Kompensasi Rp5 Miliar Diharapkan Diganti Hibah 25 Bus Dari Kementerian Perhubungan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini pengelolaan Terminal AKAP WA Gara telah diambil oleh Kementerian Perhubungan dari Pemerintah Kota Palangka Raya.

Namun proses pengambilalihan pengelolaan terminal dari tipe B menjadi tipe A ini masih menuai polemik, khususnya dari Pemerintah Kota Palangka Raya.

Sebab kala itu pemerintah Kota Palangka Raya juga ikut menggelontorkan dana cukup besar agar Terminal AKAP WA Gara bisa dibangun di wilayah Kota Palangka Raya.

Pemerintah kota Palangka Raya ditugasi menyediakan lahan seluas 5 hektare di Jalan Mahir Mahar. Untuk membebaskan lahan seluas ini pemerintah daerah harus mengeluarkan dana sekitar Rp5 miliar.

Setelah Terminal AKAP WA Gara jadi, namun beberapa tahun kemudian pengelolaannya diambilalih oleh pemerintah pusat dengan alasan statusnya naik kelas ke tipe A.

Di sisi lain di dalam aeral Terminal AKAP ini masih ada sejumlah aset milik pemko selain tanah yakni gedung untuk pengujian kelayakan kendaraan bermotor.

Khusus aset gedung ini Pemerintah Kota Palangka Raya tidak menghibahkan, namun sertifikatnya akan dipecah dengan lahan Terminal AKAP WA Gara.

Kemudian untuk biaya membeli tanah Rp5 miliar ini pemerintah daerah sedang melobi Kementerian Perhubungan agar bisa menggantinya dengan pengadaan 25 bus.

“Nantinya 25 bus ini akan dihibahkan dan teknisnya masih diurus oleh dinas perhubungan,” tutur Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah, Senin (28/5/2018). (MC. Isen Mulang/engga)

Wakil Walikota Palangka Raya Adakan Buka Puasa Bersama

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio kembali mengadakan acara buka puasa bersama di rumah jabatan Jalan Tjilik Riwut Km 3, Senin (28/5/2018).

Jika di awal Ramadan lalu acara buka puasa bersama diadakan atas nama pribadi dan keluarga Mofit Saptono Subagio, tapi kali ini diadakan atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya.

Jumlah umat Islam yang hadir pun lebih banyak ketimbang sebelumnya, karena kali ini juga diundang para pejabat FKPD, SOPD, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat.

Dalam sambutannya Mofit mengatakan momen acara buka puasa bersama ini dimanfaatkan jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya untuk menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat dan organisasi keagamaan.

“Mudah-mudahan upaya yang terus kita bina ini bisa menjadikan suasana lingkungan kemasyarakatan di Palangka Raya ini tetap terjaga dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Mofit juga menghimbau masyarakat untuk terus menjaga kondusifitas daerah, sehingga Kota Cantik tetap aman dan nyaman sampai kapan pun. (MC. Isen Mulang/engga)

Hadiah Lomba Kampung Hijau Senilai Rp100 Juta

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Lomba Kampung Hijau yang diadakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya sudah berlangsung beberapa tahun.

Peserta lomba yang merupakan rukun tetangga (RT) terus bertambah, karena mereka tergiur dengan hadiah yang disediakan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Meski peserta terus bertambah, namun total hadiah yang disediakan Pemerintah Kota Palangka Raya tetap dialokasikan sebesar Rp100 juta.

Menurut Kasi Pengelolaan Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, M Alfath dana Rp100 juta itu diperuntukan bagi juara I, II, dan III untuk kategori RT perkotaan dan perdesaan.

“Tahun ini hadiah yang akan diberikan masih sama seperti tahun lalu yakni tidak diberikan secara tunai, tetapi berupa barang,” tutur Alfath di sela menghadiri acara buka puasa bersama di rumah jabatan Wakil Walikota Palangka Raya, Senin (28/5/2018).

Meski hadiah Lomba Kampung Hijau 2018 berupa barang, tetapi sedikit berbeda dibanding tahun lalu. Bedanya, pihak dinas akan memberikan hadiah becak sampah.

“Becak sampah ini nanti bisa digunakan untuk mengangkut sampah dari perumahan ke tempat pembuangan sementara (TPS). Fungsinya untuk memudahkan membuang sampah,” tuturnya.

Diketahui, ada 21 RT masuk penilaian tahap II Lomba Kampung Hijau 2018. Dari 21 RT ini 12 RT di antaranya masuk kriteria perkotaan dan 9 RT lainnya masuk kriteria perdesaan. (MC. Isen Mulang/engga)

21 RT Lolos Tahap II Lomba Kampung Hijau Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tahun ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya kembali mengadakan Lomba Kampung Hijau 2018.

Lomba ini diikuti ratusan rukun tetangga (RT) dari lima kecamatan. Hasilnya, dari ratusan peserta lomba ini yang berhasil lolos ke tahap II cuma 21 RT.

Dari 21 RT ini 12 RT di antaranya masuk kriteria wilayah perkotaan, sedangkan 9 RT lainnya masuk kriteria perdesaan. Saat ini ke-21 RT ini masuk penilaian tahap II.

Adapun ke-12 RT yang lolos ke penilaian tahap II adalah RT 4 RW, XIII Kelurahan Menteng, RT 5 RW VII Kelurahan Menteng, dan RT 3 RW XIV Kelurahan Palangka.

Kemudian RT 4 RW VI Kelurahan Menteng, RT 2 RW V Kelurahan Bukit Tunggal, RT 12 RW XIV Kelurahan Bukit Tunggal, dan RT 3 RW IX Kelurahan Panarung.

Selanjutnya RT 2 RW III Kelurahan Pahandut, RT 3 RW V Kelurahan Langkai, RT 3 RW VI Kelurahan Panarung, RT 4 RW V Kelurahan Langkai, dan RT 4 RW VIII Kelurahan Langkai.

Sementara itu ke-9 RT yang masuk kriteria perdesaan adalah RT 3 RW V Kelurahan Kalampangan, RT 2 RW V Kelurahan Kalampangan, RT 4 RW V Kelurahan Kalampangan.

Kemudian RT 1 RW II Kelurahan Habaring Hurung, RT 2 RW I Kelurahan Sei Gohong, RT 3 RW 1 Kelurahan Habaring Hurung, RT 3 RW I Kelurahan Pager, RT 1 RW 1 Kelurahan Tumbang Rungan, dan RT 2 RW I Kelurahan Tumbang Rungan.

Kasi Pengelolaan Kebersihan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, M Alfath mengatakan hasil penilaian tahap II ini akan diumumkan saat peringatan HUT Kota Palangka Raya 17 Juli 2018.

“Dalam penilaian kampung hijau ini kita libatkan pihak akademisi, SOPD teknis, wartawan,” tutur Alfath di sela menghadiri acara buka puasa bersama di rumah jabatan Wakil Walikota Palangka Raya, Senin (28/5/2018). (MC. Isen Mulang/engga)

Pelantikan PAW Tiga Anggota KPU Palangka Raya 31 Mei 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah sedang mengkonfirmasi kepada lima kandidat untuk mengisi kekosongan tiga jabatan komisioner KPU Kota Palangka Raya.

Namun jika melihat urutan rangking saat seleksi calon anggota KPU Kota Palangka Raya periode 2013-2018 nomor urut (6) Berlie A Labih, (7) Suffianor, (8) Midel I Logos, (9) Hendri, dan (10) Ismayawati. 

Secara otomatis nomor urut 6, 7, dan 8 adalah yang akan mengganti kekosongan jabatan komisioner KPU Palangka Raya pasca ditinggalkan oleh Wawan Wiraajmada, Harmain Ibrohim, dan Sastriadi yang terpilih menjadi anggota KPU Kalimantan Tengah.

Namun untuk memastikan apakah urutan 6, 7, dan 8 bersedia menjadi anggota KPU Palangka Raya melalui pergantian antarwaktu (PAW), maka KPU Kalimantan Tengah masih melakukan konfirmasi. Jika tidak berkenan, maka konfirmasi selanjutnya untuk nomor 9 dan 10.

Untungnya dari ketiga kandidat yang memiliki nomor di atas ini sebagian sudah mengkonfirmasi dan bahkan sudah melakukan komunikasi dengan pegawai KPU Kota Palangka Raya untuk melengkapi berkas pelantikan PAW.

Seperti yang dilakukan Midel I Logos, Senin (28/5/2018). Midel datang ke kantor KPU Palangka Raya sekitar pukul 14.00 WIB untuk bertemu staf KPU guna melengkapi berkas. Midel dipastikan bersedia menjadi komisioner KPU melalui proses PAW.

Ketua KPU Provinsi Kalimantan Tengah, Harmain Ibrohim memastikan pelantikan PAW tiga anggota KPU Kota Palangka Raya dijadwalkan 31 Mei 2018. Jadi diharapkan mereka sudah bisa bekerja per 1 Juni 2018 hingga 24 Oktober 2018. (MC. Isen Mulang/engga)

Antisipasi Ketidakpatuhan, BPJS Kesehatan Bangun Kerjasama

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dalam rangka melaksanakan tugas dan wewenang untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), maka BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, Cabang Sampit, dan Cabang Muara Teweh gelar pertemuan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kegiatan ini telah dilaksanakan di Palangka Raya, beberapa waktu lalu,” ungkap Bagian Devisi BPJS Palangka Raya, Irawan Ari melalui relisnya, Senin sore, (28/5/2018).

Dikatakan kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperkokoh hubungan kerja sama dengan instansi teknis lainnya. Seperti  dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah serta BPJS Ketenagakerjaan,  dalam hal pelaksanaan pemeriksaan lapangan secara terpadu untuk meningkatkan kepatuhan pemberi kerja (Badan Usaha). 

Pertemuan sekaligus forum koordinasi pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan tersebut dihadiri beberapa narasumber yaitu Deputi Direksi Wilayah Kalimantan Timur, Tengah, Selatan dan Utara BPJS Kesehatan Benjamin Saut PS, Deputi Direktur Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Heru Prayitno, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah  Rivianus Syahril Tarigan, serta Asdatun Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Tengah Maryadi Idham Khalid.

Sedangkan peserta yang hadir antara lain Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Pengawas Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalteng, Kepala Kejaksaan Negeri dan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Kab/Kota se-Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab/Kota se-Provinsi Kalimantan Tengah, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab/Kota se-Kalimantan Tengah.

Menurut Irawan, pertemuan yang dijadikan sebagai ajang bertukar pendapat ini dihasilkan beberapa kesimpulan dari peserta pertemuan yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk kesepakatan bersama yang ditandatangai antara BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah serta disaksikan langsung oleh Asdatun Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Tengah.

‘Nota kesepaham ini dibuat sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan kerjasama dalam hal pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan kepada pemberi kerja, sesuai undang-undang nomor 24 tahun 2011,”jelas Irawan.

Ditambahkan, salah satu kendala yang dialami BPJS dalam melaksanakan penegakan hukum adalah karena BPJS tidak memiliki kewenangan, maka dari itu perlu peran serta Kejaksaan yang mempunyai kewenangan untuk  penegakan hukum sebagai wakil negara. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Babingka dan Kolak Laris Manis, Kudapan Andalan Saat Berbuka Puasa

MEDIA CENTER,vPalangka Raya -Bukan hal yang baru lagi setiap bulan puasa Ramadan, keberadaan aktivitas pasar wadai Ramadan, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Seperti halnya di Kota Palangka Raya, kudapan khas berbuka maupun persiapan untuk sahur dijajakan dan disajikan pada setiap titik lokasi pasar wadai Ramadan. Pun demikian, dari beragam macam jenis kudapan khas yang disajikan sebagai takjil untuk berbuka, tampaknya babingka dan kolak masih menjadi menu andalan  untuk berbuka bagi warga “Kota Cantik” Palangka Raya.

Untungnya dua jenis takjil tersebut mudah di dapat, sebab para pedagang takjil musiman sadar betul bahwa kudapan khas Ramadan ini terbilang favorit sebagai suguhan berbuka yang memanjakan selera masyarakat.

“Memasuki pekan kedua Ramadan, kudapan jenis  babingka dan kolak, sangat ramai dicari warga, laris manis” ungkap Rudiah, salah seorang pedagang wadai Ramadan Kubah Kecubung Jalan Soekarno-Hatta Palangka Raya, Senin (28/5/2018).

Disebutkan, untuk satu porsi kolak seharga Rp.10.000, sedangkan untuk babingka harganya bervariasi tergantung cita rasa dan bahan babingka, mulai dari harga Rp25.000 sampai Rp.30.000.-

Sementara itu, Bagus warga Palangka Raya, mengaku sudah menjadi kebiasaan bila saat puasa Ramadan, maka menu khas berbuka keluarganya, selalu menghidangkan kudapan kolak dan babingka.

“Keluarga sudah terbiasa ketika berbuka, maka kolak dan babingka jadi takjil andalan,”ucapnya singkat. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Asyiknya Ngabuburit Berfose Dengan Tokoh Kartun Dan Robot Transformer

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kegiatan menunggu beduk berbuka puasa atau lebih dikenal dengan ngabuburit menjadi salah satu aktivitas dan kebiasaan masyarakat di bulan Ramadan. 

Di kota Palangka Raya sendiri, aktivitas ngabuburit tidak lengkap bila tidak berjalan-jalan di kawasan taman Pasuk Kameloh  di Jalan S. Parman (kawasan Jembatan Kahayan) Palangka Raya.

Dan pada puasa Ramadan kali ini, tampaknya taman Pasuk Kameloh menjadi tempat favorit bagi keluarga untuk mengisi waktu luang dan bersantai serta ber-rekreasi menunggu waktu berbuka. Taman Pasuk Kameloh  yang dibangun Pemerintah Kota Palangka Raya itu sendiri baru difungsikan sejak akhir tahun 2017 yang lalu, sehingga wajar bila Ramadan ditahun ini taman tersebut, terlihat padat dikunjungi warga Palangka Raya.

Istimewanya lagi, keberadaan taman Pasuk Kameloh juga dimanfaatkan, tidak hanya para pedagang, tapi juga bagi usaha-usaha kreatif untuk mengais rezeki.

Seperti keberadaan usaha yang menggunakan kostum badut-badutan dari sejumlah tokoh kartun hingga kostum robot transformer bumblebee yang saat ini digandrungi usia anak-anak hingga remaja.

Keberdaan usaha badut-badutan tersebut, tentu mengundang daya tarik bagi warga yang datang ke taman Pasuk kameloh

“Ya, senang terutama bagi anak-anak bisa berfoto bersama badut kartun dan robot transformer bumblebee,” ungkap Dina salah satu pengunjung taman tersebut, Senin (28/5/2018).

Terlebih kata dia, tidak ada tarif khusus untuk berfoto selfie dengan badut-badutan tersebut. Dimana orang dengan bebas memberikan tarifnya, baik nominal rupiah kecil hingga besar, tergantung kemurahan hati pengunjung taman.

Sementara itu, Salman salah seorang yang mengenakan kostum badut tokoh kartun mengatakan, usaha tersebut sudah cukup lama digelutinya, dengan berpindah-pindah tempat. Tidak hanya di taman, tetapi pada event-event tertentu dia dan lainnya melakukan aktivitas usaha mengenakan kostum badut.

“Dalam sehari lumayan mas.Terkadang hasilnya besar, terkadang cukuplah,” bebernya, tanpa mau menyebut besaran rupiah yang didapat. (MC. Isen Mulang.1/engga)

THR ASN Pemko Palangka Raya Cair Setelah 4 Juni 2018

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kabar gembira buat para aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya. Tidak lama lagi mereka akan menerima tunjangan hari raya (THR). 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah memastikan pencairan THR sudah bisa dilakukan setelah tanggal 4 Juni 2018.  “Setelah gajian ASN baru kita proses. Tanggal 4 itu kan hari Senin. Setelah itu baru kita ajukan pencairan dan tergantung SOPD mana yang cepat,” ujar Fordiansyah, Senin (28/5/2018). 

Fordiansyah menyebut ada 4.981 ASN yang bakal menerima THR. Jumlah ini berdasarkan data terakhir per Mei 2018. Setiap ASN akan menerima THR full gaji pokok plus tunjangan tanpa potong pajak.  “Selain itu pensiunan ASN, TNI, dan Polri juga dapat THR, namun khusus pensiunan ini yang membayarkan adalah PT Tabungan Pensiun (Taspen),” tandasnya. 

Kabar akan segera dicairkannya THR ini menyusul sudah dikeluarkannya Surat Edaran Walikota Palangka Raya yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya terkait pembayaran THR dalam tahun anggaran 2018 kepada ASN Pemko Palangka Raya berdasarkan PMK Nomor 54/PMK.05/2018. (MC. Isen Mulang/engga)

Program e-Warung Dinilai Lebih Bermanfaat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palangka Raya Ahmad Fauliansyah menilai program pemerintah pusat e-Warung, akan lebih terasa manfaaatnya dalam membantu memenuhi kebutuhan warga tidak mampu.

Namun demikian kata dia, bukan berarti program-program bantuan sosial (Bansos) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) seperti, beras sejahtera (Rastra) atau program kesejahteraan sosial lainnya, dinilai tidak terasa manfatnya. 

“Semua program bantuan sosial intinya tetap bermanfaat. Namun, untuk implementasi e-warung, lebih terasa manfaatnya, karena KPM dapat langsung memilah peruntukannya,” ungkap Fauliansyah, Minggu (27/5/2018).

Tidak bisa dipungkiri lanjut dia, selama ini tidak sedikit bantuan sosial yang diberikan kepada keluarga tidak mampu, kerap disalahgunakan peruntukannya.

Misalkan bantuan rastra, dimana tidak sedikit ketika warga tidak mampu menerima bansos tersebut, harus menyalahgunakan peruntukannya. Sebut saja, rastra malah dijual dengan harga murah kepada pihak lain.

“Ya, kita tidak bisa melarang hal ini, karena itu berpulang dengan warga penerima bansos dalam hal pemanfaatan bantuan,” ujar Fauliansyah.

Tidak hanya itu saja, banyak permasalahan yang menghinggap ketika berkaitan dengan bantuan sosial. Contohnya, penyaluran bansos yang tidak sampai ketujuan keluarga penerima manfaat.

Maka itu kata Fauliansyah, melalui program e-warung, setidaknya pemerintah telah memikirkan efektivitas manfaatnya. Yakni dapat dirasakan langsung oleh penerima bansos itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Intinya program e-warung itu hanya bisa dibelanjakan untuk membeli sembako yang sudah ditentukan, manakala KPM telah menerima kartu program e-warung yang berisikan bantuan non tunai.

Contohnya dalam kartu e-warung yang sudah diterima KPM diberikan bantuan sebesar Rp 200 ribu, maka uang tersebut hanya diperuntukan untuk membeli sembako saja. Diluar itu tidak bisa, terlebih untuk berbelanja hanya bisa dilakukan di e-warung yang sudah ditentukan.

“Maka e-warung ebih dirasa manfaatnya, KPM tidak bisa lagi menyalahgunakan manfaat bantuan, misalkan untuk membeli pakaian. Sebab itu program ini juga lebih tepat sasaran,” pungkas Fauliansyah. (MC. Isen Mulang.1/engga)