Januari-Februari Ada 9 Kasus Gigitan Anjing

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kasus gigitan anjing di Kota Palangka Raya masih tinggi. Belum genap dua bulan saja sudah ada 9 kasus gigitan anjing.

“Januari-Februari ada 9 kasus gigitan,” kata Kabid Kesehatan Hewan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sumardi, Senin (25/2/2019).

Daerah paling banyak kasus gigitan adalah Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya. Untungnya semua korban gigitan tidak ada yang meninggal. Semuanya bisa tertolong.

Sumardi mengatakan semua korban gigitan anjing ditangani oleh Puskesmas Bukit Hindu. Puskesmas tersebut memang dikhususkan untuk menangani gigitan hewan.

Sementara itu meski Puskesmas Pahandut menangani kasus gigitan hewan, namun sampai saat ini Dinas Pertanian Kota Palangka Raya belum menerima kasus gigitan dari luar daerah.

Di sisi lain saat ini petugas terus melakukan vaksinasi terhadap anjing dan kucing untuk menghindari kasus serupa tidak terulang lagi di Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Mantan Gubernur Kalteng ke-3 Reinout Sylvanus Wafat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah berduka. Mantan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Reinout Sylvanus wafat.

Gubernur Kalteng ke-3 ini wafat pada pukul 06.31 WIB, Senin (25/2/2019) di Rumah Sakit Cikini, Jakarta. Kabar duka ini pun langsung menyebar.

Masyarakat Kalteng pun banyak mengungkapkan rasa dukanya, termasuk jajaran pemerintah provinsi kalteng. Tidak ketinggalan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Said Ismail.

“Kami jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan keluarga turut berdukacita yang mendalam atas berpulangnya bapak Ir Reinout Sylvanus,” tulis Ismail.

Rencananya jenazah almarhum baru akan dibawa ke Kota Palangka Raya, Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 08.00 menggunakan pesawat garuda, dan dibawa ke rumah Tanggar Binti/ Ina Ratih, Jln. Kenari II No.3 Palangka Raya. Saat ini jenazah masih disemayamkan di ruang duka Rumah Sakit Cikini Jakarta.

Diketahui, Ir Reinout Sylvanus lahir di Puruk Cahu 17 April 1928. Dia menggantikan Tjilik Riwut. Pada 1946 telah meninggalkan bangku sekolahnya demi mempertahankan wilayah Republik Indonesia. Namun akhirnya pada 1957, ia mampu menyelesaikan kuliahnya pada fakultas teknik kimia Institut Teknologi Bandung.

Dia mengawali karier sebagai asisten/asisten ahli/dosen ITB Bandung pada tahun 1956-1958. Pada tahun 1958-1961 ia menjabat sebagai Wakil Direktur Pabrik Kina Bandung (Bhineka Kina Farma ).

Pada 1961-1967, dia menjabat Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dan pada 1967-1978 sebagai Gubernur Kalimantan Tengah. Pada 1978-1982 sebagai Pejabat Kantor Pusat Departemen Dalam Negeri dan pada 1963-1967 terpilih sebagai Wakil Ketua Presidium Universitas Palangka Raya.

Pada 1967-1978 sebagai Ketua Presidium Universitas Palangka Raya. Tahun 1978 sebagai Anggota Dewan Penyantun Universitas Palangka Raya. Pada 1982, dia diangkat sebagai Anggota DPR/MPR RI. 

Dia berasal dari Suku Dayak Ngaju-Ot Danum dan merupakan keturunan dari Damang Batu tokoh yang mempersatukan seluruh suku Dayak di Kalimantan dalam rapat besar Tumbang Anoi. (MC. Isen Mulang/engga)

Workshop Penulisan Puisi Kepada Pelajar SMPN 2 Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Komunitas pegiat literasi mengadakan workshop menulis puisi dan musikalisasi puisi kepada pelajar SMPN 2 Palangka Raya, Senin (25/2/2019).

Pelatihan menulis puisi ini berlangsung dengan memanfaatkan ruang multimedia. Lebih dari 30 anak didik kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan yang terasa baru dan menantang.

Dengan dipandu Nurhadi, pegiat Payung Literasi yang juga praktisi sastra dari Balai Bahasa Kalimantan Tengah, mereka belajar mengolah imajinasi, menuangkan gagasan, pikiran, dengan menorehkan kata-kata pada lembaran kertas.

Larik-larik puisi diciptakan yang dipadu dengan pengalaman dan daya nalarnya. Karya sederhana itu mereka susun secara individu dan kelompok. 

Mereka juga dibimbing untuk mencoba meramu puisi menjadi musikalisasi puisi. Tentu saja belajar berpuisi tidak serta merta dan instan begitu saja.

Namun mengawali untuk melanjutkan kreativitas adalah proses yang harus ditekuni jika ingin meraih peningkatan dalam pencapaian. Tatkala jari para siswa menuliskan kata sesungguhnya, dia bisa jadi mulai menuliskan puisi sesederhana apapun.

Begitulah menulis puisi, seperti halnya menulis karya sastra atau karya yang lain, kemampuan berimajinasi dan mengungkapnya mesti diasah agar tajam. 

Motivasi berliterasi dan bimbingan para guru kreatif di sekolah tentu sangat memberikan kontribusi signifikan dibarengi disiplin berkarya akan menumbuhkan semangat berliterasi.

Berkaitan dengan itu, Gatot, pegiat literasi yang juga anggota polisi yang bertugas di Polda Kalteng turut hadir memberikan motivasi kepada para anak didik agar senantiasa menumbuhkan sikap disiplin.

Mewakili Payung Literasi, Lukman Juhara mengatakan komunitas ini merupakan komunitas pecinta literasi yang dibangun dengan semangat kebersamaan tanpa mencari keuntungan finansial.

Anggota komunitas yang dipimpin Ussy Marie ini adalah para relawan dari berbagai profesi yang peduli dan mau bergiat mendukung kegiatan literasi. (MC. Isen Mulang/engga)

Validasi Soal USBNBK SMA/MA dan SMK Seluruh Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Para guru SMA sederajat dari 13 kabupaten dan satu kota di Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti validasi soal ujian sekolah berstandar nasional berbasis komputer (USBNBK) tahun ajaran 2018-2019.

Kegiatan memvalidasi soal USBNBK yang dimulai 18-20 Februari 2019 di Hotel Neo, Jalan Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya ini diikuti oleh 122 guru.

Kegiatan validasi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah ini sebagai bentuk persiapan USBNBK yang rencananya akan dilaksanakan 15-22 Maret 2019 untuk SMA/MA dan 9-20 April 2019 untuk SMK.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaliantan Tengah Bapak, Slamet Winaryo mengatakan USBN tahun ajaran 2018-2019 berbeda dari tahun sebelumnya.

“USBN tahun ini berbasis komputer, tidak lagi berbasis kertas. Hal ini salah satu upaya menghilangkan stigma bahwa teknologi bisa mepengaruhi nilai mutu prestasi anak dalam belajar. Kebanyakan anggapan biasanya bahwa jika anak membawa android atau handphone ke sekolah dilarang takut ada hal-hal yang negatif,” ucapnya.

Sementara itu Zulkipli dari P4TK Matematika Yogyakarta sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena satu-satunya provinsi di Indonesia yang sudah bisa melaksanakan USBN berbasis komputer untuk semua SMA/SMK.

“Setahu saya provinsi lain belum ada. Ini suatu terobosan yang baik dan mungkin bisa ditiru oleh provinsi lain dan bisa melaksanakan terobosan baru seperti ini,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Semangat Penguatan Literasi Siswa SLB Kalimantan Tengah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menguatkan pendidikan karakter. Salah satunya dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti dan Budaya Literasi.

Diperkuat lagi dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Penguatan literasi melalui Gerakan Literasi Nasional (GLN) menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan bagian dari GLN. GLS bukan hanya digulirkan di lembaga pendidikan umum saja, tapi juga di lembaga pendidikan khusus.

Oleh karena itu penguatan literasi juga dilakukan untuk para guru dan siswa berkebutuhan khusus dari sekolah luar biasa (SLB). Salah satu upaya penguatan literasi di SLB adalah melalui workshop penguatan literasi.

Kegiatan bertema ‘Generasi Milenial, Generasi Literasi’ ini diikuti para guru dan siswa berkebutuhan khusus dari 24 SLB seluruh Provinsi Kalimantan Tengah yang telah berlangsung 20—22 Februari 2019 di Hotel Fovere, Kota Palangka Raya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Slamet Winaryo melalui Kabid Pendidikan Khusus, Felix Bertho mengatakan workshop penguatan literasi SLB bertujuan membangun karakter generasi muda menjadi generasi milenial yang berliterasi dan mendukung GLN.

“Melalui kegiatan ini diharapkan ada peningkatan konkret budaya baca sebagai alat evaluasi proses literasi di sekolah. Tentu juga peningkatan belajar dan berkarya bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di provinsi ini. Dengan demikian upaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk menyukseskan Kalteng Berkah kiranya bisa diwujudkan,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung semarak itu telah menyelenggarakan beberapa lomba penguatan literasi untuk para siswa berkebutuhan khusus ada enam lomba yang digelar yakni menyarikan (membuat sinopsis) buku, mendongeng, baca puisi, tulis/baca puisi, membuat komik strip, dan kreativitas menulis cerpen.

Para siswa SLB dengan segala kelebihan dan kekuranganya tampak berusaha mandiri menampilkan kebolehannya. Ada semangat, kelucuan, keunikan, dan beragam ekspresi literasi berpadu menyatu dalam keseruan yang luar biasa.

Ragam tampilan penutupan digelar menghiasi semangat berliterasi. Pembacaan puisi, vokal solo, mendongeng, dan berpantun. Para peserta, narasumber, juri, dan penggembira pun tampil menggugah, mengundang aplaus penuh gairah.

Tentu dalam lomba ada pemenang yang harus lebih mempersiapkan diri berlomba di tingkat nasional. Bagi yang belum menang juga tidak masalah. Mereka tetap bersemangat. 

Mendapat hadiah dan penghargaan hanyalah salah satu harapan. Namun harapan besar untuk berubah meningkatkan kualitas pendidikan tentu lebih penting. 

Semua harus mengedepankan tekad untuk terus berkarya dan berliterasi tanpa pamrih untuk mengembangkan potensi mengangkat harkat diri, keluarga, masyarakat, dan negeri ini. (MC. Isen Mulang/engga)

Excavator Mini Bantu Warga Gotong Royong

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Suara menderu terdengar dari satu unit excavator mini di kawasan lingkungan pemukiman warga Jalan Pinguin Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya. 

Alat berat ini ternyata sedang melakukan pengerukan jalur air yang selama ini tertutup akibat dangkalnya parit atau drainase yang ada di  pemukiman warga tersebut.

Keberadaan excavator mini ini tidak lain adalah membantu warga Jalan Pinguin yang pada Minggu (24/2/2019) pagi menggelar gotong royong membersihkan saluran drainase.

Lurah Bukit Tunggal, Muhammad Heri Fauzi tampak terun langsung dalam kegiatan gotong royong tersebut bersama dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Tunggal Ali Muji dan LKK Kelurahan Bukit Tunggal,Bimo Seno.

“Ada satu unit excavator mini milik Pemerintah Kota Palangka Raya membantu warga membersihkan drainase yang tersumbat.Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kota dalam menanggapi permintaan warga yang mengeluhkan pemukiman mereka sering tergenang mana kala drainase tidak mampu mengalirkan air kala hujan turun deras,”ungkap Heri disela gotong royong. 

Dikatakan,  pemerintah kota saat ini akan terus berupaya semaksimal mungkin merespon setiap adanya keluhan serta masukan dari masyarakat, terutama melalui perangkat kelurahan dan kecamatan.

Sementara itu tambah Heri, dirinya mengapresiasi kegiatan gotong royong warga Jalan Pinguin tersebut, dimana kata dia, kegiatan itu tidak hanya diikuti kaum laki laki tapi juga ibu-ibu,  yang terlihat bergotong royong menyiapkan konsumsi makan siang bagi warga 

“Saya berharap semoga kebersamaan warga ini terus terjaga dan bisa memotivasi RT/RW lainnya di Wilayah Kelurahan Bukit Tunggal untuk juga bergotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungannya,” cetusnya.

Kata Heri, pemerintah kota melalui kelurahan akan berupaya memberikan perhatian terbaik bagi masyarakat, dalam berbagai bidang,seperti halnya pembangunan infrastruktur jalan dan drainase yang akan dilakukan secara berkesinambungan. 

“Seperti hari ini pemerintah kota melalui perangkat kelurahan, langsung ikut serta mengikuti kegiatan gotong royong warga, sebab hal ini menjadi bagian program pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Kegiatan Kelurahan Siaga Komplek Bangas Permai

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kegiatan Kelurahan Siaga,  komplek Bangas Permai dilaksanakan pada hari Minggu pagi (24/2/2019) di Komplek Bangas Permai RW X Kelurahan Menteng, Kec.Jekan Raya. Komplek Bangas Permai ini adalah percontohan kelurahan siaga, di Kelurahan Menteng Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.

Kegiatan kelurahan Siaga ini meliputi pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan oleh kader siaga, kegiatan senam pagi, dan kegiatan pungut sampah bersama. Diakhir acara ini juga ada pengundian dorprize bagi warga yang hadir.

Menurut Amril Norman, ketua RT 03, kegiatan kelurahan siaga ini bertujuan untuk memupuk jiwa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial bagi warga dan memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat.

Melalui pemeriksaan kesehatan dengan “memeriksa tekanan darah”, dan juga melalui olahraga dengan senam bersama, lanjut Amril,  bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup warga. 

Untuk menjaga kualitas lingkungan agar tetap bersih indah dengan “pungut sampah bersama”. Kegiatan ini adalah salah satu dari kegiatan kelurahan siaga di komplek bangas permai. 

Amril menginformasikan kepada warga bahwa sampah sampah  yang  dikumpulkan, akan dijadikan satu kemudian dibuang ke TPS. Dan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya, tutur Amril.

Kegiatan ini dihadiri oleh ketua RW, RT dan seluruh warga masyarakat RT 01 s/d RT 06 RW X Kompleks Bangas Permai lebih kurang 150 orang, dan insyaallah akan berlanjut setiap minggu bergiliran dari RT 01 s/d RT 06 pungkas Amril. (MC. Isen Mulang/wulan/engga)

Ormas dan Media Massa Diharap Bantu Pengawasan Pemilu

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dan media massa dalam hal mengawasi jalannya pelaksanaan pemilu 2019 sangat diharapkan. Meskipun sudah ada lembaga penyelenggara pemilu yang memiliki tupoksi akan hal tersebut, namun tidak akan maksimal tanpa adanya bantuan pengawasan dari pihak lainnya. Hal  ini disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Tengah Siti Wahidah.

Berbicara pada sosialisasi bersama organisasi masyarakat (ormas) dan media massa Sabtu (23/2/2019), Siti menekankan perlunya elemen  masyarakat, terutama ormas dan media massa untuk ikut membantu dalam mengawasi  jalannya Pemilu 2019 yang dilaksanakan pada 17 April nanti. 

“Bawaslu tidak bisa bekerja maksimal tanpa bantuan dalam hal pengawasan. Maka dari itu kami mengajak ormas dan media massa untuk bisa membantu kami dalam pengawasan ini,” pintanya lagi. 

Kata Siti, pihaknya berkeyakinan jika pihaknya meminta bantuan masyarakat dan media massa dalam pengawasan, maka tujuan dari upaya memaksimalkan berbagai pelanggaran aturan dalam pemilu akan berjalan sesuai dengan keinginan bersama. 

“Jangan sampai pesta demokrasi guna mencari pemimpin yang berkualitas dan bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat selama lima tahun kedepan, ternodai oleh berbagai pelanggaran. Ini tidak kita inginkan,” tandasnya.

Menurut Siti, siapapun tidak perlu ragu atau takut, manakala menemukan ada pelanggaran pemilu, namun  segera melaporkan ke pihak terkait, dalam hal ini Bawaslu. Sebab apapun bentuk laporan akan menjadi bahan masukan dan  segera ditindak lanjuti serta  akan dilakukan pengkajian sesuai dengan dugaan bentuk pelanggaran.

“Namun  hal yang wajib diperhatikan adalah  jika  laporan tersebut harus ada bukti formil dan materil, jangan hanya omongan saja,” tandas Siti. 

Salah satu contoh tambah Siti, saat ini pihak Bawaslu sedang ada melakukan pengkajian terhadap laporan masyarakat yang berkenaan dengan dugaan dua oknum calon legislatif (caleg) melakukan pelanggaran dengan cara membagikan sembako dan semen kepada masyarakat, yang tujuan akhirnya meminta masyarakat untuk mencoblos dua oknum caleg tersebut. 

“Nah, laporan seperti ini  masih kita kaji kebenarannya, dan  dua caleg peserta pemilu tersebut tercatat sebagai caleg di Kabupaten Barito Timur dan Barito Utara,” bebernya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penyalahgunaan Jabatan dan Money Politik Rawan Terjadi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kordinator Divisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalteng Siti Wahidah mengatakan, jika suhu perpolitikan jelang pelaksanaan pemilihan presiden, wakil presiden dan anggota legislatif terus bergerak meningkat. Sejalan dengan itu kata dia, maka pengawasan terhadap kecurangan dan tindak pidana pemilu juga pasti terus ditingkatkan. 

“Dalam pelaksanaan pemilu ini,  maka seluruh daerah dapat dikategorikan rawan kecurangan. Terutama politik uang alias money politik dan penyalahgunaan jabatan,” ungkap Siti saat berbicara pada sosialisasi bersama organisasi masyarakat (ormas) dan media massa, Sabtu (23/2/2019) di Hotel Aquarius Palangka Raya.

Pengawasan melekat terhadap pelanggaran pemilu ini lanjut Siti harus dilakukan, setiap elemen pun harus ikut membantu dalam mengawasi jalannya proses dan pelaksanaan pemilu di tanggal 17 April nanti.

“Saya katakan seluruh wilayah Kalteng rawan money politik dan pelanggaran kampanye. Kami tidak bisa bekerja maksimal tanpa bantuan dari masyarakat  dalam mengantisipasi hal itu,” tandasnya. 

Siti mengutarakan dengan kebersamaan bersama dalam mengawasi pemilu maka diharapkan pesta demokrasi lima tahun tersebut dapat berjalan aman, jujur, adil dan terpilih pimpinan yang berkomitmen untuk bangsa dan negara.

“Dengan pengawasan secara bersama, maka pemilu kedepan dapat berjalan lebih baik, maka itu peran banyak pihak sangat diperlukan,” cetusnya lagi. 

Kata Siti, jika masyarakat diam dan tak bergerak maka masyarakat seolah-olah melegalkan praktek uang. Tetapi jika melaporkan dan siap bersaksi serta mempunyai bukti terkait money politik maka masyarakat benar-benar berkeinginan menjadikan negara dan bangsa ini lebih baik.

“Intinya bila ada peserta pemilu terbukti melanggar maka Bawaslu tidak akan tinggal diam dan tidak akan tebang pilih,” tegasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Restorasi Gambut, BRG Rangkul 69 Desa/Kelurahan di Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan restorasi 300 ribu  hektar  lebih lahan gambut di Provinsi  Kalimantan Tengah yang dilakukan Badan Restorasi Gambut (BRG) tentu tidak sendiri, melainkan juga didukung peran penting  fasilitator desa.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A Safitri mengatakan, kegiatan restorasi BRG bersama masyarakat dilakukan dalam program Desa Peduli Gambut (DPG). Untuk Provinsi Kalimantan Tengah itu sendiri, program DPG dilakukan sejak tahun 2017-2018.

“Pelaksanaan program DPG ini  dilakukan pada 69 Desa/kelurahan  yang terdampak pelaksanaan restorasi. Antara lain di kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, Barito Utara dan Barito Selatan,”ungkap Myrna saat acara diskusi media di Palangka Raya, Jumat (22/2/2019).

Dikatakan, perlunya kemitraan bersama DPG ini adalah untuk menjembatani kebijakan restorasi, mengingat ekosistem lingkungan gambut sudah mengalami kerusakan. 

“Peran DPG telah mempercepat proses serta target restorasi lahan gambut di Kalteng. Terutama dalam hal menjembatani program revitalisasi sosial- ekonomi dengan masyarakat,” tutur Myrna.

Untuk Kalteng itu sendiri tambah dia, BRG bersama mitra pengembang  telah mengembangkan tekhnologi pemantauan tinggi muka air (TMA) dilahan gambut secara realtime melalui sistem  Pemantauan Air Lahan Gambut (SIPALAGA).

“SIPALAGA ini  untuk memantau kinerja intervensi Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) yang sudah dibangun pada wilayah restorasi desa/kelurahan di Kalteng,” terangnya.

Disebutkan Myrna, hingga Desember 2018 lalu di wilayah restorasi Kalteng telah terpasang 42 unit alat pemantau TMA. Alat pemantau TMA ini kata dia akan merekam  parameter tinggi muka air, kelembaban tanah dan curah hujan per 10 menit akan mengirimkan datanya setiap harinya ke server.

Yanto Alam Kepala Desa Gohong Kabupaten Pulang Pisau menyatakan bahwa, upaya restorasi gambut di desanya membuahkan hasil. Dimana para aparat, petani dan warga desa pun bekerja sama untuk memanfaatkan infrastruktur pembahasan lahan gambut dan pengelolaan lahan gambut tanpa dibakar.

“BRG bersama dengan masyarakat Desa Gohong telah melakukan pengelolaan lahan gambut yang kritis dengan cara tanpa dibakar. Upaya pelestarian ekosistem gambut ini didukung aparat desa dengan memberlakukan larangan membakar lahan gambut,” ucapnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)