Wakil Walikota Pimpin Rapat Bahas Mahalnya Gas LPG 3 Kg

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Palangka Raya mengumpulkan para pihak untuk menyikapi mahalnya harga gas LPG 3 Kg, Rabu (18/4/2018).

Para pihak yang diajak rapat di aula Bappeda Kota Palangka Raya ini di antaranya para agen, Pertamina, aparat kepolisian, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan lainnya.

Rapat yang dipimpin Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio ini juga dihadiri perwakilan agen gas LPG 3 Kg dari PT Putra Itah, PT Bersama, PT Resbayu, dan PT Lumut.

Dalam rapat ini terungkap mahalnya harga gas elpiji 3 Kg dalam beberapa hari terakhir yang mencapai Rp28 ribu sampai Rp32 ribu per tabung ini akibat dampak pemberitaan di media.

Sementara itu kuota LPG 3 Kg cukup dan distribusinya lancar. Bahkan kuota gas subsidi di 2018 ini menurut Ariya, Sales Excekutif Pertamina Palangka Raya ditambah 2 persen dari tahun lalu.

“Kuota gas LPG 3 Kg pada 2017 sebanyak 7.445 metrik ton, namun realisasinya 8.211 metrik ton atau 2.736.884 tabung, sedangkan di 2018 ini kuotanya ditambah 2 persen menjadi 8.277 metrik ton atau 2.759.000 tabung,” jelasnya.

Sementara itu dalam arahannya wakil walikota meminta kepada Pertamina untuk menyampaikan data suplay dan deman. Jika data penawaran dan permintaan sudah diketahui, maka bisa dianalisa penyebab mahalnya harga gas LPG 3 Kg.

Mofit mengatakan secara teori jika suplay dan deman seimbang, maka tidak ada istilah lagi harga gas LPG 3 Kg mahal. Jika masih mahal maka diduga ada yang bermain, sehingga harus ditindak. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan