Selama Agustus 2018, Kota Palangka Raya Deflasi 0,13 Persen

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Selama bulan Agustus 2018 yang lalu Kota Palangka Raya mengalami deflasi sebesar 0,13 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 130,33 (Juli 2018) menjadi 130,16 (Agustus 2018).

Deflasi di Palangka Raya ini didominasi oleh menurunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan (1,05 persen) dan sandang (0,33 persen). Laju inflasi tahun kalender (2,34 persen) yang didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga kelompok bahan makanan (3,74 persen) serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (3,17 persen).

Hal ini disampaikan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng, Hanif Yahya melalui rilis berita resmi statistik, Minggu, (9/9/2018).

Disampaikan bila menilik inflasi di Palangka Raya dalam tahun ke tahun (2,42 persen), Hal itu selalu didominasi oleh pengaruh kenaikan indeks harga kelompok sandang (4,27 persen) dan kesehatan (4,11 persen).

Sementara itu untuk Kotawaringin Timur (Sampit) telah terjadi inflasi sebesar 0,27 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 136,82 (Juli 2018) menjadi 137,19 (Agustus 2018).

Terjadinya inflasi terutama dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,48 persen) serta makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,74 persen).

“Laju inflasi tahun kalender (4,59 persen) dan inflasi tahun ke tahun (5,38 persen) di Sampit, lebih tinggi
dibandingkan di Palangka Raya,” terangnya.

Disebutkan, laju inflasi tahun kalender di Sampit juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (6,60 persen) dan bahan makanan (6,27 persen). (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan