Panitia Pusat Intens Membahas Persiapan Kemah Budaya Nasional di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan Kemah Budaya Nasional yang akan dilaksanakan 17 Juli di Kota Palangka Raya terus dimatangkan oleh panitia dari pemerintah pusat.

Jika sebelumnya pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya, tapi kali ini giliran Kwartir Nasional (Kwarnas) menggelar rapat teknis dengan Kwarcab Kota Palangka Raya.

Rapat yang dipimpin Yusak Manitir dari Kwarnas dan Aratuni Djaban, Humas/Pengabdian Masyarakat Kwarcab Kota Palangka Raya ini digelar di Ruang Peteng Karuhei I, Selasa (23/5/2017) pukul 11.00 WIB.

“Pertemuan lebih teknis membahas pelaksanaan kegiatan, misalnya jadwal kedatangan peserta dari seluruh nusantara, lewat mana, dan diangkut menggunakan apa,” tutur Yusak.

Meski belum final, karena masih akan digelar pertemuan lanjutan untuk memfinalkan jadwal kemah budaya nasional, namun dalam hal ini pihak panitia pusat memastikan jika peserta dari nusantara sudah datang ke Palangka Raya 15 Juli 2017.

Dipastikan tidak semua peserta datang lewat dari Bandara Tjilik Riwut, tapi lewat Banjarmasin, mengingat pada hari H nanti jadwal penerbangan yang melalui Palangka Raya sangat padat.

Semua peserta kemah budaya nasional dari Sabang sampai Merauke nanti setelah tiba di Bandara Tjilik Riwut akan dijemput oleh bus yang sudah disediakan panitia lokal.

Guna menjamin kelancaran kemah budaya, sehari sebelum peserta tiba atau pada 14 Juli 2017, Kwarcab Palangka Raya sudah mengaktifkan petugas piket.

“Selain itu kami (panitia lokal) juga akan menggelar simulasi berulang agar saat pelaksanaan kemah budaya nanti bisa berjalan lancar,” timpal Aratuni.

Dalam rapat ini juga dibahas rute yang akan dilewati peserta kemah budaya untuk melakukan napak tilas di lokasi yang dianggap bersejarah di wilayah Kalimantan Tengah ini.

Meski belum final, tempat yang akan dijadikan napak tilas adalah Tugu Soekarno, rumah pendiri Provinsi Kalteng yang juga Pahlawan Nasional, Tjilik Riwut, dan tempat pertapaan Tjilik Riwut di Kasongan, Kabupaten Katingan.

Para peserta kemah budaya rencananya juga akan menyinggahi lokasi rehabilitasi orangutan di Nyaru Menteng. Namun semua lokasi yang akan dijadikan napak tilas ini masih belum final, sebab besok panitia pusat rencananya baru akan melakukan surevi ke lapangan bersama panitia lokal. (MC. Isen Mulang/engga)

Alumni S2 Star BPKP Diharapkan Ditempatkan di Inspektorat dan Aset

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya, Nita Bianyta Rezza menerima kedatangan perwakilan Asian Development Bank (ADB) dan perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (23/5/2017).

Kedatangan mereka disambut di Ruang Peteng Karuhei II, Balai Kota Palangka Raya pukul 10.30 WIB. Dalam pertemuan ini ikut hadir perwakilan Universitas Palangka Raya, para alumni State Accountability Revitalization (Star) BPKP.

Adapun maksud dalam pertemuan ini BPKP ingin melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program beasiswa S2 kepada 10 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Palangka Raya.

Dimana dari 10 ASN penerima beasiswa itu tujuh diantaranya sudah lulus dan sisanya tiga ASN masih studi dan Agustus 2017 nanti sudah lulus. Adapun studi yang diambil ke-10 ASN di Unpar itu adalah jurusan manajemen keuangan sektor publik.

Dasar monitoring ini karena para lulusan Star BPKP diharapkan bisa ditempatkan sesuai ilmunya. Yakni di instansi yang menangani masalah aset atau bidang pengawasan yakni inspektorat.

“Lulusan dari star ini kalau bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan akuntabilitas pemko. Sebab saat ini opini yang diraih pemko masih wajar dengan pengecualian (WDP),” tutur Dewi, perwakilan ADB.

Dewi mengharapkan dengan diberdayakannya lulusan Star BPKP ini mampu memperbaiki kinerja pemko, khususnya dibidang pengelolaan keuangan dan penataan aset, sehingga ke depannya pemko bisa meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Sementara itu Kepala BKPP Kota Palangka Raya, Nita B. Rezza mengatakan dari 10 ANS yang menerima beasiswa S2 dari Star BPKP baru satu orang yang sudah melapor jika yang bersangkutan sudah selesai menuntaskan masa kuliahnya selama empat semester.

Mengenai permintaan BPKP dan ADB yang mengharapkan lulusan star bisa ditempatkan di bagian pengelola keuangan negara (PKN) dan aparatur pengawas internal pemerintah (APIP) Kepala BKPP Palangka Raya belum bisa mengiyakan.

Sebab dari 10 ASN itu rata-rata justru minta ditempatkan di SOPD sebelum mereka mengikuti kuliah S2 gratis, karena di tempat tugas mereka saat ini masih kekurangan tenaga akuntansi.

Di sisi lain Nita menyambut baik program S2 gratis dari Star BPKP karena saat ini masih ada sekitar 2.000 ASN Pemkot Palangka Raya yang belum S2. (MC. Isen Mulang/engga)

Deklarasi Anti Hoax dan Hate Speech Pada Puncak HUT Kalimantan Tengah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 Provinsi Kalimantan Tengah diperingati di Sampit Kabupaten Kota Waringin Timur, Selasa (23 /5-2017)

Upacara peringatan dilaksanakan di lapangan Gelora 29 November Sampit dengan Inspektur Upacara Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.

Pada Upacara tersebut dilaksanakan Pengukuhan Gelar Tumenggung Antang Basihai diberikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dikukuhkan oleh Ketua Dewan Adat Dayak Kalteng Agustiar Sabran.

Tema peringatan “Dengan Semangat Hari Jadi ke-60 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017 Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Untuk Mencapai Kalimantan Tengah BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis”

Sedangkan Sub Tema Peringatan ” “Dengan Semangat Hari Jadi ke-60 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017 Kita Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik Guna Optimalisasi Pendapatan Daerah Menuju Kalteng Berkah.

Pada puncak peringatan juga dilaksanakan deklarasi Kalteng Anti Hoax dan Hate Speech dengan penandatanganan spanduk yang sudah dipajang oleh panitia di area lapangan upacara.

Penandatanganan diawali oleh Gubernur Kalteng. Selanjutnya diikuti oleh kepala daerah dan OPD Dinas Komunikasi dan Informatika se Kalimantan Tengah serta mayarakat yang hadir pada acara tersebut. Dan untuk Kota Palangka Raya ditandatangani oleh Wakil Walikota Mofit Saptono Subagio.

Statemen dari Pemerintah Kota Palangka Raya dalam hal ini disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya “Hentikan penyebaran berita bohong dan bijak bermedia”

Acara tambahan setelah selesai upara yakni penyerahan sertifikat tanah, penyerahan pensiun pertama dan tabungan hari tua dari Taspen Pesero, penyerahan ijin galian C lingkup Provinsi Kalteng dan deklarasi gerakan Kalteng Anti Penyebaran Informasi Bohong/ Hoax dengan penulisan pesan/ statement anti hoax pada spanduk (MC. Isen Mulang/engga)

Ribuan Warga Palangka Raya Ramaikan Pawai Ramadan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ribuan masyarakat mulai dari anak-anak dan orang dewasa kumpul di Lapangan Sanaman Mantikei, Kota Palangka Raya, Senin (22/5/2017) pukul 13.00 WIB.

Meraka mengikuti dan memeriahkan pawai dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1438 Hijriah. Peserta pawai ini langsung dilepas oleh Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio.

Pawai Ramadan ini terlaksana atas kerja keras Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Palangka Raya. Jika biasanya pawai Ramadan dipusatkan di Bundaran Besar, tapi kali ini dipusatkan di Lapangan Sanaman Mantikei.

Ketua Panitia Pawai Ramadan, Mahlani mengatakan pawai kali ini diikuti sekitar 5.000 peserta dari berbagai kalangan dan usia. Ke-5.000 perserta itu terbagi dalam 70 kelompok yang terdiri dari anak TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA, SMK, MAN, perguruan tinggi, pondok pesantren, majelis taklim, Dinas/Instansi dan paguyuban.

Adapun rute dalam pawai Ramadan ini dibagi dua. Untuk kategori anak start mulai tribun Lapangan Sanaman Mantikei dilanjutkan menuju Jalan Wahidin Sudiro Husodo-AIS Nasution-Ahmad Yani dan kembali ke tribun Lapangan Sanaman Mantikei.

Sedangkan untuk peserta dewasa, start dimulai dari tribun Lapangan Sanaman Mantikei dilanjutkan menuju Jalan Kartini-Wihidin Sudiro Husodo-Diponegoro-KS Tubun-Ahmad Yani dan kembali ke tribun Lapangan Sanaman Mantikei.

Seusai pawai, pihak panitia akan melakukan penilaian terhadap peserta pawai yang terbaik. Setiap juara akan diberikan hadiah. Setelah itu dilanjutkan pembagian paket sembako gratis.

Mahlani mengatakan dalam momen pawai ini pihak panitia menyediakan 310 paket sembako gratis. Dalam satu paket jika dirupiahkan mencapai Rp150 ribu dengan berbagai produk makanan. (MC. Isen Mulang/engga)

Satgas Mafia Pangan Palangka Raya Cek Harga Sembako di Pasar

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperndag) Kota Palangka Raya bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Palangka Raya yang tergabung dalam tim Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan melakukan pengecekan harga sembako ke sejumlah pasar di Palangka Raya, Senin (22/5/2017) pagi.

Pengecekan harga sembilan bahan pokok (sembako) ini dipimpin Kepala Bidang Perdagangan, Jenry Saiful Damanik dan Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Ismanto Yuwono.

Tim Satgas Mafia Pangan terlebih dahulu menyasar Pasar Kahayan. Di sini tim melakukan pengecekan harga sembako, termasuk harga daging sapi dan ayam juga dicek.

Setelah itu tim bergerak menuju gudang milik PT Papasamsu di Jalan Kelabat. Lalu gudang beras di Jalan Karet. Terakhir di Indomart, Jalan Seth Adji.

“Ada beberapa bahan yang naik Rp1.500 sampai Rp2.000. Tapi itu masih dalam batas kewajaran. Jadi harganya masih stabil,” kata Jenry. “Lalu mengenai harga beras, kualitasnya masih tergolong baik dan tidak ada indikasi penimbunan,” imbuhnya.

Sementa itu di Indomart, tim menemukan produk makanan jenis kurma yang tidak ada tanggal expired dan tidak mencantumkan label halal dan kesehatan.

“Kita temukan adanya pelanggaran. Ini melanggar UU Perlindungan Konsumen. Jadi tidak ada tanggal kadaluwarsa maupun label dari BPOM,” kata Kasat Reskrim AKP Ismanto.

Rencananya, produk kurma ini akan disita dan pihak yang melakukan pelanggaran akan dilakukan pembinaan.

Sementara itu Jenry menambahkan setiap produk industri pabrik maupun rumahan wajib mencantumkan tanggal expired, logo halal maupun sehat dikonsumsi.

Dia menyarankan setiap toko wajib teliti jika ada seseorang yang hendak menitipkan barang. “Setiap produk wajib didaftar,” ungkapnya.

Sementara itu dalam sidak harga ke lapangan, pihak Disperindag juga melakukan pencatatan harga Sembako. Dimana harga beras siam unus diketahui dijual Rp16 ribu per kilo, telor itik Rp2.400 per biji, telor ayam ras besar Rp17.000 per biji, telor ayam ras sedang Rp16.000, dan telor ayam ras kecil Rp15.000.

Sementara itu untuk harga yang diketahui turun per kg seperti bawang putih Rp50.000, bawang merah Rp28.000, ayam ras Rp33.000, kol Rp15.000, buncis Rp15.000, kentang Rp25.000, tomat Rp30.000, wortel Rp25.000, dan kemiri Rp.20.000.

Sedangkan harga yang mengalami kenaikan seperti ayam kampung Rp65.000 per kilo, daging sapi Rp125.000, beras pandan wangi Rp10.500-Rp11.000,
beras mangkok Rp13.000, minyak bimoli di Distribusi Papasamsu bimoli 1 liter Rp13.064. (MC. Isen Mulang/engga)

Satpol PP dan Disperindag Bahas Penataan Kawasan Komplek Pertokoan Jalan S. Parman

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Perindustrain dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban dan Kepala Satpol PP, Baru I Sangai mengundang para penyewa ruko Jl. S. Parman, khususnya yang di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalimantan Tengah.

Para penyewa ini dikumpulkan di ruang pertemuan di kantor Disperindag, Senin (22/5/2017) pukul 10.00 WIB. Materi pertemuan membahas penataan kawasan komplek pertokoan Jalan S Parman.

Adapun alasan rapat ini digelar karena menyikapi keluhan masyarakat yang kurang nyaman melihat kondisi komplek pertokoan di depan Kantor Dinas PU Kalteng.

Dimana dari beberapa ruko yang disewakannya itu bentuknya sudah dimodifikasi, misalnya di depan ruko ditambahi kanopi hingga beberapa meter. Selain itu di depan ruko dibuat pagar untuk menaruh barang dagangan.

Dengan perubahan peruntukan itu maka keberadaan ruko sangat menggangu aktivitas masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, sebab sepeda motor yang parkir hingga memakan badan jalan. Kondisi seperti inilah yang tidak dikehendaki Disperindag dan Satpol PP.

“Pada prinsipnya pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berusaha, tapi harus tertib dan tidak melanggar aturan,” tutur Aratuni saat memberikan penjelasan kepada pedagang.

Dalam rapat ini salah satu penyewa ruko meminta keringanan dari pemerintah kota bagaimana jika dibolehkan untuk menambah ke bagian belakang. Namun permintaan ini sama dijawab Aratuni tidak bisa, karena di lokasi ini merupakan kawasan jalur hijau dan tidak lama lagi akan dijadikan sebagai kawasan water front city.

“Mungkin dalam 1-2 tahun ini di kawasan itu sudah mulai dibangun sarana pendukung water front city yang dananya dari APBN,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Satpol PP Palangka Raya, Baru I Sangkai memberikan 
batas waktu kepada penyewa ruko hingga 2 Juli, dimana kanopi depan ruko sudah harus diturunkan agar memperindah desain awal ruko.

“Kalau selama momen Ramadan ini kami tidak menginginkan ada pembongkaran,” tuturnya. Baru menegaskan sesuai instruksi pimpinan mengharapkan peruntukan ruko seperti awalnya alias tidak boleh ada penambahan. (MC. Isen Mulang/engga)

Dinas Perhubungan Bahas Aset Terminal AKAP WA Gara Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Asisten I Setda Kota Palangka Raya, Sulaksmi dan Kepala Dinas Perhubungan Palangka Raya, Eldy memimpin rapat membahas aset Terminal antar kota antar provinsi (AKAP) WA Gara, Senin (22/5/2017).

Rapat yang digelar di Ruang Peteng Karuhei I ini juga dihadiri Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya, Sugianor, Kabag Hukum Kadarismanto, kabag aset, inspektorat, Kabid Angkutan dan Sarana pada Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya.

Rapat ini digelar menyikapi keinginan Kementerian Perhubungan yang ingin mengelola Terminal AKAP WA Gara. Sebab sesuai aturan jika status Terminal AKAP WA Gara sudah tipe A, maka pengelolaannya oleh Kementerian Perhubungan, bukan lagi provinsi atau kabupaten/kota.

Namun yang menjadi persoalan kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Eldy di lahan seluas lima hektar itu setidaknya ada empat aset yang dibangun oleh pemerintah kota seperti garasi, gedung PKB, pos jaga, dan tower air.

Jika dihitung biaya yang sudah dikeluarkan pemerintah kota untuk bangun aset dan beli tanah seluas 5 ha itu mencapai Rp11,1 miliar, sedangkan biaya yang sudah dikeluarkan Kementerian Perhubungan untuk bangun Terminal AKAP WA Gara Rp66,8 miliar.

Dalam rapat ini Eldy memberikan lima opsi untuk menyikapi aset Terminal WA Gara. Pertama, pemerintah kota tidak menyerahkan aset pada lokasi terminal WA Gara. Kedua, penyerahan seluruh aset pada wilayah Terminal WA Gara dengan tukar guling gedung kantor baru dinas perhubungan serta gedung PKB senilai aset yang tercatat.

Ketiga, Kementerian Perhubungan mengganti aset yang dikeluarkan pemerintah kota yang sudah membangun aset di wilayah Terminal WA Gara. Keempat, penurunan status terminal dari tipe A ke tipe B. Kelima, diserahkan tanah beserta aset yang tertuang dalam konsep berita acara serah terima P3D kepada Kementerian Perhubungan.

Eldy menambahkan sesuai aturan untuk penyerahan aset yang nilainya di atas Rp5 miliar wajib mendapat persetujuan dari DPRD. Tapi menurut kabag aset, penyerahan aset itu bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan walikota dan setelah itu baru medapat persetujuan DPRD. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemerintah Kota Palangka Raya Segera Lelang Jabatan Sekretaris Daerah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bagi semua pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya yang berniat menjadi calon sekretaris daerah (sekda) siap-siap untuk mendaftar.

Sebab saat ini pemerintah kota sudah mengusulkan rencana lelang jabatan calon sekda. Usulan itu sudah disampaikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jakarta sekitar dua minggu lalu.

Hanya saja Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio belum berani memastikan kapan pelaksanaan lelang jabatan calon sekda ini dimulai, karena surat rekomendasi dari KASN belum diterima.

“Untuk pertama kita lelang jabatan sekda dulu. Kami upayakan yang mendaftar dari lingkungan pemko, karena harapan kita orang-orang pemko lah yang mengetahui kondisi Palangka Raya,” tutur Mofit seusai menerima tamu dari Paguyuban Warga Bantul di rumah jabatan, Minggu (21/5/2017).

Saat ini pemerintah kota sudah membentuk tim seleksi calon sekda. Tim ini terdiri dari lima orang. Dua orang dari pemerintah provinsi dan tiga orang lainnya dari kalangan akademisi.

Mofit mengharapkan proses seleksi calon sekda ini bisa cepat, sehingga setelah itu bisa dilakukan lelang jabatan untuk mengisi calon kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD).

Pada saat ini ada tiga jabatan kepala dinas yang masih kosong dan hanya dijabat oleh pelaksana tugas (Plt). Yakni jabatan kepala dinas pemuda dan olahraga, kepala dinas kesehatan, dan kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). (MC. Isen mulang/engga)

Paguyuban Warga Bantul Silaturahmi dengan Wakil Walikota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Warga Jawa yang tergabung dalam Paguyuban Warga Bantul Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim) menggelar acara silaturahmi dengan Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Minggu (21/5/2017).

Acara silaturahmi yang diadakan di rumah jabatan wakil walikota di Jalan Tjilik Riwut Km 3,5 samping Polres Palangka Raya ini dihadiri Asisten III Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, I Ketut Widi Wiryawan mewakili Gubernur Sugianto Sabran.

Ikut hadir Dewan Penasehat Paguyuban Kulowargo Wong Jowo (Pakuwojo) Kalimantan Tengah, Sri Harianto, para pendiri Pakuwojo seperti pak Eko (pembawa acara dongeng di TVRI Kalteng) dan Sunar, pensiunan PNS Pemkot Palangka Raya.

Yang melatarbelakangi acara silaturahmi ini adalah sebagai kunjungan balasan dari Paguyuban Bantul Palangka Raya yang tiga bulan lalu berkunjung ke Sampit.

Ketua Paguyuban Warga Bantul Palangka Raya, Mulyono mengatakan tujuan diadakannya pertemuan ini agar tali silaturahmi warga Bantul yang ada di perantauan tidak putus dan senantiasa selalu terjalin terus.

Ketua Paguyuban Warga Bantul Projo Taman Sari Kotim, Mulyadi menambahkan kunjungan ini tidak ada unsur politik, tapi semata-mata untuk menjalin silaturahmi kepada warga rantau dari Bantul yang ada di Palangka Raya.

Sementara itu dalam sambutannya Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio yang juga dipercaya sebagai Dewan Pembina Pakuwojo Kalteng ini mengucapkan terima kasih kepada warga Bantul yang sudah datang ke rumah dinasnya untuk menggelar acara silaturahmi.

Dalam kesempatan ini wakil walikota juga memberi arahan kepada warga Bantul dan warga Jawa pada umumnya yang ada di perantauan untuk selalu beradaptasi dengan lingkungan dan selalu menjungjung tinggi falsafah di mana bumi dipijak di situ langgit dijunjung.

“Semua paguyuban selalu saya sampaikan, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, itu perlu implementasi yang kongkret dan orang-orang Jawa, di mana-mana menjadi panutan dalam hal apa saja, termasuk di antaranya adalah tata krama,” tuturnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Siswa Siswi SMKN-1 Dan SMAN-3 Palangka Raya Disosialisasikan Tentang Perkoperasian

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Mengengah (UKM) Kota Palangka Raya terus mensosialisasikan pentingnya berkoperasi kepada anak didik.

Kali ini giliran siswa dan siswi SMKN 1 dan SMAN 3 Palangka Raya yang mendapat sosialisasi mengenai perkoperasian. Sosialisasi yang diikuti sekitar 50 siswa ini langsung dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palangka Raya Afendie, Sabtu (20/5/2017).

Dasar pelaksanaan sosialisasi ini Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi. Melalui sosialisasi ini dinas koperasi dan UKM ingin mengenalkan sejak dini kepada anak didik mengenai pentingnya membentuk badan usaha koperasi.

Afendie menjelaskan dengan membentuk koperasi itu memiliki manfaat ganda. Yakni untuk kemajuan diri sendiri dan masyarakat. Makna untuk kemajuan sendiri, karena bisa berusaha sendiri dan makna untuk masyarakat bisa memberikan peluang kerja dan mitra usaha dengan masyarakat luas.

Pertimbangan lain kenapa para anak didik diberikan pentingnya membentuk koperasi, sebab tidak mungkin semua lulusan anak sekolah ke depannya bisa masuk pegawai atau ditampung di dunia kerja. Jadi solusinya harus bisa mandiri dan salah satu contohnya dengan membentuk koperasi.

Afendie menambahkan untuk membentuk koperasi sangat mudah. Para peserta yang berserikat cukup menghimpun simpanan pokok dari anggota. Bisa juga melalui simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah dari pihak ketiga atau lainnya.

Adapun syarat pembentukan untuk koperasi primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 orang, sedangkan untuk koperasi Sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya tiga koperasi. (MC. Isen Mulang/engga)