Petugas Pemadam Rutin Pantau Titik Api Jelang Kemarau

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Tahun ini musim kemarau di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya akan berlangsung cukup lama.

Badan Metreologi, Klematologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berlangsung mulai Juli hingga September. Biasanya, setiap musim kemarau selalu ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Agar musim kemarau tidak mengakibatkan musibah kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan, maka sejak dini telah dilakukan upaya pencegahan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya.

Adapun upaya pencegahan sejak dini itu adalah setiap hari petugas pemadam keliling kesejumlah wilayah kecamatan dan kelurahan untuk memantau titik api.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Anwar Sanusi Umarnur Gayo pemantauan titik api itu dilakukan bersama tim gabungan Karhutla di bawah kendali Kodim 1016 Palangka Raya.

“Saat ini kita sudah berkerja. Setiap hari kita terus pantau titik api. Kita gabung dengan Tim Satgas Karhutla,” tutur Anwar Sanusi kepada mediacenter palangkaraya, Rabu (31/5/2017).

Selain personil, hampir setiap hari mobil pemadam juga digerakan untuk melakukan pemantauan titik api. Pada prinsipnya personil dan peralatan yang dimiliki dinas pemadam sudah cukup untuk menghadapi bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Hanya saja yang dikeluhkan Anwar Sanusi saat ini mesin pemadam dan selang yang dimiliki hanya mempu menjangkau jarak 100 meter, padahal biasanya jika terjadi kebakaran hutan dan lahan jaraknya bisa berkilo-kilo.

Kendala itu menurutnya tidak bisa diatasi, sebab kemampuan jarak semprot memang sudah maksimal 100 meter. Jika panjang selang ditambah, maka daya tekan air tidak bisa kencang. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan