Warga yang Tinggal Dekat Taman Pasuk Kemeloh Bersedia Direlokasi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Warga yang tinggal di bantaran Sungai Kahayan tepatnya samping Taman Pasuk Kemeloh sampai batas rumah toko (Ruko) seberang Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah bersedia direlokasi ke tempat lain.

Konsekuensinya, Pemerintah Kota Palangka Raya akan memberikan ganti untung terhadap aset yang sudah dibangun di lahan jalur tersebut. Saat ini Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Palangka Raya bersama tim apprasial sedang melakukan pendataan.

Walikota Palangka Raya, Riban Satia memastikan tahun ini rumah-rumah yang dibangun di sekitar Taman Pasuk Kameloh tersebut harus sudah selesai dibebaskan, karena masjid yang dibangun di pinggir dekat taman sudah selesai.

“Kalau masih ada bangunan di situ sampai Jembatan Kahayan kelihatannya kurang bagus, sehingga harus direlokasi,” ucap walikota, Jumat (13/7/2018). Riban menegaskan dalam pembebasan nanti yang diganti untung hanya bangunanannya saja.

Sedangkan aset tanah sampai saat ini belum ada informasi apakah berstatus sertifikat hak milik (SHM) atau tidak, namun berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa warga yang berdomisili di bantaran sungai tersebut menempati kawasan jalur hijau. 

Walikota dua periode ini berharap dengan adanya biaya ganti untung tersebut warga di sekitar Taman Pasuk Kemoloh bersedia pindah ke lokasi yang lebih baik. Kesediaan warga untuk pindah ini juga disampaikan saat walikota berdialog dengan warga beberapa waktu lalu. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan