ASN Pemko Palangka Raya Berkurang 200-an Orang Karena Pensiun

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Setiap tahun di Kota Palangka Raya selalu ada aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun, sedangkan penggantinya tidak ada.

Di sisi lain pemerintah masih memberlakukan kebijakan moratorium atau penghentian sementara penerimaan calon ASN. Dampaknya pemerintah daerah terus kekurangan tenaga ASN.

Misalnya saja di Kota Palangka Raya sejak diberlakukannya moratorium hingga saat ini sudah ada sekitar 200-an orang ASN yang pensiun, paling banyak dari guru.

“Kalau dari struktural tidak banyak, sehingga tidak menganggu kinerja pemerintahan, ucap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Palangka Raya, Nyta Bianyta Rezza di sela menghadiri acara buka puasa di rumah pribadi Sekda Kandarani di Jalan Rajawali V, Minggu (4/6/2017).

Meski ASN berkurangnya karena pansiun dan tidak mengganggu beban kerja, namun Pemerintah Kota Palangka Raya membijakinya dengan merekrut tenaga kontrak atau honorer.

Penerimaan honorer yang pernah dilakukan pasca kebijakan moratorium itu menurut kepala BKPP dilakukan sebagai solusi untuk menutupi kekurangan pegawai untuk bidang tertentu.

Di sisi lain berkurangnya jumlah ASN di Kota Palangka Raya ini selain karena pensiun juga karena dipecat. Dimana sejak 2016 hingga 2017 ini sudah ada 16 ASN dipecat dengan tidak hormat.

“Mereka yang dipecat itu karena melakukan pelanggaran disiplin seperti kasus narkoba. Jadi kalau pidananya di atas 1 tahun maka dipecat dari ASN,” tegasnya. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan