Waspada Omicron, Perkuat 3T dan Vaksinasi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Kasus varian baru virus Covid-19 yakni Omicron di Indonesia, belakangan ini terus meningkat. Karenanya langkah antisipatif dan kewaspadaan perlu ditingkatkan.

“Salah satu langkah antisipatif yang perlu diperkuat, khususnya di Kota Palangka Raya yakni 3T (tracing, testing, treatment) dan vaksinasi bagi masyarakat,”kata anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, Jumat (14/1/2022).

Ridha mengatakan, langkah antisipatif itu penting dijalankan guna mencegah penularan omicron masuk ke wilayah Kota Palangka Raya.

Menurutnya, adanya lonjakan kasus omicron yang cukup tinggi terjadi disejumlah kota besar di Indonesia, maka harus disikapi bersama agar kasus virus itu tidak sampai menyebar di kota Palangka Raya.

“Kita harus lebih waspada dan hati-hati. Terutama menjalankan protokol kesehatan (Prokes) dalam beraktivitas secara ketat,”tegasnya.

Menjalankan prokes sambung Ridha, menjadi senjata utama untuk mengantisapi terhadap sebaran Covid-19. Seraya itu menggencarkan pula vaksinasi dosis 1 dan 2 maupun booster untuk masyarakat.

Sementara menyikapi penyelenggaraan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah dilaksanakan disebagian besar sekolah, maka Ridha berharap terus dilakukan pengawasan dan pengetatan disiplin prokes bagi pelajar, guru dan orangtua demi keberlangsungan PTM itu sendiri. (MC. Isen Mulang.1/BPBD-PLK/wspd)

Terima DIPA 2022, Ini Fokus Pemko Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pelaksanaan program pembangunan di Kota Palangka Raya di tahun 2022 ini, tidak lepas dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Baik berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan publik dan infrastruktur.

Demikian hal itu ditegaskan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, usai serah terima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya,Jumat (14/1/2022).

Lebih jauh Fairid menyampaikan, pada tahun 2022 ini, fokus program pembangunan Pemko Palangka Raya adalah di sektor pendidikan dan kesehatan. Namun demikian program yang tertinggal di tahun sebelumnya, yaitu sektor infrastruktur masih tetap menjadi prioritas untuk diselesaikan.

Karenanya kata dia, dengan sudah diserahkannya DIPA tersebut, diharapkan semuanya dapat berjalan sesuai prosedur dan mekanisme serta sampai akhirnya perangkat daerah selaku pengguna anggaran, harus mampu memberikan laporan tepat waktu.

“Seperti instruksi pemerintah pusat, bahwa kali ini anggaran difokuskan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, di mana sebelumnya turun akibat pandemi Covid-19 yang cukup lama melanda,” bebernya, di Ruang Rapat Peteng Karuhai II Kantor Wali Kota Palangka Raya.

Dalam kesempatan itu Fairid menyampaikan, realisasi anggaran keuangan di tahun 2021 lalu sudah mencapi 90 persen. Sementra untuk realisasi fisik mencapai 95 persen.

“Cukup wajar dengan kegiatan fisik yang cukup tinggi namun realisasi kuangan tidak terlalu besar. Sementara untuk Indikator Kinerja Utama (IKU) Perangkat daerah rata rata-rata cukup bagus karena melampau target IKU masing-masing,” bebernya.

Diketahui, untuk alokasi dana APBN yang dikelola melalui DIPA satuan/perangkat kerja instansi vertikal lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya di tahun 2022 ini adalah sebesar, Rp129,388 milyar lebih. (MC. Isen Mulang.1/nd)

Walikota Palangka Raya Serahkan DIPA Tahun 2022

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2022 kepada satuan kerja instansi vertikal Kota Palangka Raya dan satuan kerja lingkup pemerintah Kota Palangka Raya bertempat di ruang rapat Peteng Karuhei II Kantor Walikota Palangka Raya, Jumat (14/1/2022).

Acara penyerahan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Kepala Satuan Kerja Instansi Vertikal, dan Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah Lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya.

Dalam sambutannya Fairid menyampaikan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2022 diarahkan untuk mendukung dan memperkuat pemulihan ekonomi, berbagai langkah reformasi struktural yang dilakukan dalam bentuk penguatan kelembagaan, deregulasi, debirokratisasi dan dukungan sektoral yang mendorong infrastruktur konektivitas dan mobilitas.

Lebih lanjut Fairid menambahkan reformasi juga ditujukan untuk memperkuat kualitas pembangunan SDM melalui reformasi di bidang kesehatan, perlindungan sosial dan pendidikan yang diharapkan akan memperkuat produktivitas, inovasi dan daya saing perekonomian, serta memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Sementara itu untuk tahun 2022 ini alokasi dana APBN melalui DIPA satuan kerja instansi vertikal Kota Palangka Raya diketahui sebesar Rp129,388 milyar lebih. Berdasarkan informasi dari Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Tengah, rata-rata realisasi anggaran untuk 10 satuan instansi vertikal Kota Palangka Raya tahun 2021 mencapai 98,62%.

Sebelum diserahkannya DIPA 2022, Fairid mengingatkan agar pelaksanaan anggaran tahun 2022 baik APBN maupun APBD bebas dari segala praktek-praktek yang berbau korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Melalui kesempatan ini pula, saya ingatkan kembali kepada seluruh aparatur baik pusat maupun daerah khususnya di Kota Palangka Raya, agar pelaksanaan anggaran tahun 2022 baik APBN maupun APBD bebas dari segala praktek-praktek yang berbau korupsi, kolusi, dan nepotisme,” pungkasnya. (MC Isen Mulang/ndk/nd)

PASANG SPANDUK LARANGAN PARKIR

Fotografer : Usep

Sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya memasang spanduk larangan parkir dan jualan pada marka larangan parkir garis berbiku-biku di depan Taman Pasuk Kameluh Jalan S Parman Kota Palangka Raya, Jumat (14/1/2022). Dishub Kota Palangka Raya mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa setiap pelanggaran marka larangan parkir ditindak tegas sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 287 Ayat (1). MC Kota Palangka Raya/Usep

MEMILIH GELANG ANYAMAN

Fotografer : Andika

Seorang pengunjung memilih aksesoris gelang anyaman rotan di sebuah toko kerajinan Jalan Raden Saleh Kota Palangka Raya, Jumat (14/1/2022). Selain gelang, toko tersebut juga menjual beberapa kerajinan seperti tas dan dompet. Harga satu buah gelang anyaman Rp40.000,00. MC Kota Palangka Raya/ndk

MEMILIH TAS ANYAMAN

Fotografer : Andika

Seorang pengunjung melihat tas dari anyaman rotan di sebuah toko kerajinan Jalan Raden Saleh Kota Palangka Raya, Jumat (14/1/2022). Toko tersebut juga menyediakan berbagai hasil kerajinan dan suvenir seperti dompet, tempat perhiasan, dan. Tas anyaman dijual mulai dari harga Rp2.500.000,00 hingga Rp6.000.000,00 tergantung jenis, motif dan ukuran. MC Kota Palangka Raya/ndk

Laporan Kasus Covid-19 Kota Palangka Raya (10 Januari 2022)

Sumber : Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya

REKAPITULASI CAPAIAN HARIAN PELAKSANAAN VAKSINASI COVID 19 (PER-13 JANUARI 2022)

Sumber : Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya

Legislator : Terus Gali PAD Potensial

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya Tantawi Jauhari, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya di tahun 2022 ini, dapat terus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan optimal.

Disadari kata dia, PAD selama ini merupakan salah satu sumber pendanaan agar Pemko Palangka Raya bisa bergerak menjalankan program-program kerja selama setahun penuh. Termasuk program pelayanan masyarakat.

Karena itu, agar Kota Palangka Raya lebih maju, maka pemko melalui instansi teknisnya
dapat membuat kajian- kajian dan menelusuri potensi – potensi PAD yang bisa dimanfaatkan peluangnya.

“Saya yakin, masih banyak sumber -sumber PAD potensial yang bisa digali lebih maksimal, dan Pemko Palangka Raya bisa melakukan hal tersebut,”ungkapnya, Kamis (13/1/2022).

Lebih jauh ia mengatakan, semakin besar PAD yang bisa dihasilkan oleh Pemko Palangka Raya, maka semakin banyak juga item -item program dan kegiatan yang bisa dijalankan.

Namun demikian, menggali potensi PAD ini harus betul-betul serius dilakukan demi perkembangan Kota Palangka Raya dituntut untuk terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Berkaca dari kota-kota besar di daerah lain mempunyai PAD besar. Maka itu diharapkan Pemko Palangka Raya bisa menjadi salah satu kota yang memiliki PAD besar untuk pembangunan dan menjalankan roda pemerintahan,” pungkasnya. (MC. Isen Mulang.1/nd)

Stop Ilegal Fishing di Perairan Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Aktivitas menangkap ikan dengan alat yang dapat membahayakan ekosistem perairan dan biota air selama ini masih terjadi. Tak terkecuali di wilayah perairan sungai dan danau di Kota Palangka Raya.

Kondisi demikian tentu menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Palangka Raya. Karenanya, untuk mengurangi cara menangkap ikan yang bersifat merugikan tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan bantuan kepada nelayan alat tangkap ikan tradisional.

“Beberapa waktu lalu kami memberikan bantuan kepada nelayan alat tangkap ikan tradisional. Ini salah satu upaya mencegah menangkap ikan yang bersifat illegal fishing,” kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Kamis (13/1/2022).

Disampaikan Fairid, bantuan sarana dan prasarana (sarpras) berupa alat tangkap ikan tersebut, telah diberikan kepada Kelompok Nelayan di Kelurahan Bereng Bengkel.

“Dengan adanya bantuan tersebut setidaknya dapat menangkal kegiatan illegal fishing, atau cara menangkap ikan yang membahayakan. Termasuk yang dilakukan kalangan nelayan,” tambahnya.

Selain itu jelas Fairid, melalui bantuan itu, menunjukkan pemerintah berkomitmen dalam memperhatikan nelayan yang ada di Kota Palangka Raya. “Harus disadari, dengan adanya nelayan lokal, setidaknya membantu ketersediaan kebutuhan akan konsumsi ikan di Kota Palangka Raya,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriati Ritadewi, menjelaskan,melalui bantuan sarpras tersebut setidaknya dapat membantu nelayan, dalam meningkatkan perekonomiannya.

“Terutama membantu mensejahterakan para kelompok nelayan sekaligus meningkatkan perekonomian para nelayan itu sendiri,” pungkas Indiarti. (MC. Isen Mulang.1/nd)