Walikota Siap Jamu Peserta KBN Di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya HM Riban Satia dipastikan akan menjamu seluruh peserta Kemah Budaya Nasional (KBN) dalam acara welcome dinner di Rumah Jabatan Juli 2017 mendatang.

Hal ini disampaikan Walikota Palangka Raya dalam rapat koordinasi dengan panitia nasional yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI Nono Adya Supriyatno diruang rapat Kantor Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta. (30/5-2017)

“Kami siap menjamu seluruh peserta KBN” kata Riban.
Selanjutnya dalam kesempatan tersebut Riban yang di didampingi Wakilnya Mofit Saptono juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu Sekretaris Ditjen Kebudayaan Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nono Adya Supriyatno sangat mengapresiasi atas kesiapan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam kegiatan KBN ini.

Dan dirinya memastikan hingga saat ini Vietnam memastikan hadir di Palangka Raya, sedangkan negara negara lainnya masih menunggu konfirmasi selain peserta dari seluruh indonesia. “Hingga saat ini Vietnam yang sudah siap hadir ke Palangka Raya ” kata Nono.

Ditambahkan Nono, dirinya memastikan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan akan hadir dan membuka kegiatan ini.

Sementara dalam rapat koordinasi KBN yang di pimpin Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Pendidikan dan Kebudayaan Nono Adya Supriyatno juga hadir Direktur Sejarah, Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Sedangkan dari Pemerintah Kota Palangka Raya hadir mendampingi Walikota, Ketua Kwarcab Kota Palangka Raya Mofit Saptono, Sekretaris Kwarcab Akhmad Husain, Kadis Pemukiman dan Perumahan Rakyat Rojikkinnor, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya Hj. Norma Hikmah (MC. Isen Mulang/Heri budpar/engga)

Tim Satgas Mafia Pangan Temukan Produk Kedaluwarsa di Tiga Swalayan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tim Satuan Tugas Mafia Pangan Kota Palangka Raya melakukan pengecekan terhadap produk kemasan yang dijajakan ditiga swalayan, Selasa (30/5/2017).

Tiga swalayan yang dikunjungi ini adalah Sendy’s di Jalan Tjilik Riwut Km 1, KPD Swalayan di Jalan Temanggung Tilung, dan Mini Market Husna 2 di Jalan RTA Milono.

Tim Satgas ini terdiri dari Disperindag, dinas kesehatan, BPOM dan Polres Palangka Raya. Hasilnya, tim gabungan menemukan puluhan produk kemasan yang dijual sudah kadaluwarsa.

Pertama di Swalayan Sendy’s, tim menemukan dua bungkus Susu Milna yang sudah kadaluwarsa. Juga ada empat botol minuman sarang burung walet sudah kadaluwarsa. Selain itu tim juga menemukan pelanggaran di Swalayan Sendys.

Yakni pentol yang telah dibekukan dijual menggunakan kemasan kue kering, bukan kemasan khusus daging. Dalam izin dari dinkes juga tertera kemasan untuk penjualan kue kering.

Jadi melihat kondisi ini petugas dinas kesehatan melarang produk pentol olahan industri rumah tangga (IRT) itu beredar, untuk sementara ditarik terlebih dahulu dan tidak boleh dijual sebelum ada izinnya.

“Ini kesalahannya daging yang telah dibekukan dimasukan ke dalam kemasan untuk kue kering,” kata Kepala Disperindag Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban.

Selanjutnya di KPD Swalayan, tim juga menemukan produk kadaluwarsa berupa produk Top White Coffee Instan dengan masa habis berlaku April 2017.

Di KPD ini tim juga menemukan beberapa produk rusak. Kemudian tim juga menghentikan penjualan obat-obatan karena belum memiliki izin penjualan.

Selanjutya tim gabungan melakukan sidak ke mini market Husna 2 di Jalan RTA Milono. Di sini petugas menemukan produk kadaluwarsa berupa Top Coffee dengan jumlah 2 pack masa berlaku 18 Mei 2017 dan 4 bungkus produk sama dengan masa berlaku 25 Januari 2017.

Kemudian ada 10 bungkus Mayonnaise Yummy dengan tanggal kedaluwarsa April 2017, 6 botol garam gurih masa berlaku Maret 2017.

“Produk yang sudah kadaluwarsa ini sangat berbahaya apabila dikonsumsi. Untuk itu produk kadaluwarsa ini akan disita untuk selanjutnya dimusnahkan,” ucap Kepala BPOM Kalteng, Tri Koranti Mustikawati.

Pengawasan terhadap produk kemasan ini akan diintensifkan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri, sebab biasanya daya beli masyarakat akan meningkat. Untuk itu pemerintah melalui tim gabungan ini akan memastikan jika produk kemasan yang dijual layak dan aman untuk dikonsumsi. (MC. Isen Mulang/engga)

BPOM dan Disperindag Lakukan Uji Takjil Ramadan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya melakukan pengujian terhadap berbagai makanan dan minuman atau takjil di pasar Ramadan.

Uji kemasan takjil ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat jika produk jajanan, makanan, kue, dan minuman yang dibeli dari pasar wadai selama Ramadan ini aman dikonsumsi, karena dalam proses pembuatannya tidak menggunakan zat berbahaya.

Dalam uji kemasan takjil yang dipimpin langsung Kepala BPOM Kalimantan Tengah, Trikoranti Mustikawati, Apt dan Kepala Disperindag Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban itu dilakukan di Pasar Kahayan dan Pasar Rajawali, Senin (29/5/2017) sore.

Ada 11 produk takjil yang dilakukan pengujian. Namun setelah dilakukan tes tidak ditemukan produk takjil yang mengandung bahan berbahaya yang sering disalahgunakan untuk pangan seperti rodamin B, formalin, borak, metamin yellow.

“Hasil uji negatif, mereka sudah menggunakan bahan tambahan pangan yang aman dikonsumsi,” tutur Trikorawati di sela kegiatan sidak produk kemasan dibeberapa toko modern, Selasa (30/5/2017).

Selain di Palangka Raya, pengujian takjil Ramadan ini juga akan dilakukan dibeberapa daerah di Kalteng. Saat ini BPOM masih akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bisa melaksanakan uji takjil.

Sementara itu Kepala Disperindag Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban sangat bersyukur karena semua jajanan, makanan, dan minuman yang dijual pedagang di pasar Ramadan tidak ada yang mengandung zat berbahaya. Semuanya aman untuk dikonsumi.

Aratuni menjelaskan uji takjil Ramadan ini sengaja dilakukan yang tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat jika makanan yang dibeli dari pasar wadai itu aman untuk dikonsumsi. (MC. Isen Mulang/engga)

Dinas Kesehatan Palangka Raya Hentikan Penjualan Obat di Toko Modern

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sikap tegas diperlihatkan pegawai Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya saat melakukan pemantauan terhadap produk kedaluwarsa dibeberapa toko modern bersama tim Satgas Anti Mafia Pangan, Selasa (30/5/2017).

Selain melihat satu per satu label dan kemasan produk yang dijajakan, ternyata petugas dinas kesehatan juga menyoroti keberadaan produk obat yang dijual di toko modern.

Hasilnya, dari tiga toko modern yang didatangi ada dua toko yang menjual berbagai obat tanpa memiliki izin resmi dari dinas kesehatan. Sidak pertama dilakukan di Swalayan Sandys. Di sini petugas mendapati penjualan obat telah memiliki izin resmi, namun daftar atau nomor izin tidak dipasang.

Untuk itu petugas dinas kesehatan memerintahkan untuk segera memasangnya dan diminta menyediakan asisten apoteker. Sementara itu di Swalayan KPD Jalan Temanggung Tilung, petugas mendapati penjualan obat tidak memiliki izin.

Sehingga petugas dinas kesehatan langsung memerintahkan kepada kasir Swlayan KPD untuk menghentikan sementara penjualan obat. Saat itu juga semua obat yang dipajang langsung dimasukan ke dalam kardus untuk disimpan atau dikembalikan ke distributor.

Kepala bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Agustinawati menjelaskan, toko modern boleh saja menjual obat, namun harus memiliki izin sendiri. Jadi izinnya terpisah dengan izin usaha toko modern atau swalayan.

Setahu Agustinawati di Kota Palangka Raya ini hanya Foodmart yang sudah mengantongi izin usaha menjual obat, sedangkan toko modern lain seperti Alfamat dan Indomart serta toko lainnya belum memiliki izin menjual obat dari dinas kesehatan.

Untuk itu dinas kesehatan akan mengirim surat teguran kedua kepada toko modern yang menjual obat tapi belum memiliki izin. Jika tetap tidak mengurus izin, maka penjualan obatnya dianggap telah melanggar UU Kesehatan Nomor 36.

Ia menjelaskan syarat untuk mengurus izin menjual obat di toko modern ini pihak pemilik harus menyediakan penanggungjawab atau menyediakan asisten apoteker, sedangkan kalau untuk apotik harus menyediakan petugas apoteker. (MC. Isen Mulang/engga)

Pemerintah Kota Palangka Raya Dapat Opini WTP dari BPK

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kerja keras jajaran satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) Kota Palangka Raya akhirnya membuahkan hasil membanggakan.

Setelah berjuang bertahun-tahun akhirnya Pemerintah Kota Palangka Raya bisa mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Piagam WTP itu diserahkan Kepala BPK Perwakilan Kalteng, Raden Cornell Syarief kepada Walikota Palangka Raya HM Riban Satia saat penyerahan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD), Senin (29/5/2017) pukul 14.00 WIB.

Ikut hadir dalam penyerahan LKPD tahun anggaran 2016 ini Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Ida Ayu Nia Anggraini, Inspektur Alman Pakpahan, Kepala Badan Pengelola Keuangan Fordiansyah, Asisten I Sulaksmi, dan pejabat lainnya.

Diraihnya opini WTP ini tidak lepas dari komitmen Pemko Palangka Raya yang telah mematuhi standar pelaporan penggunaan anggaran. Meliputi kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perundangan, dan efektifitas sistem pengendalian intern.

Selain itu LKPD disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual yang menyajikan laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, necara, laporan operasional, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas serta catatan atas laporan keuangan.

Meski dapat opini WTP, tapi Pemerintah Kota Palangka Raya tidak boleh berpuas dulu, karena masih ada beberapa rekomendasi BPK yang harus ditindaklanjuti hingga 60 hari ke depan.

Salah satunya penerimaan dan pengeluaran kas tidak disajikan dalam laporan keuangan RSUD Kota Palangka Raya serta nilai piutang PBB-P2 pada badan pengelola pajak dan retribusi daerah Kota Palangka Raya yang belum tuntas divalidasi.

Dalam sambutannya Raden Cornell Syarief mengatakan diraihnya opini WTP ini bukan pemberian dari auditor atau BPK, tapi merupakan kerja keras dari jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya.

Sementara itu walikota mengaku bangga dan senang karena diakhir masa jabatannya di tahun ke-9 ini Pemerintah Kota Palangka Raya dapat kado istimewa berupa opin WTP. Dia berharap opini WTP ini bisa dipertahankan untuk tahun berikutnya. (MC. Isen Mulang/ engga)

Wakil Walikota Palangka Raya Datangi Warganya yang Kena Musibah Kebakaran

MEDIA, CENTER, Palangka Raya – Respon cepat diperlihatkan Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio saat ada warganya yang sedang mendapat musibah.

Sesaat setelah menerima informasi ada peristiwa kebakaran di Jalan G Obos dan Jalan Cempaka. Respon cepat ini ditunjukan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) saat terjadi kebakaran.

Yakni kebakaran rumah di Jalan G Obos, Minggu (28/5/2017) pukul 21.30 WIB dan di Jalan Cempaka, Senin (29/5/2017) pukul 08.00 WIB. Bahkan saat di Jalan G Obos, Mofit sempat membantu memadamkan api.

“Kami sangat berterimakasih kepada TNI, Polri dan petugas pemadam kebakaran yang membantu memadamkan api,” katanya.

Dua peristiwa kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik. Di Jalan G Obos, rumah yang terbakar milik Stephie. Saat kebakaran tidak ada barang berbahaya yang menyala. “Saat masak itu sore. Jadi kayanya memang korsleting listrik,” kata Stephie.

Sedangkan di Jalan Cempaka, rumah yang terbakar milik J Koetin. Robbi, anak J Koetin mengatakan kebakaran ini juga akibat korsleting pada kipas angin yang terletak di kamar kakaknya. “Memang kipas anginnya selalu on. Api kemudian cepat membesar,” ungkapnya.

Melihat penyebab dua peristiwa kebakaran akibat korsleting listrik, Mofit mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pengecekan instalasi listrik. Apalagi jika bangunan rumah sudah lebih dari 20 tahun.

“Lakukan pengecekan secara berkala. Karena saya melihat rumah yang terbakar ini sudah tua yang instalasi listriknya bisa jadi sudah rapuh,” imbaunya. (MC. Isen Mulang/ engga)

Walikota Palangka Raya Resmikan Pasar Ramadan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia dan Wakilnya Mofit Saptono Subagio secara simbolis meresmikan pasar Ramadan di Jalan RA Kartini, Sabtu (27/5/2017) sore.

Ikut meresmikan pasar Ramadan yang sering disebut pasar wadai ini istri Riban Satia Walikota Palangka Raya, Norlaina Riban Satia yang didaulat untuk menggunting pita sebagai tanda diresmikannya Ramadan 1438 Hijriah.

Seperti tahun lalu, pasar wadai di Kota Cantik ini disediakan di empat lokasi. Yakni di Jalan RA Kartini disediakan 63 lapak, Pasar Kahayan disediakan 42 lapak, Pasar Rajawali 20 lapak, dan depan Masjid Salahudin Jalan Yos Sudarso disediakan 47 lapak, sehingga totalnya 172 lapak.

Dalam laporannya Kepala Dinas Perindustrain dan Peragangan Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban mengatakan terselenggaranya pasar Ramadan ini berkat dukungan semua pihak seperti dari instansi pemerintah, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, para camat, lurah, dan sponsor.

Dengan adanya dukungan semua pihak itu sehingga pasar Ramadan biasa disediakan, sehingga bisa memberikan peluang usaha insidentil selama sebulan penuh.

Aratuni menambahkan, meski para pedagang diberikan keleluasaan dalam menjajakan makanan dan minumannya, namun petugas dari Disperindag bersama Balai Penguji Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pengujian takjil di pasar Ramadan secara rutin.

Pengujian ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada konsumen jika makanan dan berbagai kue yang dijual di pasar Ramadan aman dikonsumsi.

Sementara itu Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia menambahkan tujuan diadakannya pasar Ramadan ini untuk mendekatkan masyarakat dengan yang ingin membeli menu berbuka puasa. “Selain itu kita juga ingin memberikan peluang usaha kepada para penjual jajanan,” tambahnya. (MC. Isen Mulang/Engga)

Kontingen Palangka Raya Juara III Festival Budaya Isen Mulang Tingkat Provinsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Prestasi yang membanggakan ditorehkan kontingen Kota Palangka Raya di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur 19-22 Mei 2017.

Kontingen Kota Palangka Raya akhirnya bisa menyabet juara tiga dengan meraih 12 medali dari 13 cabang lomba yang diikuti. Dalam lomba memperingati HUT Kalteng ke-60 ini keluar juara umum adalah kontingen Kabupaten Murung Raya.

Sedangkan tuan rumah Kabupaten Kotawaringin Timur harus puas diurutan nomor dua. Dari 19 cabang lomba yang diperlombakan, kontingen Palangka Raya hanya mengikuti 13 cabang lomba. Yakni karnaval, jukung hias, lawang sakepeng, karungut, tari daerah, lomba dayung tradisional, sepak sawut.

Selanjutnya cabang malamang, mangaruhi, habayang (bagasing), fotografi, manyipet, dan pemilihan putra putri pariwisata. Sedangkan enam cabang lomba yang tidak diikuti adalah besei kambe, mangenta, balogo, vokal lagu daerah, masak makanan tradisional (panginan simpan), dan maneweng manetek manyila kayu.

Adapun medali yang diperoleh kontingen Kota Palangka Raya dari cabang menyipet putra dapat juara I dan manyipet putri dapat juara harapan III. Dicabang manyipet ini atlet putra, Bambang dinobatkan sebagai terbaik putra.

Sementara itu dicabang dayung putra kontingen Palangka Raya dapat juara II, cabang lawang sakepeng putra-putri juara I, cabang malamang juara II, jukung hias juara II, mangaruhi putra juara harapan IV dan harapan V untuk mangaruhi putri.

Dicabang tari, kontingen Palangka Raya lagi-lagi menyumbangkan juara II dari kategori tari pesisir. Selanjutnya dari cabang habayang atau bagasing putri juara harapan I dan terakhir dapat dua kejuaraan diraih dari pemilihan putra-putri pariwisata, putri peraih wakil I dan putra wakil III.

Festiva Budaya Isen Mulang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah baru ditutup tadi malam 23 Mei 2017, dan FBIM tahun 2018 direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Kapuas. (MC. Isen Mulang/engga)

32 RT Dilakukan Penilaian oleh Tim Lomba Kampung Hijau

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dalam Minggu ini Tim Penilai Lomba Kampung Hijau dan Bersih Kota Palangka Raya sedang disibukan dengan turun ke lapangan untuk melakukan penilaian.

Totalnya ada 32 RT yang sedang dinilai. Rinciannya 22 RT masuk ketegori wilayah perkotaan dan 10 RT masuk kategori perdesaan. Penilaian tahap satu (P1) ini dilakukan untuk menyeleksi 15 RT yang harus mengikuti seleksi tahap dua (P2).

Kasi Pengelolaan Sampah pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, M Alfath menjelaskan sebelumnya ada ratusan RT yang dinilai agar bisa lolos penilaian P1. Untuk bisa lolos ke P1 harus bisa mengumpulkan nilai minimal 65 poin.

Sedangkan lolos ke P2, RT yang sedang dinilai harus mengumpulkan nilai minimal 70 poin. Dalam penilaian ini setiap kecamatan ada 5 RT harus masuk P2. Saat final hanya akan disisakan 6 RT wilayah perkotaan dan 6 RT dari wilayah perdesaan.

Alfath menambahkan dalam penilaian lomba kampung hijau ini tim melibatkan pengurus PKK, UPT kecamatan, dan dinas teknis. Adapun yang dinilai adalah kondisi drainase bagus atau tidak, tong sampah ada atau tidak, pekarangan warga bersih atau tidak, ada apotik hidupnya atau tidak, dan sampah yang ada dimanfaatkan untuk pembuatan kompos atau tidak.

Jika semua komponen penilaian itu dipenuhi di lingkungan warga, maka RT yang sedang dinilai itu dipastikan bisa menjadi juara. Rencananya hasil lomba kampung hijau dan bersih ini akan diumumkan saat HUT Pemkot Palangka Raya atau saat HUT RI 17 Agustus 2017.

Sementara itu Kepala UPT Jekan Raya I pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya, Rendro Rismae Riyadi juga ikut menjadi salah satu tim penilai. Bedanya Rendro khusus menilai RT yang menjadi wilayah tugasnya.

Di wilayah Kecamatan Jekan Raya yang dinilai oleh tim Rendro ada 11 RT yakni 6 RT di Keluarahan Bukit Tunggal, 2 RT di Kelurahan Palangka, dan 3 RT di Kelurahan Menteng. Penilaian kampung hijau ini dipastikan akan berakhir setelah Ramadan. (MC. Isen Mulang/engga)

290 Lapak Pedagang Makanan Siap Ramaikan Pasar Ramadan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya, Aratuni Djaban kembali menggelar rapat lanjutan dengan mengumpulkan pengurus LKK yang akan mengelola pasar Ramadan 2017.

Rapat yang digelar di Ruang Peteng Karuhei 1, Selasa (23/5/2017) pukul 14.00 WIB ini untuk memfinalkan jumlah lapak yang akan disediakan oleh LKK disetiap lokasi yang sudah ditentukan untuk membuka pasar Ramadan.

Diketahui total lapak pasar Ramadan tahun ini ada 290 lapak yang tersebar diempat lokasi. Rinciannya di Jalan Kartini, Kelurahan Langkai disediakan 170 lapak, Pasar Kahayan 48 lapak, depan Masjid Salahudin, Kelurahan Menteng 47 lapak, dan Pasar Rajawali, Kelurahan Bukit Tunggal 25 lapak.

Aratuni mengatakan peresmian pasar Ramadan ini akan dilakukan di hari pertama puasa atau Sabtu (27/5/2017) sore di Jalan Kartini oleh Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia bersama jajarannya dan para pejabat FKPD.

Dengan telah disediakannya pasar Ramadan ini Aratuni mengharapkan agar masyarakat, khususnya umat muslim yang akan berbuka puasa bisa mencari berbagai panganan di pasar wadai, karena semua jenis kue, minuman, dan makanan sudah tersaji dengan harga terjangkau.

Dia mengharapkan momen Ramadan tahun ini bisa membawa berkah kepada pedagang yang menjajakan masakan kuliner di pasar wadai. Dampak positifnya bagi pemerintah, dimana keberadaan pasar wadai ini dapat meningkatkan perekonomian dalam arti luas. (MC. Isen Mulang/engga)