Mendikbud Buka Seminar Wacana Pemindahan Ibukota RI ke Kalteng

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Efendy membuka Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Dalam Mewujudkan Wacana Pemindahan Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia di Provinsi Kalimantan Tengah.

Seminar yang diadakan di rumah jabatan Walikota Palangka Raya di Jalan Diponegoro ini menghadirkan dua nara sumber. Yakni pakar hukum tata negara Refly Harun dan pengamat politik, Qodari. Seminar ini dimulai pukul 14.00 WIB, Senin (17/7/2017).

Dalam seminar yang digagas Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Kalimantan Tengah ini juga dihadiri Walikota Palangka Raya HM Riban Satia, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, anggota dewan, kepala sekolah, dan guru.

Sementara itu dalam sambutannya Mendikbud Muhadjir Efendy menyambut positif seminar ini. Tapi dia berpesan sebelum wacana pemindahan ibukota pemerintahan RI ini terrealisasi, maka terlebih dahulu masyarakat Kalimantan Tengah harus mempersiapkan sumber daya manusianya (SDM).

Jika SDM masyarakat Kalteng tidak siap dikhawatirkan nantinya akan menjadi penonton. Warga Kalteng akan kalah bersaing dengan warga pendatang yang akan mencari pekerjaan.

“Kalau mau ibukota pindah, tapi mulai sekarag SDM-nya disiapkan dulu. Kalau tidak disiapkan maka warga Kalteng akan menyambut pemindahan ibukota RI dengan cara menjual tanah,” ucapnya.

“Jadi kalau mau ibukota pemerintahan RI pindah ke Kalteng, maka harus dilakukan perbaikan pendidikan besar-besaran dulu. Kalau tidak jadi pindah alhambudilah, tapi kalau jadi pindah ya alhamdulilah,” pesannya.

Sementara itu Ketua KAHMI Kalimantan Tengah, Rusliansyah mengharapkan wacana pemindahan ibukota pemerintahan RI kelak akan menjadi kenyataan. Sebab Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya memiliki historis jika dibanding dengan daerah lain.

Dimana saat pemancangan tiang pertama tanda dimulainya pembangunan Kota Palangka Raya oleh Proklamator RI, Soekarno pada 17 Juli 1957 silam, kala itu Presiden RI Soekarno sudah menyebut jika Kota Palangka Raya ini akan dicadangkan menjadi calon ibukota RI.

Pertimbangan Soekarno kala itu Kota Palangka Raya letaknya berada di tengah Indonesia. “Maka dari itu melalui seminar ini ada kebulatan tekad dan persepsi dalam menyambut wacana ini pemindahan ibukota pemerintahan RI dan segala konsekuensinya,” tuturnya.

Rusliansyah menjelaskan dalam seminar ini juga menghadirkan Profesor DR Nursani Darlan dari Universitas Palangka Raya. Adapun materi yang disampaikan dari pengamat politik, Qodari terkait tema membuka keterisolasian. (MC. Isen Mulang/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan