Menag Sambut Baik STAHN-TP Alih Status Jadi IAHN-TP

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku menyambut baik alih status Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (STAHN-TP) Palangka Raya, menjadi Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP).

Ungkapan tersebut disampaikan Menag, saat menghadiri peresmian IAHN-TP Palangka Raya, dalam lawatan kerjanya di ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (23/10/2018) 

Dikatakan, dengan naiknya status sekolah tinggi ini menjadi institut setidaknya mengandung beberapa makna, diantaranya pengakuan pemerintah melalui Kementerian Agama kepada civitas agama Hindu dalam pembangunan. 

“Terpenting dengan alih status ini tanggung jawab pemerintah akan semakin besar, khususnya dalam meningkatkan pendidikan agama Hindu,” jelas Lukman.

Hingga saat ini lanjut menag, sudah cukup banyak institut agama di Indonesia. Sejalan dengan itu, maka keberadaan jenjang pendidikan tersebut dituntut tidak hanya dilihat dari peningkatan kualitas pendidikan, melainkan bagaimana keberadaannya​ mampu meningkatkan pemahaman tentang agama.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail mengatakan, alih status ini diharapkan mampu mendukung pembangunan manusia di Kalteng, khususnya di bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM). 

“Dengan perubahan status perguruan tinggi ini akan meningkatkan perhatian pemerintah, sehingga semua hal dalam pengembangannya akan semakin ditambah,” ucapnya.

Rektor IAHN-TP Palangka Raya, I Ketut Subagiasta menjelaskan, alih status tersebut sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden nomor 31 tahun 2018 tentang IAHN-TP Palangka Raya.

“Cukup panjang perjalanan institut ini. Mulai dari pendidikan guru agama (PGA) pada 1983, kemudian menjadi Sekolah Tinggi Agama Hindu swasta pada 1987, selanjutnya pada 2001 menjadi STAHN-TP. Dan berkat perjuangan, pada 2018 ini sudah menjadi IAHN,” paparnya. (MC. Isen Mulang.1/engga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan