14 Kabupaten/Kota Kick Off Penandatangan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan kick off penandatantangan kontrak pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan 13 kabupaten dan satu kota, Kamis (17/1/2019).

Kick off pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui vidoe conference ini dipimpin Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dari Kota Palangka Raya.

Dalam vidoe conference ini Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin mendapatkan giliran terakhir untuk menyampaikan laporan kepada gubernur.

Dalam laporannya walikota mengatakan dalam kick off ini ada 8 paket barang dan jasa yang sudah dilelang. Total nilainya mencapai Rp3,3 miliar.

“Delapan paket ini berasal dari tiga satuan organisasi perangkat daerah (SOPD),” tuturnya. Dalam kesempatan ini walikota juga meminta bantuan kepada pemerintah provinsi untuk ikut mempercepat pembangunan Kota Palangka Raya.

Salah satunya pembangunan water front city di Flamboyan bawah. Fairid mengharapkan pembangunan infrastruktur di Palangka Raya bisa berjalan cepat dan lancar dengan dibantu oleh provinsi. (MC. Isen Mulang/engga)

BRI Janjikan CSR kepada Pemko Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pimpinan BRI Kantor Wilayah Banjarmasin, Erizal menjanjikan program corporate social responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kota Palangka Raya.

Program CSR ini diberikan sebagai ‘bonus’ karena BRI Cabang Palangka Raya telah dipercaya oleh Pemerintah Kota Palangka Raya untuk mengelola dana APBD 2019.

“Kalau program CRS pasti ada, namun bentuknya masih belum, karena kami masih menunggu permintaan dari pemko,” sebut Erizal seusai penandatanganan kerja sama antara Pemko dengan BRI, Rabu (16/1/2019).

Erizal menegaskan pihak BRI tidak bisa serta merta memberikan program CSR, karena program yang akan diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan disuatu daerah.

“Nanti kebutuhannya apa saja, jadi nanti kita sesuaikan, karena model kerja sama ini bentuknya luas,” ucap Erizal didampingi Kepala Cabang BRI Palangka Raya, Ami Kurniawan.

Sementara itu Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin mengharapkan program CSR yang akan diberikan BRI hendaknya yang bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat banyak.

Misalnya saja dibidang kesehatan dengan memberikan bantuan mobil ambulan. Bisa juga untuk mobil pemadam dan mobil perpustakaan keliling, dan lainnya. 

Namun pada prinsipnya kebutuhan bantuan CSR ini menurut walikota masih akan dikaji dulu dan akan disesuaikan dengan kebutuhan yang sangat diperlukan oleh masyarakat Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemko Lanjutkan Kerja Sama dengan BRI Kelola Dana APBD

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan BRI Kantor Wilayah Banjarmasin, Rabu (16/1/2018) malam.

Diwaktu yang bersamaan juga dilakukan penandatangan perjanjian kerja sama antara Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palangka Raya dengan BRI Cabang Palangka Raya.

Penandatanganan ini merupakan lanjutan kerja sama pengelolaan dana APBD Kota Palangka Raya yang digagas oleh walikota terdahulu dan dilanjutkan oleh walikota sekarang.

Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan dengan ditunjuknya BRI sebagai mitra pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam menopang pembangunan dan perekonomian.

“Kita berharap momentum penandatandatangan ini semakin memperkuat komitmen Pemko dan BRI untuk terus berkiprah dan sama-sama berkarya dalam memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Fairid mengharapkan kemitraan yang baik ini bisa ditingkatkan dengan prinsip saling menguntungkan dalam rangka mendukung perkembangan dan kemajukan Kota Palangka Raya. 

Dalam kerja sama ini BRI akan melayani 4.976 ASN dan 1.851 pegawai tidak tetap (PTT). BRI juga akan menangani layanan transaksi semua program dari semua satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).

Karena itu walikota mengharapkan dengan kerja sama ini BRI harus memberikan layanan transaksi yang prima, sehingga setiap program kegiatan yang dilaksanakan bisa berjalan lancar. (MC. Isen Mulang/engga)

Walikota Fairid Bertekad Palangka Raya Mampu Raih Adipura

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kota Palangka Raya kembali gagal meraih predikat Adipura. Bahkan persis untuk penilaian Adipura di tahun 2018, yang merupakan periode 10 tahun terakhir sepanjang pemerintahan kota sebelumnya, maka penghargaan tertinggi dibidang kebersihan dan lingkungan tersebut belum mampu juga diraih oleh kota Palangka Raya dengan julukan Kota Cantik ini.

Kegagalan meraih Adipura di tahun 2018 ini ditanggapi Walikota Palangka Raya untuk periode yang baru, yakni Fairid Naparin, dimana ia tetap bertekad Palangka Raya akan bisa mempersembahkan kembali gelar prestisius itu, seperti yang pernah diraih pada masa pemerintahan Kota Palangka Raya jauh di atas 10 tahun sebelumnya.

“Tentu untuk mewujudkan hal ini, tidak lepas dari bagaimana manajemen maupun pengembangan penanganan sampah dan lingkungan,” ungkapnya, Rabu (16/1/2019).

Kata Fairid, untuk meraih Adipura, maka tidak akan lepas dari penilaian bagaimana kota ini mampu mengatasi permasalahan sampah sedemikian rupa, ataupun bagaimana upaya membangun kepedulian lingkungan yang didukung banyak pihak.

“Tentu kedepan upaya untuk mewujudkan hal ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, bagaimana kesadarannya mendukung kebersihan. Terutama dimulai dari lingkungan keluarga,” ucapnya lagi.

Lanjut Fairid, selain dukungan masyarakat berupa kesadaran dan kepedulian akan kebersihan lingkungan, maka disisi lain Pemerintah Kota Palangka Raya akan berupaya maksimal, terutama dalam menonjolkan pengembangan pengelolaan sampah maupun pengelolaan lingkungan.

“Ada tiga instansi teknis yang berperan dalam hal ini. Antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim). Ini leading sektor yang akan diperkuat untuk mengevaluasi kelemahan yang ada dalam meraih Adipura,” sebutnya.

Untuk permasalahan sampah lanjut Fairid, tentu menjadi kruasial, terutama berkenaan dengan pengelolaannya. Sebut saja sistem antara sampah yang ada di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dengan tempat penggelolaan sampah induk atau tempah pembuangan akhir (TPA).

“Semuanya harus tersistem dengan baik. Ya, sebut saja permasalahannya terletak pada TPS=TPS yang tidak mampu menampung sampah, maka bisa jadi depo sampah akan kita perbanyak,” cetusnya.

Terlepas dari itu semua tambah Fairid, maka untuk bisa meraih Adipura tentu memerlukan keterlibatan banyak pihak bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Kami tetap menargetkan Palangka Raya harus mampu meraih Adipura sebagai bentuk kemapanan kita terhadap penanganan dan pengelolaan sampah maupun kepedulian terhadap lingkungan,”tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pol PP Palangka Raya Pasang Pol PP Line, Diarea Bebas Dari PKL

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Masih banyaknya para  pedagang kreatif lapangan (PKL), seperti penjual buah dadakan yang berada di sepanjang Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 tepatnya berada didepan museum Balanga dan depan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya, membuat gerah pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya. 

“Masih banyak PKL bandel,  padahal lokasi itu harus bebas dari PKL,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan, Rabu (16/1/2019).

Jauh sebelumnya lanjut Benhur,  pihaknya sudah melakukan imbauan dan sosialisasi secara lisan kepada para PKL dan bersedia pindah, namun nyatanya masih saja ada yang menggelar dagangannya dilokasi tersebut.

“Melihat hal ini, kami kembali melakukan pemasangan Pol PP line, jangan ada lagi yang berjualan disana. Kalau masih ada yang berani berjualan disana dan menerobos itu, maka jangan salahkan kami menertibkan secara paksa,” tegasnya. 

Kata Benhur, dari tahun 2018 lalu, pihaknya sudah melakukan imbauan dan sosialisasi untuk tidak berjualan dijalur yang dilarang. Salah satunya di depan museum Balanga atau Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata kota. Karena Pemko Palangka Raya telah menyediakan tempat di ujung Jalan Yos Sudarso 

“Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sudah menyediakan lokasinya, bahkan sarana penunjang seperti lampu agar lebih terang dan bagus lebih tertata,” bebernya.

Ditambahkan Benhur, untuk sementara ini pihaknya memfokuskan pemasangan Pol PP Line di kawasan Jalan Tjilik Riwut dulu, karena lokasi itu sudah dikeluhkan masyarakat karena parkir pengunjung yang sembarangan bahkan mempersempit jalan utama.

“Nanti kita lihat lagi pada kawasan bebas PKL lainnya,  bila banyak yang melanggar maka kita pasang Pol PP Line,  bila ada yang melanggar akan ditindak tegas,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Dukung Usulan Siswa Bersepeda ke Sekolah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ada yang menarik dalam kegiatan rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh DPRD Kota Palangka Raya bersama mitra kerjanya belum lama ini, dimana terdapat banyak usulan-usulan. Salah satunya usulan dari kalangan Dewan Pendidikan Kota yang merekomendasikan agar diberlakukannya himbauan bersepeda bagi anak Sekolah Dasar kelas 4-6, dan SMP kelas 1-3. 

“Ini ada usulan dari Dewan Pendidikan Kota Palangka Raya, agar anak-anak SD dan SMP menggunakan sepeda untuk transportasi ke sekolah. Usulan ini patut diapresiasi dan didukung, “ungkap Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Hj.Mukarramah, Rabu (16/1/2019)

Dengan begitu lanjut Mukarramah, anak didik tidak perlu lagi diantar dan dijemput orang tua atau bahkan menggunakan kendaraan bermotor sendiri.

Disisi lain, dengan bersepeda ke sekolah, banyak membawa hal positif yang dapat diambil adalah tidak merepotkan orang tua untuk antar jemput anak disela bekerja, dan membudayakan hidup sehat dengan naik sepeda.

“Kebanyakan anak saat ini kurang mandiri dan dirasa menurun jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu saat kendaraan bermotor tidak sebanyak sekarang. Anak-anak terlalu bergantung dengan orang tua,” tandasnya. 

Maka itu lanjut Mukarramah,  jika dibudayakan kembali bersepeda ke sekolah, anak-anak secara tak langsung mampu memiliki jiwa mandiri dan juga raga yang sehat.

Akan tetapi terlepas dari itu semua, maka untuk saat ini usulan anak bersepeda ke sekolah, bukannya tidak memiliki faktor kendala dalam implementasinya. Dimana jika di aplikasikan dalam kondisi saat ini, yang mana sarana dan prasarana pendukung bersepeda, seperti jalur sepeda dijalan dan rambu-rambu di jalan bagi pengguna sepeda masih belum tersedia.

“Ini yang perlu menjadi catatan. Kami akan coba koordinasikan kepada pihak terkait apakah sarana penunjang bagi pengguna sepeda bisa disediakan,” pungkas Mukarramah. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Tahun 2019 DKPP Siapkan 6.000 Dosis Vaksin Rabies

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP)  Kota Palangka Raya Harry Maihadi melalui Kabid Keswan dan Kesmavet Sumardi mengatakan, ditahun 2019 ini pihaknya telah menyiapkan sebanyak 6.000 dosis vaksin rabies guna mencegah berkembangnya hewan pembawa rabies, seperti anjing, kucing, kera yang nota bene merupakan hewan peliharaan. 

“Ya ada disediakan 6.000 dosis vaksin rabies, sedikit menurun banyaknya dari tahun sebelumnya, menyesuaikan anggaran yang ada,” ucapnya, Selasa (15/1/2019).

Kata Sumardi jumlah vaksin sebanyak itu tentu tidak mencukupi atau tidak sebanding dengan jumlah populasi hewan, terutama  anjing yang kian meningkat setiap tahunnya.

“Bila kurang, bisa saja diusulkan untuk ditambah. Namun kita gunakan dulu yang tersedia, “terangnya. 

Bila mengacu data dari tahun 2017 sampai tahun 2018, maka jumlah populasi anjing naik diangka 10 persen hingga 7.000 ekor. Populasi ini bisa saja terus mengalami kenaikan jumlahnya.

“Faktor infrastruktur jalan menuju Palangka Raya yang sudah bagus, mempengaruhi peningkatan anjing. Sebab kebanyakan anjing dibawa dari daerah luar” sebut Sumardi.

Seiring dengan itu kata dia,  DKPP Palangka Raya akan terus melakukan penanganan rabies dan pemberian vaksinasi terhadap berbagai hewan peliharaan. 

“Untuk hewan peliharaan, maka kami akan terus melakukannya, terutama melalui sistem jemput bola. Ini untuk mengejar target Palangka Raya bebas rabies ditahun 2025 mendatang,” pungkas Sumardi. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penyusunan Renstra Jangan Bersifat Seremoni Belaka

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin meminta semua organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkup pemerintah kota (pemko), untuk dapat menyusun rencana strategis (renstra) pada program instansinya harus sejalan dengan tujuan visi misi wali kota dan wakil wali kota.

Penegasan itu disampaikan Walikota Fairid pada forum perangkat daerah (FPD) penyusunan renstra tahun 2018-2023, di Aula Peteng Karuhei (PK) II kantor Walikota Palangka Raya, Rabu (16/1/2019).

Dikatakan forum penyusunan renstra tersebut memiliki peran untuk melakukan sinkronisasi dan sinergitas dalam RPJMD kedepan.

“Rencana strategis dari semua OPD sangat diperlukan sebagai prioritas program. Terutama keberhasilan dalam menjalankan visi dan misi yang ditetapkan untuk lima tahun kedepan,” tegasnya.

Kata Fairid, melalui forum ini menjadi landasan di dalam memberikan masukan sekaligus penajaman renstra untuk diwujudkan dalam pelaksanaan program OPD.

“Kita menyadari penyusunan renstra ini bukan pekerjaan  mudah, dan tidak bisa dikerjakan satu atau dua orang saja melainkan perlu sinergi dalam prosesnya, terutama dalam melihat rasionalisasi anggaran yang ada, “terangnya lagi. 

Fairid pun menekankan, hendaknya dalam penyusunan renstra nantinya harus menyesuaikan dengan program prioritas pembangunan, yakni dengan sembilan prioritas dari visi dan misi yang ada. 

“Ada sembilan koridor dalam visi misi pemerintah kota saat ini, yang harus dijalankan dalam penyusunan renstra setiap OPD dan ini disesuaikan dengan RPJMD,” tekannya. 

Wali kota yang masih berusia muda ini pun mengingatkan, agar dalam setiap penyusunan program-program harus berdampak pada harapan serta kesejahteraan masyarakat. 

“Program jangan hanya sebatas seremonial, namun harus ada penekanan yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung, “tutupnya.

Adapun dalam forum tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Palangka Raya, Hj Umi Masikah,  para asisten dan staf ahli Setda Kota Palangka Raya maupun jajaran kepala/badan OPD lingkup Pemko Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pemberkasan CPNS Pemko Palangka Raya Hingga 21 Januari

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya memberikan tenggat waktu hingga 21Januari 2019 untuk pemberkasan tahap akhir bagi peserta  calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 yang dinyatakan lulus.

Plt Kepala BKPP, Mesliani Tara mengatakan, tenggat waktu tersebut  sebenarnya mundur dari yang sebelumnya ditargetkan pemerintah pusat yaitu pada akhir tahun lalu. 

“Jadi batas waktu bagi para peserta adalah 21 Januari ini semua berkas sudah diterima,” tegasnya, Selasa (15/1/2019).

Sedangkan lanjut Mesliani, bila ada  keterlambatan, maka tidak ada toleransi. Karena pihaknya pun telah update pengumuman melalui website resmi BKPP Palangka Raya. 

“Ya, berkas yang diserahkan peserta itu langsung diverifikasi oleh tim untuk memastikan agar seluruh berkas yang diserahkan peserta valid,” jelasnya lagi.

Untuk pemeriksaan dan verifikasi berkas tersebut kata dia, akan dilakukan secara bersama antara tim dengan peserta. Sehingga jika ada berkas yang masih kurang, maka peserta langsung tahu dan melengkapi berkasnya.

“Seluruh peserta yang belum mengantarkan berkasnya kepada pihak BKPP, agar bisa segera menyelesaikan pemberkasan sebelum batas waktu yang diberikan. Update selalu diinformasikan di website ataupun call center di Kantor BKPP Palangka Raya,” ingat Mesliani.

Ditambahkan, usulan pemberkasan tahap akhir ini nanti sebagai dasar untuk diterbitkannya SK penetapan menjadi PNS. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Walikota Resmikan Hotel Putra Kahayan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin terus terang bangga melihat perkembangan bisnis hotel di Kota Palangka Raya, maka kebutuhan akan akomodasi perhotelan akan semakin meningkat.

Semakin banyaknya orang berkunjung ke kota Palangka Raya sebagai tamu atau wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, membuktikan bahwa sektor pariwisata di kota Palangka Raya semakin baik.

Hadirnya hotel mewah bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta menunjang industri pariwisata.

Sementara itu saya sangat bangga dengan hadirnya Hotel Putra Kahayan ini, demikian yang disampaikan walikota Palangka Raya saat meresmikan Hotel Putra Kahayan di Jalan Temanggung Tilung I, Kelurahan Menteng, milik Lohing Simon, Selasa (15/1/2019).

Sementara Manajemen Hotel Putra Kahayan, Roli Dermawan mengatakan dipilihnya nama Putra Kahayan diambil dari nama Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan, sedangkan sang pemilik juga berasal dari DAS Kahayan.

Hotel ini katanya, memiliki 36 kamar terdiri 24 kamar superior dan 12 kamar deluxe. Hotel ini juga menyediakan fasilitas coffee shop, pelayanan laundry, dan makan pagi.

Setiap kamar hotel milik Lohing Simon pengusaha nasional asal Kabupaten Gunung Mas ini juga dilengkapi televisi, kulkas, dan AC, air panas, dan Wifi, pungkasnya. (MC. Isen Mulang/engga)