Penerbangan Sempat Terganggu Akibat Kabut Asap

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya ternyata sempat mengganggu aktivitas penerbangan.

Selama periode September-Oktober 2018 pernah terjadi satu kali pendaratan pesawat Garuda tidak bisa mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya karena jarak pandang terlalu pendek.

Saat itu tepatnya 12 September 2018 pukul 06.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB jarak pandang hanya 100 meter sampai 400 meter, sehingga pesawat tidak berani landing.

Sedangkan sebuah pesawat bisa landing paling tidak jarak pandang minimal harus 800 meter, tutur Manajer Operasional Airnav Indonesia Cabang Palangka Raya, I Gusti Ngurah Saputra, Senin (8/10/2018).

Informasi terganggunya aktivitas penerbangan ini disampaikan I Gusti Ngurah Saputra saat rapat membahas kondisi Karhutla yang dipimpin Wakil Walikota Palangka Raya, Umi Mastikah di Ruang Peteng Karuhei I.

Untungnya kondisi tersebut tidak berlangsung lama setelah wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya dalam beberapa hari ini diguyur hujan, sehingga kabut asap mulai hilang.

Saat ini menurut I Gusti jarak pandang cukup membaik, sehingga tidak mengganggu aktivitas penerbangan lagi, meski pun musim kemarau masih berlangsung hingga akhir Oktober 2018. (MC. Isen Mulang/ foto:Prokom/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan