Walikota Fairid : Momen Hari Raya Galungan Menambah Keharmonisan Bagi Semua Umat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota mengucapkan selamat Hari Raya Galungan kepada umat Hindu. Dia berharap melalui momen hari suci ini bisa menambah keharmonisan bagi semua umat.

Fairid juga berharap toleransi umat beragama di Bumi Pancasila, Bumi Tambun Bungai, Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah ini makin baik, sehingga akan menambah keharmonisan.

Ungkapan yang disampaikan oleh walikota Palangka Raya Fairid Naparin pada Hari Raya Galungan, hari raya Umat Hindu, Rabu (26/12/2018), yang diadakan di Pura Pita Maha, Jalan Kinibalu Kota Palangka Raya.

Acara perayaan Galungan ini selain dihadiri Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin beserta Wakil Walikota Palangka Raya Umi mastikah. Hadir pula Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, I Nyoman Sudiana.

Sementara itu Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, I Nyoman Sudiana menjelaskan perayaan Galungan digelar sekali dalam 210 hari dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Galungan merupakan hari kemenangan bagi darma, namun supaya darma betul-betul menang, sehingga ada tahapan yang harus dilakukan umat Hindu sebelum hari itu tiba.

Di antaranya dengan tumpek pengarah yang memiliki arti untuk memohon kepada Tuhan Sang Hyang Sangkara atau Sang Hyang Widhi Wasa agar Tuhan memberikan anugrah kepada tumbuh-tumbuhan hingga hidup subur, berbuah, dan berbunga, sehingga bisa dipakai untuk pelaksanaan Hari Raya Galungan. (MC. Isen Mulang/engga)

SD Katolik Santa Maria Palangka Raya Terima Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sekolah Dasar Katolik Santa Maria Kota Palangka Raya, akhirnya resmi mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2018 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), setelah masa penilaian cukup ketat.

Acara penyerahan penghargaan Adiwiyata Nasional tersebut dilakukan di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada Jumat, 21 Desember 2018 oleh Menteri LHK RI.

Hadir pihak sekolah SD Katolik Santa Maria dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya.

Ir.Antonia selaku Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya juga mengapresiasi hasil yang telah diraih oleh SD Katolik Santa Maria Kota Palangka Raya

“Ini merupakan kado akhir yang manis di Tahun 2018 Kata Plt. Kadis lingkungan hidup kota Palangka Raya selaku instansi pembina sekolah adiwiyata (sekolah berbudi dan berbudaya lingkungan).
Prestasi ini merupakan kerjasama dari semua pihak terlebih dukungan dari sekolah yang tidak kenal lelah dalam menjalankan program adiwiyata, ujarnya.

Suster Elisabet Tarigan SFD, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Katolik Santa Maria Kota Palangka Raya mengatakan hasil ini merupakan hasil terbaik yang didapat dari dukungan seluruh tenaga pendidik dan seluruh warga sekolah.

Sedangkan menurut Kepala Bidang yang menangani Adiwiyata Yusran, S.Hut, M.Si, Senin, (24/12-2018) mengatakan, Program Adiwiyata merupakan aksi pendidikan lingkungan hidup yang merupakan suatu proses untuk membangun generasi lingkungan yang sadar dan peduli terhadap lingkungan.

Maka dari itu, program Adiwiyata ini diharapkan bukan hanya sebuah aktifitas biasa melainkan untuk menekankan pembinaan dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, tutur Yusran.

“Bangkit dalam kesadaran sekaligus lomba kesadaran, bangkit sekolah partisipasi peduli berbudaya lingkungan hidup dan tetap memiliki prestasi akademik. Nantinya diharapkan, program Adiwiyata dijadikan sebagai gerakan nasional,” lanjutnya.

“Kedepan program adiwiyata juga akan tetap dilaksanakan oleh SD Katolik Santa Maria Kota Palangka Raya dan akan terus dikembangkan, dan harapannya akan ada sekolah-sekolah di Kota Palangka Raya yang akan menyusul langkah SD Katolik Santa Maria,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang/Nai/engga)

Cuti Bersama Bagi Pegawai Pemerintahan Hanya Satu Hari

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya Mesliani Tara mengatakan, berdasarkan surat keputusan bersama (SKB), tiga menteri, maka penetapan libur atau cuti bersama bagi aparatur sipil negara (ASN), yakni untuk cuti bersama Natal dan tahun baru berlaku hanya satu hari saja yakni tanggal 24 Desember 2018.

“Ya, jadi untuk cuti bersama ASN berdasarkan SKB tiga menteri hanya satu hari saja. Setelahnya di tanggal 26 Desember 2018, semua ASN diwajibkan turun kerja seperti biasanya,”tegasnya, Sabtu (22/12/2018).

Disampaikan Mesliani untuk Kota Palangka Raya sendiri, SK cuti bersama Natal dan tahun baru telah di tanda tangani walikota dan sudah diedarkan keseluruh instansi di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. 

“Cuti mulai berlaku dari tanggal yang telah ditentukan, SK cuti bersama ini telah ditandatangani pak wali, dan harapannya itu dapat dijalankan oleh semua ASN lingkup Kota Palangka Raya” jelasnya.

Menurutnya, dengan mulai masuknya ASN di tanggal 26 Desember itu diharapkan tidak ada yang tidak masuk kerja. Terlebih dinas pelayanan publik wajib untuk melayani masyarakat, Walaupun sebenarnya masih dalam suasana Natal. 

“Memang masih dalam suasana Natal hari kedua, namun tetap bekerja seperti biasanya sesuai instruksi tersebut,” terang Mesliani.

Tambah Mesliani, pihaknya belum bisa memastikan, apakah nantinya bakal ada sidak atau tidak pada tanggal 26 Desember tersebut,  akan tetapi kata dia, sidak biasanya dilakukan pasca libur tahun baru.

“Tetap ada sidak dilakukan ke  OPD-OPD untuk memastikan kedisiplinan ASN untuk turun kerja. Jadi jangan sampai ada ASN yang menambah liburnya, karena di tanggal 2 Januari 2019 mendatang ASN juga sudah masuk seperti biasa,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Safari Natal, Upaya Perkuat Keberagaman

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebagai upaya membangun toleransi sekaligus lebih mempererat tali silaturahmi antar pemeluk agama, Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin bersama jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan Safari Natal Tahun 2018, Jum’at (21/12/208), bertempat di Gereja Agape Jalan Tampung Penyang Palangka Raya.

Dalam kesempatan itu pula, walikota menekankan perayaan Natal merupakan hari besar keagamaan yang harus dihormati dan dihargai oleh setiap warga negara. 

“Saya ingin momentum Natal ini harus kita jadikan sebagai upaya meningkatkan solidaritas, toleransi dan saling menghargai antar sesama umat beragama di Kota Palangka Raya,” ungkapnya usai kegiatan safari Natal tersebut.

Fairid menyampaikan agar masyarakat Palangka Raya juga tidak mudah terprovokasi atas isu-isu sara bersifat provokatif. Karena sejatinya Palangka Raya sangat menjunjung tinggi keragaman budaya, adat dan agama. Terlebih, selaras dengan falsafah Huma Betang 

“Saya yakin hal itu bisa dijalankan sesuai kesepakatan bersama,” katanya lagi. 

Lebih lanjut, walikota menambahkan momen keagamaan bisa meningkatkan rasa tanggung jawab bersama terutama untuk terus menjaga situasi kamtibmas secara aman, tentram dan nyaman dalam kehidupan bersosial.

“Intinya kegiatan safari Natal tersebut, dalam rangka untuk lebih mempererat lagi jalinan kebersamaan, persaudaraan dan hubungan antar umat beragama di Palangka Raya. Apalagi Palangka Raya sangat menjunjung tinggi hal tersebut,’ pungkas Fairid.

Selain berkesempatan menyampaikan pesan kamtibmas dan kebersamaan, Fairid juga menyerahkan bingkisan sebagai bentuk tali asih pada kegiatan safari Natal itu. (MC. Isen Mulang.1/engga)

IAHN Tampung Penyang Laksanakan Orientasi Peningkatan Mutu Akademik Kemahasiswaan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) melaksanakan orientasi peningkatan mutu akademik kemahasiswaan, Jumat, 21 Desember 2018.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara DR Dewa Windu Sancaya dari Universitas Udayana (UNUD) dan akademisi IHDN Denpasar DR I Ketut Sudarsana.

Rektor IAHN TP Prof I Ketut Subagiasta sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, karena mahasiswa bisa menambah wawasan dan budaya akademik di kampus dan di kelas.

“Kami sengaja mengundang pakar yang kompeten dari UNUD dan IHDN Denpasar untuk memotivasi mahasiswa menjadi lebih akademis,” papar Ketut.

DR Dewa Windu Sancaya dalam paparannya menekankan konsep pencarian dharma, artha dan pengetahuan dalam kehidupan, terlebih sebagai mahasiswa, maka dharma menjadi fokusnya. 

Menurutnya mahasiswa harus rajin belajar dan mampu bekerjasama untuk peningkatan kualitas diri. Sedangkan akademisi IHDN Denpasar yang merupakan alumni Universitas Pendidikan Indonesia Bandung mengawali paparannya dengan memberikan gambaran kondisi terkini mahasiswa di Indonesia.

Dia melihat banyak masiswa yang terlibat penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan berbagai macam kekerasan. Kondisi ini kemudian diperparah oleh banyaknya mahasiswa telah terinfeksi HIV/AIDS, padahal tantangan kehidupan memasuki masa revolusi industry 4.0 semakin berat. 

Setiap orang, termasuk mahasiswa dituntut untuk bisa memaksimalkan potensi diri dengan berbagai kecanggihan teknologi informasi. Mahasiswa dituntut tidak hanya focus pada nilai, tapi lebih menekankan penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang bisa didapatkan dari belajar di kampus maupun luar kampus,” katanya. (MC. Isen Mulang/engga)

Gabungan Organisasi Wanita Peduli Korban Kebakaran

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Gabungan organisasi wanita di Kota Palangka Raya mengadakan bakti sosial (Baksos) kepada korban kebakaran di Jalan Murjani, Kamis (20/12/2018).

Gabungan organisasi ini adalah TP-PKK, GOW, DWP, Ikiawan, Ipemi, dan WHDI Kota Palangka Raya. Baksos ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-90.

Kegiatan Baksos ini langsung dipimpin Ketua Ikatan Istri Anggota Dewan (Ikiawan) Kota Palangka Raya, Since Sigit Karyawan Yunianto dan Ketua DWP Palangka Raya, Trisnawid Yanti Mofit Saptono.

Dalam Baksos ini para korban kebakaran mendapatkan bantuan beras, mie, dan lainnya. Bantuan ini secara simbolis dilakukan di rumah Ketua RT V, Kelurahan Pahandut.

Diharapkan bantuan ini bisa meringankan warga yang mengalami musibah kebakaran. Apalagi dengan kondisi saat ini para korban sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

Since mengatakan bantuan kebutuhan pokok ini diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. “Bantuan ini jangan dilihat dari jumlahnya, tapi lihat dari manfaatnya,” sebutnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Balai Bahasa Sosialisasikan Jejaring Kemitraan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hampir seabad bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional sejak dikukuhkannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan menjadi bahasa negara sejak diundangkannya UUD 1945. 

Kini bahasa Indonesia semakin mengukuhkan diri sebagai jati diri, pemersatu, sarana komunikasi modern dalam peradaban, perkembangan sains, dan teknologi.

Seiring makin terbukanya kerja sama antarbangsa dalam pergaulan internasional, bahasa Indonesia semakin terbuka untuk menjadi bahasa internasional. 

Oleh karena itu sesungguhnya bukan hanya orang Indonesia yang harus belajar bahasa asing. Orang asing mesti belajar bahasa Indonesia, terutama orang asing yang menjadi pekerja (ekspatriat).

Sejalan dengan itu pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing mestinya menjadi suatu keniscayaan. Berkenaan dengan itulah Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Sosialisasi Jejaring Kemitraan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Selasa 18 Desember 2018 di Hotel Luwansa, Kota Palangka Raya.

Kegiatan yang bertema ‘Jejaring BIPA Kuat, Bahasa Negara Bermartabat’ ini diikuti 30 peserta dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Tengah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palangka Raya, Kantor Imigrasi, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, SMA,  perguruan tinggi, dan berbagai lembaga kursus lainnya.

Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, I Wayan Tama melalui Kasubbag Tata Usaha, Sunik Andayani, Kamis (20/12/2018) menyatakan kegiatan ini merupakan upaya mengaktifkan program BIPA yang telah beberapa tahun terhenti dan direncanakan bisa aktif lagi 2019.

“Berkaitan dengan itu kami menggandeng mitra kerja untuk membuat jejaring pelaksanaan Program Pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Jejaring seperti lembaga pendidikan dan perguruan tinggi, dinas, dan lembaga kursus yang memiliki para praktisi ahli diberbagai bidang dan memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dan bahasa asing tentu bisa diberdayakan untuk mengajarkan bahasa Indonesia bagi penutur asing. Dalam kegiatan ini kami akan mengkaji materi, memfasilitasi, melayani, dan bekerjasama dalam pengajaran BIPA,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Perpres Nomor 82/2018, Demi Peningkatan Layanan Kesehatan

MEDIA CENTER, Palangka Raya- Diberlakukannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018, dipenghujung tahun 2018 menurut Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta, BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, Azi Mariah, maka akan mendorong kementerian, lembaga, dan para pemangku lainnya untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek.

“Akan mendorong perbaikan di banyak sisi. Seperti mulai dari sisi pelayanan kesehatan, manajemen sistem rujukan dan pengawasan terhadap kesehatan,” ungkapnya Rabu (19/12/2018) sore. 

Selain itu lanjut dia, dengan adanya Perpres itu akan lebih memperkuat koordinasi manfaat, koordinasi penjaminan pelayanan, hingga mengoptimalkan upaya efisiensi dan efektivitas pelaksanaan atau implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Melalui landasan hukum baru tersebut, semoga peran kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, manajemen fasilitas kesehatan, dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam mengelola JKN-KIS bisa kian optimal,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

APBN 2019 Menjadi Instrument Untuk Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya menyampaikan bahwa APBN 2019 harus menjadi instrument untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dalam persaingan ekonomi global disamping untuk mendukung pengentasan kemiskinan, mengurangi ketimpangan dan menekan pengangguran, khususnya di Kota Palangka Raya.

Pengelolaan Anggaran 2019 APBN/D harus transparan dan bebas dari KKN serta memperhatikan penyerapan anggaran setiap triwulan, dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih dan menjadi komitmen bersama dengan menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan dan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Walikota mengingatkan kepada instansi vertikal penerima DIPA tahun 2019 untuk tidak lupa menyampaikan laporan bulanan setiap bulan sebelum tanggal 3 bulan berikutnya.

Ungkapan ini disampaikan Walikota Palangka Raya pada penyerahan DIPA tahun 2019 kepada sembilan instansi vertikal di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, bertempat di Aula Peteng Karuhei II (19/12/2018).

Selanjutnya walikota mengungkapkan bahwa penyampain DIPA tahun 2019 sesuai dengan amanat Gubernur Kalimantan Tangah harus diserahkan paling lambat tanggal 27 Desember 2018.

Dengan penyerahan DIPA tahun 2019 diharapkan agar pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran di pusat dan daerah bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk dana APBN yang dikelola melalui DIPA instansi vertikal lingkup Kota Palangka Raya adalah sebesar 213,249 Milyar lebih.
(MC. Isen Mulang/nai/engga)

Orangutan Albino Dilepasliarkan ke TNBBBR Katingan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Direktorat Jenderal KSDAE bekerjasama dengan Yayasan BOSF melepasliarkan dua individu orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii) ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan.

Kedua orangutan ini bernama Kika dan Alba. Keduanya dilepasliarkan di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kasongan, Kalimantan Tengah. 

Indra Exploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem menyambut baik kepulangan Alba ke TNBBBR.

“Alba ini aset berharga sekaligus branding daerah Kalimantan Tengah. Meski keputusan untuk melepasliarkan di taman nasional berbeda dengan rencana sebelumnya di pulau suaka berhutan,” tegasnya, Rabu (19/12/2018).

Diketahui, Kika adalah orangutan betina yang diselamatkan dari operasi gabungan BKSDA Kalimantan Tengah pada 18 Februari 2017 di Buntok, Kabupaten Barito Selatan. 

Saat itu Kika berusia 5 tahun dengan berat badan 9,3 Kg dan masih menunjukan perilaku liar. Orangutan Alba merupakan hasil penyelamatan Balai KSDA Kalteng bekerjasama dengan Yayasan BOSF 29 April 2017 di Desa Tanggirang, Kabupaten Kapuas.

Saat itu Alba berusia 5 tahun dengan berat badan 8,3 Kg menunjukkan perilaku liar, menolak berdekatan dengan manusia. Kondisinya sangat unik, memiliki penampakan, rambut seluruh tubuh putih, bola mata kebiruan dan pupil mata merah, sehingga disebut albino.

Kika dan Alba telah menjalani rangkaian proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)