Rapat Persiapan Penilaian Adipura Dilakukan di TPA Km 14

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya mengadakan rapat membahas persiapan penilaian Adipura periode 2017-2018.

Jika biasanya rapat seperti ini dilakukan di kantor walikota, tapi kali ini digelar di lokasi tempat pemprosesan akhir (TPA) sampah di Jalan Tjilik Riwut Km 14, Senin (25/9/2017).

Rapat yang dipimpin Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio ini juga dihadiri Kepala DLH Palangka Raya Rawang dan Kepala Dinas PUPR Palangka Raya.

Dalam rapat ini lebih banyak dibahas mengenai penataan dan pengelolaan sampah, khususnya TPA. Sebab berdasarkan hasil penilaian tahap I (PI) di TPA ini hanya mendapat nilai 61,02.

Dengan rendahnya penilaian TPA inilah sehingga Kota Palangka Raya lagi-lagi belum bisa memboyong piala Adipura, sedangkan untuk objek lainnya sudah dapat nilai bagus di atas 70.

Rawang mengatakan pada P1 periode 2016-2017 Kota Palangka Raya mendapat poin (P1) 71,2 dan (P2) 71,2, sedangkan syarat untuk mendapatkan Adipura minimal harus dapat poin 72 ke atas.

Dia berharap dengan adanya rapat lintas sektor yang juga dihadiri pejabat DLH Provinsi Kalimantan Tengah ini bisa memperbaiki pengelolaan TPA Km 14.

Adapun di TPA yang perlu dipoles agar nantinya mendapatkan nilai tinggi adalah perlu diperbaikinya jalan masuk, pengaktifan pos jaga, tidak ada sampah berserakan di jalan sepanjang pintu masuk TPA.

Selain itu perlu diperbaiki mengenai teknis pencatatan sampah dari manual ke elektronik. Saat ini di TPA Km 14 masih menggunakan dengan sistem manual, sedangkan di daerah lain sudah menggunakan jembatan timbang elektronik.

Menurut Rawang sudah saatnya UPT TPA Km 14 memanfaatkan limbah sampah menjadi gas methana. Jika semua objek penilai ini segera dilakukan perbaikan, maka dia optimistis Kota Palangka Raya bisa mendapatkan piala Adipura. (MC. Isen Mulang/engga)

Lintas Sektor Bahas Persiapan Pilkada Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Asisten I Setda Kota Palangka Raya, Ikhwansyah memimpin rapat lanjutan membahas persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018, Senin (25/9/2017).

Rapat lintas sektor yang dilaksanakan di Ruang Peteng Karuhei II ini diikuti oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palangka Raya, Polres Palangka Raya, Kodim 1016 Palangka Raya

Ikut hadir Kepala Badan Pengelola Keuangan Kota Palangka Raya, Fordiansyah, Kepala Satpol PP Palangka Raya, Baru I Sangkai, para lurah, dan camat.

Dalam rapat ini semua perwakilan yang hadir diminta memaparkan kesiapannya untuk mensukseskan Pilkada. Dari segi keamanan Kodim 1016 Palangka Raya telah mencadangkan personil yang akan dilibatkan selama gelaran Pilkada 2018.

Sementara itu dari sisi KPU lebih banyak menjelaskan soal anggaran dan teknis pelaksanaan. Dimana biaya Pilkada Kota Palangka Raya perlu anggaran Rp17.392.094.508.

Menurut Anggota KPU Palangka Raya, Harmain Ibrohim anggaran sabanyak itu dianggarkan dua kali oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Pertama di APBDP 2017 dianggarkan Rp4.400.000.000 dan di APBD 2018 dianggarkan Rp12.992.094.508.

“Dana sebesar itu sudah bisa mengakomodasi kegiatan Pilkada, namun sampai saat ini belum bisa dicairkan,” tuturnya. Padahal mulai 8 Oktober 2017 ini KPU Palangka Raya sudah melaunching gelaran Pilkada.

Dalam kesempatan ini Harmain juga menyampaikan jumlah masyarakat Palangka Raya yang bakal memberikan hak pilihnya pada Pilkada 2018 ada 220.000 jiwa.

Daftar pemilih sementara (DPS) ini merupakan data Pilgub Kalteng 2015. Data lainnya 602 tempat pengutan suara (TPS) dengan rincian Kecamatan Pahandut 207 TPS, Bukit Batu 35 TPS, Jekan Raya 294 TPS, Sebangau 35 TPS, Rakumpit 31 TPS. (MC. Isen Mulang/engga)

10 Siswa Peserta Pelatihan Jurnalitik Dapat Penghargaan Dari PWI Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah memberikan penghargaan kepada 10 siswa terbaik peserta Pelatihan Jurnalistik untuk Pelajar (Journalist Goes to School).

Penghargaan ini diberikan karena ke-10 siswa ini mendapatkan nilai bagus dalam menulis berita. Tes menulis berita dengan diawali wawancara langsung diadakan di gedung PWI Kalteng Jalan RTA Milono, Sabtu, (23/9/2017).

“Kami gembira karena para siswa banyak yang berbakat menjadi jurnalis. Buktinya setelah diuji, mereka bisa menulis berita sederhana dalam waktu singkat. Jadi potensi ini harus dikembangkan di sekolah agar bakat mereka berkembang,” pesan Ketua PWI Kalimantan Tengah, Sutransyah.

PWI Kalteng ingin terus berpartisipasi bagi dunia pendidikan. Salah satunya membangun generasi muda gemar menulis yang dapat menjadi kader jurnalis yang cerdas dan profesional.

Karena itu PWI Kalteng membuka diri kepada siswa, guru, dan sekolah yang ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan jurnalistik bisa belajar ke kantor PWI secara gratis.

Selain mendapat penghargaan, ke-10 siswa tersebut juga mendapatkan uang saku yang diberikan oleh PWI Kalteng dan diharapkan hadiah ini sebagai bagian pemacu semangat mereka.

“Kami berterima kasih kepada PWI yang telah memberi pelatihan. Kami akan mencoba menerapkan ilmu yang telah kami peroleh agar kami bisa jadi jurnalis,” kata Theodoxa Davadinata dan Kausalya Ayu Vedanti, siswa SMAN 5 Palangka Raya.

Diketahui, pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan mulai 11-19 September ini diikuti tujuh sekaolah. Yakni SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMK 1, SMK 3, SMA Muhammadiyah, dan SMA Katholik Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Apresiasi Seminar Perlindungan Hukum STIH Tambun Bungai Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio sangat mengapresiasi atas terselenggaranya seminar nasional yang diadakan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum  Tambun Bungai (STIH TB) Palangka Raya, Sabtu (23/9/2017).

Menurut Mofit konten yang dibahas dalam seminar yang diadakan di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya ini cukup menarik dengan tema ‘Perlindungan Hukum Terhadap Korban Mafia dan Kriminalisasi Penguasaan Hak Atas Tanah di Kalimantan Tengah’.

Dianggap positif karena seminar ini merupakan peluang bagi para peneliti, penulis, dosen, dan tenaga fungsional di Palangka Raya, bahkan seluruh Indonesia untuk menggali lebih dalam penyebab kriminalisasi penguasaan hak atas tanah. 

Hanya saja pihaknya berharap hasil seminar ini nantinya bisa dipublikasikan melalui jurnal resmi, sehingga para penulisnya mendapat poin atas hasil karyanya tersebut.

“Sayang sekali kalau tema seminar yang sangat bagus ini tidak dipublikasikan melalui jurnal, apalagi tulisan indah ini didasarkan pada hasil penelitian dengan data akurat,” ucapnya.

Di sisi lain Mofit menyadari masalah sengketa tanah sangat rumit. Dimana korbannya tidak hanya warga biasa, bahkan lembaga pemerintah atau pendidikan pun juga ada yang menjadi korban.

Mofit mencontohkan lahan STIH. Dimana STIH salah satu instutusi yang menjadi korban dari kebijakan ketidakjelasan hukum masalah tanah. “Kalau boleh saya katakan, luas lahan kampus STIH itu tidak segitu, begitu pula IAIN Palangka Raya juga menjadi korban,” sebutnya.

Mofit menegaskan menjadi aneh kalau sekolah hukum menjadi korban ketidakjelasan masalah hukum. “Saya berharap seminar ini bisa dijadikan sebagai lampu mercury untuk menerangi dan kalau tidak bisa paling tidak menjadi lilin untuk menerangi dalam kegelapan. Jangan produk hukum, sarjana hukum, dan orang-orang yang berpraktek hukum justru menjadi bagian dari mafia dan orang-orang yang menjadi bagian yang melakukan kriminalisasi masalah tanah yang membuat ketidakjelasan persoalan tanah, khususnya di Palangka Raya,” pesannya.

Diakui Mofit kalau berbicara masalah tanah, hampir setiap hari selalu ada warga yang datang ke kantornya untuk mengadukan masalah sengketa tanah dan jumlahnya cukup banyak.

“Kalau membahas masalah tanah ini ibarat saya diurut, capeknya selama tiga hari tidak hilang-hilang. Paling sulit memberikan pengertian kepada orang yang mengerti, tapi pura-pura tidak mengerti,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

STIH Tambun Bungai Palangka Raya Adakan Seminar dan Reuni Akbar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tambun Bungai (STIH TB) Palangka Raya mengadakan acara Seminar Nasional dan Reuni Akbar Temu Kangen, Sabtu (23/9/2017).

Acara seminar dan reuni yang diadakan di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya ini secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio.

Dalam reuni akbar ini juga dihadiri para alumni STIH TB Palangka Raya yang sudah sukses berkarier di instansi pemerintahan. Di antaranya mantan Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Siun Jarias.

Selain itu Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Ibnu AS Pelu, Ketua KPU Kota Palangka Raya, Eko Riadi, dan Camat Jekan Raya, Camat Sebangau, dan beberapa lurah.

Dalam acara ini juga dihadiri Ketua Pembina Yayasan STIH TB Palangka Raya, Sabran Ahmad yang merupakan tokoh Dayak Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya Ketua STIH TB Palangka Raya, Salundik Jamal mengucapkan terima kasih kepada para alumni dan mahasiswa sudah bersedia datang menghadiri acara seminar dan temu kangen.

Salundik mengharapkan acara temu kangen tidak mesti harus dilakukan secara formal dengan mengadakan acara formal, namun dilain waktu hari bisa dilakukan di kampus STHI TB Palangka Raya.

Tujuannya agar hubungan silaturahmi antara alumni dengan kampus tidak putus. Di sisi lain pihak kampus bisa mengetahui status para alumni dimana mereka telah mengabdi buat nusa dan bangsa.

Dia mengharapkan para alumni STIH TB Palangka Raya bisa berkompetisi dengan alumni universitas lainnya untuk mendapatkan pekerjaan dibidang pemerintahan maupun swasta.

Dalam kesempatan ini Salundik juga memberikan kabar baik kepada mahasiswa dan para alumni jika saat ini kampus STIH TB Palangka Raya sudah mendapat status akreditasi B.

Menurutnya untuk menjadikan kampus berakreditasi B ini tidak mudah. Butuh waktu bertahun-tahun untuk mewujudkannnya dan tentunya harus didukung dengan SDM dosen yang cukup dan handal.

Sementara itu dalam reuni ini juga diadakan seminar nasional dengan tema ‘Perlindungan Hukum Terhadap Korban Mafia dan Kriminalisasi Penguasaan Hak Atas Tanah di Kalimantan Tengah’ dengan nara sumber Prof DR I Nyoman Nurjaya, SH, MH. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 10 Kalimantan Tengah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mulai hari ini Sabtu (23/9/2017) jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Tengah sudah tiba kembali di Kota Palangka Raya setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah.

Adalah kelompok terbang (kloter) 10 yang pertama datang melalui Bandara Internasional Banjarbaru, Kalimantan Selatan dan kemudian diterbangkan lagi ke Bandara Antara Tjilik Riwut.

Rombongan kloter 10 ini tiba di Bandara Tjilik Riwut pukul 06.00 WIB dan selanjutnya dibawa ke Asrama Haji Almabrur Jalan G Obos mengunakan Bus DAMRI.

Setelah tiba di arsma haji inilah para jemaah haji mendapatkan penyambutan dari pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Di ruang penyambutan ini rupanya juga sudah disediakan alat pendeteksi anti virus dan masker bagi tamu yang menyambut. Sedangkan di ruang lainnya juga standby petugas medis.

Ketua Tim Panitia Haji Provinsi Kalimantan Tengah yang juga menjabat Karo Kesra Pemprov Kalteng, Sahrudin mengatakan pada musim haji 2017 ini ada 1.615 orang masyarakat Bumi Tambun Bungai yang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah.

Namun dari 1.615 jemaah itu empat orang di antaranya meninggal, tapi dari empat orang itu tiga meninggal di Makkah dan satunya meninggal setelah tiba di Tanah Air atas nama Haji Noor Ifansyah, warga Jenamas, Kabupaten Barito Selatan.

Sementara itu Walikota Palangka Raya HM Riban Satia mewakili Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran mengucapkan selamat datang kepada jemaah haji yang telah tiba di Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat.

“Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan tentunya mendapat predikat haji yang mabrur,” ucapnya. Di sisi lain walikota atas nama pemerintah provinsi mewakili gubernur mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga jemaah haji Kalimantan Tengah yang meninggal di Tanah Suci Makkah.

“Semoga arwah para syuhada haji diterima di sisi Allah SWT dan wafatnya dalam keadaan qusnul qhotimah, sedangkan bagi keluarga yang ditinggalkan diharapkan bisa tabah dan tawaqal atas musibah yang terjadi ini,” pesannya.

Sementara itu acara penyambutan jemaah haji ini selain dari jajaran Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah dan Kanwil Kemenag Kota Palangka Raya juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio. (MC. Isen Mulang/engga)

Alumni Paskibraka Palangka Raya Perjalanan Wisata ke Kalsel

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Para alumni Paskibraka 2017 Kota Palangka Raya mendapatkan bonus perjalanan wisata ke Banjarmasin dan Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Secara resmi keberangkatan tour ke-60 alumi Paskibraka yang didampingi 20 Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Palangka Raya ini dilepas oleh Walikota Palangka Raya, Riban Satia, Sabtu (23/9/2017).

Secara simbolis acara pelepasan tour ini dilakukan di pendopo rumah jabatan Walikota Palangka Raya Jalan Diponegoro pukul 08.00 WIB dan juga dihadiri Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy. 

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palangka Raya, Gunawan Abel menjelaskan ke-80 peserta tour rombongan Paskibraka ini akan melakukan wisata di Pasar Terapung, Banjarmasin.

Selama di Banjarmasin mereka menginap di wisma Jalan Gatot Subroto. Keesokan harinya rombongan Paskibraka melanjutkan perjalanan wisata ke Banjarbaru.

Sebelum melakukan wisata alam, terlebih dulu rombongan Paskibraka Palangka Raya melakukan pertemuan dengan PPI Banjarbaru. Setelah itu mereka tour ke rumah pohon di Banjarbaru.

Sementara itu dalam arahannya Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio mewakili walikota mengharapkan momen studi tour ini jangan hanya dimanfaatkan untuk bersenang-senang, tapi sisi baiknya harus dimanfaatkan untuk menambah ilmu pengetahuan.

Di sisi lain Mofit juga memberikan petuah dan semangat kepada para alumni Paskibraka 2017. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka harus memiliki jati diri yang hebat.

Sebab sukses tidaknya masa depan mereka berada pada dirinya masing-masing. Karena itu Mofit menyarankan agar selama 7 tahun ke depannya mereka jangan sampai melakukan perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri.

Mofit menyebut waktu 7 tahun itu merupakan masa bagi mereka untuk menentukan karier. Dia yakin para alumni Paskibraka ini kelak akan menjadi calon-calon pemimpin bangsa. (MC. Isen Mulang/engga)

Anggota Satpol PP Palangka Raya Diajari Cara Atur Lalu Lintas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setiap Jumat pagi sebagian aparatur sipil negara (ASN), termasuk anggota Satpol PP selalu melakukan olahraga di halaman Kantor Walikota Palangka Raya Jalan Tjilik Riwut Km 5.

Tapi kali ini khusus anggota Satpol PP Palangka Raya ada yang berbeda. Mereka tidak lagi melakukan olahraga seperti volyball dan lainnya, tapi kali ini para anggota Satpol PP ini justru mendapatkan pelatihan bidang lalu lintas.

Aparat kepolisian dari bagian Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah yang memberikan pelatihan cara mengatur lalu lintas kepada puluhan anggota Satpol PP Kota Palangka Raya, Jumat (22/9/2017) pukul 09.00 WIB.

Setidaknya ada lima anggota Polda Kalteng yang memberikan pelatihan. Pelatihan ini dipimpin AKBP I Ketut W, namun untuk teknis pemberian materinya diberikan oleh seorang anggota polisi wanita (Polwan).

Dalam pelatihan ini setidaknya anggota Satpol PP mendapatkan 12 materi atau cara mengatur lalu lintas yang baik dan benar. Misalnya cara memandu kendaraan dari arah kanan.

Dengan cara ini posisi badan tegap berdiri sambil memberikan aba-aba. Dimana tangan lurus sejajar sebahu sambil menggerakan tangan sebagai tanda kendaraan boleh terus melaju atau pasca berhenti, misalnya di lampu merah. (MC. Isen Mulang/engga)

Ketua DPRD Apresiasi Palangka Raya Mampu Pertahankan Juara Umum Pesparawi Tingkat Provinsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto mengucapkan selamat kepada kontingen Palangka Raya yang berhasil menjadi juara umum Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ke-XVI yang diselenggarakan di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau 16-21 September 2017.

Menurutnya prestasi kontingen Kota Palangka Raya yang mampu mempertahankan juara umum ketiga kali secara berturut-turut ini merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa dan layak mendapat penghargaan dari seluruh warga Kota Cantik.

“Raihan ini adalah kebanggaan bersama dan saya harapkan even seperti ini betul-betul memicu tim Palangka Raya untuk meningkatkan kemampuannya karena nanti mereka akan mewakili Provinsi Kalimantan Tengah diajang Pesparawi tingkat nasional,” pesan Sigit, Jumat (22/9/2017).

Sigit mengimbau kontingen Kota Palangka Raya jangan puas dahulu dengan raihan yang sudah didapat ini. Kontingen Palangka Raya harus giat berlatih lagi agar dalam even Pesparawi tingkat nasional nanti bisa meraih juara lagi.

Jika harapan Sigit nanti bisa diwujudkan kontingen Palangka Raya, maka tim Kota Cantik selalu diperhitungkan di kancah nasional. Dia ingin masyarakat Indonesia mengakui kehandalan tim Palangka Raya diajang Pesparawi tingkat nasional.

Sigit menyarankan kepada Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi (LPP) Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban untuk melakukan evaluasi cabang olah vokal mana yang sekiranya kurang mumpuni untuk terus dilakukan pembinaan dan latihan.

Dengan begitu nantinya bisa menyumbangkan medali dan menjadikan Kota Palangka Raya sebagai salah satu daerah yang diakui secara nasional dibidang lomba paduan suara umat Kristiani. (MC. Isen Mulang/engga)

Palangka Raya Juara Umum Pesparawi Tingkat Provinsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kontingen Kota Palangka Raya akhirnya bisa meraih juara umum pada Peserta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ke-XVI yang diselenggarakan di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau 16-21 September 2017.

Dengan diraihnya juara umum ini membuktikan Kota Palangka Raya mampu mempertahankan tiga kali berturut-turut sebagai juara umum Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Dari 12 cabang yang diperlombakan, kontingen Kota Palangka Raya mampu menjadi champion dienam cabang. Yakni cabang paduan suara campuran dewasa (PSDC), paduan suara wanita (PSW), vokal solo remaja (VSR) putra, VSR putri, vokal solo anak (VSA) usia 7-9 tahun, dan VSA usia 10-13 tahun.

Bagi Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi (LPP) Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban diraihnya juara umum yang ketiga kalinya ini merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa bagi seluruh masyarakat Kota Palangka Raya.

Dia menyadari untuk mempertahankan gelar juara umum ini tidak mudah, tapi perlu perjuangan cukup keras. Dimana sebelum mengikuti lomba, semua peserta dari Kota Cantik telah mengikuti pelatihan selama enam bulan.

Tentunya perjuangan keras ini telah terbayarkan dengan diraihnya juara umum. Dia berharap predikat ini bisa terus dipertahankan dieven Pesparawi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah berikutnya.

Sementara itu berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda) diputuskan tuan rumah penyelenggara Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ke-XVII adalah Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas pada 2020.

Musda ini digelar seusai digelarnya Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau yang ditutup secara resmi, Kamis (21/9/2017) malam. (MC. Isen Mulang/engga)

Hasil PESPARAWI XVI 2017 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah
Kategori:
1. PSDC champion : Palangka Raya
– Medai emas : Kapuas, Mura, Katingan
– Medali perak : Pulpis, Barsel, Sukamara, Bartim, Kotim, Barsel, Lamandau, Gumas, dan Kobar
– Medali perunggu : –

2. PSP champion : Katingan
– Medali emas : Lamandau, Gunung Mas, Mura, Palangka Raya
– Medali perak : Barsel, Sukamara, Pulpis, Barut, Kapuas, Bartim, dan Kobar
– Medali perunggu : –

3. PSW champion : Palangka Raya
– Medali emas : Seruyan, Kapuas, Lamandau, Kobar, Katingan
– Medali perak   : Pulpis, Barut, Barsel, Sukamara, Gumas, dan Bartim
– Medali perunggu : –

4. PSRP champion : Murung Raya
– Medali emas : Palangka Raya dan Kotim
– Medali perak : Barut, Barsel, Lamandau, Kapuas, Gumas, Bartim, Pulpis, Kobar, dan Katingan
– Medali perunggu : –

5. PSA champion : Pulpis
– Medali emas : Bartim, Katingan, dan Kapuas
– Medali perak : Seruyan, Gumas, Barsel, Kobar, Barut, Kotim, Lamandau, dan Palangka Raya
– Medali perunggu : –

6. VSR Pa champion : Palangka Raya
– Medali emas : Barut
– Medali perak : Sukamara, Lamandau, Pulpis, Kotim, Seruyan, Mura, Gumas, Kobar, Kapuas, Bartim, Barsel, dan Katingan

7. VSR Pi champion : Palangka Raya
– Medali emas : Kotim, Katingan, Gumas, dan Barsel
– Medali perak : Sukamara, Barut, Kapuas, Pulpis, Lamandau, Bartim, Seruyan, Mura, dan Kobar
– Medali perunggu : –

8. VSA 7-9 champion : Palangka Raya
– Medali emas : Katingan dan Mura
– Medali perak : Kotim, Seruyan, Barsel, Pulpis, Kapuas, Barut, Kobar, Lamandau, Sukamara, Bartim, dan Gumas
– Medali perunggu : –

9. VSA 10-13 champion : Palangka Raya
– Medali emas : Bartim, Pulpis, Lamandau, dan Katingan
– Medali perak : Barut, Kotim, Kapuas, Barsel, Seruyan, Sukamara, Gumas, dan Kobar
– Perunggu : –

10. VG champion : Kobar
– Medali emas : Gumas, Kapuas, Barsel, Katingan, dan Palangka Raya
– Medali perak : Seruyan, Sukamara, Barut, Lamandau, dan Pulpis
– Medali perunggu : – 

11. MPG champion : Lamandau
– Medali emas : Kotim, Katingan, dan Palangka Raya
– Medali perak : Kapuas, Barut, Bartim, Kobar, dan Gumas
– Medali perunggu : –

12. Folklore champion : Lamandau