Harga dan Stok Komoditas Pangan Relatif Normal

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama  jajaran OPD maupun Forkopimda serta tim satgas pangan dan pihak Pertamina.

Sidak yang dilakukan pada Rabu (29/5/2019) yang lalu, salah satunya menyasar pada lapak-lapak pedagang di Pasar Kahayan untuk memantau sejumlah harga komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat menjelang hari raya idulfitri 1440 Hijriyah.

“Pemerintah kota bersama tim satgas pangan, Kapolres, Pertamina dan Kodim memantau harga terkini sejumlah komoditas pangan,” ucap Fairid, usai sidak. 

Menurutnya, dari pantauan saat ini stok pangan masih tercukupi dan tetap pada kondisi stabil, untuk itu  kepada para pedagang agar tetap menjual pasokan pangan sesuai dengan harga standar dan bersifat wajar. 

“Dengan harga yang wajar ini, masyarakat bisa menjangkaunya. Apalagi selama bulan Ramadan dan mendekati perayaan Idul Fitri,” ucapnya lagi.

Dikatakan Fairid, kenapa pihaknya melakukan kontrol harga komoditas di Pasar Kahayan, karena pasar itulah menjadi salah satu pasar yang menorehkan prestasi di level nasional. 

“Pasar kita ini telah meraih peringkat ketiga sebagai pasar aman dan higienis dari pemerintah pusat. Jadi tentunya aman juga dalam harga,” cetusnya.

Selain itu tambah Fairid, sidak juga dimaksudkan untuk melihat secara langsung sarana dan prasarana pasar, untuk tetap mepertahankan budaya kebersihannya dan berupaya mempertahankan ketersediaan stok dengan harga yang stabil. 

“Untuk sementara ini tidak ada gejolak. Hanya saja, kami tetap akan melakukan pengawasan secara menyeluruh setelah lebaran untuk mengantisipasi inflasi harga pangan,” tegasnya.

Fairid berkeyakinan, jika stok kebutuhan pokok selama  Ramadan dan menjelang idulfiri hingga pasca lebaran tidak mengalami permasalahan.  

“Bisa dilihat, harga komoditas bawang merah rata-rata berkisar Rp30-35 ribu yang sebelumnya mengalami lonjakan sampai dengan Rp60 ribu, namun sekarang berangsur-angsur turun. Hanya untuk harga daging ayam kampung yang relatif tinggi dengan harga Rp 70-75 ribu. Namun terpenting stok dan harga komoditas masih relatif normal,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1)

Keuskupan Palangka Raya Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dalam rangka pelaksanaan program Pemerintah, Keuskupan Palangka Raya Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras dengan lauk pauknya khas Dayak.

Sejalan dengan program pemerintah untuk memberdayakan masakan tradisional dengan menggalakkan diversifikasi pangan nasional  dan bahan pangan lokal non beras di Kota Palangka Raya, selain itu juga kegiatan ini dalam rangka Pesta Na Ascensio  Keuskupan Palangka Raya.

 

Kegiatan dilaksanakan di Aula Keuskupan Palangka Raya Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya dan diselenggarakan oleh Panitia Pesta Nama Kapel Ascensio Keuskupan Palangka Raya, Kamis (30/5/2019).

Selain untuk memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus, juga untuk  menciptakan kreativitas di kalangan umat dalam menciptakan menu makanan khas dayak dan diikuti oleh 17 peserta.

Uskup Palangka Raya,  Mgr A.M Sutrino Atmaka, MSF dalam sambutannya berharap dengan adanya kegiatan ini semakin banyak umat di lingkungan Keuskupan Palangka Raya ikut berpartisipasi dalam kegiatan gereja. (MC Isen Mulang/Iin)

Kaum Dhuafa Kalampangan Terima Zakat dari Wali Kota Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin melaksanakan Shalat Isya dan Taraweh  Berjamaah di Masjid Darul Muttaqin Jalan Majapahit Kalampangan, Rabu (29/5/2019).

Safari Ramadan 1440 Hijriah yang telah memasuki malam yang ke dua puluh empat, selain salat isya dan taraweh berjamaah  Walikota Palangka Raya juga menyerahkan bantuan hibah sebesar 35 juta kepada pengurus Masjid Darul Muttaqin.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan bahwa program safari ramadan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus berdialog dengan masyarakat Kota Palangka Raya melalui kegiatan ini.

Pada kesempatan itu juga, Wali kota Palangka Raya menyerahkan paket kepada kaum Dhuafa,warga sekitar Kalampangan.

Walikota Palangka Raya, dalam sambutannya berharap melalui bantuan hibah serta paket dhuafa ini dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar Kalampangan serta mengimbau agar selalu menjaga tali silaturahmi antar sesama. (MC Isen Mulang/Iin)

DLH Sepakat Status Karhutla Ditingkatkan

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Yusran sepakat jika saat ini status kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ditingkatkan.

Saat ini status Karhutla di Palangka Raya masih biasa, karena sudah ada beberapa wilayah kelurahan terjadi kebakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja.

Yusran mengatakan dengan ditingkatkannya status Karhutla misal siaga atau siaga darurat, maka hal itu sebagai upaya pemerintah daerah melakukan pencegahan.

Harapannya kasus Karhutla bisa diminimalisasi, apalagi tahun ini risiko Karhutla cukup berpotensi terjadi, karena musim kemarau akan berlangsung lama.

Di sisi lain DLH memastikan saat ini kondisi cuaca di wilayah Kota Palangka Raya relatif aman, karena particulate matter (PM) masih di bawah 10, sehingga aman untuk kesehatan.

Meski begitu DLH tidak bisa menjamin kondisi PM ini apakah tetap akan baik karena kondisi cuaca untuk beberapa Minggu atau bulan ke depan belum bisa diketahui setelah memasuki musim kemarau. (MC. Isen Mulang)

PDAM Siapkan Tiga Higrant Untuk Bantu Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – PDAM Kota Palangka Raya juga diminta ikut andil dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya.

PDAM akan menyiapkan tiga hidrant agar petugas pemadam lebih mudah saat hendak mengambil air guna proses pemadaman Karhutla selama musim kemarau 2019.

Tiga hidrant tersebut menurut Direktur PDAM Kota Palangka Raya, Budi Hardjono disediakan di wilayah Jalan Ahmad Yani dan satunya lagi di Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu.

“Satunya lagi masih tahap pemasangan di dekat Kantor Kecamatan Jekan Raya,” sebut Budi saat mengikuti rapat pembahasan Karhutla di Ruang Peteng Karuhei I, Rabu (29/5/2019).

Selain tiga hidrant tersebut, sebenarnya ada beberapa hidrant yang disediakan di wilayah kota, namun pihak PDAM belum mengetahui apakah hidrant yang ada masih bisa digunakan atau tidak.

“Nanti akan kita cek dan koordinasi dengan pihak Damkar untuk mengecek kondisi hidrant-hidrant tersebut,” sebutnya. Di sisi lain Budi memastikan suplai air PDAM saat musim kemarau nanti aman untuk membantu proses pemadaman Karhutla. (MC. Isen Mulang)

Jajaran Damkar Siap Bantu Cegah Karhuta

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya siap membantu pemerintah daerah dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Dalam 1 x 24 jam kami siap. Bahkan kami pastikan petugas sudah tiba 15 menit setelah dapat laporan ada kebakaran,” kata Plt Kepala Damkar Kota Palangka Raya, Gloria Anden, Rabu (29/5/2019).

Kesiapsiagaan jajaran Damkar ini disampaikan Gloria saat mengikuti rapat penanganan Karhutla yang dipimpin Staf Ahli Walikota Palangka Raya yang juga Plt Kepala BPBD, Supriyanto.

Gloria telah menyiapkan empat unit mobil pemadam untuk mendukung tim Karhutla. “Damkar punya 8 unit mobil pemadam, namun 4 unit lainnya untuk pendukung saja,” sebutnya.

Diakui tahun ini dana penanganan Karhutla tidak ada di dinas yang dipimpinnya, namun pihaknya tetap siap membantu Tim Karhutla Kota Palangka Raya.

Dalam rapat ini Gloria juga mengusulkan peningkatan status Karhutla, namun tidak siaga daurat, tapi cukup siaga saja, karena wilayah yang terbakar masih sedikit. (MC. Isen Mulang)

Terpantau 186 Titik Api di Kalimantan Tengah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini wilayah Provinsi Kalimantan Tengah masih masuk musim hujan, namun dibeberapa kabupaten dan kota sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Badan Metrologi, Klematologi, dan Geofisikas (BMKG) Palangka Raya mendeteksi sejak Januari hingga 28 Mei 2019 sudah ada 186 titik api di wilayah Kalimantan Tengah.

Dari sebaran hotspot ini menurut Kepala Stasiun BMKG Palangka Raya, Catur Winarti yang paling banyak terpantau di wilayah Kota Palangka Raya sebanyak 41 titik api.

“Urutan kedua Kabupaten Barito Utara,” kata Catur saat mengikuti rapat Karhutla yang dipimpin Staf Ahli Setda Kota Palangka Raya, Supriyanto, Rabu (29/5/2019).

Meski wilayah Kalimantan Tengah mulai ‘dilanda’ Karhutla, namun particulate matter (PM) masih di bawah 10, sehingga masih kategori aman atau belum bahaya bagi kesehatan.

Meski begitu pihaknya mengimbau semua pihak yang terlibat dalam tim Karhutla segera melakukan pencegahan agar musibah Karhutla di wilayah Palangka Raya bisa diminimalisasi. (MC. Isen Mulang)

Pemko Palangka Raya Bahas Penanganan Karhutla

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Supriyanto memimpin rapat membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (29/5/2019).

Rapat yang digelar di Ruang Peteng Karuhei I ini dihadiri semua instansi yang terlibat dalam tim Karhutla, termasuk para lurah dan camat seluruh Kota Palangka Raya.

Dalam paparannya Supriyanto mengatakan tidak lama lagi wilayah Kota Palangka Raya akan memasuki musim kemarau, sehingga potensi Karhutla harus diantisipasi mulai dari sekarang.

Apalagi dalam beberapa Minggu terakhir ini wilayah Kota Palangka Raya sudah ada beberapa titik terjadi kebakaran yang diduga dilakukan secara sengaja oleh masyarakat.

Padahal saat ini masih musim hujan, meski intensitas hujan sudah mulai berkurang. Namun beberapa wilayah kelurahan sudah terjadi Karhutla, sehingga statusnya harus ditingkatkan.

“Sejak Januari-Mei 2019 setidaknya sudah ada tiga kali kebekaran hutan dan lahan. Jadi harus kita sikapi agar musibah Karhuta tidak meluas,” harapnya.

Dalam rapat ini Supriyanto yang juga menjabat Staf Ahli Walikota Palangka Raya meminta masukan dari para tim Karhutla untuk menetapkan status Karhutla saat ini. (MC. Isen Mulang)

Pembagian Bantuan Paket Dhuafa Ramadhan Berjalan Tertib dan Lancar

MEDIA CENTER,  Palangka Raya –  Momentum bulan Ramadhan yang penuh berkah ini Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Palangka Raya gelar kegiatan pembagian paket dhuafa ramadhan 1440 H Tahun 2019 di halaman Kantor Kemenag Kota Palangka Raya,  Rabu (29/5/2019).

Kegiatan ini dihadiri Walikota Palangka Raya,  Fairid Naparin,  Staf Ahli Walikota,  Kepala SOPD,  Kepala Kantor Kemenag Kota Palangka Raya,  Ketua dan Pengurus Baznas Kota Palangka Raya,  serta masyarakat penerima paket ramadhan.

Berdasarkan pantauan Tim Media Center Isen Mulang kegiatan pemberian bantuan paket ramadhan bagi kaum dhuafa berjalan dengan tertib dan lancar karena sudah diatur sedemikian rupa supaya masyarakat tidak saling berebut untuk mendapatkan paket ramadhan.

Pembagian paket berdasarkan kupon yang telah dibagikan dan telah dilakukan pendataan bagi calon penerima bantuan sebelum kegiatan ini dilaksanakan.

Walikota Palangka Raya,  Fairid Naparin menyambut baik kegiatan semacam ini karena kita dapat membantu dan berbagi dengan kaum dhuafa yang secara ekonomi kurang mampu.

Menurut Fairid, bantuan ini paling tidak, dapat mengurangi beban bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk bisa merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarganya.

Bagi yang telah memfasilitasi dan memberikan bantuan semoga diberikan rezeki yang berlimpah dan semoga kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan Baznas Kota Palangka Raya, pungkasnya. (MC. Isen Mulang/win)

15 Hektare Lahan Program Pengembangan Bawang Merah di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Sugianor mengatakan, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pengembangan tanaman bawang merah.

Terlebih selama ini komoditas bawang merah yang dikonsumsi untuk keperluan masyarakat di “Kota Cantik” Palangka Raya kebanyakan masih berasal dari pasokan luar daerah.

“Program untuk pengembangan bawang merah di Palangka Raya selama ini telah ada. Maka itu kami terus mendorong pemerintah kota (pemko) melalui instansi teknis untuk mengoptimalkan,” katanya.

Ungkap Sugianor, Palangka Raya selama ini masih bergantung kepada pasokan bawang merah dari luar kota, bahkan luar pulau Kalimantan. Hal ini yang membuat komoditas tersebut kerap mengalami kelangkaan hingga kenaikan harga di pasaran.

“Palangka Raya bisa saja menjadi penyuplai bawang merah, walaupun dengan segala kekurangan yang ada. Namun tak mustahil potensi pertanian ini dapat dikembangkan sepanjang ada kemauan,” cetusnya, Selasa (28/5/2019).

Lanjut Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalteng ini mengungkapkan, jika wilayah Palangka Raya ini memiliki potensi yang bagus di sektor pertanian, hanya saja dukungan terhadap petani yang belum maksimal dilakukan.

Contohnya di Kelurahan Kalampangan, jika pertaniannya dikelola dan petaninya didukung dengan baik, maka tidak mustahil hasil pertaniannya akan melimpah.

“Pelatihan, penyuluhan atau pengadaan bibit unggul bagi petani, perlu diperkuat oleh pemerintah daerah. Kuncinya pemerintah harus pintar melihat kesempatan yang ada,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya tahun ini memprogramkan penyediaan 15 hektare (ha) lahan, untuk pengembangan tanaman bawang merah. Program itu diharapkan sebagai upaya optimalisasi komoditas bawang merah di Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1)