Pembangunan Baru Pasar Kahayan Didanai DAK Rp.1,4 M

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pada tahun anggaran 2019 Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya diproyeksikan bakal mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp3,1 miliar.

Menurut Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Palangka Raya, AT Prayer dana sebesar itu akan digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan atau program Disperindag.

“Di antaranya pembangunan Pasar Kahayan baru senilai Rp1,492 miliar,” kata AT Prayer, Jumat (30/11/2018). Sementara itu sisa DAK lainnya bisa digunakan untuk program prioritas Disperindag.

Pihak dewan sangat mendukung adanya rencana penambahan blok baru di Pasar Kahayan, karena blok atau lapak yang tersedia sudah penuh disewa oleh pedagang.

Di sisi lain lahan di kawasan Pasar Kahayan masih luas dan masih bisa dibangun untuk blok pasar yang baru untuk menampung para pedagang lain yang belum mendapakan lapak berjualan.

Pihaknya mengharapkan rencana membangun Pasar Kahayan baru ini segera terealisasi, karena saat ini jumlah pembeli cukup banyak seiring bertambahnya penduduk Kota Palangka Raya. (MC. Isen Mulang/engga)

Satpol PP Diminta Lakukan Razia Rutin

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Ida Ayu Nia Anggraini meminta kepada Satpol PP bersama SOPD teknis rutin melakukan razia penegakkan peraturan daerah (Perda).

Ia menyebut saat ini banyak produk hukum daerah yang sudah dibuat oleh Pemerintah Kota Palangka Raya, sehingga harus dikawal dalam implementasinya.

Contohnya Perda Kawasan Tanpa Rokok, Perda Parkir, Perda Pedagang Kreatif Lapangan, dan Perda lainnya. Semua Perda ini menurutnya harus dikawal untuk melihat implementasinya.

“Misalnya jika ada masyarakat merokok di kawasan tanpa rokok maka harus ditindak. Begitu juga soal Perda parkir, bila ada parkir liar juga harus ditindak,” tegas Nia, Jumat (30/11/2018).

Di sisi lain Nia juga meminta kepada Satpol PP dan SOPD teknis lainnya untuk terus mensosialisasikan Perda, khususnya Perda No 1 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan.

“Sehingga target ke depan Kota Palangka Raya mendapatkan piala Adipura sesuai visi misi Walikota Palangka Raya lingkungan cerdas atau smart environment,” tegasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

Target PAD 2019 Kalau Bisa Jangan Turun

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto meminta kepada walikota melalui TAPD dan Badan Pengelola Pajak serta Retribusi Daerah tidak menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) 2019.

Sigit mengharapkan target PAD pada tahun anggaran 2019 kalau tidak bisa naik paling tidak sama dengan 2018 sebesar 175,6 miliar. Saran ketua dewan ini cukup beralasan karena pada RAPBD 2019 target PAD turun menjadi Rp161,2 miliar.

Target Rp161, 2 miliar ini bersumber dari pajak daerah Rp94,3 miliar, retribusi daerah Rp15,6 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp4,4 miliar, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp46,7 miliar.

Menurut Sigit, turunnya target PAD 2019 ini sangat tidak mendasar, karena potensi pendapatan daerah cukup banyak, sehingga potensinya bisa dioptimalkan. Jadi wajar kalau target PAD harus dinaikan setiap tahunnya.

Sigit melihat potensi untuk mendongkrat target PAD selalu ada, misalnya jika pada 2018 ini pajak dan retribusi masih nol, maka untuk 2019 sudah bisa dipungut, karena peraturan daerahnya sudah diberlakukan dan potensinya mencapai Rp200 juta.

Karena itu dia mengimbau kepada kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) tidak perlu risau untuk mencari potensi PAD, sebab jika digali akan selalu ada. (MC. Isen Mulang/engga)

Anak TK Katimpun Dikenalkan dengan Benda Sejarah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anak-anak TK Petuk Katimpun dikenalkan dengan benda-benda sejarah yang tersimpan di Museum Balanga, Jalan Tjilik Riwut Km 2, Kota Palangka Raya, Jumat (30/11/2018).

Dari Km 10 Kelurahan Petuk Katimpun, mereka diangkut menggunakan dua angkutan kota. Di tengah cuaca mendung dan kadang rintik hujan, tapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk pergi ke museum.

Di museum kebanggaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ini para anak TK diperlihatkan berbagai benda sejarah peninggalan nenek moyang suku Dayak.

Mulai dari senjata tradisional seperti mandau, alat berburu, pakaian adat, rumah adat, termasuk adat istiadat dari berbagai sub suku Dayak Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan belajar ini para guru dan anak-anak TK mendapatkan pendampingan dari petugas museum untuk memberikan penjelasan mengenai asal usul benda sejarah yang disimpan di sini.

Kunjungan belajar ini bagi anak TK merupakan momen yang menggembirakan, karena selain mereka bisa melihat benda sejarah juga sekaligus untuk bermain.

Sebagian dari anak TK dan para guru mengabadikan momen ini untuk foto bersama dengan back groud di dalam museum dan sebagian lainnya juga foto bersama di luar gedung. 

Kunjungan belajar ke museum ini berakhir pukul 11.30 WIB. Selanjutnya diakhir kunjungan Kepala TK Katimpun, Eling mengatakan bahwa dengan mengunjungi museum anak-anak tidak hanya dapat memahami ilmu atau sebuah teori lisan saja, namun mereka juga dapat memahami secara visual dan kontak fisik langsung sehingga  pemahaman mereka tentang sejarah akan lebih bertambah. (MC. Isen Mulang/engga)

Potensi Wisata di Palangka Raya Perlu Digali

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar yang memungkinkan untuk dilakukan setiap daerah adalah melalui sektor kepariwisataan. Karenanya, sektor inipun diharapkan mampu dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

“Kita tidak henti-hentinya mendorong Pemko Palangka Raya agar mampu menggali potensi obyek wisata yang bisa dikembangkan dan menjadi sumber pemasukan daerah,” ungkap Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto, Jum’at (30/11/2018).

Dikatakan,  wilayah Palangka Raya masih banyak memiliki potensi-potensi alam yang menjanjikan untuk dijadikan obyek wisata yang menarik. Sebut saja potensi alam berupa hutan, danau dan sungai plus kearifan lokalnya.

Hanya saja untuk mewujudkan hal itu, diperlukan sentuhan- sentuhan berupa inovasi melalui pengelolaan yang berkelanjutan dari Pemko Palangka Raya.

Dalam kata lain, membangun sebuah obyek wisata tentu harus berinovasi kedepan. Yang utama harus mampu membuka atau mengajak ketertarikan orang (wisatawan)  untuk datang mengunjungi obyek wisata yang dibangun tersebut, sehingga  tidak menjadi kerugian besar bagi pemerintah daerah itu sendiri.

“Ya, contohnya perkembangan obyek wisata air hitam di Kereng Bangkirai saat ini sudah mulai bagus, tinggal pengembangan dan pembenahan,” cetusnya.

Intinya tambah Sigit, upaya pengembangan destinasi wisata janganlah sampai terhenti namun juga harus berkesinambungan.
Obyek wisata yang sudah ada tinggal dipoles-poles dan dikembangkan, Sedangkan untuk potensi yang dapat menjadi obyek wisata maka diperlukan konsep yang jelas dan sasaran yang tepat dalam menggalinya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Penegakan Perda Utamakan Sosialisasi Sebelum Penindakan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Jhon Benhur Pangaribuan, menegaskan, pihaknya akan terus memaksimalkan penerapan semua peraturan daerah (perda) yang telah menjadi regulasi sebagai produk hukum  bagi Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

Pun demikian kata dia, sebelum penegakan regulasi itu dilakukan, maka Pol PP akan lebih mengutamakan langkah-langkah sosialisasi terlebih dahulu, sebelum dilakukan penindakan. 

“Ibarat kata, utamakan pendekatan yang bersifat humanis dan persuasif, atau lebih memfokuskan kepada sosialisasi. Sedangkan  penindakan adalah jalan terakhir yang ditempuh,” ujarnya, Jum’at (30/11/2018).

Menurut Benhur, kenapa lebih mengutamakan sosialisasi dalam penegakan perda, maka tidak lain agar masyarakat menjadi tahu dan paham adanya aturan dan larangan bagi yang melanggar peraturan tersebut.

“Segala bentuk penindakan sebisa mungkin harus dihindari oleh Pol PP, maka itulah sosialisasi yang dilakukan dengan baik, dan gencar menjadi solusi yang baik,” tambahnya lagi.

Kata Benhur, selama ini masyarakat lebih beranggapan kalau penegakan perda itu lebih kepada penindakan semata. Namun pemikiran itu tentu tidak tepat, sebab Pol PP  selaku penegak perda selalu mengutamakan sosialisasi. Sebab melalui sosialisasi maka segala bentuk penindakan yang merupakan jalan terakhir dari penegakan perda dapat ditekan .

“Apaun perda-nya, maka terlebih dahulu kami selalu awali dengan kegiatan  sosialisasi. Dengan demikian  perda itu dapat berjalan dan ditaati oleh masyarakat, melalui kesadaran serta pemahaman akan kepentingan bersama,” tegasnya.

Benhur pun berharap, seiring dengan banyaknya perda saat ini, maka setidaknya dari sisi anggaran untuk Pol PP perlu diberikan anggaran lebih.

“Kendala Pol PP selama ini adalah soal anggaran yang masih minim, sehingga kegiatan yang ingin dilaksanakan seperti halnya sosialisasi menjadi tidak maksimal,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Menjaga Kamtibmas Jelang Natal dan Tahun Baru

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya Fairid Naparin mengajak semua elemen masyarakat untuk dapat bersama-sama menjaga keamanan, dan ketertiban (kamtibmas) diseluruh wilayah ibukota Provinsi Kalimantan tengah tersebut.

Pentingnya menjaga kamtibmas itu kata dia, mengingat saat ini sudah memasuki akhir tahun, dimana masyarakat akan menyongsong perayaan Natal dan selanjutnya menyambut tahun baru 2019.

“Selain sudah menjadi tugas pokok dari aparat keamanan, namun peran serta masyarakat menjaga kamtibmas, akan lebih mampu menciptakan suatu wilayah aman dan kondusif,” ungkap Fairid, Jum’at (30/11/2018).

Meskipun Kota Palangka Raya masih dalam situasi aman dan terkendali namun kata Fairid, masyarakat tetap harus waspada. Hal itu juga sejalan dengan harapan pemerintah bahwa setiap warga negara berhak dan memiliki kewajiban untuk menjaga dan menciptakan keamanan wilayahnya masing-masing.

“Hal ini penting saya ingatkan, terlebih umat Kristiani akan menjalankan ibadah dan  perayaan Natal sehingga memerlukan dukungan bersama untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujarnya lagi.

Kata Fairidi membangun harmonisasi sesama umat dan masyarakat luas akan terjalin melalui tolerasi tinggi. Salah satunya kokoh mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan. Khususnya untuk Palangka Raya adalah falsafah Huma Betang yang dijunjung tinggi oleh masyarakat selama ini.

“Dengan menjunjung tinggi hal tersebut maka saya yakin dan percaya tidak ada yang mampu memecah belah persatuan kita semua. Terlebih dengan memegang teguh prinsip Huma Betang yang merupakan simbol kerukunan warga dayak Kalimantan Tengah,’ tegasnya.

Fairid pun meminta kepada penegak hukum dan lembaga lainnya, untuk bersama-sama pula menjaga stabilitas keamanan di Kota Palangka Raya, terutama lebih ditingkatkan saat menjelang Natal dan tahun baru. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Disbudpar Kalteng Gelar Perayaan Natal Bersama Mitra Kerja

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Keluarga besar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar perayaan Natal  bersama, Kamis (29/11-2018) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Berkah milik Dinas Pendidikan Kalteng itu, dihadiri langsung Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan serta kepala bidang maupun staf dinas, dan turut dihadiri para mitra dinas budpar, seperti pelaku seni dan budaya, forum pelaku usaha pariwisata, kalangan disabilitas, kalangan media dan undangan lainnya.

Perayan Natal yang dipimpin oleh Pdt. Paul Mari tersebut, dibalut dengan fragmen dan puji-pujian dari pegawai Disbudpar serta dimeriahkan beberapa penampilan olah vokal dan paduan suara serta tarian daerah bertemakan Natal yang dibawakan para pelaku seni  dan budaya dari mitra kebudayan dan pariwisata.

Dalam sambutannya Guntur mengatakan, perayaan Natal bagian dari rasa syukur umat kristiani, dimana Yesus datang ke dunia adalah untuk membawa pesan damai. Pesan damai inilah yang harus diimplementasikan dalam tugas sehari-hari.

“Perayaan Natal yang dilakukan setiap tahun harus mampu membawa perubahan bagi keluarga besar Disbudpar Kalteng, terutama dalam mereformasi etos kerja, membangun kedisiplinan, serta memperkuat inovasi terkhusus dalam hal kebudayaan dan pariwisata,” ungkapnya.

Dalam bagian lain tambah Guntur, melalui semangat  Natal di tahun 2018 ini, diharapkan jajaran Disbudpar Kalteng dapat melaksanakan setiap program yang dijalankan secara bersama-sama, sehinggga pelaksanaan program dapat tercapai sebagaimana tujuan yang diinginkan.

“Mari kita bersama membangun sektor kebudayaan dan pariwisata yang dapat mengangkat kesejahteraan bagi masyarakat untuk menuju Kalteng Berkah,” ucapnya.

Pdt. Paul Mari dalam ibadah serta perayaan Natal tersebut lebih menekankan pada tema dan semangat Natal tahun ini, yakni ‘Yesus Kristus hikmah bagi kita’ . 

“Perayaan Natal tahun ini harus dilalui dengan kedamaian dan dengan kesederhanaan, tapi hikmahnya besar bagi kita, karena Allah selalu beserta kita,” tuturnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Pemukiman Warga di Kawasan DAS Rawan Terdampak Banjir Kiriman

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Supriyanto melalui Kabid Penanggulangan Bencana Henora Koffeno Nahan, mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran daerah aliran sungai (DAS) untuk mewaspadai banjir kiriman yang berasal dari DAS wilayah lain.

Hal tersebut berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, dimana kawasan DAS di Palangka Raya rawan terimbas banjir, terutama ketika debit air meningkat.

“Tahun ini curah hujan cukup tinggi. Bahkan diprediksi sampai akhir tahun curah hujan di wilayah sungai bagian hulu lebih besar hingga mengirimkan debit air yang tinggi ke DAS Palangka Raya,” ujar Koffeno, Jumat (30/11/2018).

Saat ini lanjut Koffeno, pihaknya tengah melakukan  langkah antisipasi dan pencegahan dini sebelum banjir kiriman itu tiba. Salah satunya melalui sosialisasi ke warga-warga yang berada di pemukiman kawasan DAS.

“Kami sudah  menghimbau  masyarakat yang berada pada kawasan DAS untuk waspada, dan kami juga menganjurkan  warga  untuk bisa relokasi tempat tinggal ke kawasan  yang aman dari banjir,” tegasnya.

Dalam bagian lain tambah  Koffeno, pihak BPBD kota juga sudah melakukan pemantauan daerah-daerah yang berpotensi banjir.

“Dari pantauan sementara ini kondisi DAS Palangka Raya masih aman, namun debit air cenderung naik. Kami  akan terus maksimalkan pemantauan,” tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

Dinas Terkait Diminta Bertindak Tangani Sampah di Drainase

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Hujan yang hampir setiap hari mengguyur Kota Palangka Raya, baik dengan intensitas rendah, sedang maupun tinggi, ternyata mulai berdampak terhadap keberadaan saluran air atau drainase. 

Dampak itu salah satunya adalah tumpukan sampah yang terbawa arus karena debit air drainase meningkat. 
Salah satunya dapat dilihat pada  saluran drainase induk (pengaringan) yang berada dikawasan Pasar Kahayan Palangka Raya, dimana tumpukan sampah menyumbat pergerakan air drainase.

Arbaen, salah seorang warga yang berada disekitar saluran drainase mengatakan, pemandangan tumpukan sampah selalu terlihat apabila  musim hujan tiba, sebab debit air disaluran air itu akan meningkat.

“Sudah menjadi hal biasa bila lokasi ini selalu menumpuk sampah, karena sebagian besar limbah sampah dari masyarakat terbawa arus air hingga menumpuk disini,” ungkapnya Jum’at (30/11/2018).

Menurut Arbaen, ada baiknya  Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkaitnya segera mengambil tindakan, membersihkan tumpukan tersebut sebelum mengakibatkan banjir maupun tumpukan sampah yang lebih banyak lagi.

“Sampah ini tak bisa larut karena terhalang oleh jembatan yang melintang di drainase. Karena debit air drainase tinggi hingga menyentuh kebagian lantai jembatan. Sebab itu sampah menyangkut” jelasnya.

Kata Arbaen, bila tidak ada upaya membersihkan, maka limbah sampah akan semakin menumpuk dan dikuwatirkan dapat mempengaruhi kekuatan jembatan akibat tidak mampu menahan banyaknya sampah yang tersangkut.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Palangka Raya, At Prayer, meminta masyarakat juga ikut segera bergerak mengangkut sampah yang menumpuk di drainase tersebut, sebab tidak hanya mengganggu pemandangan, namun disisi lain sampah yang menumpuk disaluran air itu bisa menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

“Selain perlunya tindakan dari instansi teknis, maka warga sekitar juga bisa segera ambil tindakan, untuk mengangkut tumpukan sampah yang ada di drainase,” sarannya. (MC. Isen Mulang.1/engga)