Menteri Kominfo Anjurkan Diet dan Detoksifikasi Media Sosial

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara menganjurkan masyarakat Indonesia untuk diet dan detoksifikasi (proses mengurangi) penggunaan Media Sosial, hal ini disampaikanya pada Seminar Nasional dalam rangka Pekan Komunikasi Sosial Nasional 2018, di Aula Magna, Keuskupan Palangka Raya, Sabtu (12/05/2018)

Masyarakat Indonesia adalah penyokong utama tumbuhnya media sosial di dunia, berdasarkan data Weare Sosial Hotsite bulan Januari 2018 di tanah air mencatat pengguna aktif media sosial berjumlah kurang lebih 130 juta orang padahal pengguna internet sekitar 143 juta orang, ungkapnya.

Data yang mirip juga dilapor oleh survey asosiasi penyelenggara Internet Indonesia (APJII) yang merilis hitungan bahwa pengguna internet indonesia menggunakan layanan chatting sebanyak  kurang lebih 89% dan media sosial sebanyak 87% artinya semua orang indonesia mengakses internet menggunakan chatting dan media sosial.

Hadirnya media sosial tiba-tiba membuat semua orang berani mengungkapkan pendapat bukan mencari kebenaran akan tetapi mencari pembenaran diri. 

Dampak negatif media sosial dalam kehidupan penggunanya situs berita independen.co.uk dari inggris, merangkum 4 diantaranya: membuat turunnya harga diri, menimbulkan kesulitan berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain, mengubah cara mengingat dan mempengaruhi waktu tidur, tambahnya.

Saya yakin setiap individu ingin hidup berpola hidup sehat dan juga jiwa yang sehat namun gaya hidup wellness dan detoksifikasi diminati masyarakat modern, bisa dikatakan bahwa kesehatan jiwa dan raga menjadi resolusi yang paling laku.

Dengan diet dan detoksifikasi media sosial kita dapat mengurangi ekspose terhadap konten negatif serta mendorong kita untuk menjalin relasi real dengan orang orang disekitar kita secara lebih intim, tutupnya (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan