PMI Palangka Raya Butuh Kulkas Penyimpan Darah

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Saat ini kondisi kulkas atau bank darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palangka Raya sudah tidak layak lagi, sehingga harus diganti dengan yang baru.

Kondisi kulkas sudah keropos, sehingga tidak layak untuk menyimpan darah dalam jangka waktu lama. Jika dipaksakan untuk menyimpan, maka dikhawatirkan akan mengurangi kualitas darah.

“Karena itu kami mengharapkan bantuan pengadaan dari pemerintah kota atau provinsi,” pinta Ketua PMI Kota Palangka Raya, Rusliansyah saat menyampaikan sambutan diacara Rakerda, Rabu (27/12/2017).

Menurut Rusli, sebenarnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah menjanjikan akan membelikan kulkas yang baru, namun hingga saat ini belum ada realisasi.

Karena itu melalui musyawarah kerja daerah (Muskerda) ini Rusliansyah mengharapkan jika pemerintah provinsi tidak jadi membelikan kulkas, maka dia meminta kepada pemerintah kota untuk membelikannya.

Sebab selain kondisinya sudah tidak layak, menurutnya daya tampung bank darah milik PMI Palangka Raya hanya mampu menampung 1.000 kantong.

“Jika lebih dari itu maka akan kami titipkan ke PMI Sampit, sedangkan kebutuhan darah di Palangka Raya rata-rata 1.500 kantong per bulan, sehingga perlu tempat penyimpanan yang lebih besar” imbuhnya.

Rusli menjelaskan jika melihat fasilitas PMI Kalimantan Timur dan Jawa Barat, maka semua fasilitas yang dimiliki Unit Transfusi Darah PMI Palangka Raya kurang memadai.

“Selain itu hingga saat ini kami juga belum memiliki kantor sekretariat yang permanen, karena itu kami minta kantor Kesbangpol Palangka Raya bisa digunakan untuk kantor PMI,” harapnya.

Sementara itu Walikota Palangka Raya, Riban Satia membolehkan nantinya PMI berkantor di Kesbangpol asalkan kantor Kesbangpol Palangka Raya sudah pindah ke kantor yang baru di Jalan Soekarno-Hatta. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan