135 Pejabat Siap Hadiri Raker ASDEKSI Regional Kalimantan di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Sekretaris Dewan Seluruh Indonesia (ASDEKSI) yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya tinggal lima hari lagi digelar.

Sebagai tuan rumah penyelenggara, bagian Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya telah mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan Raker ASDEKSI Regional Kalimantan berjalan lancar.

Di antaranya telah mengundang seluruh pejabat sekretariat DPRD kabupaten dan kota seluruh Kalimantan serta telah menyiapkan tempat yang akan digunakan untuk mengadakan Raker.

Sekretaris DPRD Kota Palangka Raya, Sitti Masmah memastikan hingga Jumat (22/9/2017) para pejabat setwan dari seluruh Kalimantan yang sudah mengonfirmasi bakal hadir mencapai 135 orang.

Rinciannya dari kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan 43 orang, dari kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Barat 26, dari kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara 10 orang.

Kemudian dari kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur 6 orang, sedangkan dari kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah 50 orang.

Meski demikian Sitti Masmah memastikan jumlah peserta ASDEKSI bakal bertambah, karena masih ada beberapa Setwan dari kabupaten dan kota masih ada yang belum mengonfirmasi.

Untuk itu ia berharap bagi anggota ASDEKSI Regional Kalimantan yang belum mengonfirmasi bisa hadir, karena materi yang akan dibahas dalam Raker nanti cukup penting.

Salah satunya mengenai implementasi Peraturan Perundang-Undangan tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD dan masalah tentang sekretariat dewan.

Rencananya acara pembukaan ASDEKSI nanti akan dilakukan di pendopo rumah jabatan Walikota Palangka Raya yang dirangkai dengan acara ramah tamah, Rabu (27/9/2017) pukul 19.00 WIB.

Dalam acara ramah tamah dan pembukaan ASDEKSI yang akan dibuka oleh walikota nanti juga akan dihadiri Ketua Dewan Pengurus Asdeksi Pusat, Ketua DPRD Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tengah Melambat Hingga Triwulan III 2017

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan kegiatan Desiminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Kalimantan Tengah Periode Agustus 2017.

Kegiatan yang diadakan di Ballrom Kahayan, Swissbel Hotel Danum Palangka Raya, Rabu (20/9/2017) ini diikuti oleh puluhan pejabat dari 13 kabupaten dan satu kota diseluruh Provinsi Kalimantan Tengah.

Khusus dari Pemerintah Kota Palangka Raya diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, Rahmadi HN. Selain pejabat pemerintah daerah, acara ekspos pertumbuhan ekonomi ini juga dihadiri dari aparat penegak hukum seperti kejaksaan, pelaku usaha dan para mahasiswa.

Dalam desiminasi ini dipaparkan berbagai komponen pemicu naik turunnya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Mulai dari inflasi, potret serapan tenaga kerja hingga realisasi setrapan APBD di 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah.

Secara umum Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Wuryanto mengatakan petumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah triwulan II 2017 sebesar 6,1 persen (year on year) atau melambat dibandingkan triwulan I 2017 sebesar 9,5 persen.

Menurutnya perlambatan ekonomi ini disebabkan oleh akselerasi sektor pertambangan di sisi penawaran dan pelemahan komponen ekspor di sisi permintaan.

Sayangnya tren perlambatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah ini berlangsung hingga triwulan III 2017. Indikatornya konsumsi rumah tangga pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan kinerja ekspor menjadi faktor utama penahan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu penurunan produksi komoditas pertambangan yang disebabkan faktor eksternal dan belum pulihnya produktivitas komoditas sektor pertanian, khususnya kelapa sawit pasca panen puncak triwulan IV 2016 diperkirakan menjadi penahan utama pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah triwulan III 2017. (MC. Isen Mulang/engga)

RSUD Kota Palangka Raya Telah Memiliki 4 Dokter Spesialis

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hingga saat ini RSUD Kota Palangka Raya yang berada di Kalampangan terus berbenah. Berbenah mulai dari membangun gedung hingga penyediaan sumber daya manusianya (SDM).

Sejak diresmikan sekitar dua tahun lalu, kini RSUD tipe D ini sedang dibangunkan gedung bertingkat agar keberadaan rumah sakit daerah ini representatif untuk memberikan pelayanan.

Tidak hanya gedung, RSUD Kota Palangka Raya yang dipimpin dokter Abram Sidi Winasis ini juga terus meningkatkan SDM tenaga medisnya. Meski baru berdiri, namun saat ini sudah memiliki empat dokter spesialis.

Yakni satu dokter spesialis gigi, dua dokter spesialis kandungan, dan satu dokter spesialis jantung. Sedangkan dokter lainnya juga sedang sekolah untuk mendapatkan status spesialis.

Meski sebagian sarana dan SDM sudah mulai dipenuhi, namun dokter Abram mengakui untuk menjadikan RSUD tipe D rumah sakit tempat rujukan pasien dari puskesmas ini tidak mudah.

Menurutnya untuk menjadikan RSUD Kota Palangka Raya sebagai rumah sakit rujukan butuh proses dan waktu cukup lama. Apalagi saat ini rumah sakit yang dipimpinnya ini masih belum memiliki dokter spesialis bedah.

Jadi dengan masih kurangnya dokter spesialis, maka tidak heran jika seluruh puskesmas di Kota Palangka Raya selalu merujuk pasien langsung ke RSUD Doris Sylvanus.

Meski secara aturan harus dirujuk terlebih dahulu ke rumah sakit tipe D, namun hal itu masih bisa dimaklumi lantaran RSUD Kota Palangka Raya masih banyak kekurangan.

Tapi jika nanti semua fasilitas dan SDM di RSUD Kota Palangka Raya sudah tersedia, maka menurut dokter Abram semua puskesmas di Palangka Raya wajib merujuk pasien ke RSUD Kota Palangka Raya yang berlokasi di Kelurahan Kalampangan itu.

“Jika puskesmas langsung merujuk pasien ke RSUD Doris Sylvanus, maka oleh BPJS Kesehatan tidak akan dibayar,” katanya. (MC. Isen Mulang/engga)

Molornya pengerjaan proyek peningkatan Bandara Tjilik Riwut

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Rupanya pengerjaan proyek Terminal 2 Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya tidak bisa dilakukan dengan cepat. Diperkirakan butuh waktu empat tahun baru tuntas.

Molornya pengerjaan proyek peningkatan Bandara Tjilik Riwut ini menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Ati Mulyati karena dampak adanya rasionalisasi anggaran yang dilakukan pemerintah.

“Sebenarnya anggarannya ada, cuma sekarang dana alokasi khusus (DAK) APBN semua dipangkas, jadi tidak bisa di full-kan di 2017 dan 2018. Di 2018 mungkin diposisi sudah selesai dan 2019 operasional,” kata Ati Mulyati.

Ia menjelaskan pengerjaan lanjutan di 2018 fokus pembuatan GSE dan jalan masuk ke terminal 2. Adapun tujuan penambahan terminal baru ini selain untuk meningkatkan pelayanan juga untuk memperbanyak kapasitas penumpang. 

Saat ini terminal 1 Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya hanya mampu menampung sekitar 1.800 penumpang, sedangkan terminal 2 nanti mampu menampung hingga 2.500 penumpang per hari. Jadi dengan adanya dua terminal ini maka kapasitas Bandara Tjilik Riwut nanti mampu menampung 4.300 penumpang per hari.

Diketahui, desain terminal 2 ini cukup mewah. Dibangun bertingkat dengan kontruksi baja. Posisinya dibangun sebelum jalan masuk ke bandara dan tepat di pinggir jalan, sehingga memudahkan calon penumpang untuk cek in ke terminal 2.

Selain memperbaiki fasilitas infrastruktur, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah juga berniat akan melakukan lobi kepada beberapa maskapai. Tujuannya agar maskapi mau membuka rute baru atau menambah jumlah pesawat.

Dengan demikian akan terjadi persaingan yang sehat, sehingga harga tiket pun menjadi murah. Sebab saat ini hanya ada beberapa maskapai saja yang melayani rute Palangka Raya, sehingga mengakibatkan harga tiket masih mahal. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Punya Ide Sentra Tilung Jadi Kawasan Multi Fungsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia mempunya ide bagaimana jika Sentra Industri Temanggung Tilung bisa dijadikan sebagai kawasan multi fungsi.

Maksud multi fungsi bisa dijadikan sebagai pusat kuliner, kunjungan wisata, tempat pameran budaya, dan lingkungan industri. Namun saat ini masih terfokus pada pengembangan industri furniture.

Ide walikota ini sangat beralasan. Sebab wilayah Sentra Industri Temanggung Tilung ini sangat luas. Jadi sangat sayang jika tidak dimanfaatkan untuk kepentingan multi fungsi.

Namun untuk mewujudkan ide walikota ini terlebih dulu perlu dilakukan kajian oleh satuan oragnisasi perangkat daerah (SOPD) teknis seperti Balitbang, Disperindag, Dinas Perkim, dan lainnya.

“Saya selalu diskusi dengan SOPD untuk buat kajian, apakah Tilung itu bisa atau tidak dibuat sebagai kawasan multi fungsi. Jadi nanti di situ semua ada,” katanya.

Walikota menjelaskan jika Sentra Tilung memang bisa dijadikan kawasan multi fungsi, maka akan memudahkan para pengunjung untuk memenuhi segala kebutuhan yang dinginkan.

Riban mencontohkan jika Sentra Tilung bisa dijadikan sebagai kawasan kuliner, maka para pengunjung, khususnya para wisatawan dengan mudah mendapatkan berbagai makanan khas Kota Cantik.

Begitu juga jika wisatawan ingin mencari cindera mata, maka cukup mendatangi Sentra Industri Tilung. Ke depan para pengrajin tidak hanya memproduksi manufaktur modern, tetapi perlu juga membuat produk lokal seperti patung dan sapundu.

“Di tempat kita ini kan banyak kayu sisa limbah dan kualitasnya masih baik. Coba kalau bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan lokal, pasti akan menjadikan penghasilan tambahan,” harapnya. (MC. Isen Mulang/engga)

 

Orangutan Albino akan Ditempatkan di Pulau Khusus

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sejak 29 April 2017, Yayasan BOS Nyaru Menteng, Palangka Raya telah merehabilitasi seekor individu orangutan albino. Disebut albino karena bulu dan kulitnya tidak seperti orangutan lainnya.

Anakan orangutan albino ini memiliki bulu putih dan kulitnya putih. Orangutan albino ini adalah satu-satunya yang saat ini dirawat di pusat rehabilitasi BOS Nyaru Menteng, Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Humas BOS Nyaru Menteng, Palangka Raya, Monterado Friedman menjelaskan sejak tiba di pusat rehabilitasi pada 29 April 2017, saat ini kondisi Alba nama orangutan albino tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat baik. 

Di usia 5 tahun, berat badannya telah mencapai 17,4 kilo gram. Saat ini Alba telah menyelesaikan masa karantina dan tes kesehatan menyeluruh dengan hasil yang baik.

Untuk menjamin Alba hidup bebas sesuai kodratnya, maka BOS Nyaru Menteng berencana membuatkan sebuah pulau hutan sebagai rumahnya kelak dengan keamanan yang terjaga dari gangguan, terutama manusia.

Sebab meski Alba memiliki keunikan, tapi jika dilepasliarkan begitu saja ke alam liar, namun tetap memiliki potensi ancaman akibat kelangkaannya, termasuk resiko kesehatan terkait albinisme yang mencakup kurang baiknya penglihatan, pendengaran, dan komplikasi kanker kulit cukup besar.

Dengan berbagai pentimbangan itu maka BOS Nyaru Menteng berencana membuatkan pulau seluas 5 hektare yang akan ditinggali Alba bersama tiga orangutan lain yang sebelumnya pernah dikenalkan dan berinteraksi sangat baik dengan Alba.

Agar rencana membuatkan pulau hutan untuk Alba segera terealisasi, maka BOS Foundation Nyaru Menteng meluncurkan sebuah kampanye penggalangan dana kepada publik yang bisa disalurkan melalui tautan berikut: http://donation.orangutan.or.id. (MC. Isen Mulang/engga)

174 Kelompok Pawai Taaruf Meriahkan Tahun Besar Islam

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ribuan umat Islam memadati Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Rabu (20/9/2017) pukul 14.00 WIB. Kedatangan mereka untuk mengikuti pawai taaruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1439 Hijriah.

Pawai yang diselenggarakan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palangka Raya ini paling banyak diikuti oleh anak didik mulai taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA). Mereka dengan antusias mengikuti acara pawai.

Di tengah terik matahari yang menyengat tubuh, para peserta tetap sabar menunggu untuk dilepas oleh Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio. Tepat pukul 14.00 WIB para peserta dilepas oleh Wakil Walikota Palangka Raya.

Rute pawai taaruf ini mulai dari Bundaran Besar atau depan Istana Isen Mulang rumah dinas Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah kemudian menuju Jalan S Parman hingga Lapangan Sanaman Mantikei di Jalan Ahmad Yani untuk finish.

Dalam pawai ini juga dikawal oleh anggota Satuan Lalu Lintas Polres Palangka Raya. Butuh waktu sekitar satu jam untuk proses pelepasan pawai. Satu per satu peserta wajib melintasi depan para pejabat yang sedang duduk di tenda.

Menurut ketua pawai, Rus’ansyah jumlah peserta pawai taaruf 174 kelompok. Paling banyak berasal dari anak sekolah. Ada pula dari berbagai organisasi partai politik, satuan organisasi satuan perangkat daerah (SOPD) lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya.

Dalam pawai ini juga diikuti para petugas pemadam kebakaran swakarsa. Suasana pawai terlihat meriah. Setiap kelompok membawa pengeras suara untuk membunyikan lagu-lagu Islami. Momen pawai ini juga membawa berkah bagi pedagang kaki lima (PKL).

Setiap anak-anak yang mengikuti pawai membeli minuman dan makanan yang dijajakan oleh para pedagang. (MC. Isen Mulang/engga)

Kemenhan Sosialisasi PSDN di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengadakan Sosialisasi Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara lingkup PNS, TNI, Polri, dan BUMN di Kota Palangka Raya, Rabu (20/9/2017).

Sosialisasi yang diadakan di Ruang Peteng Karuhei II ini diikuti 17 satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) lingkup Kota Palangka Raya, empat SOPD vertikal seperti Kanwil Kementerian Agama, Kanwil Kemenkumham, Kanwil BKKBN, dan BPS.

Dihadiri pula dari perwakilan Polda Kalteng, Korem 102 Panju Panjung, Kodim 1016 Palangka Raya, Polres Palangka Raya, dan Yonif Infanteri 631 Antang.

Sementara itu dari BUMN dari PT Angkasa Pura II, PLN, PT Pelindo II, BRI, BNI, Bank Mandiri, BTPN, BTN, dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah.

Sosialisasi yang komandani Direktur Komponen Cadangan Kemenhan Brigjen TNI Iskandar M Munir, M.Soc, SC beserta Kolonel Elektronika Dewa Gede Agung, Letkol Amir, dan Letkol Sulistiyana ini dalam rangka menggali masukan terkait diajukannya draf Rancangan Undang-Undang tentang PSDN.

Diharapkan dengan diundangkannya UU PSDN nanti semua sumber daya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia bisa digunakan untuk menangkal berbagai ancaman yang bisa mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebab menurut paparan tim dari Kemenhan saat ini Indonesia memiliki ancaman bersifat global, regional, dan nasional. Ancaman global terdiri dari ancaman yang bersifat berjalan dinamis, sulit diprediksi, dan proxy war.

Sedangkan ancaman regional meliputi konflik perbatasan, illegal fishing, illegal traficking, dan perompakan. Sementara itu ancaman nasional berupa konflik sara, konflik idiologi, kesenjangan ekonomi, teknologi, dan informasi.

Menurut tim Kemenham, semua ancaman itu hanya bisa ditangkal dengan dikuasainya semua sumber-sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan negara. (MC. Isen Mulang/engga)

Lurah dan Camat Diminta Iventarisasi Kebutuhan untuk Sukseskan Pilkada 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sosialisasi Dukungan Kelancaran Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya diikuti oleh para lurah, Babinsa, Babinkamtibmas, kapolsek, danramil, damang, dan mantir seluruh Kota Palangka Raya. 

Maksud diikutkannya para pihak ini menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya, Januminro karena peran mereka sangat membantu tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam rangka mensukseskan gelaran pemilihan kepala daerah.

Maksud lainnya karena pada 2017 ini sudah memasuki tahun poltik. Dimana pada 2018 akan ada 171 kabupaten dan kota seluruh Indonesia menggelar Pilkada serentak.

Kemudian di 2019 ada pemilu legislatif dan presiden. Jadi dua tahun ke depan seluruh daerah di Indonesia memasuki tahun politik. Maka dari itu Kesbangpol diminta mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkada serentak, Pileg, dan Pilpres.

Menurut Januminro berdasarkan arahan dari walikota perihal yang harus dicermati adalah dukungan pendanaan untuk Pilkada. Lurah dan camat diminta mencermati aspek-aspek apa saja yang harus didukung untuk mensukseskan Pilkada 2018.

Lurah dan camat harus menyediakan sarana dan prasarana, terutama pengawas kecamatan dan kelurahan. Nantinya panwascam dan panwaslur akan menempati kantor kecamatan dan kelurahan sebagai kantor sekretariat saat gelaran Pilkada serentak.

Maka dari itu melalui sosialisasi ini para lurah dan camat diminta segera menginventarisasi semua sarana dan prasarana yang diperlukan saat Pilkada 2018, sehingga saat pelaksanaannya sudah siap dan bisa berjalan lancar.

Selain itu Kesbangpol Palangka Raya juga memintan Babinkamtibmas melalui polres, Babinsa dan kodim agar disiapkan anggaran pengamanan. Semua dana yang diperlukan disiapkan Kesbangpol dan akan diserahkan melalui mekanisme hibah.  (MC. Isen Mulang)

Pelatihan Kearsipan Upaya Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Bidang Informasi Publik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Plt Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Kandarani membacakan sambutan Walikota Palangka Raya, Riban Satia mengatakan pelatihan pengelolaan kearsipan yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Palangka Raya salah satu tujuannya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat bidang informasi publik.

Selain itu melalui pelatihan yang diadakan di aula Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Kota Palangka Raya, Selasa (19/9/2017) ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan kemampuan pegawai, khususnya aparatur kelurahan.

Diakui selama ini kesan yang sering muncul soal arsip adalah setumpuk lembaran kertas yang hanya diperlukan sewaktu-waktu, sehingga keberadaannya kurang diperhatikan. Padahal arsip merupakan rekam peristiwa yang memiliki nilai sejarah.

Di sisi lain jika sistem kearsipan kelurahan bisa dioptimalkan, maka keberadaannya bisa menjadi sumber informasi. Oleh karena itu Pemerintah Kota Palangka Raya bertekad melakukan perbaikan dengan menindaklanjuti penataan berkas setiap kegiatan.

Tujuannya untuk menata dan mengatur agar semua jenis arsip dalam bentuk tatanan yang sistematis agar bisa ditemukan dengan tepat dan cepat.

Menurut Sekda dengan baiknya sistem kearsipan selain untuk meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) juga untuk melindungi arsip negara atau daerah dan mencegah potensi timbulnya konflik.

Sebaliknya jika pengelolaan arsip kelurahan tidak dilakukan secara terpadu antara barang dan dokumen bukti kepemilikan, maka akan menjadi bukti ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola dan melindungi arsip negara atau daerah.

Akibat buruknya pengelolaan asrip maka akan menjadi anti pati dari masyarakat. Selain itu berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, ancaman kegagalan good goverment.

Maka dari itu melalui pelatihan ini Sekda Kandarani mengharapkan para aparatur kelurahan untuk bersama-sama mewujudkan tertib arsip guna mendukung reformasi birokrasi untuk menlindungi arsip negara atau daerah dan lebih jauh mencegah konflik di masyarakat. (MC. Isen Mulang/engga)