Molornya pengerjaan proyek peningkatan Bandara Tjilik Riwut

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Rupanya pengerjaan proyek Terminal 2 Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya tidak bisa dilakukan dengan cepat. Diperkirakan butuh waktu empat tahun baru tuntas.

Molornya pengerjaan proyek peningkatan Bandara Tjilik Riwut ini menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Ati Mulyati karena dampak adanya rasionalisasi anggaran yang dilakukan pemerintah.

“Sebenarnya anggarannya ada, cuma sekarang dana alokasi khusus (DAK) APBN semua dipangkas, jadi tidak bisa di full-kan di 2017 dan 2018. Di 2018 mungkin diposisi sudah selesai dan 2019 operasional,” kata Ati Mulyati.

Ia menjelaskan pengerjaan lanjutan di 2018 fokus pembuatan GSE dan jalan masuk ke terminal 2. Adapun tujuan penambahan terminal baru ini selain untuk meningkatkan pelayanan juga untuk memperbanyak kapasitas penumpang. 

Saat ini terminal 1 Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya hanya mampu menampung sekitar 1.800 penumpang, sedangkan terminal 2 nanti mampu menampung hingga 2.500 penumpang per hari. Jadi dengan adanya dua terminal ini maka kapasitas Bandara Tjilik Riwut nanti mampu menampung 4.300 penumpang per hari.

Diketahui, desain terminal 2 ini cukup mewah. Dibangun bertingkat dengan kontruksi baja. Posisinya dibangun sebelum jalan masuk ke bandara dan tepat di pinggir jalan, sehingga memudahkan calon penumpang untuk cek in ke terminal 2.

Selain memperbaiki fasilitas infrastruktur, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah juga berniat akan melakukan lobi kepada beberapa maskapai. Tujuannya agar maskapi mau membuka rute baru atau menambah jumlah pesawat.

Dengan demikian akan terjadi persaingan yang sehat, sehingga harga tiket pun menjadi murah. Sebab saat ini hanya ada beberapa maskapai saja yang melayani rute Palangka Raya, sehingga mengakibatkan harga tiket masih mahal. (MC. Isen Mulang/engga)

0 tanggapan

Beri Komentar

Ingin memberikan tanggapan?
Jangan Sungkan!

Tinggalkan Balasan