Empat Sanggar Seni Tampil Perdana di Gedung Teater Terbuka

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Peresmian Gedung Teater Terbuka milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang terletak di Jalan Temanggung Tilung XIII, Kota Palangka Raya ini memiliki keistimewaan tersendiri bagi empat sanggar seni.

Istimewanya karena ke-4 sanggar tersebut bisa tampil perdana di gedung teater super megah dan mahal ini seusai diresmikan oleh Pejabat Sekretaris Daerah Kalteng, Syahrin Daulay mewakili gubernur, Sabtu (10/6/2017) sore.

Ke-4 sanggar itu adalah Sanggar Tanjung Nyaho, Sanggar Darung Tingang, Sanggar Nansarunai dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya, Pajawan Tingang Production, dan group seni tari dari SMP Muhammadiyah.

Giliran pertama adalah Sanggar Tanjung Nyaho yang menampilkan tarian Bintap Talawang Bapenyang Menteng. Tari garapan baru ini menggambarkan fungsi talawang dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Selain digambarkan pula fungsi talawang sebagai perisai yang memiliki kekuatan untuk menangkis bahaya, ancaman, atau serangan yang tidak terduga dalam kehidupan masyarakat suku Dayak.

Selanjutnya giliran kedua adalah tarian yang ditampilkan para pelajar
SMP Muhammadiyah. Para pelajar ini menampilkan tari ‘Kahanjak Atei’. Tari ini menggambarkan suka cita antar kelompok masyarakat Dayak dalam kerja sama dan bahu membahu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Dalam menari, para pelajar ini mengenakan kelengkapan pakaian yang digunakan berupa selendang yang sudah berkolaborasi dengan perkembangan zaman, tapi tidak meninggalkan khasnya sebagai masyarakat suku Dayak.

Dipertunjukan ke-3 diperlihatkan adegan drama yang dibawakan dari Sanggar Pajawan Tingang Production. Drama ini menampilkan judul KHUP (Kasih Uang Habis Perkara). Drama karya Arthur S Nalan ini menceritakan tentang budaya korupsi yang telah menjadi ideologi.

Saat kelompok teater ini sedang memparadekan perilaku korupsi di negeri ini, tiba-tiba di tengah pertunjukan drama dibredel karena dianggap berbahaya.

Terakhir, giliran Sanggar Nansarunai menampilkan tari Ragam Gerak Ngatengkang Galang. Tari ini memperlihatkan kepiawaian dalam memainkan dan membunyikan gelang.

Perpaduan ini menciptakan keserasian yang terkolaborasi dengan musik tradisional khas Dayak. Tarian ini diangkat dari filosofi dan gerak dalam suku Dayak Ma’anyan dan Lawangan Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Barito Timur. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan