Lurah Banturung Usulkan Rehab Balai Basara

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini kondisi bangunan balai basara Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya sangat memprihatinkan.

Sebagian atapnya sudah jebol, sehingga saat hujan pasti bocor. Guyuran air hujan selalu membasahi ruangan balai basara. Selain itu sebagian dindingnya sudah dimakan rayap.

Dengan kondisi ini maka bangunan balai pertemuan serbaguna yang dimiliki Kelurahan Banturung jauh dari kata layak, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan total.

Merasa risih dan prihatin dengan kondisi balai basara tersebut, maka Lurah Banturung Bambang, berinisiatif mengajukan proposal rehab ke DPRD dan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Dalam proposal yang diajukan Bambang tersebut total anggaran yang dibutuhkan untuk merehab total balai basara Kelurahan Banturung mencapai Rp829,750,000,000.

Dia berharap usulannya ini bisa diakomodir oleh Pemerintah Kota Palangka Raya dan diperjuangkan oleh tim anggaran DPRD Kota Palangka Raya dalam pembahasan APBD 2018.

Menurutnya keberadaan balai basara ini sangat vital bagi masyarakat Keluarahan Banturung. Fasilitas ini rutin digunakan warga untuk melakukan pertemuan guna membahas berbagai hal.

Tidak hanya itu, awal Oktober 2017 ini masyarakat Kelurahan Banturung akan kedatangan tamu dari luar daerah yang akan menyelenggarakan hiburan tradisional Reog Ponorogo.

Menurut Bambang, selama berada di Banturung, para pelaku seni Reog Ponorogo tersebut akan menginap di balai basara yang kondisinya sudah rusak tersebut.

Bagi Bambang, dengan kondisi belum memadainya fasilitas balai basara ini tentu sedikit mengganggu ketidaknyamanan. Di sisi lain dia ingin memberikan tempat menginap yang layak bagi tamu, meski saat ini keinginannya ini masih belum bisa diwujudkan. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Buka Festival Seni Qasidah Tingkat Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-IV tingkat Kota Palangka Raya di Gedung Pertemuan Tambun Bungai, Selasa (26/9/2017) pukul 20.00 WIB.

Acara pembukaan FSQ ini juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Baihaqi.

Hadir pula beberapa kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, Ketua Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Kota Palangka Raya, Afendie dan Ketua Lasqi Provinsi Kalimantan Tengah.

FSQ ke-IV ini cukup meriah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena jumlah pesertanya lebih banyak. Ketua Panitia FSQ Kota Palangka Raya, Misbah M.Ag mengatakan dalam lomba seni islami ini akan dipertandingkan 7 cabang lomba.

Di antaranya cabang lomba qasidah rebana dewasa putra dan putri diikuti enam group, lomba qasidah anak-anak putra dan putri diikuti 13 group, lomba hadrah dewasa diikuti 5 group, hardah anak-anak diikuti 7 group.

Kemudian cabang lomba bintang vokalis dewasa diikuti 13 group, cabang lomba bintang vokalis remaja diikuti 34 orang dan cabang lomba bintang vokalis anak-anak diikuti menjadi 57 orang. Semua kategori di atas akan disediakan trhopy, piagam, dan uang pembinaan. 

Misbah menjelaskan tujuan digelarnya FSQ tersebut untuk melestarikan seni islami dan menangkal seni-seni yang bisa merusak moral anak remaja, khususnyan di Kota Palangka Raya dan umumnya di dunia Islam.

Selain itu untuk mendukung para sanggar seni islami untuk selalu berkiprah agar kesenian islami tetap eksis di tengah era globalisasi yang semakin maju.

Selanjutnya dalam rangka mempersiapkan kontestan Kota Palangka Raya yang akan mengikuti FSQ tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang akan dilaksanakan di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara pada 12 Oktober 2017. (MC. Isen Mulang/engga)

ASN Pemko Palangka Raya Ikuti Bimroh Hindu Kaharingan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, khususnya yang beragama Hindu Kaharingan mengikuti bimbingan rohani (Bimroh), Rabu (27/9/2017).

Bimroh yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei II ini dibuka oleh Staf Ahli Walikota Palangka Raya, Benhur Pangaribuan mewakili Walikota Palangka Raya, Riban Satia.

Agenda rutin Bimroh ini juga diikuti Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kota Palangka Raya, Murni, Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Baru I Sangkai, dan tokoh Hindu Kaharingan, Lewis KDR.

Melalui Bimroh ini Benhur Pangaribuan mengajak umat Kaharingan untuk memaknai filosofi Kaharingan. Dimana Kaharingan itu sendiri merupakan ajaran untuk berperilaku yang harus disampaikan secara lisan dan dimengerti secara menyeluruh oleh umatnya.

Dikatakan, agama Kaharingan sering dilambangkan dengan batang garing atau pohon kehidupan. Lambang itu memiliki makna filosofi keseimbangan atau keharmonisan hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.

Pohon batang garing dengan balanga atau kataladah (guci/pot/wadah) itu sebagai simbol dua dunia yang berbeda, tapi terikat oleh satu kesatuan yang berhubungan dan membutuhkan. Dunia atas dilambangkan dengan pohon dan dunia bawah yang dilambangkan melalui guci.

Sementara itu buah yang ada pada batang garing itu melambangkan kelompok besar dari umat manusia. Buah batang garing yang menghadap arah atas dan bawah adalah pengingat bagi manusia agar senantiasa menghargai dua sisi yang berbeda dengan seimbang.

Selanjutnya tempat bertumpu batang garing dinamakan Pulau Batu Nindan Tarung. Pulau tempat kediaman manusia pertama kali sebelum diturunkan ke bumi. Di bagian puncaknya ada burung enggang dan matahari yang merupakan lambang dari Ranying Hattala Langit sumber segala kehidupan.

Dengan demikian manusia diingatkan jika dunia yang sekarang ini adalah tempat tinggal sementara karena tempat asal manusia yang sebenarnya berada di dunia atas (lewu tatau).

Oleh sebab itu para ASN dan tenaga kontrak lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya diharapkan dapat mengimplementasikan filosofi ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi aparatur yang seimbang kehidupannya dalam hubungannya dengan sang pencipta, kehidupan pekerjaan, keluarga, dan lingkungannya. (MC. Isen Mulang/engga)

Balai Benih Ikan Diharapkan Mampu Penuhi Kebutuhan Pasar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Riban Satia bersama Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Helmi melakukan peninjauan ke Balai Benih Ikan (BBI) Km 34, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Selasa (26/9/2017).

Inspeksi mendadak (sidak) terhadap aset milik daerah yang dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB ini juga didampingi Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Neni Adriaty Lambung.

Sidak ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan BBI apakah sudah maksimal atau belum guna mendukung program ketahanan pangan dibidang perikanan.

Di sisi lain Dinas Perikanan Kota Palangka Raya sedang mengusulkan rehab terhadap fasilitas BBI. Pada prinsipnya walikota mengharapkan keberadaan BBI ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi perikanan.

Dia berharap para pejabat dinas teknis berinovasi, sehingga menghasilkan produk perikanan yang mampu memenuhi kebutuhan pasar seperti halnya di Kalimantan Selatan.

“Kita sudah studi banding ke Kalsel dan beberapa daerah lain. Di sana pengembangan sektor perikanan sudah berhasil. Apa itu sama sekali tidak bisa diadopsi. Mereka bisa kenapa kita tidak. Potensi perairan kita juga banyak,” katanya. 

Menurut walikota sebenarnya untuk memajukan sektor perikanan ini sangat mudah bila dinas teknis komitmen dengan mengawal seluruh proses pelaksanaan program mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi.

“Jangan program itu dititip lalu dibiarkan. Coba kawal program itu. Jajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk meyakinkan DPRD terkait program yang mau dilaksanakan, saya yakin mereka akan setuju,” katanya. 

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Helmi mengatakan jika jajarannya sudah mengusulkan untuk membuat unit pengelola teknis (UPT) dengan harapan pengembangan perikanan sesuai harapan. 

Selanjutnya rombongan walikota meninjau lokasi pembenihan ikan di Km 34 Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya. Di sini walikota juga ingin pengelolaan pembibitan dimaksimalkan, sehingga produksinya mampu memenuhi kebutuhan pasar. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Harus Memiliki Karakter Kota Pendidikan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia menyambut positif atas ide pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang telah menyelenggarakan focus group discussion (FGD) dengan tema ‘Pembangunan Masyarakat dan Sekolah Cerdas Menuju Smart City’.

Menurut walikota tema seminar dalam rangka Milad KAHMI ke-51 yang diselenggarakan di sela acara pelantikan pengurus KAHMI Kota Palangka Raya, Selasa (26/9/2017) ini sangat relevan dengan visi misi untuk menjadikan Palangka Raya sebagai kota pendidikan.

Riban berharap dengan tema seminar ini tidak hanya memberi semangat, tetapi harus bisa diwujudkan. Meski diakui pembangunan bidang pendidikan di Kota Cantik Palangka Raya masih tertinggal dibanding dengan daerah lain di Indonesia.

Namun dia optimis status kota pendidikan ini bisa diwujudkan, tetapi harus dapat dukungan dari semua pihak, khususnya dinas pendidikan dan tenaga pendidiknya.

Sebagai walikota dua periode, Riban mengakui karakter Palangka Raya yang disebut sebagai kota pendidikan hingga sampai saat ini masih belum terlihat.

Menurutnya indikator kota sebagai kota pendidikan tidak hanya dilihat dari megahnya gedung sekolah dan universitas, tapi sarana penunjang juga harus diperhatikan.

Sarana penunjang yang dimaksud walikota ini misalnya dibeberapa sudut kota atau jalan dipasang gapura bertuliskan kawasan pendidikan seperti yang sudah dipasang di wilayah Sanaman Mantikei.

Namun menurut walikota hal itu dianggap masih belum cukup, tetapi semua pihak harus lebih kreatif lagi. Dia mencontohkan di Kota Jogyakarya, dimana di sudut-sudut kota banyak tulisan mengenai jam belajar dimulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.30 WIB.

Menurutnya apa yang dilakukan Yogyakarta sebagai kota pendidikan ini tidak mesti ditiru sama persis, namun setidaknya Palangka Raya bisa meniru sesuai kondisi daerah.

“Saya belum pernah melihat di Kota Palangka Raya. Hampir sulit kita temui di lingkungan sekolah ada tulisan ajakan yang sifatnya mendidik anak maupun masyarakat,” tegasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Sosialisasikan Gerakan Masyarakat Bugar dengan Jamu

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mengadakan Sosialisasi Usaha Mikro Obat Tradisional Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Bugar Dengan Jamu (Bude Jamu), Selasa (26/9/2017).

Sosialisasi yang diadakan di Ruang Peteng Karuhei II ini diikuti lebih dari 90 kaum perempuan dari petugas Puskesmas, organisasi keagamaan, tim penggerak PPK kelurahan seluruh Kota Palangka Raya, dan penjual jamu gendong.

Dalam sosialisasi yang dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo ini menghadirkan pejabat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palangka Raya, Gusti Tanjidilah sebagai nara sumber.

Dalam sosialisasi ini Gusti Tanjidilah memberikan berbagai informasi mengenai status obat atau jamu buatan industri rumah tangga atau pabrik yang legal maupun illegal.

Menurutnya mengenai obat yang dijual pedagang itu berizin atau illegal cukup dengan melihat kode izin edar yang dikeluarkan oleh BPOM.

Kode obat yang berizin hanya memiliki 9 digit, misalnya untuk obat lokal dengan kode TR xxx xxx xxx, obat impor dengan kode TI xxx xxx xxx dan obat lisensi dengan kode TL xxx xxx xxx.

Jika izin edar yang tertera dalam kemasan obat angkanya lebih dari 9, maka menurut Gusti Tanjidilah adalah ilegal. Adapun ciri lainnya jika obat itu tidak ilegal selalu menyertakan nama produk, nama dan alamat produsen, komposisi, no registrasi, dan tanggal kadaluwarsa.

Kemudian obat yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM tidak memberikan informasi yang menyesatkan kepada konsumen. Selain itu tidak boleh menggunakan kata super, ultra, istimewa, top, tokcer, cespleng, atau memberikan janji pasti bisa menyembuhkan.

Jika ada kalimat-kalimat seperti itu maka obat yang dijual dipastikan palsu dan ilegal, sehingga jangan dibeli. BPOM hanya menyarankan kepada masyarakat hanya membeli obat yang dalam kemasannya mencamtumkan informasi yang jelas.

Misalnya dalam kemasan obat harus memberikan informasi sesuai kenyataan dan tidak boleh menyimpang dari sifat kemanfaatan dan keamanan obat tradisional yang disetujui.

Selain itu informasi yang dicantumkan dalam kemasan harus mencantumkan tidak hanya informasi tentang khasiat, tapi juga memberikan informasi tentang hal yang harus diperhatikan, misalnya pantangannya, kontraindikasi, dan efek samping. (MC. Isen Mulang/engga)

Pengurus KAHMI Palangka Raya Dilantik di Rumah Jabatan Walikota

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Palangka Raya masa bakti 2016-2021 resmi dilantik oleh Ketua Umum KAHMI Provinsi Kalimantan Tengah, Rusliansyah, Selasa (26/9/2017).

Pelantikan ini dilakukan di pendopo rumah jabatan Walikota Palangka Raya Jalan Diponegoro. Dalam proses pelantikan ini dihadiri Walikota Palangka Raya, Riban Satia dan Ketua Harian Keluarga Bebuhan Banjar (KBB) Kalimantan Tengah, Bambang Suryadi.

Adapun susunan pengurus yang dilantik Presedium KAHMI Kota Palangka Raya dijabat oleh Olly Suryono, Muhammad Ismail, dan Syayuti, sedangkan posisi sekretaris dijabat oleh Albert Muhajir Sholeh, dan bendahara dijabat Kukuh Wudianto.

Sementara itu dalam susunan penggurus juga dicantumkan Majelis Dewan Penasehat KAHMI Kota Palangka Raya dengan Ketua Kaspino dan anggota Dartana, Heru Setiawan, Ali Iskandar Zulkarnaen.

Sedangkan posisi Majelis Dewan Pakar KAHMI Kota Palangka Raya dipercayakan kepada Ketua Fauzan Ahmad dan Tri Hidayati serta Akhmad Supriadi.

Dalam sambutannya Olly Suryono berjanji akan menjalankan amanat yang diemban ini dengan sebaik-baiknya. Dia juga berjanji akan menjadikan KAHMI sebagai organisasi yang turut mendukung program Pemerintah Kota Palangka Raya.

Di antaranya ikut membangun masyarakat Kota Cantik yang cerdas sesuai visi misi Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai kota pendidikan, jasa, dan pariwisata.

Sebagai bukti dukungannya itu maka melalui momen pelantikan ini pengurus KAHMI Kota Palangka Raya juga mengadakan focus group discussion (FGD) dalam rangka Milad KAHMI ke-51 dengan tema ‘Pembangunan Masyarakat dan Sekolah Cerdas Menuju Smart City’.

Selain dihadiri para mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), acara FGD ini juga dihadiri puluhan tenaga pendidik dari beberapa sekolah di Kota Palangka Raya. (MC Isen Mulang/engga)

Dekranasda Palangka Raya Hadiri Rakernas di Jakarta

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hari ini seluruh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) provinsi, kabupaten, dan kota serta ketua harian dan sekretaris Dekranasda seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Kehadiran lebih dari 600 pengurus Dekranasda ke Jakarta dalam rangka menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Gedung A.H Nasution Lt 16 Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (26/9/2017).

Dari 600 peserta ini salah satunya Dekranasda Kota Palangka Raya yang ikut hadir dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dekranasda Kota Palangka Raya, Norlaina Riban Satia.

Ikut mendampingi Norlaina Riban Satia adalah Ketua Harian Dekranasda Kota Palangka Raya yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban dan sekretarisnya. 

Rakernas Dekranas yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini mengangkat tema ‘Membangun Sinergi Kebijakan dan Program Dekranas dalam Mewujudkan Kriya Berdaya Siang Global’.

Tujuan diadakannya Rakernas ini untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka meningkatkan daya siang global berbasis konten lokal guna menggali dan mengembangkan warisan budaya.

Selain itu untuk meningkatkan daya saing produk pengrajin, mensejahterakan pengrajin, dan regenerasi pengrajin secara berkelanjutan karena saat ini keberadaan pengrajin sudah semakin langka.

Maka dari itu pengrajin harus terus diberikan pelatihan dan pendampingan, sehingga keberadaannya terus eksis untuk ikut serta dalam memajukan perekonomian bangsa.

Sementara itu dalam momen Rakernas yang juga dihadiri Ketua Umum Dekranas, Mufidah Jusuf Kalla ini juga diadakan pameran yang memamerkan berbagai kerajinan atau produk lokal dari berbagai daerah seluruh Indonesia. (MC. Isen Mulang/engga)

Kadis Perindag Cek Pembangunan Pasar Tangkiling

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban melakukan pengecekan dimulainya pembangunan Pasar Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Senin (25/9/2017).

Menurut Aratuni tahun ini Kota Palangka Raya mendapat bantuan program rehab total Pasar Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu dan Pasar Kalampangan, Kecamatan Sabangau.

Khusus rehab Pasar Tangkiling ini bakal menghabiskan dana sekitar Rp5,7 miliar dari Kementerian Perdagangan. Proyek Pasar Tangkiling ini dikerjakan selama 120 hari kalender.

Pengecekan ini dilakukan Aratuni untuk memastikan proses pengerjaan rehab Pasar Tangkiling berjalan lancar dan di sisi lain tidak mengganggu para pedagang.

Berdasarkan pengecekan, sebagian bangunan Pasar Tangkiling sudah dirobohkan dengan menggunakan excavator, sedangkan bangunan lainnya masih belum, tapi para pedagang sudah direlokasi ke lahan kosong milik warga yang lokasinya bersebelahan dengan lokasi pasar.

Aratuni menjelaskan Pasar Tangkiling ini akan dibangun lebih mewah, lebih luas, dan jumlah lapaknya lebih banyak, sehingga diharapkan bisa menampung pedagang lebih banyak pula.

Sebelum dibongkar, Pasar Tangkiling hanya menampung sekitar 70 pedagang. Namun dengan direhab ini nanti Pasar Tangkiling mampu menampung sekitar 160 pedagang.

“Dalam rehab Pasar Tangkiling ini akan dibangun 35 kios dan 125 lapak,” ujarnya. Aratuni mengharapkan pengerjaan rehab pasar ini bisa tepat waktu, sehingga keberadaannya bisa segera dimanfaatkan oleh para pedagang.

Diketahui, Pasar Tangkiling ini pada 2013 juga sudah pernah direhab melalui dana alokasi khusus dari Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Ekspor Perdana Tangkai Sapu ke Taiwan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Melimpahnya sumber daya alam (SDA) kayu di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya tidak disia-siakan oleh PT Panca Aras Akselerasi Tov.

Setelah beberapa kali melalukan uji coba pembuatan produk tangkai sapu (wooden handle) akhirnya PT Panca Aras Akselerasi Tov sukses untuk mencoba memasarkan ke luar negeri.

Tujuan ekspor wooden hendle sebanyak 17.768 M3 atau satu kontainer ini adalah Negara Taiwan. Acara pengiriman ekspor perdana ini pun dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban, Senin (25/9/2017).

Juga hadir Kabid Ekspor Impor pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Suseno. Launching ekspor tangkai sapu ini dilakukan di pabrik PT Panca Aras Akselerasi Tov di Jalan Tjilik Riwut Km 23,5 Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.

Ekspor kayu olahan ini dilakukan melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan kemudian transit di Pelabuhan Tanjung Perak, Subaraya, Jawa Timur, setelah itu baru dikirim langsung ke Taiwan.

Dipilihnya Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, karena menurut Direktur PT Panca Aras Akselerasi Tov, Petrus Gunawan di wilayah Kalimantan Tengah belum ada pelabuhan yang setiap saat bisa melakukan pengiriman ekspor.

Jika pun ada, butuh waktu berhari-hari, bahkan tidak ada kepastian, sehingga membuat biaya lebih mahal, karena harus barang menginap di pelabuhan. Jadi alternatifnya pengusaha dari Kalimantan Tengah memilih Pelabuhan Trisaksi Banjarmasin untuk melakukan ekspor.

Sementara itu Aratuni Djaban menyambut baik dengan adanya ekspor tangkai sapu ke Taiwan ini. Menurutnya tangkai sapu ini adalah produk kedua selain sumpit dari Palangka Raya yang bisa diekspor ke luar negeri.

“Sebagai orang pemerintahan, saya menyambut baik adanya ekspor ini, karena dengan adanya ekspor ini sudah barang tentu akan memberikan multi player effect. Salah satunya memberdayakan tenaga kerja lokal dan perekonomian daerah juga akan meningkat,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)