembangunan ini bisa dibuktikan dengan diresmikannya Telkom Modern City, Jumat (18/8/2017). Palangka Raya sebagai Telkom Modern City ini diresmikan oleh Direktur Network dan IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin dan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran di Kantor T-Coud Telkom Jalan Imam Bonjol.

Diluncurkannya Telkom Modern City Palangka Raya ini tidak lepas dari dukungan pemerintah provinsi dalam rangka meningkatkan konektivitas antara kabupaten dan kota melalui jaringan komunikasi, kecuali Kuala Kurun dan Sukamara masih tahap finishing.

PT Telkom mengklaim pemasangan fiber optik sudah 100 persen di wilayah Kalimantan Tengah. Sementara itu khusus di Palangka Raya sudah ada 12.156 pengguna layanan fiber optik.

Zulhelfi menjelaskan modern city merupakan program modernisasi jaringan tembaga ke jaringan fiber optik yang bisa meningkatkan kualitas layanan.

Dia berharap keberadaan jaringan fiber optik ini mampu memajukan perekonomian masyarakat. Dampaknya perekonomian daerah juga akan maju, sehingga ekonomi digital nasional akan terealisasi sesuai keinginan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital Asia Tenggara. (MC. Isen Mulang/engga)

16 Bayi Orangutan Merayakan Hari Kemerdekaan di Rumah Barunya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setelah kampanye panjang selama setahun ditambah beberapa bulan proses pembangunan, baby house baru di Pusat Reintroduksi Orangutan BOSF di Nyaru Menteng akhirnya siap menampung para bayi orangutan yang tergabung di dalam grup Nursery.

Sehari setelah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ke-16 bayi orangutan memperoleh rumah barunya.

Yayasan BOS peraih penghargaan Brand of the Year Animalis Edition 2017-2018, Jumat (18/8/2017) memindahkan 16 bayi orangutan dari baby house lama ke yang baru.

Bangunan baby house lama telah digunakan sejak 2000 dan kini sudah kurang layak untuk menampung bayi orangutan yang jumlahnya sempat melonjak di atas angka 20 pasca kebakaran hutan besar yang melanda Kalimantan Tengah pada 2015.

Untuk menghadapi para bayi orangutan baru ini, Yayasan BOS meluncurkan kampanye penggalangan dana pembangunan baby house baru di Desember 2015 dan memulai pembangunan fisik di pertengahan 2016.

Yayasan BOS membangun baby house di kedua pusat reintroduksi orangutan yang dimiliki, Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lestari di Kalimantan Timur. 

Baby house baru ini dilengkapi fasilitas bermain dan enrichment serta sekolah hutan khusus bagi grup Nursery yang berlokasi kurang dari 100 meter.

Setelah penantian selama 20 bulan, bayi orangutan di Nyaru Menteng segera merasakan nyamannya tinggal di rumah baru, khusus dirancang bagi mereka. 

Dalam siaran persnya, Jamartin Sihite CEO Yayasan BOS mengatakan ‘Merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Yayasan BOS berinisiatif menghadiahkan para bayi orangutan, sebuah rumah baru yang diharap bisa membantu mengasah kemampuan, dan terutama, menghapus trauma masa lalu.

“Semua orangutan yang kami selamatkan, terutama para bayi tentu memiliki trauma yang mendalam akibat terpisah dari induknya di usia yang masih belia,” katamya.

Dalam kurun waktu hampir dua tahun, sejak periode Agustus-September 2015 saat banyak terjadi kebakaran lahan dan hutan, sampai April 2017 ada 30 orangutan muda, usia berkisar antara 0-4 tahun yang telah diselamatkan dan masuk ke dalam pusat reintroduksi Nyaru Menteng.

Mereka semua kami selamatkan dari wilayah yang tidak jauh dari bekas hutan yang terbakar. “Kami harap bayi orangutan ini senang di sini, bisa tumbuh sehat, sehingga kelak kita bisa pulangkan mereka kembali ke hutan,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Wiratno mengatakan proses pelepasliaran orangutan membutuhkan banyak persiapan.

Dimana mereka harus menjalani rehabilitasi selama beberapa tahun terlebih dulu sebelum bisa dilepasliarkan ke hutan. Pendirian baby house ini salah satu bagian penting dalam proses rehabilitasi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan terus mendukung mitra yang kegiatannya merehabilitasi dan melepasliarkan orangutan kembali ke hutan.

Dia menyebut sampai saat ini masih banyak orangutan yang harus diselamatkan dan masuk ke pusat rehabilitasi. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap kelestarian orangutan masih ada. Kebakaran hutan, deforestasi, konflik antara manusia dengan orangutan yang sebagian besar menyebabkan kematian orangutan, penyelundupan orangutan ke luar negeri merupakan ancaman yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Diketahui, hingga 2017 ini Yayasan BOS telah melepasliarkan 301 orangutan ke hutan Kalimantan. Yayasan BOS bekerjasama dengan pemerintah, anggota dan kelompok masyarakat seperti ACG School di Jakarta, SMA Santa Ursula, dan CISV; para pelaku bisnis seperti 3V Natural Foods, Moxie Notion, Lazada, dan PT. SSMS; dan berbagai organisasi konservasi dari seluruh dunia seperti OPF, Orangutan Outreach, BOS Switzerland, BOS Deutschland, BOS Australia. (MC. Isen Mulang/engga)

Sekandinavia dan Grace Sela Pembawa Bendera HUT RI ke-72

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) Bendera Merah Putih peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tentunya bagi anak bangsa yang ditunjuk menjadi pasukan Paskibra merupakan kebanggaan, karena kesempatan ini hanya dialami sekali dalam seumur hidup.

Rasa bangga inilah yang dialami Sekandinavia, siswa SMAN 2 Palangka Raya. Tahun ini ia terpilih menjadi salah satu pasukan Paskibra saat peringatan HUT RI ke-72 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palangka Raya 17 Agustus 2017.

Lebih bangga lagi dari 72 peserta Paskibra yang dipilih membawa Bendera Merah Putih hanya Sekandinavia. Perasan bangga serupa juga dirasakan Grace Sela Wahyuni Devi, siswa SMAN 4 Palangka Raya.

Grace juga dipercaya membawakan Bendera Merah Putih saat acara penurunan bendera pada sore harinya. Bagi Sekandinavia dan Grace, kesempatan dan pengalaman ini merupakan momen sejarah yang tidak akan pernah dilupakannya.

Kenangan istimewa ini juga dirasakan Muamar Wahyudi siswa Muhammadiyah 2 Palangka Raya, Satria Mulya siswa MAN Model, dan Okta Abdurrahman siswa MAN Model. Ketiganya juga mendapat kesempatan sebagai penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih.

Perasaan bangga dan senang ini diungkapkan Sekandinavia dan rekan-rekannya saat mengikuti acara ramah tamah dan jamuan makam malam dengan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia di rumah jabatan, Jumat (18/8/2017) pukul 20.00 WIB.

Banyak pelajaran yang diperoleh Sekandinavia bersama 71 anggota Paskibra lainnya saat mengikuti latihan hingga selesainya pelaksanaan pengibaran bendera. Salah satunya semangat nasionalisme mereka semakin kuat dan membara.

Tidak hanya itu, kedisiplinan mereka semakin baik. Selama digembleng sekitar tiga bulan untuk mengikuti latihan, mereka juga dididik tentang kedisiplinan, ketahanan mental, dan memiliki sikap yang patuh kepada senior. (MC. Isen Mulang/engga)