Walikota Palangka Raya Terima Gelar Penghormatan Adat Batak

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin menerima penghormatan adat Batak dari Lembaga Kerukunan Masyarakat Batak (LKMB) Provinsi Kalimantan Tengah.

Acara penghormatan adat Batak kepada walikota Palangka Raya itu, merupakan rangkaian dari kegiatan acara ‘Pesta Seni Budaya Batak’  yang berlangsung di komplek Betang Hapakat Jalan RTA Milono Palangka Raya, Sabtu (2/1/2019).

Penghormatan adat Batak yang diberikan langsung kepada walikota Palangka Raya itu diimplementasikan berupa penyerahan benda adat Batak. 

Benda adat ini berupa Tongkat ‘Tunggal Panaluan’, dimana pada tongkat itu terlihat ukiran khas Batak, berdasarkan sinopsis tongkat tersebut berasal dari kayu pilihan yang ada di Pulau Sumatera dan menurut kepercayaan orang Batak tongkat Tunggal Panaluan biasanya hanya diberikan kepada raja -raja atau pemimpin suatu wilayah.

Selain tongkat Tunggal Panaluan, ada juga benda adat Batak lainnya yang diberikan kepada walikota, seperti topi adat Batak ‘Sartopi’ yang merupakan topi khas Batak dan biasa dipakai oleh tokoh-tokoh yang dihormati.

Kemudian walikota diberikan pula ‘Ulos Sibolang’ yang merupakan suatu jenis ulos dimana bagi orang Batak ulos merupakan identitas bagi kalangan terhormat, terutama dari tokoh Batak.

“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada kerukunan masyarakat Batak di Kalimantan Tengah atas penghormatan adat Batak yang diberikan kepada saya ini,” ungkap Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin usai menerima penghormatan adat Batak tersebut. 

Menurut Fairid, sebagai seorang pemimpin di ‘Kota Cantik’ Palangka Raya, maka dirinya akan berupaya mengayomi seluruh masyarakat. Termasuk masyarakat yang datang atau yang menjadi bagian dari masyarakat kota Palangka Raya.

“Siapapun yang datang dan menetap di kota kita ini tentu sudah menjadi bagian dari warga Palangka Raya,” tuturnya.

Adapun menurut pihak LKMB, selain penghormatan adat diberikan kepada Walikota Palangka Raya, penghormatan adat diberikan juga kepada Gubernur Kalteng dan sesepuh Kalteng seperti Sabran Achmad, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD)  Provinsi Kalteng H Agustiar Sabran serta tokoh Dayak Palangka Raya Marcos Tuwan.

Sementara itu dalam gelaran pesta seni budaya Batak itu sendiri mengambil tema ‘memaknai nilai budaya Batak dalam masyarakat majemuk di Provinsi Kalimantan Tengah dengan semangat apresiasi seni budaya Batak yang merupakan bagian dari budaya nasional. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan