Pasar Hasil Revitalisasi Diharap Cepat Berfungsi

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Program revitalisasi terhadap dua pasar tradisional di Kota Palangka Raya yang pembangunannya menggunakan APBN dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), telah selesai di kerjakan sejak akhir tahun 2017 lalu. Hanya saja hingga saat ini, kedua pasar itu belum beroperasional atau difungsikan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban mengatakan, secara umum revitalisasi dua pasar tradisional di Kota Palangka Raya yakni pasar tradisional Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu dan pasar tradisional Kalampangan di Kecamatan Sebangau, tinggal difungsikan.

“Saat ini tinggal penataan dan pengelolaan pedagang. Kita maunya kedua pasar hasil revitalisasi segera berfungsi secepat mungkin, terutama saat puasa Ramadan,”ungkap Aratuni, usai rapat pemantapan penempatan pedagang pasar revitalisasi, Selasa (15/5/2018), di ruang rapat Peteng Karuhei (PK) I kantor wali Kota Palangka Raya.

Dikatakan, para pedagang yang terdata  bisa sesegera mungkin  menempati kedua pasar. Yakni sesuai dengan porsi awal kondisi pedagang sebelum pasar direvitalisasi.

“Jadi skala prioritas pedagang yang mengisi blok atau kios itu adalah, pedagang yang memang tinggal didaerah setempat,” ucapnya.

Pun demikian dalam penempatan akan dilihat lagi, yang mana pedagang yang akan menempati blok dan yang mana pedagang yang akan menempati kios.

Untuk penempatan kedua pasar tersebut, dipastikan pedagang tidak dipungut biaya, akan tetapi untuk biaya operasional, seperti tarif listrik, air dan pengelolaan sampah akan tetap dikenakan biaya.

“Kami menyerahkan kepada camat melalui lurah yang dikelola oleh LKK dalam hal penempatan para pedagang ini, termasuk pengelolaan biaya operasional,” cetus Aratuni.

Dijelaskan, kedua pasar hasil revitalisasi tersebut, hingga saat  ini masih merupakan aset pemerintah pusat, karenanya tidak ada pungutan pada saat penempatan pedagang. Namun lain halnya, apabila nantinya kedua pasar tersebut sudah dihibahkan ke Pemerintah Kota Palangka Raya, maka akan ada regulasi dalam hal biaya sewa atau kontrak.

“Maka itu, sebelum ada hibah atau penyerahan, pedagang dilarang mem-permak atau me-modifikasi pasar. Bahkan blok maupun kios tidak bisa ditempati sebagai tempat tinggal,”beber Aratuni.

Dirincikan jumlah kapasitas kedua pasar hasil revitalisasi tersebut, yakni untuk Pasar Tangkiling memiliki kapasitas 97 blok dan 35 kios. Sedangkan Pasar kalampangan memiliki kapasitas 68 blok dan 21 kios. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan