Satu Kelurahan Perlu Satu Bank Sampah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Masih minimnya jumlah bank sampah di Kota Palangka Raya, menjadi salah satu faktor lemahnya pengelolaan maupun penanganan sampah dari masyarakat.

“Bank sampah yang ada di Palangka Raya ini baru ada sekitar 20 lebih yang hanya tersebar disejumlah kelurahan. Ini tidak ideal  dalam upaya mengurangi sampah dilingkungan,” ungkap Antonia M.T. Kupa, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Rabu (23/1/2019).

Menurut Antonia, efektifnya keberadaan bank sampah dalam satu kelurahan minimal ada satu bank sampah. Namun bagusnya lagi bisa lebih dua atau sampai tiga adanya bank sampah.

“Sebenarnya  adanya bank sampah ini menjadi peluang usaha bagaimana sampah dari keluarga bisa didaur ulang, dimanfaatkan atau dijual,” cetusnya lagi.

Antonia menjelaskan, bank sampah memiliki keunggulan dalam mengurangi permasalahan sampah, termasuk manfaatnya yang berorientasi pada nilai ekonomis yang tinggi karena ada beberapa jenis sampah yang dipilah dan didaur ulang kembali.

Dengan masih kurangnya bank sampah di wilayah Kota Palangka Raya ini kata Antonia, membuat pihaknya tergerak untuk mempergencar sosialisasi bagaimana masyarakat membentuk bank-bank sampah.

“Ya, sejalan dengan sosialisasi agar masyarakat mendirikan bank sampah ini, maka DLH kota nantinya akan mendirikan  bank sampah induk yang dapat mengcover bank-bank sampah dari seluruh kelurahan agar ditampung disatu tempat induk,” bebernya.

Ditambahkan Antonia, peran serta dari pelaku usaha dirasakan harus bisa membantu bank sampah ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Termasuk harus ada pengelolanya untuk mengumpulkan sampah-sampah ataupun barang-barang yang bisa di daur ulang dan digunakan kembali.

“Sebut saja sampah yang dihasilkan rumah tangga, kalau dapat memilah dengan baik dan benar, maka bank sampah pun dapat menghargainya dengan nilai yang layak pula,” terangnya.

Ditambahkan Antonia, bila nantinya sudah banyak bank-bank sampah yang didirikan, maka tentu harus didukung peran dari masyarakat luas untuk sadar hidup bersih dalam memperhatikan lingkungan sekitarnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan