Raker Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Rapat Kerja (Raker) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Swisbell Hotel Danum, Palangka Raya, Rabu (28/2/2018).

Raker yang secera resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib Said Ismail ini juga dihadiri beberapa pejabat pemerintah daerah, instansi vertikal, TNI, Polri, dan perwakilan dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara itu dari Pemerintah Kota Palangka Raya diwakili oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, dr Andjar Hari Purnomo. Raker ini digelar karena sebagai bentuk sosialisasi pencegahan penyalagunaan narkotika.

Apalagi menurut data yang disampaikan Kepala BNN Kalimantan Tengah Brigjen Lilik Heri S, jika prevalensi penyalagunaan narkotika di Bumi Tambun Bungai ini cenderung meningkat. Dimana pada 2017 prevelensinya 1,8 persen naik menjadi 1,9 persen atau 38 ribu jiwa.

Namun secara nasional, prevelensi penyalahgunaan narkotika menurun. Pada 2016 prevalensinya 2,8 persen atau 5,9 juta jiwa, namun pada 2017 turun 1,77 persen 3,4 juta jiwa rakyat Indonesia yang menjadi korban narkotika.

Lilik mengharapkan dengan meningkatnya penyalahgunaan narkotika di Kalimantan Tengah ini maka butuh penanganan serius oleh semua pihak. Sementara itu khusus pemerintah daerah untuk segera membentuk BNK kabupaten.

Sebab hingga saat ini di Kalimantan Tengah baru ada dua daerah yang sudah membentuk BNN yakni Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat. Padahal jika merujuk Permendagri Nomor 21 Tahun 2013 mewajibkan pemerintah daerah wajib melakukan pencegahan.

Selain itu pemerintah daerah juga wajib melakukan fasilitasi dalam penyusunan peraturan daerah mengenai narkotika dan meningkatkan partisipasi masyarakat serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk pencegahan penyalagunaan narkotika. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan