Paskah, Tradisi Unik Pejiarah Bermalam di Makam

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Ribuan pejiarah memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Km 2 dan Km 12 Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya. Kegiatan jiarah itu merupakan hal rutin yang dilakukan setiap peringatan Paskah yang dirayakan umat Kristiani di seluruh dunia.

“Peringatan Paskah, yang dirangkai  jiarah ke makam sanak keluarga merupakan kegiatan yang setiap tahunnya dilakukan dari perayaan Jum’at Agung, “ungkap Andris, warga Palangka Raya, yang tengah jiarah membersihkan makam sanak saudaranya, Jum’at (30/3/2018), di TPU Km 12 Palangka Raya.

Menurutnya, membersihkan areal pekuburan dan memanjatkan do’a di makam, sudah merupakan kebiasaan yang terlaksana sejak  dulunya, dimana ribuan pejiarah memadati setiap areal TPU. 

Sementara itu warga lainnya Cici mengatakan, kebiasaan jiarah, dilakukan sebagai kegiatan rohani umat kristiani yang percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga, bangkit dari antara orang mati.

“Paskah, merupakan kegiatan sakral bagi umat kristiani, yang diimplementasikan  mendalam kepada kerabat yang telah lebih dahulu dipanggil pulang oleh Tuhan,”tuturnya.

Selain jiarah membersihkan areal pekuburan dan memanjatkan do’a di makam, maka setiap Paskah ada tradisi yang menjadi kebiasan sejak lama dilakukan masyarakat Kristiani di Palangka Raya, yakni  menghabiskan waktu malam hingga pagi hari di makam sekaligus mengikuti ibadah yang difasilitasi pihak Gereja di area pemakaman.

“Ya, karena ini menjadi tradisi, dimana umat kristen beramai-ramai datang ke makam sanak keluarga, hingga menghabiskan waktu malam. Setelah itu pagi harinya atau subuh pukul 04.00 WIB mengikuti kegiatan ibadah bersama-sama,”ucap Nawie, warga kabupaten Pulang Pisau yang datang berkumpul bersama keluarganya di makam TPU Kristen KM 12 Palangka Raya, Sabtu malam, (31/3/2018).

Dari pantauan awak Media Center di TPU Kristen KM 12 Palangka Raya, terlihat ribuan umat Kristiani sejak sore hari hingga malam hari  tumpah ruah memenuhi area makan. Suasana pun tampak penuh sesak, warga silih berganti memasuki area makam. Terlihat pula antrean  kendaraan roda dua dan roda empat untuk memasuki kawasan pemakaman.

Momentum Paskah juga dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mengais rejeki dengan menjajakan beragam pernak pernik paskah, seperti  lilin, bunga, parpum dan lain sebagainya. Termasuk menjajakan beragam  makanan dan minuman.

Rangkaian peringatan Paskah ini juga di kawal ketat melalui pengamanan, baik dari personil kepolisian maupun dari personil Sat Pol PP serta Dinas Perhubungan Palangka Raya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan