Petambak Pahandut Seberang Keluhkan Harga Pakan Tinggi

MEDIA CENTER, Palangka Raya- Para petani kolam atau tambak ikan yang ada di kelurahan Pahandut Seberang Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya mengeluhkan mahalnya harga pakan untuk kebutuhan ikan yang dibudi daya di tambak mereka. Akibat tingginya harga pakan ikan tersebut, para pemilik tambak terancam merugi
“Tingginya harga jual pakan sudah lama terjadi. Ini tidak sebanding dengan harga jual ikan yang masih menggunakan harga lama,”ungkap Abdurrahman, salah seorang petani tambak di RT 3 RW I Pahandut Seberang, Selasa (5/3).

Menurut Rahman, para pemilik tambak di Pahandut Seberang rata-rata mengeluhkan tingginya harga pakan ikan tersebut, selain ketika panen harga jualnya tetap sama dengan harga lama, disisi lain daya beli atau tingkat konsumsi masyarakat di Palangka Raya terhadap hasil panen ikan tambak juga menurun

“Saya sendiri maupun para pemilik tambak ikan lainnya, merasa terbebani ketika mengeluarkan biaya untuk membeli pakan. Apalagi ketersediaan pakan harus selalu siap manakala ikan yang dibudi daya sudah mendekati masa panen,”ucapnya.

Diungkapkan Rahman untuk kebutuhan pakan ikan, terutama ikan patin dan ikan mas di tambak miliknya dibutuhkan puluhan sak pakan. Dimana saat ini harga satu sak pakan telah mencapai Rp300 ribu. “Sebut saja dalam satu tambak ada 1000 ikan mas, maka sekurang-kurangnya memerlukan 40 sak pakan. Setiap satu sak pakan tersebut pasti habis dalam sehari, karena diberikan sebanyak tiga kali, yakni pagi, siang dan sore hari,”terangnya.

Akibat berat beban biaya untuk membeli pakan tersebut, maka kata Rahman dirinya  menyiasati dengan mengorbankan atau mengosongkan salah satu tambak pembudidayaan ikannya, seraya menunggu harga pakan dipasaran stabil. “Ya, bila dipaksakan tentu lebih banyak ruginya, karena tidak sebanding dengan biaya produksi, serta tidak sebanding dengan harga jual, terlebih tingkat konsumsi masyarakat juga turun,”bebernya.

Dengan kenyataan itu kata Rahman, para pemilik tambak  berharap kepada pemerintah setempat, dapat  memberikan solusi terkait dengan permasalahan mahalnya harga pakan ini.
“Apalagi dekat bulan Ramadan, bisa saja daya konsumsi  atau daya beli masyarakat akan tinggi. Tapi sebaliknya,  hasil panen ikan tambak malah turun, dikarenakan petambak terkendala beban produksi yang tinggi,”tutupnya. (MC. Iseng Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan