Guru Bahasa Indonesia SMA Siap Ikuti UKG 2017

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Sebagai manusia pembelajar sudah semestinya guru terus meningkatkan kompetensi agar dapat mengembangkan profesinya.

Salah satu upayanya mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Berbasis Komunitas melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Berkaitan dengan itu MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Palangka Raya telah melaksanakan program PKB. Para guru yang tergabung dalam komunitas ini telah menyelesaikan rangkaian kegiatan di SMAN 4 Palangka Raya, Minggu (26/11/2017) sore.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA se Kota Palangka Raya, Jaya Kusuma, S.Pd. mengatakan Program PKB Berbasis Komunitas merupakan program Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bahasa, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan mengembangkan keprofesian secara berkelanjutan.

“Melalui program PKB ini guru diajak terus dan tetap belajar meningkatkan kompetensi dan mengembangkan profesi. Kami sudah menyelenggaran kegiatan ini dengan moda tatap muka In-On-In pola 60 jam. Kegiatan pertama adalah in service-1 berupa kegiatan belajar tatap muka 20 jam yang berlangsung 11 dan 12 November 2017. Lalu on the job learning (OJL) yaitu penyelesaian tugas mandiri dan kelompok 20 jam dalam rentang waktu 13—24 November 2017. Akhirnya In Service-2 kembali belajar tatap muka selama 20 jam untuk mempresentasikan tugas selama OJL yang berlangsung Sabtu dan Minggu 25-26 November 2017,” paparnya.

Menurutnya selama kegiatan para guru peserta telah mempelajari modul B dan D yang telah ditentukan berdasarkan kelompok kompetensi pedagogik dan profesional.

Kedua modul ini berisi materi tentang teori belajar, ragam bahasa, strategi pembelajaran, dan keterampilan berbahasa. Setelah itu ada pembahasan materi tambahan (suplemen) yakni upaya menyiapkan siswa dalam menghadapi ujian nasional berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional (UN).

“Selama kegiatan 18 guru telah mengikuti kegiatan dengan antusias. Meski ada beberapa guru yang sebentar lagi akan pensiun, tapi semangatnya tetap luar biasa. Mereka tampaknya ingin meningkatkan nilai uji kompetensi guru (UKG) minimal 70 yang akan berlangsung pada Desember 2017. 

Tentu bukan sekedar meraih nilai minimal UKG, tetapi yang lebih penting juga meningkat kompetensi serta berkembang profesinya sebagai guru. Dengan demikian para guru akan makin dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam pembelajaran, termasuk juga sukses mengikuti USBN dan UN, serta mewujudkan belajar sepanjang hayat,” tambahnya.

Menyinggung tentang peserta yang hanya 18 orang, dia menegaskan bahwa sesuai kuota sebenarnya ada 20 peserta. Namun ada 2 orang yang berhalangan karena bersamaan harus mengikuti pendidikan latihan profesi guru (PLPG) di Universitas Palangka Raya.

“Uniknya ke-18 peserta kegiataan ini kebetulan semuanya adalah ibu guru, kecuali Jaya Kusuma ketua komunitas dan Lukman Juhara selaku mentor. Memang mayoritas guru bahasa Indonesia di Palangka Raya wanita,” tuturnya.

Sementara itu Fitri Sudiningrum perwakilan tim monitor dari PPPPTK Bahasa yang menyempatkan hadir memantau langsung kegiatan ini memberikan apresiasi dan penguatan.

“Bagus. Saya salut kepada guru di komunitas ini yang mau dan bersemangat mengikuti program PKB. Meski dari sisi usia ada yang menjelang pensiun, tapi minat belajar tetap menyala. Ini membuktikan bahwa guru-guru memang manusia pembelajar sampai akhir hayat,” katanya memberikan dukungan. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan