Bekerja Dengan Sungguh -Sungguh, Hasilnya Akan Baik

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kegiatan Bimbingan Mental dan Rohani bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya yang dilaksanakan 1 (satu) kali setiap bulan ini difasilitasi oleh bagian kesra setda kota Palangka Raya,  bertujuan untuk memupuk iman dan taqwa kepada Tuhan YME dan untuk menjalin silahturahmi antar sesama ASN dan PTT. kali ini Bimbingan Rohani dilakukan secara agama Kristen/Katolik di ruang Peteng Karuhei II Kantor Walikota Palangka Raya,  Rabu (31/10/201).

Walikota Palangka Raya dalam sambutannya yang di bacakan oleh staf ahli walikota berharap agar kegiatan bimbingan rohani ini dapat bermanfaat bagi  ASN dan PTT Pemerintah Kota Palangka Raya dengan memulai membangun budaya baru, terutama dalam menggunakan media sosial hendaknya bijak, memelihara kesantunan dan kesopanan dalam berujar di sosial media dan dapat memberikan kontribusi dengan memberitakan konten yang positif, yang baik bagi masyarakat agar dapat senantiasa hidup dalam suasana damai.

Acara bimbingan rohani ini diisi dengan ibadah menyanyikan puji-pujian bagi kemuliaan nama Tuhan dan pemberitaan Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt.  Friska Setia Y Bunsit,  S. Th. 

Pdt. Friska mengatakan agar menjadi seorang yang berhasil kita sadar akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita, melakukan pekerjaan yang baik sesuai bagian kita masing-masing seperti melakukan untuk Tuhan, bekerjalah dengan sungguh-sungguh,  hasilnya pun akan baik. (MC. Isen Mulang/tina/engga).

Ketua DPRD Palangka Raya Ingatkan Wakil Rakyat Bekerja Sesuai SOP

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap empat anggota DPRD Provinsi Kalteng cukup menyita perhatian banyak kalangan. Termasuk dari Kalangan wakil rakyat DPRD Kota Palangka Raya.

Seperti disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto, yang mengatakan peristiwa OTT tersebut hendaknya menjadi sebuah pembelajaran bagi semua pihak, Terkhusus bagi kalangan legislatif, di  DPRD Kota Palangka Raya.

“Intinya, bekerjalah dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku,”tuturnya, Rabu (31/10/2018).

Kata Sigit, yang dimaksudnya  menjadi pembelajaran, dan bekerja dengan penuh kehati-hatian, bukan berarti harus takut untuk melaksanakan tugas, akan tetapi semuanya tetap dijalankan selaras dengan SOP..

“Saya meminta semua wakil rakyat yang berada di DPRD Kota Palangka Raya untuk tidak menyalahi aturan yang berlaku. Namun terus meningkatkan kinerja lembaga dan terus berjuang untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam bagian lain, Sigit pun mengajak seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk terus mendukung kinerja DPRD, agar mampu berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperjuangkan aspirasi demi kemajuan pembangunan. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Kota Layak Anak Bisa Terwujud Asal Didukung Banyak Pihak

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Palangka Raya, Tiur Simatupang, mengharapkan adanya kerja sama sejumlah instansi/dinas terkait guna mewujudkan Kota Palangka Raya sebagai kota layak anak.

“Kepedulian dari sejumlah pihak sangat diharapkan, sehingga program kota layak anak ini dapat terealisasi sesuai target 2019 mendatang,” ucapnya, Rabu (31/10/2018).

Sebut Tiur, instansi seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Kanwil Kemenkumhan, harus bisa diajak berjalan bersama dengan bidang dan tupoksi masing-masing, guna mewujudkan kota layak anak ini.

“DP2KBP3A sebagai fasilitator hanya mengingatkan agar semuanya sama-sama bergerak sesuai tugas masing-masing, bagaimana membantu mewujudkan kota layak anak ini,”tambahnya.

Tiur pun tak memungkiri, bahwa masih ada saja kendala untuk mewujudkan kota layak anak ini. Sebut saja tidak adanya dokumentasi kegiatan yang telah dikerjakan atau dilaksanakan tiap instansi selama ini.

“Kalau ada hunbungannya dengan kegiatan anak, maka hendaknya  perlu didokumentasikan oleh setiap dinas, karena penilaian dari pusat salah satunya adalah dokumentasi kegiatan yang sudah dilakukan,”bebernya.

Tiur mencontohkan salah satu dinas seperti Disperkim, dimana instansi ini bisa menjadi salah satu penunjang dari terwujudnya kota layak anak. Pasalnya selama ini Disperkim banyak membangun sarana dan prasarana penunjang, seperti taman-taman bermain bagi anak.

“Yang dikerjakan Disperkim seperti taman bermain anak dapat menjadi penilaian pusat. Intinya ada penilaian serta indikator yang ditentukan. Maka itu dukungan setiap instansi terkait diperlukan,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Plt Kepala BPBD Palangka Raya Wafat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Sihang L Dima wafat, Rabu (31/10/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kabar duka meninggalnya mantan Camat Rakumpit ini langsung menyebar di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya. Lulusan APDN ini sempat dirawat di RSUD Doris Silvanus Palangka Raya.

Para kolega almarhum banyak yang tidak percaya atas kepergian Sihang yang begitu cepat untuk selama-lamanya. Para ASN lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya mendoakannya.

“Selamat jalan bang Sihang L Dima 547/APDN, Plt Ka BPBD Kota Palangka Raya dan mantan Camat Rakumpit. Beristirahatlah dalam damai. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi perpisahan ini,” tulis Kabag Umum Setda Kota Palangka Raya, Titing.

Ungkapan turut berduka juga disampaikan Yulisa S Djurdjani. “Turut berduka cita semoga almarhum mendapat tempat yang terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tulisnya.

Kabar meninggalnya Sihang ini juga sudah disampaikan Kasubag Protokol Setda Kota Palangka Raya, Hadriansyah melalui group WhatsApp wartawan. Saat ini almarhum sudah disemayamkan di rumah duka Jalan Garuda XII. (MC. Isen Mulang/engga)

Mayoritas Pelanggar Perda Sampah Berpendidikan SMA

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mayoritas pelanggar Perda No 1 Tahun 2017 tentang Kebersihan di Kota Palangka Raya ternyata memiliki pendidikan yang cukup baik.

Dari 68 orang pelanggar Perda tersebut mayoritas berpendidikan SMA sederajat. Totalnya ada 50 orang. Dari jumlah ini bahkan ada yang sedang kuliah.

Sisanya yang lulusan S1 sebanyak 9 orang, SD sebanyak 7 orang, dan SMP sebanyak 2 orang. Ke-68 orang ini sudah menjalani sidang di tempat dan di kantor pengadilan karena membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan sesuai Perda.

Kabid Kebersihan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota  Palangka Raya, M Alfath mengatakan masih banyaknya warga yang tertangkap membuang sampah ke TPS di siang hari ini membuktikan jika kesadaran masyarakat dalam membuang sampah masih rendah.

“Sesuai Perda, jam buang sampah ke TPS dimulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB, karena itu terus kita sosialisasikan agar masyarakat mengetahuinya,” tutur Alfath, Kamis (31/10/2018).

Alfat menegaskan hasil penindakan Perda No 1 Tahun 2017 ini masih akan dirapatkan. Jika hasil evaluasi nanti disetujui, maka dinasnya akan melanjutkan lagi kegiatan penindakan ini. (MC. Isen Mulang/engga)

Sebulan Ada 68 Warga Terjaring Melanggar Perda Sampah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Penindakan kepada masyarakat yang melanggar Perda No 1 Tahun 2017 tentang Kebersihan yang dilaksanakan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya cukup berhasil.

Hasilnya, mulai dari 1-31 Oktober 2018 ada 68 warga yang tertangkap membuang sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) di luar jam yang ditentukan atau siang hari.

Lokasi penindakan difokuskan diempat kelurahan. Dari empat kelurahan di dalam kota ini paling banyak warganya yang melanggar Perda tersebut adalah di Kelurahan Langkai.

Totalnya ada 44 warga Kelurahan Langkai yang ‘tertangkap’ saat membuang sampah ke TPS. Para pelanggar ini semua diberikan penindakan berupa sidang ditempat dan sebagian di Pengadilan Negeri Palangka Raya.

Sementara itu untuk Kelurahan Menteng terdata ada 5 orang yang tertangkap. Kemudian Kelurahan Bukit Tunggal ada 14 orang dan Kelurahan Palangka 9 orang.

Kabid Kebersihan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, M Alfath menjelaskan sesuai rencana penegakkan Perda No 1 Tahun 2017 ini akan dilakukan dalam sebulan.

“Target kita berakhir 31 Oktober 2018, namun kita pastikan akan berlanjut, tapi masih menunggu hasil evaluasi dulu dan bila diperlukan kami teruskan sambil menyesuaikan anggaran,” ujar Alfath, Rabu (31/10/2018). (MC. Isen Mulang/engga)

DPRD Kediri Belajar Infrastruktur Jalan ke Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anggota DPRD Kediri, Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Palangka Raya, Rabu (31/10/2018).

Kunker mereka diterima di Ruang Peteng Karuhei I oleh Asisten III Ikhwansyah bersama SOPD teknis. Hadir pula Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra.

Kedatangan DPRD Kediri yang dipimpin Maskur Lukman ini untuk belajar masalah infrastruktur jalan. Maskur menjelaskan saat ini di Kediri mulai mengganti konsep pembangunan jalan yang semula dari aspal menjadi cor semen.

Menurutnya konsep pembangunan cor semen sangat baik ketimbang aspal. Cor semen lebih tahan dan kuat, sedangkan kalau menggunakan aspal cepat rusak.

Sementara itu dalam penjelasannya Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Imbang Triadmaji mengatakan di Kota Palangka Raya juga sudah menerapkan cor semen.

Hanya saja pembangunan jalan dengan cor semen masih difokuskan di wilayah pinggiran yang datarannya rendah seperti di daerah Flamboyan dan Pahandut Seberang.

Imbang mengatakan biaya pembangunan jalan dengan cor sangat mahal, namun kualitasnya sangat baik dan tidak mudah rusak serta biaya perawatan nol rupiah. (MC. Isen Mulang/engga)

SOPD Teknis Diminta Awasi Harga LPG 3 Kg

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Rusdiansyah mengimbau kepada satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) teknis untuk mengawasi harga gas LPG 3 Kg.

Saat ini harga jual gas subsidi sangat bervariasi di wilayah Kota Palangka Raya. Bahkan ada yang mencapai Rp40 ribu di wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai.

Padahal harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 Kg hanya Rp. 20.000 dari pangkalan, namun setelah ditingkat ecaran harganya melambung tidak terkendali, sehingga memberatkan masyarakat.

Karena itulah Rusdiansyah mengharapkan peran pemerintah daerah, khususnya dinas teknis yang mengurusi perdagangan agar memantau penjualan harga LPG 3 Kg.

Dia mengatakan jika harga jual LPG 3 Kg tidak bisa dikendalikan, maka akan merugikan masyarakat kecil, apalagi gas subsidi ini lebih banyak digunakan oleh para pelaku UMKM.

Sementara itu Sales Executif PT Pertamina Palangka Raya, Aditya Anwar memastikan stok LPG 3 Kg cukup. Pertamina hanya bisa mengendalikan harga LPG di tingkat pangkalan.

“Kalau harga gas mahal di tingkat pengecer itu bukan kewenangan kami. Beda kalau di pangkalan masih bisa kita handle,” tulis Aditya, Rabu (31/10/2018). (MC. Isen Mulang/engga)