Stunting Tinggi, Indikator Masyarakat Kurang Sejahtera

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Plh Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasiaonal (BKKBN) Kalteng, Setiyawati Kusmawijaya mengatakan, suatu daerah atau kabupaten/kota bisa dikatakan sejahtera apabila masyarakatnya dalam kondisi berkecukupan, baik dari lapangan kerja, sarana dan prasarana umum dan kualitas hidup masyarakatnya. 

Untuk kualitas hidup masyarakat, maka daerah yang masih banyak memiliki angka stunting akan menjadi indikator bahwa masyarakatnya kurang sejahtera.

Stunting itu sendiri adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak.Yaitu pertumbuhan tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir.

“Pada tahun ini BKKBN sudah ada program untuk mencegah stunting, terutama melalui program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, terutama kepada ibu hamil,”ungkap Setiyawati, Minggu (16/12/2018).

Dalam program itu kata dia,  pihak BKKBN akan melakukan pencegahan, dengan istilah 1000 hari kehidupan.

“Ya, ini karena dari bertemunya sel telur dan mani sudah ada kehidupan dalam kandungan,” beber Setiyawati

Sementara itu lanjut dia, untuk mencegah jumlah stunting di wilayah Kalteng bertambah, maka BKKBN dengan dukungan ousat di daerah pada tahun 2019 akan melakukan pencegahan, di dua kabupaten di wilayah Kalteng.Yakni Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Saat ini angka stunting tertinggi di Kalteng adalah di Kabupaten Barito Timur. Maka daritu saat ini kita sedang berupaya mencegah terjadinya pertambahan jumlah stunting,”tutupnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan