Pembangunan Memerlukan Komitmen Bersama

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pembangunan di Kota Palangka Raya saat ini dinilai bergerak dinamis, seiring dengan perkembangan maupun pertumbuhan kehidupan sosial  masyarakatnya. Pun demikian perkembangan kota yang berjulukkan “Kota Cantik” tersebut, tidak lepas atas jasa-jasa para pemimpin dan pendahulu diera serta masa sebelumnya.

Ungkapan bijak tersebut disampaikan Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, usai memimpin kegiatan ziarah ke Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jalan Tjilik Riwut Km 3 dalam rangkaian memperingati HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke-53 dan Hari Jadi Kota Palangka Raya ke-61, Senin pagi (16/7/2018).

Kata Riban, sepanjang kepemimpinannya dua periode untuk kota Palangka Raya, sejak tahun 2008 yang lalu, maka rumusan pembangunan tidak lepas dari para pendahulu maupun pemimpin sebelumnya. 

“Arah pembangunan setiap pemimpin, tidak lain adalah berkomitmen menjaga kerukunan, kebersamaan dalam falsafah masyarakat Dayak, yakni Huma Betang yang dibingkai dalam sebuah tatanan  NKRI,” ujarnya.

Harus disadari, membangun Kota Palangka Raya yang terhitung sebagai kota baru berkembang, tentu tidak mudah begitu saja. Hal itu tidak lepas dari pengaruh  masyarakat yang datang dari berbagai adat istiadat dan keberagaman, sehingga pembangunan pun bergerak dinamis.

“Intinya kami pun sadar tidak bisa berbuat lebih banyak. Akan tetapi kami telah berupaya berbuat. Hasilnya seperti yang kita lihat saat ini,” tuturnya.

Melakukan pembangunan, tentu memerlukan komitmen bersama, yang dimulai dari komitmen lembaga pemerintah itu sendiri. baik eksekutif maupun legislatif.

“Kita bersyukur, selama ini dalam hal penyusunan kebijakan, maka pemko dan DPRD Palangka Raya selalu mampu berjalan berkesinambungan. Itu karena ada komitmen bersama, tanpa ada pertentangan maupun perbedaan,” bebernya. 

Bahkan ada pemahaman yang sama pula antara pemko Palangka Raya dan DPRD kota, terutama terhadap hasil-hasil pembangunan yang telah dihasilkan para pemimpin atau pendahulu sebelumnya. Dimana pembangunan yang telah dihasilkan tersebut, tetap bisa dilanjutkan, dikembangkan dan diperindah lagi.

“Ya,  kebijakan pembangunan setiap pemimpin itu, tidak lain untuk dititipkan kembali bagi generasi penerus. Bila itu bisa dilakukan, maka Palangka Raya dapat dikatakan sebagai kota yang penuh kenangan,” tutup Riban. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan