500 Sekat Kanal Ideal di Bangun di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Supriyanto, melalui Kabid Penanggulangan Bencana Henora Koffeno, mengatakan, berdasarkan perhitungan dari Badan Restorasi Gambut (BRG) pusat, maka idealnya untuk Kota Palangka Raya perlu dibangun 500 sekat kanal. Hal itu dikarenakan Kota Palangka Raya dinilai rawan terjadinya potensi karhutla.

Kata Koffeno, ditahun lalu,  sekat kanal dan embung telah selesai dibangun pada sejumlah titik di beberapa kelurahan di Palangka Raya. 

“Kita berharap di tahun ini Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bisa mendapatkan bantuan dana untuk pembangunan sekat kanal dan embung ini,” ucapnya lagi.

Terlebih tambah dia, prediksi di tahun ini cuaca ekstrim dan musim kemarau akan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Maka itu dari sekarang sudah dilakukan persiapan-persiapan untuk pencegahan karhutla. 

Oleh karena itulah keberadaan sekat kanal salah satu yang perlu dipersiapkan, mengingat prinsip kerja dari sekat kanal ini sangat baik karena mampu membuat daerah-daerah dapat menahan air dan membuat kondisi lahan gambut terus lembab dan basah. Sehingga di saat musim kemarau tidak begitu kering sama sekali.

“Wilayah Palangka Raya gambutnya cukup luas maka salah satu cara adalah sekat kanal ini perlu dibangun,” cetus Koffeno.

Selama ini tambah dia,  Kalteng, termasuk Kota Palangka Raya telah menjadi sorotan nasional maupun internasional sebagai penghasil asap terbesar. Seperti saat kejadian karhutla 2015 lalu, maka itu diharapkan hal tersebut tidak terulang lagi. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Dua Tahun Terakhir 27 Prestasi Diraih Disbudpar Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, mencatat 27 prestasi mampu diraih dinas tersebut selama kurun waktu dua tahun terakhir. Prestasi itu dicapai pada berbagai event. Baik event tingkat Provinsi Kalteng, regional  hingga tingkat nasional.

Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan menyebutkan,  capaian tersebut mampu diraih dinasnya bersama dengan mitra kerjanya. Seperti para duta wisata dan seni yang  sebagian besar mewakili Kalteng diajang tingkat nasional.

“Sepanjang tahun 2017-2018 bisa dibilang Disbudpar Kalteng bersama mitra kerja dan duta seni budaya telah mampu memiliki prestasi cukup baik. Terutama menyangkut event  kepariwisataan yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI,” ungkapnya, Rabu (30/1/2018).

Guntur merincikan untuk tahun 2017, setidaknya ada 10 capaian prestasi yang diraih. Antara lain karya tulis lawatan sejarah tingkat nasional, lomba karya tulis lawatan sejarah tingkat nasional,  pawai takbir Idul Firi. Lalu, event karawitan muda nasional.

“Ditahun 2017, Disbudpar Kalteng juga mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk karya budaya tahunan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia,” sebut Guntur.

Masih di tahun 2017 lanjut dia, event seperti putri pariwisata Indonesia  juga meraih hasil memuaskan. Kemudian prestasi lain juga didapat pada lomba Karya penyaji tari tradisi dan kreasi  tradisi nusantara, lalu festival tari nusantara, selanjutnya prestasi di ajang panggung merah putih nusantara,  expo dan forum model search, duta wisata nasional hingga prestasi parade lagu daerah ke-34 gita permata nusantara.

Sedangkan di tahun 2018 ini,  lanjut  Guntur setidaknya ada 17 prestasi diraih. Seperti pada event putri Indonesia se Kalimantan, kemudian event icon Indonesia face model lamatopo. Selanjutnya event festival kuliner khas nusantara, event festival pesona Borneo II, event tari nusantara, event mister internasional junior, event model internasional junior. Kemudian event parade tari nusantara, event koreografi muda Indonesia, gelaran komisi informasi se Kalteng, event konser karawitan anak nasional, event duta wisata tingkat nasional ke 13. Lalu ada penghargaan destinasi wisata berkelanjutan tingkat nasional, festival kuliner  nusantara, parade lagu daerah ke 35, event peringatan hari ibu nasional dan event pada ajang komite perdamaian dunia.

“Ini merupakan suatu prestasi yang menggembirakan, pasalnya di  dua tahun terakhir Kalteng  justru mendapatkan banyak prestasi dari ajang tingkat regional dan tingkat nasional,” ujar Guntur.

Oleh karena itu tambah dia, capaian tersebut setidaknya menjadi upaya Disbudpar Kalteng untuk melakukan perencanaan seni dan budaya serta kepariwisataan Kalteng  agar lebih baik lagi kedepannya.  

“Terpenting, prestasi ini dapat  memberikan dampak yang luas terhadap dunia kepariwisataan di Kalteng terutama di tahun 2019 ini,” demikian kata Guntur. (MC. Isen Mulang.1/engga)

ASN Dishub Diklat Kelola CCTV Selama Tiga Bulan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tahun ini ada 10 unit closed circuit television (CCTV) akan dioperasionalkan oleh Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya untuk memantau arus lalu lintas.

Sebelum CCTV yang dipasang oleh Kementerian Perhubungan ini operasional, maka terlebih dahulu Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya diberikan pelatihan.

Selama tiga bulan ASN Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy mengatakan selama Diklat tersebut para ASN dilatih cara mengoperasionalkan sekaligus memonitor CCTV dari ruangan yang sudah disediakan.

“Nantinya layar monitor CCTV yang ada di dinas perhubungan provinsi akan dihubungkan dengan layar monitor di kantor dinas perhubungan kota,” sebut Eldy, Rabu (30/1/2019).

Eldy menyebut 10 unit CCTV yang akan dimonitor ASN Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya adalah yang dipasang di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tjilik Riwut Km 1.

Kemudian di simpang Jalan Rajawali, simpang Tjilik Riwut-Jalan Garuda, dan simpang Jalan S Parman-Jalan Tambun Bungai, dan simpang Jalan Diponegoro-Jalan Cempaka.

Selanjutnya di Jalan G Obos-Jalan MH Thamrin, simpang Jalan RTA Milono-Jalan AS Wiliam, simpang Jalan Tjilik Riwut-Jalan Antang, dan simpang Jalan RTA Milono-Jalan Mahir Mahar. (MC. Isen Mulang/engga)

Hadirnya CCTV Bisa Kurangi Pelanggaran Lalu Lintas

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy menyebut nantinya setelah 10 unit CCTV sudah terpasang maka manfaatnya bisa mengurangi jumlah pelanggaran lalu lintas.

Sebab para pengendara akan berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran, misalnya menerobos lampu merah, karena aksinya akan terpantau melalui layar monitor.

Karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Palangka Raya mulai saat ini mulai membiasakan tertib berkendara sebelum operasional 10 unit CCTV tersebut disosialisasikan.

“Jika setelah disosialisasikan, namun masih ada saja yang melanggar, maka pihak dinas perhubungan tinggal mencatat nomor plat kendaraan dan kemudian diteruskan ke kepolisian untuk ditilang dan selanjutnya dilakukan sidang,” ucap Eldy, Rabu (30/1/2019).

Eldy mengatakan pelanggaran lalu lintas yang tertangkap kamera CCTV nantinya tidak hanya bisa dilihat oleh petugas dinas perhubungan, tapi juga oleh pihak Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Palangka Raya, karena jaringan internetnya nanti mereka yang mengelola.

Di sisi lain pihaknya masih memaklumi jika saat ini masih ada pengendara yang melanggar atau menerobos lampu merah meski sudah terekam CCTV, karena perdanya belum ada, namun setelah aturannya sudah dibuat, maka tidak ada istilah ampun. Semua pelanggar pasti akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku. (MC. Isen Mulang/engga)

8 CCTV Dipasang di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tahun ini Kementerian Perhubungan akan memasang delapan unit closed circuit television (CCTV) di wilayah Kota Palangka Raya.

Delapan unit CCTV ini menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy akan dipasang di delapan persimpangan jalan di jalan protokol.

Ke-8 jalan protokol yang akan dipasangi CCTV ini yakni simpang Jalan Rajawali, simpang Tjilik Riwut-Jalan Garuda, dan simpang Jalan S Parman-Jalan Tambun Bungai.

Kemudian simpang Jalan Diponegoro, Jalan G Obos-Jalan MH Thamrin, simpang Jalan RTA Milono-Jalan AS Wiliam, simpang Jalan Tjilik Riwut-Jalan Antang, dan simpang Jalan RTA Milono-Jalan Mahir Mahar.

“Delapan CCTV ini merupakan tambahan dari tahun lalu, karena pada 2018 cuma dipasang dua unit, sehingga total yang akan dipasang oleh Kementerian Perhubungan ada 10 unit,” ucap Eldi, Rabu (30/1/2019).

Eldy mengatakan dengan semakin banyaknya CCTV yang akan dipasang maka kondisi arus lalu lintas dan jenis pelanggaran yang dilakukan oleh para pengendara akan terpantau. (MC. Isen Mulang/engga)

Gedung Teater Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palangka Raya Tidak Terawat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Memprihatinkan, begitu kira-kira manakala mata tertuju melihat kondisi gedung teater  yang dikelola  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palangka Raya. 

Hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya, gedung yang berada di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 atau tepatnya terletak di bagian belakang kantor Disbudpar Kota Palangka Raya itu terkesan kumuh dan tidak terawat.

Bahkan ketika pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kota Palangka Raya yang awalnya ingin meminjam gedung tersebut sebagai tempat sementara penyimpanan logistik Pemilu 2019, mengurungkan niat untuk memanfaatkan ruang dari gedung itu, setelah sempat meninjau dan melakukan pengecekan.

Melihat Kondisi itu, Unong salah seorang pelaku seni di Kota Palangka Raya mengaku prihatin dengan kondisi gedung teater tersebut yang menurutnya tidak mendapat perhatian pihak terkait. 

Padahal kata dia, gedung ini merupakan aset Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya  yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, terkhusus bagi kegiatan para pelaku seni dan budaya.

Kondisi gedungnya memprihatinkan. Bila tidak dirawat bisa saja bangunannya akan keropos karena kurang perawatan,” sebutnya, Rabu (30/1/2019).

Sementara itu tambah Unong, di bagian luar gedung sudah tertutupi rindangnya pepohonan dan rumput ilalang serta semak belukar sehingga jelas membuat gedung sangat kurang  perawatan.

“Ya, perlu mendapat perhatian dari instansi terkait untuk dapat merawat atau merenovasi lagi. Sayang saja, membangun gedung ini tentu  tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kata Onong, seharusnya aset yang sudah ada tersebut mesti dijaga dan dipelihara serta dirawat dengan baik, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Terlebih letaknya yang strategis mampu mendukung pengembangan seni dan budaya.

“Semisalkan untuk berlatih teater, pengembangan seni tari dan olah seni budaya lainnya, mestinya dapat memanfaatkan gedung teater ini,”cetusnya.

Adapun Kepala Disbudpar Kota Palangka Raya, Norma Hikmah ketika ditanya terkait keberadaan gedung teater tersebut mengungkapkan, jika kondisi gedung itu sudah tidak terawat sejak 10 tahun yang lalu hingga kondisinya sama sampai sekarang. Pihaknya kata dia, sudah berupaya mencari solusi, namun keterbatasan anggaran menjadi bagian dari kendala.

Malah gedung teater tersebut belum sempat dimanfaatkan, karena tidak ada sambungan  listrik dan fasilitas di dalamnya belum tersedia, padahal gedung tersebut sudah selesai direhab. Malah pihak Provinsi pernah mau menarik gedung itu kembali jika pemerintah kota tidak memanfaatkannya, kata salah seorang pegawainya.

“Saya sudah pernah melaporkan hal ini kepada walikota yang baru. Pak Fairid (wali kota red) akan memperhatikan, terutama dari sisi manfaat bagi para pelaku seni, sanggar-sanggar seni maupun manfaat secara umum. Ya, semoga saja semuanya bisa dilakukan sesuai harapan,” harapnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Banyak Lelaki Ogah Ikut Program KB

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sampai saat ini para laki-laki di Kota Palangka Raya masih banyak yang ogah mengikuti program keluarga berencana (KB).

Buktinya, peserta KB dengan metode operasi pria (MOP) atau vasektomi di Kota Palangka Raya selama 2018 hanya ada empat orang saja. Rinciannya 1 orang di Kecamatan Pahandut, 2 orang di Kecamatan Jekan Raya, dan 1 orang di Kecamatan Rakumpit.

Kabid Pengendalian Penduduk pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kota Palangka Raya, Eddy Sunarto mengatakan minimnya peserta KB MOP dari laki-laki ini karena harus dilakukan dengan cara operasi, sehingga membuat takut.

“KB dengan cara MOP atau vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis ini merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen. Dalam kondisi normal, sperma diproduksi dalam testis, yaitu tindakan pengikatan dan pemotongan saluran benih agar sperma tidak keluar dari buah zakar,” ucap Eddy, Selasa (29/1/2019). 

Eddy mengatakan sampai saat ini banyak orang masih salah paham antara kebiri dengan MOP. Kebiri adalah pengangkatan testis, sedangkan MOP dilakukan dengan membuat 1-2 sayatan kecil pada kulit scrotum (kantung buah zakar).

Kemudian saluran keluarnya diikat, sehingga ketika keluar tidak mengandung sperma lagi. Dengan MOP, produksi hormon testoteron pria tetap berjalan seperti biasa. 

Sementara kebiri membuat laki-laki tidak bisa memproduksi sperma lagi. “MOP ini tidak perlu dikhawatirkan menimbulkan impotensi, semua fungsi kejantanan laki-laki masih normal dengan metode MOP,” ucapnya. (MC. Isen Mulang/engga)

1.566 Peserta KB Tidak Ingin Punya Anak Lagi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tujuan program keluarga berencana (KB) yang diinisiasi pemerintah bukan melarang orang untuk tidak punya anak, tetapi hanya membatasi jumlah kelahiran.

Dengan ber-KB, maka seseorang bisa menentukan kapan mereka akan memiliki anak. Dengan ber-KB pula maka seseorang bisa menentukan untuk stop memiliki anak, karena dianggap sudah cukup.

Di Kota Palangka Raya selama 2018 tercatat ada 1.566 orang yang memutuskan untuk tidak menambah anak lagi dari total 42.569 peserta KB aktif.

“Namun dari peserta KB aktif ini ada pula yang berhenti mengikuti program KB dengan berbagai alasan,” kata Kabid Pengendalian Penduduk pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kota Palangka Raya, Eddy Sunarto, Selasa (29/1/2019).

Eddy menjelaskan alasan seseorang berhenti ber-KB di antaranya ingin punya anak lagi. Di 2018 saja ada 470 ibu hamil setelah berhenti mengikuti program KB.

“Sementara itu yang ingin mempunyai anak segera ada 2.152 orang dan yang ingin menunda kehamilan 2.155 orang, serta 1.566 orang tidak ingin mempunyai anak lagi,” ucapnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Ada 42.569 Peserta Program KB Aktif di Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Peserta keluarga berencana (KB) aktif di Kota Palangka Raya hingga Desember 2018 tercatat ada 42.569 jiwa yang tersebar di lima kecamatan.

Rinciannya Kecamatan Pahandut 11.661 orang, Kecamatan Bukit Batu 2.727 orang, Kecamatan Jekan Raya 21.713 orang, Kecamatan Sabangau 5.742 orang, dan Kecamatan Rakumpit 726 orang.

Dari tujuh alat kontrasepsi yang paling diminati masyarakat Palangka Raya untuk ber-KB adalah jenis suntik yang mencapai 19.610 orang dan pil 15.591 orang.

“Sedangkan IUD 1.542 orang, MOW 1.054 orang, MOP 149 orang, Kondom 1.046 orang, implan 3.577 orang,” sebut Kabid Pengendalian Penduduk pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kota Palangka Raya, Eddy Sunarto, Selasa (29/1/2019).

Eddy menerangkan jumlah peserta KB aktif ini masih terbilang sedikit jika dilihat dari jumlah penduduk Palangka Raya yang lebih dari 200-an ribu jiwa.

Meski begitu dinasnya terus melakukan gerakan sadar KB dan salah satu caranya menjadikan kelurahan sebagai kampung KB yang dilakukan setiap tahun. (MC. Isen Mulang/engga)

2019 Penerimaan Peserta Didik Baru Sistem Zonasi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya ditahun 2019 ini kembali menerapkan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik  Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, Selasa (29/1/20) di Palangka Raya.

Kata Sahdin,  penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru tidak lain sebagai upaya untuk melakukan pemerataan  pendidikan.

“Ditahun lalu sistem zonasi ini sudah diterapkan, dan kini  pada tahun 2019 kembali lagi kita terapkan hal serupa agar lebih ada pemerataan pendidikan,” ujarnya.

Dilanjutkan Sahdin, sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru tentunya akan memberi warna terhadap kualitas pendidikan di seluruh sekolah yang ada. 

Bagusnya lagi, dengan adanya sistem zonasi ini paling tidak akan ada pemerataan dalam hal distribusi jumlah siswa, dan tak kalah penting akan terlihat pula sekolah-sekolah di pinggiran tidak akan berkekurangan peserta didik.
Bahkan melalui sistem zonasi ini dapat merubah image yang namanya sekolah favorit atau bukan favorit. 

“Jadi, semua sekolah itu sama dan seiring itu kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di kota ini,”ucapnya,.

Pada masa PPDB nantinya imbuh Sahdin, maka pihaknya tidak akan lagi mencantumkan surat keterangan tidak mampu sebagai syarat PPDB, mengingat jenjang pendidikan dasar yaitu SD/MI dan SMP/MTS adalah wajib belajar (wajar) sembilan tahun yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah untuk menyelenggarakannya.

“Tidak ada lagi ada anak tak sekolah karena alasan orangtuanya tak punya biaya. Semuanya punya kesempatan yang sama,yakni agar anak didik bisa mengecap pendidikan di sekolah,” demikian Sahdin. (MC. Isen Mulang.1/engga)