Tiga Komisioner KPU Palangka Raya Dilantik Jadi Anggota KPU Provinsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Mulai hari ini, Kamis (24/5/2018) jumlah komisioner KPU Kota Palangka Raya berkurang tiga orang dari yang sebelumnya lima orang.

Berkurangnya anggota KPU Kota Palangka Raya ini karena ketiganya telah dilantik menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah oleh KPU RI di Jakarta.

Ke-3 komisioner KPU Palangka Raya ini adalah Wawan Wiraatmaja, Harmain Ibrohim, dan Sastriadi. Kini KPU Kota Palangka Raya cuma dijabat oleh dua orang komisioner yakni Eko Riadi dan Ngismatul Qoiriyah.

Terpaksa, Eko Riadi dan Ngismatul Qoiriyah harus merangkap jabatan untuk menggantikan posisi ketiganya sebelum calon penggantinya dilantik oleh KPU Kalimantan Tengah.

Diketahui, dalam seleksi calon anggota KPU Provinsi Kalimantan Tengah ada lima komisioner yang direkrut. Selain ketiganya yang dilantik adalah Sapta Tjita dan Eko Budi.

Kelima komisioner KPU Kalimantan Tengah ini akan bekerja untuk periode 2018-2023. “Bismillah. Satu amanah baru ditaqdirkan Allah SWT untuk diemban bersama Sastriadi, Sapta Tjita, Wawan Wiraatmaja, Eko Budi,” tulis Harmain Ibrohim.

“Mohon doa, mohon masukan, dan mohon dukungan sahabat sekalian semoga kami bisa amanah, bisa melaksanakan, tugas, wewenang dan tanggung jawab kami dengan baik dan benar sesuai peraturan dan perundang undangan yang berlalu,” tulisnya lagi. (MC. Isen Mulang/engga)

MoU Program Beasiswa Pemko Palangka Raya – UIN Jakarta

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tentang beasiswa akademik bagi putra putri daerah Kota Palangka Raya, Kamis (24/5/2018).

Acara penandatanganan MoU yang dilakukan di Ruang Peteng Karuhei II pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Walikota Palangka Raya Riban Satia. Hadir pula Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio dan Sekda Kota Palangka Raya Rojikinnor.

Sementara itu dari pihak UIN Syarif Hidayatullah dihadiri oleh Dekan Ilmu Kesehatan UIN Arif Sumantri, Dekan Fakultas Kedokteran Hendarto dan Dekan Fakultas Psikologi UIN Abdul Mujib.

MoU kerja sama ini merupakan yang kedua kalinya. Pada 2017 Pemerintah Kota Palangka Raya dengan UIN Syarif Hidayatullah telah menjalin kerja sama terkait pemberian program beasiswa kepada 10 anak-anak untuk kuliah dibidang kedokteran, perawat, farmasi, dan lainnya.

Adapun sasaran pemberian beasiswa ini masih sama dengan tahun lalu yakni fokus kepada para lulusan pondok pesantren dan madrasah aliyah. Tahun ini menurut Walikota Palangka Raya Riban Satia kuota beasiswa ke UIN Jakarta masih sama yakni untuk 10 orang.

Walikota mengharapkan setelah lulus nanti mereka bisa kembali ke Kota Palangka Raya untuk mengabdi kepada masyarakat. Nantinya mereka wajib mengikuti ikatan dinas selama dua tahun kerja dan setelah itu bisa memilih untuk lanjut atau memilih ke tempat lain.

“Kenapa cuma kita wajibkan dua tahun, karena kita tidak mau mengekang mereka. Siapa tahu nanti mereka punya pilihan lebih baik dari pada di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya, misalnya di BUMN atau instansi lainnya,” tegasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Keluarga DPRD Palangka Raya Berbagi Berkah Dengan Anak Panti Asuhan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wajah sumringah memancar dari raut muka anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Darul Amin Palangka Raya.

Mereka dengan senangnya diajak berbuka puasa bersama keluarga besar DPRD Kota Palangka Raya, Rabu (23/5/2018) sore. Yang membuat mereka senang karena diberikan angpaw saat hendak pulang.

Satu per satu dari mereka antre untuk mendapatkan berkah Ramadan dari para wakil rakyat. Angpaw ini secara simbolis diberikan oleh Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto.

Sigit mengatakan pemberian berkah Ramadan kepada anak panti asuhan ini sebagai bentuk kepedulian para wakil rakyat untuk berbagi rejeki kepada sesama.

Apalagi tidak lama lagi mereka akan merayakan Hari Raya Idul Fitri, sehingga dengan adanya bingkisan Ramadan ini bisa dibelikan sesuatu yang bermanfaat.

Sigit mengatakan tradisi berbagi rejeki kepada anak yatim piatu ini rutin dilakukan setiap tahun oleh lembaga DPRD dan sasaran penerimanya selalu bergantian.

“Kebetulan untuk tahun ini giliran anak-anak dari Panti Asuhan Darul Amin yang kita undang,” sebutnya. (MC. Isen Mulang/engga)

DPRD Palangka Raya Buka Puasa Bersama Masyarakat

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Keluarga besar DPRD Kota Palangka Raya mengadakan acara silaturahmi dengan masyarakat sekaligus dirangkai dengan buka puasa bersama, Rabu (23/5/2018) sore.

Acara buka puasa yang rutin digelar setiap Ramadan ini dihadiri para kepala SOPD, anak panti asuhan, mahasiswa dari BEM Universitas Palangka Raya, dan Pemuda Perantau Berkarya.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto mengatakan tujuan diadakannya buka puasa ini sebagai bentuk toleransi kepada sesama umat beragama.

“Kegiatan ini sebagai ajang untuk membangun kebersamaan, persatuan, dan kesatuan dalam lembaga DPRD bahwa inilah kondisi bangsa kita yang terus jalankan,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Sigit mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah mengadakan kegiatan, karena sangat positif untuk memupuk tali silaturahmi kepada sesama.

Sementara itu Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio juga menyambut positif terhadap lembaga dewan karena bisa melaksanakan acara buka puasa bersama masyarakat dan anak panti.

Mofit mengatakan dengan acara seperti ini mampu memupuk hubungan tali silaturahmi antara lembaga legislatif dengan eksekutif dan masyarakat bisa berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah sampai tahun ini DPRD rutin mengadakan acara buka puasa bersama. Artinya kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan oleh eksekutif saja, tapi juga oleh DPRD,” sebutnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Siti Salhah Pimpin Kauskus Perempuan Parlemen Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anggota DPRD Kota Palangka Raya Siti Salhah pimpin Kauskus Perempuan Parlemen (KPP) Kota Palangka Raya periode 2018-2019.

Pelantikan pengurus KPP Kota Palangka Raya itu pun langsung dilakukan Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Kalimantan Tengah Andina Theresia Narang, di rung rapat paripurna DPRD Palangka Raya, Rabu (23/5/2018). 

Pelantikan juga dihadiri Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dan wakilnya Mofit Saptono Subagio, Ketua DPRD Palangka Raya Sigit K Yunianto serta jajaran kepala SOPD dan pimpinan Forkopinda maupun sejumlah anggota DPRD Palangka Raya.

“Pembentukan kauskus bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan, serta sebagai bentuk penyetaraan kaum perempuan dengan kaum laki-laki,”ucap Andina dalam sambutannya. 

Sementara itu Ketua KPP Kota Palangka Raya Siti Salhah mengatakan, setiap perempuan harus memiliki kesamaan hak, baik itu dari segi ekonomi, kebudayaan, dan sosial, serta memiliki hak suara dan pendidikan yang sama dengan laki-laki. 

“Kedepan, kami akan mengupayakan penghapusan aturan-aturan jender, serta mengembangkan pencitraan pemberdayaan perempuan,” jelasnya.

Bahkan, ada beberapa program yang akan dilakukan untuk peningkatan pembangunan di Kota Palangka Raya sebagai  upaya mendukung langkah pemerintah dalam pembangunan. 

“Kauskus Kota Palangka Raya akan meluncurkan program yang responsif jender dan akan bersinergi melalui kegiatan. Kita  akan terus berkoordinasi dengan pemko Palangka Raya,” ujar Salhah. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penerimaan Siswa Baru Harus Berdasarkan Juknis

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya telah menetapkan petunjuk teknis (Juknis), terhadap penerimaan siswa baru tahun ajaran 2018/2019 ini. Seluruh sekolah yang ada di bawah kewenangan Disdik, maka harus mengacu dengan juknis tersebut. 

“Untuk juknis penerimaan siswa baru sudah kita buat dan di edarakan keseluruh sekolah yang ada di kota ini,”ungkap Kepala Disdik Kota Palangka Raya Sahdin Hasan, Rabu (23/5/2018).

Dikatakan, dengan adanya juknis tersebut secara teknis nantinya pihak sekolah harus mengikuti aturan. Seperti dalam hal mekanisme penerimaan siswa berdasarkan zonasi atau pertimbangan lainnya.

“Misalkan berdasarkan zonasi, maka  harus dilihat lagi dari sisi masyarakatnya terutama secara akses transportasi yang lebih mudah mencapai sekolah,” jelas Sahdin.

Selain itu, dengan  adanya juknis tersebut dimaksudkan agar tidak ada lagi pungutan-pungutan diluar ketentuan oleh sekolah, yang justru nantinya akan membebani orang tua siswa itu sendiri.

“Termasuk jumlah besaran biaya masuk sekolah. Memang Disdik, tidak bisa menentukan standar besaran biayanya, sebab akan berbeda setiap sekolah dalam menentukan,” terang Sahdin.

Penentuan itu termasuk pula untuk biaya seragam sekolah, namun demikian sebisa mungkin  hal-hal tersebut harus dimusyawarahkan antara pihak sekolah dan orang tua siswa, sehingga nantinya tidak ada yang merasa dirugikan dan dipaksanakan.

“Misalkan untuk seragam, kalau memang memberatkan maka orang tua bisa saja membuat atau menjahit seragam sekolah ditempat lain, selain melalui sekolah, kalaupun tetap melewati sekolah harus ada musyawarah dan mufakat antara keduannya,” tutup  Sahdin. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Riban : Jangan Selalu Menilai Perda Tak Efektif

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia mengaku risau manakala, banyak orang menilai sejumlah regulasi berupa peraturan daerah (Perda) dikatakan banyak tidak efektif. 

Contohnya kata dia, perda yang mengatur para pedagang kreatif lapangan (PKL), dimana ketika ada penertiban pedagang yang menggelar usaha di area terlarang. Malah menyalahkan petugas Satpol PP yang nota bene penegak perda. 

“Nah, ini siapa yang salah, padahal sudah ada perda. Tapi tidak diindahkan,” ungkap Riban, ketika ditanya terkait adanya penertiban PKL yang sempat hampir bentrok dengan petugas Pol PP Palangka Raya, Rabu (23/5/2018).

Terkadang lanjut Riban, penilaian terhadap keberadaan perda terus dipertaruhkan dari banyak sisi. Misalkan saja ketika PKL bandel, lalu ketika juru parkir seenaknya menentukan area parkir, atau pun ketika adanya bangunan sarang walet yang berdiri tanpa mengikuti aturan.

“Nah, dalam kondisi ini muncul pertanyaan, yang disalahkan bahwa perda-nya yang tidak efektif. Padahal upaya penegakan telah dilakukan. Jadi kembali lagi siapa yang salah,” tanya Riban lagi.

Masyarakat harusnya bersyukur, sebab pemerintah daerah telah membuat regulasi sebagai acuan dalam hal menjaga keteraturan. Namun, sayangnya regulasi berupa perda dianggap hanya pemerintah yang bisa melaksanakan implementasinya. Padahal semuanya harus didukung dari masyarakat itu sendiri.

“Perda itu kan sebagai bentuk aturan. Nah, yang melaksanakan adalah semua elemen. Jadi bukan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan semua elemen tersebut,” tandas nya lagi.

Walikota Palangka Raya dua periode ini pun berharap, agar perda-perda yang telah ditetapkan selama ini, hendaknya dapat ditaati dan membuat masyarakat sadar, bahwa semuanya diberlakukan demi kepentingan bersama.

“Seperti penertiban PKL di kawasan Temanggung Tilung. Itu semua demi keteraturan, dimana masyarakat secara umum tidak ada yang dirugikan dan tidak terganggu. Jadi ini menjadi tanggung jawab bersama ,” pungkas Riban. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Museum Balanga Tambah Koleksi Benda Pusaka

MEDIA CENTER, Palangka Raya – UPT Museum Balanga Palangka Raya kini menambah koleksi benda pusaka baru. Koleksi tersebut berasal dari warga yang menyerahkan benda pusaka miliknya untuk dirawat dan dijaga oleh pihak Museum Balanga. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng, Guntur Talajan bersama dengan pihak UPT Museum Balanga menyambut baik, penyerahan barang pusaka dari warga tersebut.

“Kita menyambut baik adanya penyerahan barang pusaka yang bernilai tinggi. Ini menunjukkan warga telah mendukung upaya pelestarian barang-barang bernilai sejarah,”ungkap Guntur, usai menerima barang tersebut,” Selasa sore (23/5/2018).

Disebutkan Guntur benda-benda pusaka yang diserahkan warga tersebut berupa dua buah mandau atau senjata khas suku Dayak serta penyang dan babasal.

Untuk senjata khas berupa dua mandau jelas Guntur, bentuknya sangat unik karena menurut yang empunya mandau tersebut adalah sepasang sehingga memiliki nilai sakral dan magis.

Sedangkan satu buah penyang, konon dipercaya dapat membuat seseorang menjadi sakti, kuat dan berani, sebab penyang tersebut juga memiliki magis dan religi yang luar bisa dapat membuat orang lain yang berniat jahat menjadi tunduk, lemah, takut dan menyerah.

Begitupula babasal memiliki magis dan religi juga, yang konon membuat seseorang menjadi kebal terhadap hantaman senjata atau serangan roh-roh halus atau negatif. Dengan babasal seseorang akan menjadi lebih berwibawa.

“Benda pusaka ini, akan menambah kembali koleksi benda pusaka di Museum Balanga. Kita berharap keberadaan benda pusaka ini dapat memberikan nilai edukasi kepada masyarakat lainnya,” cetus Guntur.

Ditambahkan, pihak Museum Balanga akan selalu terbuka manakala ada masyarakat yang ingin menyerahkan benda pusaka, bernilai sejarah dan memiliki nilai filosofi tinggi untuk dijaga dan dirawat pihak museum. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Polres Palangka Raya Akan Dirikan 4 Pos Pengamanan Arus Mudik Lebaran

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Polres Palangka Raya akan mendirikan empat pos pengamanan untuk memantau pergerakan lalu lintas saat arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Siregar mengatakan ke-4 pos arus mudik lebaran ini akan didirikan di lokasi Pasar Besar, Bundaran Besar, Jalan Mahir Mahar, dan Hypermart.

Dipilihnya empat lokasi untuk mendirikan pos pantau ini karena di lokasi tersebut merupakan jalur lalu lintas yang cukup padat dilalui kendaraan bermotor.

Selain itu merupakan lokasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat, khususnya untuk Pasar Besar dan Hypermart. Sedangkan untuk Bundaran Besar merupakan pusat arus lalu lintas.

Jadi dengan didirikan empat pos pengamanan ini diharapkan anggota bisa memantau pergerakan kendaraan maupun manusia yang akan mudik maupun balik pasca Idul Fitri.

“Seperti biasa, dalam pengamanan arus mudik ini polres akan melibatkan TNI dan instansi lain. Operasi pengamanan ini dimulai 15 hari sebelum hari H,” kata AKBP Timbul, Rabu (23/5/2018).

Kapolres menambahkan mulai saat ini anggotanya juga sudah aktif melakukan pengamanan di masjid untuk memberikan rasa aman bagi umat Islam yang menjalankan salat tarawih.

“Nantinya juga akan ada pengamanan pam takbir dan pengamanan objek vital selama liburan sekolah, karena libur tahun ini cukup lama,” tandasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Lokasi Wisata Kereng Bangkirai Juga Perlu Dijaga Polri

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Riban Satia meminta kepada kapolres untuk mengalokasikan personil Polri untuk melakukan pengamanan di lokasi wisata Kereng Bangkirai saat libur Idul Fitri 1439 Hijriyah nanti.

Sebab berdasarkan paparan Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Siregar bahwa lokasi wisata yang akan dilakukan pengamanan nanti hanya taman alam Tangkiling, Kolam Renang Isen Mulang, Rawa Rofi, Pesona Alam Lestari.

Sedangkan untuk lokasi wisata air hitam Kereng Bangkirai belum menjadi fokus pengamanan Polri. Oleh karena itu melalui rapat Forkopimda yang diadakan, Selasa (22/5/2018) itu walikota mengharapkan di lokasi wisata Kereng Bangkirai juga supaya dijaga oleh polisi.

Permintaan walikota ini cukup beralasan, karena selama ini lokasi wisata air hitam selalu ramai dikunjungi wisatawan, khususnya saat libur biasa. Apalagi saat libur panjang dalam rangka Idul Fitri nanti diperkirakan bisa mencapai ribuan pengunjung.

Walikota mengharapkan dengan dijaganya lokasi wisata oleh aparat kepolisian, maka akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan. Apalagi mereka datang ke situ pasti membawa kendaraan bermotor dan diparkir.

Sementara itu Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Siregar mengatakan fokus pengamanan yang dilakukan polisi saat libur Idul Fitri nanti selain lokasi objek wisata juga objek vital lainnya seperti pusat perbelanjaan juga akan dijaga.

Kapolres menegaskan penjagaan semua objek vital ini dilakukan untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat selama masa libur sekolah, Ramadan, dan libur Idul Fitri. (MC. Isen Mulang/engga)